
Ruang operasi....
Di depan ruang operasi tampak keluarga Aley berkumpul, sudah 1 jam Aley di dalam sana, entah bagaimana nasibnya,..
Ana sedang di rawat di rumah sakit yang sama karna syok, ia masih pingsan dan di tunggui Diza dan Dilan, sementara yang lain duduk di depan ruangan untuk menanti kepastian hasil operasi Aleysa..
Damian memejamkan matanya,...ingatannya dan Aley, kemesraaan mereka, percintaan mereka bahkan kemarahannya lalu ketika Aley membujuknya, memeluknya dan minta maaf sungguh, membuatnya menggila...
Pria itu tak bisa percaya bahwa Aley bisa mengalami kecelakaan, seharusnya dia pergi menemani Aleysa, seharusnya dia....mengantar Aley, jadi kecelakaan ini juga karna kesalahannya...
Damian sungguh frustasi...
Hal yang sama terlihat di wajah Alex dan Akana, beberapa kali keduanya tampak menghela nafas.....Alea akan menjalani dua operasi sekaligus, yaitu kepala dan kakinya, sementara Mark sudah tiba dan bergabung bersama tim dokter yang mengoperasi putri mereka...
Arkana mengusap wajahnya ia menatap Alex..
''Aley adalah putri kita yang kuat Alex, dia akan baik-baik saja...'' Arkana berusaha menghibur...
Alex pun menghapus airmata nya, dulu ketika Arkana dan Ana sedang sibuk dengan pekerjaan mereka, maka Alex yang akan menjaga Aley..
Suatu ketika entah bagaimana caranya, Aley saat itu berusia 4 tahun,..ketika sedang bermain ia menjatuhkan gelas dan pecahan itu melukai tangannya..
Melihat darah yang mengalir dari tangan Alex, dia menjadi sangat panik dan karna telalu paniknya Alex langsung membawa Aley ke rumah sakit hanya karna luka yang sangat kecil, saat itu wajahnya sangat pucat dan ketakutan..
Alex bahkan masih ingat jika dokter menertawainya, karna ia datang karna darah aley menetes karna luka pecahan gelas...
''Yah...dia sangat kuat, tapi Arkana...aku berjanji aku akan mencari tau apa yang terjadi...aku tidak bisa menerima begitu saja....putri kita....dia...dia mengalami cedera kepala, bagaimana mungkin itu terjadi kepadanya...aku tak akan menerimanya,...''ucap Alex di amini Arkana,...
''Tentu saja Alex...aku telah meminta orangku untuk mencari tau, anak buah Damian juga sedang turun tangan....kita akan segera mengetahui hasilnya...''ucap Arkana menenangkan..
*****************
Sementara Mark yang sedang mengoperasi Aleysa, mengerutkan kening menatap wajah Aleysa yang tertutup rapat...pria itu sedikit tersenyum menyadari...dulu sewaktu kecil Mark selalu membenci Aleysa karna ia merebut perhatian semua orang ketika lahir..
Mark tak berhenti memandangi wajah Aley yang cantik, hatinya sungguh bergetar, untunglah kondisinya Aley stabil, operasi untuk menghentikan pendarahan di kepala selesai di lakukan dan saat ini dia sedang mengerjakan lutut Aley yang retak akibat kerasnya benturan itu, beruntung Aley dalam kondisi sehat dan masih muda...tubuhnya menerima reaksi obat dengan baik..
Mark menurunkan pandangan dan mulai berkonsentrasi dengan luka Aleysa...ia akan menyembuhkan Aleysa apapun yang terjadi..pria itu kembali mengarahkan tatapannya kepada Aleysa...
*********************************
Dayse turun dari mobil dengan tatapan beku, ia harus mengganti baju dan kembali ke rumah sakit dan harus berakting menangisi Aley lagi..
Sial..... gadis itu bahkan menyulitkan banyak orang....Dayse membuka pintu namun ia terkejut ketika lengannya di tarik paksa sang kakak..
''Kak Deniz....lepaskan sakit...'' jerit Dayse meronta,
Namun Deniz terus menariknya dan membenturnya di tembok kokoh di belakangnya...
__ADS_1
''Apa yang kau lakukan...hah..apa..''
''Apa maksudmu kakak....aku tidak mengerti...lepaskan aku...''
Deniz begitu murka, dengan cepat ia menampar wajah Dayse hingga gadis itu menangis histeris...
''Kau melakukan percobaan pembunuhan kepada Aley, kau pikir apa yang kau lakukan..apa kau mau mati...''
Dayse begitu terkejut, ia tak pernah menyangka jika perbuatannya di ketahui...
''Kakak.....''
''Kau pikir cctv di restoran itu cuma ada satu...kau tidak memperhitungkan cctv di sekitarnya..kau bodoh..''
Airmata Dayse menetes....ia sungguh ketakutan...
''Kakak...maafkan aku, aku hanya iri kepadanya dia,,....''
''Damian dan paman Alex sedang menyelidiki itu semua,..hanya tinggal menunggu waktu kau akan di hukum selamanya Day....''
Dayse menggeleng,
''Kakak...aku mohon bantu aku...''
''Bahkan mommy dan daddy akan menghukummu Day...lalu kau mau lari kemana...''
''Apa yang harus kulakukan kakak...aku bunuh diri saja..'' ucap Dayse dengan putus asa...
Deniz sungguh hancur melihat sang adik mampu melakukan tindakan yang jahat, padahal bagi Deniz ia sama sekali tak bisa menyakiti orang lain..melihat sang adik menangis, maka naluri sebagai kakak muncul darinya, ia pun meraih tubuh Day mendekat..
''Kau harus pergi dari kota ini selamanya, aku akan menghilangkan jejakmu..aku akan menghidupimu di negara baru yang aku pilih..aku yakin sekali mereka tak akan menemukanmu...Day....''
Dayse begitu terkejut dan mau tak mau ia harus mau, ia tak punya pilihan sekarang..
''Baiklah.......selamatkan aku kakak..aku mohon...''
Deniz lalu menelfon seseorang dan mulai mengatur rencana...
*******************************
''Mengapa lama sekali...bagaimana keadaan Aley di dalam sana...'' ucap Alex dengan tatapan putus asa...
''Tenanglah mereka sedang berjuang menyelamatkan Aley,..'' Arkana menenangkan Alex yang mungkin akan pingsan karna terlalu syok..
Mereka semua menunggu dengan semua doa yang di panjatkan untuk Aleysa,..dan pada akhirnya penantian mereka berujung tatapan puas...
Pintu terbuka lebar dengan Mark yang keluar dengan senyuman tampannya, ia mendekati para orang tua dan di saat yang sama....pandangan matanya jatuh pada Damian, mereka bertatapan sesaat...
__ADS_1
''Bagaimana kondisinya Mark...''
''Operasinya berhasil....'' senyum Mark terbit disana....
****************************
Deniz menatap puas pada kapal besar yang membawa Dayse pergi..ia tersenyum ketika berhasil menyelamatkan sang adik..
Ketika hendak masuk ke dalam mobil ia mendapat pesan..
Maaf Deniz, kapal yang akan membawa adikmu akan berangkat besok...
Deniz begitu terkejut, lalu berbalik menatap kapal yang di naiki Dayse..lalu itu kapal apa..? pria itu tersungkur jatuh ke tanah,....
Wajah Deniz pucat pasi.....
Jantungnya berdebar, ya Tuhan apa yang sudah ia lakukan...?
*************
Dayse terkejut ketika ia melihat para pria bertubuh tegap dan berkulit gelap mereka sedang menatapnya dengan tajam...
Warna kulit mereka berbeda, mereka tampak sangat menyeramkan....
''Siapa gadis ini dia sangat manis, tuan Will pasti akan menyukai santapan malamnya...''ucap salah seorang dari mereka..
Dayse menggeleng ketakutan...apa yang telah di lakukan kakak..mengapa ia malah terjebak di kapal yang salah..
''Bawa dia...''ucap salah seorang dari mereka..menarik paksa tubuh Dayse menuju salah satu kamar..
Pintu terbuka dan...
Tubuh Dayse di dorong ke dalam kamar, matanya melebar takut melihat seorang pria berkulit hitam legam, dan tato memenuhi tubuhnya, ia tersenyum kepada Dayse,.....
''Makan malamku..hahahaha.....''
''Tidak....apa yang terjadi ini....''
Dayse mencoba melompat dan berlari ke arah pintu besar namun,....tangan kekar Will mencengkram rambutnya dan membantingnya kasar ke atas ranjang,...
Airmata Dayse menetes ketika pria di depannya mendekat dan menyentuh atasannya....
"Kau akan jadi pemuasku..." desis Will tajam...
Dayse menggeleng ketakutan....
Hai....yang mau liat visual Will langsung aja ya ke group chat...❤❤
__ADS_1