Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Mendapatkanmu


__ADS_3

Ana membeku mendengar perkataan Arkana yang begitu menyakitinya dengan kata-kata yang merendahkan.


Ana bahkan tak mampu mengatakan apapun dari bibirnya,selain rasa sakitnya.


Pada saat yang sama Arkana membalikan tubuhnya dan keduanya saling menatap..pria itu tertawa mengejek..gadis polos...? Arkana melupakan satu hal jika Ana adalah kekasih Alex Rule dan jika menjadi kekasih Alex Rule maka gadis ini pasti sudah di tiduri berkali-kali, semua orang mengenal siapa Alex Rule, mustahil bagi pria itu untuk tidak mencicipi gadis yang menjadi korbannya. setidaknya adiknya pernah mengalami hal itu dan Arkana masih mengingat luka itu sampai sekarang..


Tatapannya mengeras, jika kemarin dia melunak maka saat ini ia memutuskan tak akan pernah merasa iba, yang harus bersamanya adalah mutlak miliknya yang tak pernah di sentuh oleh siapapun, jika gadis ini tidak memilikinya lagi maka Arkana akan membuangnya meski...dari awal perjumpaan ia sudah menyukai sosok Ana.


''Mengapa wajahmu begitu pucat Ana, apakah kau mungkin sudah kehilangannya...dari awal aku sudah menduga jika kau hanya bersembunyi di wajahmu yang polos..''


Ana menggeleng tentu saja menolak pernyataan tuan ARkana tentangnya bahkan ia dan Alex Rule tak pernah melakukan hal di luar kendali dan bahkan memperlakukannya dengan sopan..hanya sebuah ciuman dan tak pernah lebih dari itu, tuduhan tuan Arkana begitu menyakiti harga dirinya.


''Tidak tuan Arkana aku...''


Ana terkejut ketika tubuhnya merapat jatuh ke dalam pelukan Arkana...mata pria itu memenjara dengan seringai tajam..


''Aku melupakan fakta jika kau adalah wanita Alex Rule. aku melupakan jika pria itu bahkan tak akan menunda semenitpun untuk menghancurkan para korbannya...kau....apakah kau sengaja menjebakku dengan wajah polosmu itu hah..''


Ana merasa perkataan Arkana tak dapat di terimanya, ia kemudian mendorong tubuh Arkana menjauh sekuat tenaga menelan harga dirinya yang terkoyak yang untuk kesekian kalinya ia di permalukan dengan cara yang hampir sama...dan ironisnya oleh para orang kaya ini..


Semula ia tidak sudah mengubur dendam namun ketika rasa sakit itu melewati batas yang bisa di tanggungnya, maka dendam itu menerobos keluar dari dasar jiwanya yang tersakiti..dan menuntutnya membalas...


''Yah...mengapa semua orang kaya hanya bisa menyakiti kaum yang lemah dan tak berdaya, bahkan akupun kehilangan hal untuk membela diriku sendiri.....''


'Arkana tertawa sinis.....


''Jadi kau mau aku percaya bahwa kau masih suci begitu...aku ingin kau tau jika aku tak suka menjadi yang kedua..''


''Kau yang menculikku, kau membawaku lalu kini memaksaku, apakah kau merasa kurangnya penderitaanku begitu..apakah kau merasa aku...tak cukup merasakan sakit.'' airmata Ana menetes tanpa mampu ia cegah..


Astaga rasanya sakit sekali, mengapa hidup begitu kejam kepadanya...mengapa..?


Arkana mendekat lalu meraih Ana kembali dan menatap matanya yang tampak hancur,

__ADS_1


''Maka kau harus membuktikan kepadaku Ana, jika kudapati kau masih suci..maka aku akan menyerahkan segalanya kepadamu, termasuk aku akan mendampingimu balas dendam...tapi jika kau berbohong dan ternyata tidak suci maka...kau akan mendapatkan hukuman yang berat dariku...'' Arkana menatap dengan ketegasan yang sempurna.


''Bunuh saja aku itu lebih baik tuan Arkana..'' tawar Ana tanpa sedikitpun takut..


Arkana tertawa....


''Membunuhmu..itu terlalu mudah untukmu dan aku masih ingin memberimu kesempatan....''


''Kesempatan apa....''


''Untuk menyenangkanku...jika kau berhasil maka aku akan memberikan segalanya kepadamu.''


Ana terkejut tak mampu menyela kata-kata Arkana, ketika tubuhnya di dorong jatuh tepat di ranjang luas di belakangnya..tubuhnya membentur permukaan ranjang dan tak mampu bergerak dari sana.


Arkana mendekat, seraya membuka jasnya, berikut kancing kemejanya satu-satu..menatap Ana dengan lapar...


Secara keseluruhan Ana memang indah, gadis muda mempunyai keindahan ragawi yang bagai magnet yang mampu menarik gairah Arkana melambung tinggi..


Gadis itu meronta ketika tubuhnya di tindih dengan paksa, tubuh kekar Arkana melingkupinya dengan penuh dan membuatnya tak bisa meronta...mata keduanya bertemu...


Bibir Arkana tak menunda untuk segera merasakan kenikmatan ciuman mereka dengan membabibuta, ia jauh dari kata lembut...sekuat tenaga Ana meronta namun itu sia-sia. ia bahkan tak bisa menghindar dari seorang Arkana.


Bibir Arkana melum** memasuki bibir Ana dengan posesif dan menuntut, Ana yang malang bahkan tak mampu menepis ketika bibir Arkana mengecup, mencecap setia sudut keindahan pentauan kecil mereka tanpa terlewat..


Sementara..sebelah tangannya yang lain bergerak naik dan menghempas gaun Ana..


Sssrrakkk........


Bagian tubuh atas Ana terbuka dengan bebas, Ana menjerit ketika bibir Arkana menghampiri dadanya dan singgah disana dan memberi jejak kepemilikan yang memerah, dan bermain sedikit lama disana, memberikan sensasi aneh yang membuat Ana menggila.


Ana tetap melakukan perlawanan walau hanya sia-sia, namun dia tidak menyerah...bahkan sampai di ujung tenaganya yang mulai menipis...


Namun sekali lagi...sekuat apapun ia menjerit, dan meronta semua terasa seperti angin kosong....Arkana jauh dari kata berhenti....

__ADS_1


Tubuh mereka polos dan pria itu berdiri di antara tubuhnya menatapnya dari atas dan senyuman mematikan yang tajam.....matanya puas memandang sekujur tubuh Ana yang sudah menjadi miliknya dengan banyaknya jejak bibirnya disana...


Ana menggeleng merasa takut ketika menyadari Arkana akan melakukan penyatuan dengannya, gadis itu mulai meronta...dan menjadi histeris, apa yang akan terjadi dengannya, bagaimana rasanya sungguh Ana tak pernah tau....


''Tuan Arkana.....''


Arkana menundukan tubuhnya dan tersenyum dengan mata yang berkabut....


''Diam dan nikmatilah...aku juga ingin kau berdoa agar kau lolos dari hukuman...''


''Apa...''


Airmata Ana menetes, segera memjamkan matanya....


Usai berkata Arkana kembali tegak di sela gairahnya pria itu sedikit merasa geli ketika Ana memejamkan matanya.....


Apakah kau, benar-benar akan menjadi milikku...? gumam Arkana dalam hati.


Arkana tersenyum, di tengah gairah yang mengebu, menekan tubuh Ana agar pasrah di bawahnya,


Pria itu segera menghentakan tubuhnya dengan kuat,....


Menembus kesucian Ana dan gadis menjerit dengan kerasnya,...rasanya begitu menyakitkan untuknya..bagaimanapun ini adalah pertama kali baginya..


Arkana membeku ketika menyadari jika dialah pria pertama yang memasuki Ana...


Lama....


Arkana terdiam sambil menatap Ana yang sedang menangis di bawahnya...pria itu tersenyum puas, itu artinya Ana adalah miliknya...hanya milikknya....Arkana segera menunduk dan menatap mata Ana yang di penuhi airmata dan mengecupnya...


''Kau menang Ana...kau akan mendapatkan segalanya dan kau...hanya akan menjadi milikku seorang..milik seorang Arkana.......''


Tawa Arkana menggema di kamar luas itu dengan tawa kemenangan yang terdengar menyakitkan di telinga Ana...gadis itu mengepalkan tangannya......penuh rasa sakit....

__ADS_1


__ADS_2