Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Menyerahkan Harta


__ADS_3

Alex turun dari sana dan mendekati mobil milik Ana yang terparkir di jalan,


Mata Ana berkaca-kaca sesaat, menyadari pria ini masih tidak menyerah tentangnya..Hani yang berada di dekat Ana menoleh,


''Nyonya Ana....''


''Apa kau menghubunginya Hani....''


Hani menggeleng, tidak membenarkan tapi juga tidak menolak pernyataan Ana tentang kedatangan Alex, wanita itu memejamkan matanya bagaimana harus menghadapi Alex?


''Tuan Alex tadi menelfonku dan menanyakan aku dimana..apakah bersama nyonya Ana, lalu aku mengantakan dengan jujur jika kita sedang berada di restoran ini.''


''Astaga Hani...kau sama sekali tidak tau apa yang sedang kau katakan...bagaimana jika suamiku tau...dia akan membunuh Alex.'' jerit Ana gemetar..


Hani belum sempat menjawab ketika kaca mobil di ketuk dan Alex memberi isyarat agar Ana keluar dari sana secepatnya.. Ana tak punya pilihan sekarang dia harus keluar dan melakukan sesuatu....


Ana membuka pintu mobil dan berdehem dengan gugup, menatap mata Alex saat ini membuat Ana ingin sekali memeluk pria yang di cintainya,


''Alex........''


Pria itu tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca, demi apapun jika ia sangat merindukan kekasihnya saat ini, hatinya bahkan bergetar ketika melihat Ana berdiri dengann tatapan yang sama....


''Ana aku merindukanmu sayangku..''


Ana membeku ketika Alex meraih tubuhnya untuk tenggelam dalam pelukan posesifnya,


Oh...Tuhan, mengapa pelukan ini sangat nyaman, bisakah dia memeluk Alex selamanya...? bisakah ia menjadi serakah.....?


Hening.........


''Aku tak pernah bisa tidur dengan nyenyak Ana, aku...begitu merindukanmu..aku sangat mencintaimu, kau tau itu...''


Hening.....


Ketika airmata Ana menetes di dalam pelukan Alex yang hangat, sungguh ia tak mampu lagi mengatakan apapun, mengapa ini harus terjadi..mengapa harus seperti ini...?


Cinta..? yah..Ana sangat mencintai Alex dengan seluruh jiwa raganya..dan sungguh menyesal mengapa mereka harus terpisah dengan cara seperti ini....


Ana semakin mempererat pelukannya, nafasnya menjadi lebih berat dari sebelumnya karna bebannya sungguh besar, peringatan Arkana menari di pikirannya dan melumpuhkan keberanian Ana..


Jika dia mendekati Alex maka pria ini akan mati terbunuh di tangan Arkana namun, bagaimana mungkin dia bisa pergi...bagaimana bisa dia meninggalkan Alex...? bahkan dulu Ana telah membayangkan menjadi istri dari seorang Alex Rule...


''Mengapa kau tidak bicara dan hanya menangis....''bisik Alex membelai rambut Ana dengan lembut, hingga Ana semakin terisak untuk beberapa saat...


Alex mengerti penderitaan Ana, dia mengerti jeritan kekasihnya yang sedang terbelenggu dengan pernikahan bersama pria kejam itu...Alex sungguh tak akan menyerah bahkan ia telah mempersiapkan segalanya.....

__ADS_1


''Sayang...aku mengikutimu sampai kesini karna aku..punya kabar baik untukmu..''


Ana menjauhkan tubuhnya,masih membiarkan jejak airmata di wajah sendunya, telapak tangan Alex bergerak naik dan mengusap airmata itu dan dengan bibirnya Alex mendekat menciumi kedua kelopak mata Ana yang tertutup dengan lembut..


''Jangan mennangis lagi...aku mohon...''


''Aku mencintaimu ALex....bisakah kita pergi..bisakah kau membawaku sekarang...''


Ana memohon dengan suara serak yang pilu, yah...sebelum hatinya goyah dengan ancaman Arkana..sebelum semuanya terlambat..sebelum ia tak punya keberanian lagi maka Ana akan mencoba segala cara untuk pergi..ia sungguh tak ingin jauh dari Alex.....


Pria itu tersenyum....


''Akhirnya kau mengatakan kau mencintaiku sayang, akhirnya kau mengatakan apa yang paling aku ingin dengar selama ini.''


Ana membeku......


''Alex....dengarkan aku.,..bisakah kau membawaku...kita pergi saja..''


Wajah Alex mengeras...


''Dengan melarikan diri tidak akan menyelesaikan masalah sayang, aku...sudah memutuskan akan merebutmu dari Arkana aku akan menghadapinya sampai ia terkalahkan...''


Ana menggeleng...melawan Arkana sama saja bunuh diri, dan sebenarnya Alex sudah tau itu mengapa malah ia akan menghadapi Arkana.....


''Aku tidak akan pernah rela kehilanganmu Ana dan aku pastikan aku akan menang melawan Arkana..''


Ana memejamkan matanya sedikit kesal...


''Apa untungnya melawan Arkana..kau tau dia kejam, tak bisakah kau hanya memikirkan aku Alex...tidak bisakah...''


''Aku tak ingin di anggap pengecut Ana tidak...dari awal kau adalah milikku dan dia merebutmu dariku sejak awal...dialah yang melakukan kejahatan itu dan aku...tidak akan melepasakannya..''


Ana kehilangan kata dengan sikap keras kepala Alex...bukankah mereka akan saling membunuh nanti...? airmata Ana menetes.....


Ketika menyadari na sudah jauh lebih tenang, Alex mengambil dokumen dari dalam mobilnya dan mendekati Ana lalu Alex memberikan sebuah dokumen berwarna hitam ke dalam genggaman Ana....dan menatapnya dengan keyakinan yang kuat, sementara Ana yang masih bingung menurunkan pandangan belum mengerti apa maksud Alex...


''Alex....apa ini..''


Alex mendekatkan wajahnya, melum** sesaat bibir Ana dan tersenyum,


''Aku telah menyerahkan semua aset kekayaanku atas namamu Ana...aku telah memindahkan semuanya tanpa ada yang tertinggal....''


Penjelasan Alex membuat Ana bergetar, sungguh ia tak pernah menyangka ucapannya benar-benar di dengar oleh Alex, dokumen yang tampak sedikit tebal itu membuat tubuh Ana melemah, dengan cepat ia menggeleng....


''Aku tak bisa menerimanya Alex, aku hanya bercanda waktu itu jangan.......''

__ADS_1


''Hey...kau adalah milikku, kau kekasihku kau akan menjadi istriku kelak..aku ingin kau tau jika aku percaya kepadamu lebih dari apapun...aku sangat mencintaimu bahkan mungkin cinta itu lebih besar dari pada cinta pada diriku sendiri Ana.......Alex memegang kedua bahu Ana dan menatap mata Ana yang dari tadi seolah tak lelah meneteskan airmata... aku menyerahkan hidupku kepadamu sayang...''


Deg!!!!!!.......


Ana bergerak mundur, tidak...ia sama sekali tak membutuhkan semua harta Alex, tidak.....ia hanya butuh Alex tetap ada di dekatnya..ia berharap Alex membawanya pergi dari negara ini entah kemana yang pasti sejauh mungkin agar Arkana tak akan pernah bisa menemukan mereka.......karna Ana merasa sesuatu akan terjadi jika ia...menunda pergi...


''Aku tidak akan menerimanya.'' ucap Ana dengan tegas...


Namun Alex kembali mendekatinya dengan tatapan redup, mengambil jemari Ana dan mengecupnya...ia menatap Ana...


''Jika kau menolakku maka kau akan menyakiti aku.......''


Ana menghela nafas......


''Alex...sebenarnya alasanku meminta semua hartamu karna aku..........''


Kata-kata Ana menggantung ketika Alex kembali melum** bibirnya.....


''Ssst....sebuah kebanggaan bagiku karna kau akan menerima semua hasil kerja kerasku..''


''Alex aku mohon..........''


''Bertahanlah sedikit lagi, aku akan datang sendiri dan menjemputmu...''


Ana tak punya pilihan selain mengikuti kata-kata Alex, pria itu meraih Ana di dalam pelukannya...........


********************************************


Malam Hari............


Ana dan Hani pulang ketika sudah pukul 9 malam, dan Hani lalu pamit kekamarnya seperti biasa. sementara Dokuken Alex sudah ia simpan di tepat yang aman..


Ana mengerutkan kening ketika rumah sangat sepi dan gelap..kemanakah semua pelayan dan juga penjaga.......??


Langkah Ana mengarah pada ruang tamu yang gelap, sampai untuk melihat saja ia tak mampu terlalu gelap dan dingin....


Tiba-tiba Lampu di nyalakan dan Ana bergetar ketika di hadapkan dengan tajamnya tatapan Arkana kepadanya, sejak kapan Arkana pulang...?


Mengapa tatapannya sangat aneh...?


Arkana duduk di sebuah sofa single dengan tatapan membara menatap Ana seakan ingin membakarnya dalam amarah..pria itu tersenyum dengan penuh arti...


''Apakah kau...bersenang-senang hari ini istriku.''


Suara itu terlalu lembut hingga terdengar mengerikan di telinga Ana..hingga matanya berkaca-kaca menahan ketakutan yang amat sangat mencengkramnya malam ini....

__ADS_1


__ADS_2