
Bibir mereka masih tertahan disana dengan tatapan Dilan yang berbeda terasa panas..namun Divara tak ingin menerima perlakukan Dilan kepadanya...
Divara menarik tubuhnya menjauh namun Dilan malah menariknya jatuh lagi di atas tubuhnya...
''Dilan....''
''Jadilah milikku sekarang bagaimana.......aku sedang ingin.....''
''Setelah menikah maka akan kuserahkan diriku kepadamu Dilan...tapi tidak hari ini....''
Dilan mengerang..
''Sama saja Divara,...''
''Tidak sama bagiku Dilan...jangan lupa kita berada dirumahku....aku tau benar jika kau sering tidur bersama para wanita ini dan kau tidak tahan.,..namun aku berbeda Dilan...jika kau memaksa maka aku akan mengatakan semuanya kepada ibu bahwa kau memaksaku menyerahkan kesucian sebelum pernikahan...kita liat apa yang ibu akan lakukan.......''
''Sshhhiitt....kau sedang mengancamku...''
''Bisakah kau menghormati seorang gadis walau untuk sekali saja...'' mata Divara memanas hampir menangis...
__ADS_1
Dilan menyerah lalu kembali membalikan tubuhnya...
''Awas kau Divara aku akan menyiksamu di malam pertama kita..''
Divara melonggarkan tenggorokannya dengan sedih...airmatanya menetes..
''Aku akan bertahan...karna saat itu kita adalah suami istri dan aku tak akan melerikan diri...''
Dilan memjamkan matanya..sial sekali bagaimana bisa ia menahan dirinya...bagaimana bisa gadis miskin ini menolaknya hanya karna sang ibu memberi perhatian kepadanya..
''Pijat tubuhku sekarang Divara...aku sangat lelah..'' Dilan memejamkan mata..
Divara menghela nafas lega..seperti melewati sebuah kandang buaya lapar dan ia selamat...
Jemari Divara mulai perlahan menyentuh punggung Dilan dan pria itu memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan Divara yang begitu lembut membelai punggungnya..lama Dilan merasa tubuhnya lebih rilex dan mulai tertidur....yah,....kemampuan tangan DIvara memijatnya membuat Dilan terbuai dan menyambut mimpi indahnya..
Hingga Divara merasa Dilan sudah tertidur...Divara bangkit dari sana dan membalikan posisi tidur Dilan agar nyaman lalu menyelimuti tubuh pria asing yang sebentar lagi menjadi suaminya....Divara sungguh masih bingung ketika takdir Tuhan yang indah membawanya ke dalam keluarga yang hangat meski sikap Dilan sedikit kasar dan manja...namun jika memandang ibu Hani dan ayah Danar yang begitu baik membuat Divara bersyukur dan berjanji akan mendampingi Dilan meski pernikahan itu pasti akan sulit dengan sikap Dilan yang suka memaksa..namun Divara tetap akan bertahan...
Lagi pula Kiara tampak mulai nyaman tinggal dirumah ini dengan lingkungan yang sehat...orangtua Dilan sangat menyayangi Kiara dan mulai menunjukan cinta kepada adik kecilnya, dan itu cukup untuk Divara menjalani hidupnya..baginya Kiara adalah prioritasnya sekarang..
__ADS_1
Divara tersenyum dengan lega....
**********
Hani berjalan di antara pertokoan mewah di dalam sebuah Mall khusus orang kaya berbelanja, Kiara masih terus menggandengnya...ada banyak barang yang di beli Hani untuk Kiara..dan semua itu adalah barang-barang mewah...
''Kiara..apakah masih ada yang kau inginkan sayang...'' tanya Hani lembut...
Kiara menggeleng....
''Tidak ibu.....bagiku sudah cukup...'' ucap Kiara masih kaku...
Hingga Hani membelai rambut Kiara dan menggenggam tangannya...
''Anggap aku ibumu, temanmu dan segalanya Kiara...aku tak ingin menjadi pengganti orangtuamu..namun, aku ingin menjadi saksi yang mengantarkanmu tumbuh menjadi gadis dewasa yang bisa membanggakan orangtuamu disana...''
Deg!!!
Airmata Kiara menetes...menatap mata ibu Hani yang lembut membuat Kiara mengenang sosok ibunya...
__ADS_1
Gadis itu menghambur memeluk Hani dengan erat...dan memejamkan matanya..
''Terimakasih ibu..aku hanya terlalu terkejut atas semua ini...Tuhan ternyata baik padaku dan kakak hingga mempertemukan kita..'' isak Kiara dengan tangisan yang pecah..