Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Hantu Mes*m


__ADS_3

Maya begitu terkejut sampai hampir pingsan melihat sosok Arkana berdiri di hadapannya seolah tidak terluka sedikitpun, tak ada bekas luka yang membuat pria ini terlihat menderita dan kenyataan ini membuat Maya senang sekaligus ketakutan dalam sekejap, bagaimana mungkin tuan Arkana bisa lolos bagaimana bisa, jelas-jelas ia melihat darah itu menetes ia melihat dengan jelas bagaimana pria itu tersungkur di lantai dengan tak berdaya...


Seperti mimpi Maya sungguh tak percaya melihat tuan Arkana berdiri dengan tatapan beku kepadanya...


Tuan Arkana datang tidak sendiri namun bersama beberapa pria bertubuh tegap dan berwajah batu....Maya menghela nafas..apa lagi yang akan terjadi kepadanya kali ini...?


Maya tak sengaja membuang pandangan dan menyadari jika kedua kakinya terikat kuat di besi ranjang...matanya menjadi panas..Maya sangat ketakutan hingga ia sungguh gemetar...


Arkana mendekati Maya sekaligus mengambil sebuah pistol yang selalu tersimpan di dalam saku jassnya dengan cepat, mengarahkan lurus pada sosok Maya yang terlihat pucat...wajah itu...Arkana membenci wajah yang di tampilkan Maya saat ini bagaimana bisa gadis yang di rawat Ana seperti adik kandungnya sendiri tega menghianatinya...Arkana bahkan tidak membayangkan jika waktu itu dia tidak keluar dengan cepat maka Ana pasti meninggal karna tembakan Maya, dia tau benar Maya sudah siap menembak dan Ana adalah sasarannya, ia bisa mengingat tatapan kebencian yang di arahkan Maya kepada Ana....


Arkana sungguh marah dan menggila menyadari istrinya hampir kehilangan nyawa karna rasa cemburu Maya yang tidak beralasan, Arkana tidak akan melepaskan Maya begitu saja..


Mengapa ia tidak terluka sama sekali...? itu karna ia dan Alex sudah memakai baju anti peluru, dan soal darah...Arkana memang mempersiapkan darah buatan itu jadi...jika ada yang menyerangnya maka Arkana akan melakukan rencana B seperti yang telah ia dan Alex sepakati...


Mereka Mafia..bukankah mereka harus lebih cerdik...??


''Tuu...tuan....Arkana...'' jerit Maya ketakutan ketika pistol itu di arahkan oleh Arkana tepat di kepalanya..


''Mengapa kau terkejut Maya..kau pikir aku sudah mati yah...apa kau juga menyesal karna kau tidak sempat membunuh istriku dan malah anak buah Dave yang menembakku..''


Maya melebarkan matanya tidak percaya...darimana tuan Arkana tau jika anak buah tuan Davelah yang menembaknya...airmata Maya menetes...


''Aaa...aku...aaku...'' suara Maya tercekat di tenggorokannya..


''Bukankah Ana terlalu baik kepadamu...bukankah dia sudah memberimu kesempatan untuk berubah...? mengapa kau malah menyia-nyiakan kebaikan hatinya...''


Maya tak mampu membalas semua perkataan Arkana hingga membuat pria itu semakin meradang,....Maya ingin bermain-main


''Aku minta maaf tuan Arkana aku mohon jangan bunuh aku...'' isak Maya dengan penuh permohonan karna ujung pistol itu begitu kuat menekan kepalanya..


''Kau pikir aku akan melepaskanmu setelah semua yang kau lakukan Maya...? kau telah menghancurkan kepercayaan Ana..kau telah menghancurkan semua kepercayaan yang kami berikan Maya jadi tak ada lagi yang tersisa...''


''Aku tau....aku tau benar jika meminta maafpun aku tidak layak, aku telah berdosa dengan melukai hati kak Ana yang selama ini sangat baik padaku, aku menghancurkan impian Alex yang berharap pada hubungan kami...aku sungguh-sungguh menyesal...aku bahkan tidak berani muncul di hadapan mereka aku terlalu malu, dan aku hanya minta pengampunanmu tuan Arkana..aku berjanji akan menghilang, aku bersedia kau kirim kemanapun bahkan ke ujung dunia..dan atas kebaikan hatimu aku bersedia melakukan apa saja tuan Arkana apa saja....asal jangan bunuh aku...'' isak Maya dengan kedua tangan yang mengatup penuh permohonan...


''Bagaimana kalau kau membohongiku lagi seperti yang kau lakukan kepada Ana...''


Airmata Maya menetes....

__ADS_1


''Maka aku tidak keberatan jika saat itu juga kau akan membunuhku....aku akan rela dan tidak menyesal.''ucap Maya dengan segala keyakinan yang berusaha ia tampilkan...


Benar kata tuan Arkana jika ia telah kehilangan kepercayaan, bahwa semua orang telah membencinya namun sebelum ia pergi ia ingin sekali melakukan kebaikan, setidaknya ia bisa mengembalikan keadaan seperti semula karna bagaimanapun semua kekacauan ini dari dirinya..yah...


Sekejap saja Arkana menjauhkan tangannya dan menaikan sudut bibirnya...


''Kau harus melakukan sesuatu untukku sampai akhir Maya dan jangan coba-coba menghianati kepercayaanku sekali lagi..atau kau akan selesai...'' desis Arkana penuh ancaman...


Maya mengangguk dengan cepat seiring airmatanya yang menetes penuh sesal..


''Aku akan melakukan apapun perintahmu tuan Arkana...apapun..'' isak Maya penuh syukur karna Arkana tidak menembaknya..


***************************************************


''Apa kau yakin ingin mencari pengasuh untuk baby Aleysa...'' tanya Ana mengerutkan kening kepada Alex..


Alex yang sedang menggendong Aleysa tersenyum...


''Dia akan menjadi calon menantuku nanti Ana....kau sedang menunggu suamimu dan tidak mungkin kau sanggup merawat Aleysa sendiri, aku yang akan turun tangan mencari pengasuh itu.'' ucap Alex keras kepala...


Ana yang sedang menyeduh kopi untuk Alex kemudian tertawa...


''Astaga kau meremehkan aku yah...''


''Yah....karna itu kau harus segera mencari pendamping, menikah lalu membuatnya hamil..aku tak mau anakku menjadi pendamping anak kecil..'' tatap Ana penuh peringatan...


''Yah...kau akan melihatnya nanti.,..'' ucap Alex tersenyum sambil menyeruput kopinya...


''Yah....aku tak sabar lagi mengenalnya Alex.'' ucap Ana sembari meraih tubuh Aleysa untuk di gendong karna Alex harus pergi...


Alex berdiri lalu berpamitan..


''Ingat kau harus mengunci semua pintu, pastikan kau tertidur dengan lelap..''


''Ehm...Alex, berbicara soal mengunci pintu...aku merasa di kamar ini ada hantu yang mesum...'' bisik Ana dengan sangat pelan...


Mata Alex membulat dengan sempurna...

__ADS_1


''Hantu yang mesum...''ulang Alex mengerutkan kening...


Wajah Ana terlihat sedikit pucat....


''Sebenarnya aku tak enak jika bicara ini denganmu Alex,...tapi bukankah kau seperti kakakku..''tatap Ana dengan polos...


Alex mengusap rambutnya dengan gerakan pelan....sembari menganggukan kepalanya...


''Tentu aku adalah kakakmu jadi katakan saja...agar aku bisa membantumu...'' jawab Alex...


Ana menggigit bibirnya cemas, mungkin dia sudah gila namun ia harus mengatakannya agar Alex bisa membantunya, atau mereka bisa memindahkan tubuh Arkana dari ruangan ini...


''Aku selalu terbangun di pagi hari dengan beberapa tanda...di....di....'' Ana menghentikan kata-katanya karna dia sangat malu mengatakannya...


Bagaimana mungkin jika ia mengatakan kalau ada hancur yang menggerayangi tubuhnya dan ia tidak sadar sama sekali...?? apakah Alex akan percaya atau justru menganggapnya mulai halu karna jablay...


Ana menghela nafas,.....


Alex terbatuk-batuk mendengar penuturan Ana yang terlihat gugup namun ketakutan''


''Apakah maksdmu Hantu itu menyentuhmu...''


Ana menutup wajahnya karna malu, apakah artinya dia telah menghianati suaminya...?


''Dia...dia menciumku dan memberikan beberapa tanda di tubuh...tubuhku,....bagaimana jika kita memeriksa cctv di kamar ini....'' jerit Ana kesal....


Ana sudah memastikan mengunci pintu kamar, satu-satunya pintu yang terhubung dengan kamarnya ialah kamar tempat Arkana terbaring..tidak mungkin Arkana mencabut semua selang dan mencumbuinya kan...??


Ana merasa dia akan menjadi gila...


''Memeriksa cctv..''ulang Alex menggaruk kepalanya yang tidak gatal...


Sialan Arkana...karna ia tak bisa menahan gairahnya, ia membuat Ana berpikir itu adalah perbuatan Hantu yang benar saja...?? Alex sungguh kesal..


''Ahh..aku pikir itu cuma hantu..lagi pula apa kau pernah mendengar jika seseorang sedang lelah akan muncul tanda kebiruan di tubuhnya...''bela Alex...


Ana mengerutkan kening.....

__ADS_1


''Apakah itu mungkin...'' ulang Ana masih ragu....


__ADS_2