Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Pesta Yang Mewah


__ADS_3

Ana menatap cermin di depannya, masih merasa tak percaya dengan pantulan sosok ragawinya yang tampak sempurna disana, ia cantik dengan gaun berwarna merah maroon yang membalut tubuh sintalnya dengan manis, gaun berwarna merah maroon itu panjang menutupi mata kaki dengan belahan yang sampai di atas lututnya, Ana menjelma menjadi seorang wanita yang begitu cantik..wanita itu kemudian tersenyum..


Menjadi istri dari seorang Mafia bernama Arkana mampu merubah kehidupannya mengangkatnya dari wanita miskin yang tak punya apapun menjadi punya segalanya bahkan mengenakan baju-baju mahal, tas, sepatu adalah hal yang biasa baginya kini..


Ana tak harus melihat harga ketika ia menginginkan sesuatu lagi, sungguh kehidupan Ana sangat mudah saat ini, dia adalah seorang Nyonya James Arkana..


Malam ini adalah malam dimana ia akan menemani suaminya di pesta, melakukan yang terbaik sebagai istri dari James Arkana, meski hati Ana sedikit gelisah menyadari nanti ia akan bertemu dengan sosok Alex,..apakah ALex akan pergi sendirian ke pesta itu ataukah bersama pasangannya, sungguh Ana merasa gugup malam ini...


Ceklek!!


Arkana muncul dari balik pintu dan cukup terkejut ketika menatap Ana, ia sungguh terpana tak kala menyadari istrinya sangat sempurna tentu saja..


Ana memilih gaun yang tepat malam ini dan Arkana sudah membayangkan akan ada banyak pasang mata yang iri dengan apa yang ia miliki, dan mungkin para wanita akan cemburu melihat posisi Ana di sampingnya..


Namun bukan itu tujuan satu-satunya Arkana ingin datang di pesta, ia ingin melihat wajah Alex yang menderita, ia sudah tidak sabar lagi untuk menikmati wajah musuhnya yang hancur..sekaligus menunjukan senyum kemenangan karna mampu merebut kekasih dari musuh besarnya. Arkana sungguh tak sabar lagi..


Sebenarnya mudah bagi Arkana untuk membunuh Alex tanpa harus bermain-main lebih dahulu, namun ia benar-benar mempertimbangkan usulan Ana dengan memberinya rasa sakit yang sama...


Alex akan menderita sampai ia yang akan membunuh dirinya sendiri, dan Arkana memastikan akan ada disana dan melihat itu semua..


''Kau sangat cantik istriku.''


Arkana tak tahan untuk tidak memuji istrinya, ia menatap Ana yang cantik bagai dewi malam ini, gaun tanpa lengannya begitu kontras dengan warna kulitnya membuat Ana menjadi primadona nanti...


Ana melihat ke arah cermin sekali lagi, dengan Arkana yang memeluknya dari belakang, sembari tak henti-hentinya mengecup bahu Ana yang mulus dan menatap ke arah cermin yang sama..


''Aku merasa aku adalah wanita biasa saja, namun aku beruntung memilikimu Arkana.''


''Kau sangat indah...dan aku yang beruntung.''


''Jangan terlalu memuji, aku seperti ini karna dirimu.'' Ana tersipu malu..


''Aku hanya berkata benar, malam ini semua rekan bisnis dan teman-temanku akan terpesona padamu..aku ingin kau tau jika aku sangat bangga.''


Ana menganggukan kepalanya tentu saja, seperti yang dikatakan Arkana ia harus percaya diri dan tidak mengecewakan Arkana...


Sambil memoles lipstik berwarna terang, wanita itu menatap ke arah cermin...

__ADS_1


''Bagaimana kalau kita pergi sekarang....''


''Tentu sayang..'' Arkana menggengam jemari Ana dan membawanya pergi.


********************************************


Hotel Grand....


Mobil mewah milik Arkana memasuki gedung Hotel, seorang pria berbadan tegap keluar dan membuka pintu,


Arkana keluar dari sana dan membiarkan Ana mengalungkan tangan di lengannya, mereka lalu melangkah bersama..ada banyak tamu yang datang dan sudah pasti jika malam itu mereka menjadi pusat perhatian terutama bagi Ana. hampir semua tamu undangan pria mencuri pandang ke arahnya dari usia yang muda bahkan sampai yang rambutnya sudah dua warna, menyadari dirinya menjadi pusat perhatian Ana semakin gugup, dan merapatkan tubuhnya pada Arkana. mungkin karna yang hadir di tempat ini adalah para mafia berwajah dingin dan juga datar, suasana disini berbeda dengan pesta pada umumnya, terutama dari segi pembicaraan mereka membicarakan tentang senjata dan dunia permafiaan yang terdengar mengerikan di telinga Ana..


Arkana menyentuh punggung Ana dan mengusapnya pelan, sembari matanya menajam menebak kegelisahan di wajah istrinya..


''Apa kau sangat gugup..''bisiknya tak sedikitpun ingin menjauh dari Ana..


Bahkan ketika mereka turun dari mobil ia sudah menangkap tatapan ingin yang di lemparkan oleh beberapa temannya, sungguh Arkana tak bisa membiarkan Ana jauh darinya....rasa posesif bangkit dalam dirinya untuk melindungi miliknya.


Ana menatap mata Arkana seolah minta tolong, yah..memang benar ia sedikit tidak terbiasa dengan pesta kalangan elit apalagi di tempat ini ada banyak mafia berpengaruh, masing-masing membanggakan kemampuan mereka.


Arkana mengertti lalu meminta pelayan yang berkeliling membawa minuman mahal dari berbagai jenis, pria itu mengambil salah satu minuman di nampan dan memberikannya kepada Ana,


Minuman berwarna biru itu tampak segar....dan misterius..


''Akan membantumu percaya diri..''


Ana menganggukan kepalanya mengambil gelas itu dan meneguknya hati-hati, rasa manis mengaliri tenggorokannya ada sedikit pedas dan hangat ketika ia sudah menelannya..


''Bagaimana rasanya...''


''Minuman apa ini...aku sangat...''


Arkana tersenyum...


''Hanya minuman biasa...''


Ana pun mengangguk lalu melemparkan pandangan ke sekelilingnya dan mengamati setiap tamu yang datang, pesta ini kurang lebih seperti ajang untuk memamerkan kekayaan mereka. setidaknya itulah yang di tangkap Ana, para wanita berlomba mengenakan pakaian terbaik demi terlihat nomor 1.

__ADS_1


''Selamat malam tuan Arkana dan nyonya.''


Ana menoleh memusatkan perhatian pada sapaan seseorang di hadapannya, ia menatap suaminya juga tersenyum. sepasang pria tampan dan wanita cantik tersenyum kepada mereka..wanita itu menatap tajam ke arahnya...


''Antonio...apa kabar.'' balas Arkana menerima pelukan pria itu, wanita di sebelahnya menatap Ana dari ujung kaki sampai ujung rambut dan memperlihatkan ekspresi kagum yang nyata...


''Anda sangat cantik nyonya..namalku Nira'' ucap wanita itu memuji, membungkukan badan dan tersenyum misterius..


Ana hanya mengangguk dan balas memuji wanita yang tampak punya dua sisi, jelas di awal tadi ia melihat sikap sinisnya namun bisa berubah dalam sekejap, luar biasa pergaulan para orang kaya, mereka bisa bermuka dua tergantung kondisi,..


''Anda juga sangat cantik nyonya..namaku Anastasya.''


Arkana kembali memeluk pinggang Ana, sekaligus memperlihatkan sisi posesifnya..


''Sayang...ini temanku Antonio ia punya beberapa kapal pesiar dan sering menjadi patner kerja para mafia untuk menitipkan barang...''


Ana hanya menganggukan kepala...


''Senang bertemu anda tuan Antonio..'' sapa Ana lembut...


Pesona Anastasya memang mampu membius siapapun untuk menatapnya, hal yang sama terjadi kepada Antonio ketika ia hendak mengulurkan tangan, tatapan tajam Arkana membuatnya mengurungkan niatnya..


''Aku sedikit kesal jika seseorang menyentuh istriku...aku harap kau mengerti Antonio...''


Wajah Antonio menjadi pucat, dan ia segera tersenyum demi menutup rasa malunya..


''Tentu tuan Arkana aku minta maaf..''


Arkana hanya diam saja dan malah memasang wajah dingin, sementara wanita pasangan Antonio menatap Ana dengan rasa cemburu yang besar..


''Bagaimana jika para wanita berkumpul bersama, biarkan para lelaki membicarakan bisnis dan kita bicara dunia kita sendiri..bagaimana, apakah kau mengijinkannya tuan Arkana..''wanita itu tersenyum lembut..


Arkana menatap gusar, lalu menatap Ana sekali lagi..sial, jika ia menolak maka itu akan terlihat aneh namun...ia tak bisa membiarkan Ana lepas dari jangkauan matanya...Arkana sedikit cemas..


''Baiklah...aku ingin kau tau nyonya Nira, jangan pernah membuatnya tersinggung di perkumpulan kalian karna mungkin,...kau akan membuatku tersinggung..''peringatan itu tegas melalui mata Arkana..


Ana menghela nafasnya pada saat yang sama ia melihat seseorang yang mampu membuatnya gelisah.....

__ADS_1


__ADS_2