Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Hidup Baru


__ADS_3

Di sebuah kota kecil bernama White Heart...


Di sebuah rumah berlantai 2 tidak terlalu besar namun tidak juga kecil, disanalah Ana tinggal sekarang...


Usia kandungannya sudah hampir 5 bulan namun ia sangat bersemangat dalam menjalani setia pekerjaannya, Ana sedang membuka toko roti dan kue kecil di kota itu demi mengusir rasa bosannya lagi pula siapa yang mau menerima seorang wanita hamil bekerja..


''Kakak...hari ini kakak akan membuka toko kue kita.''


Sosok Hani memeluk Ana dari belakang hingga Ana hanya tersenyum dan meminta Hani duduk, pagi ini ia bangun dan mencoba resep kue yang baru dan seperi biasa adik-adiknya akan menjadi orang pertama yang menilai.


Hani duduk dengan tegak sambil menatap tak sabar pada cake di depannya..


''Kakak masih mempersiapkan resep baru mungkin besok pagi kakak akan membukanya.''


''Pelanggan kakak akan kecewa hari ini.'' seru Hani pelan.


Ana hanya tersenyum...


Ana merenung, ia beruntung karna Hani tetap mau mengikutinya, Fania juga tak keberatan tentang itu. Hani sekarang sedang magang di perusahaan milik tuan Danar..!!


Mengapa tuan Danar..?


Steve membantunya pergi memakai semua fasilitas Danar, pria itu terkejut dengan keadaan Ana yang sedang hamil namun di awal Ana sudah menegaskan tidak akan menerima siapapun sebagai pasangan di dalam hidupnya dan hanya ingin berdua bersama anaknya, beruntung Arkana menerima itu meski Ana sedikit kasihan pada Danar yang masih hidup melajang sampai saat ini.


''Bagaimana pekerjaanmu Hani..''


''Baik..tuan Danar pria yang baik walau ia sedikit kejam.''ucap Hani mengerucutkan bibirnya..


''Apa maksudmu dengan wajah itu.'' Ana tak tahan untuk tertawa...


''Dia selalu berteriak sepanjang hari kakak, astaga dia akan terkena stroke di usia muda...salah sedikit saja maka dia akan memberi hukuman.''


Ana menganggukan kepala mengerti, seorang atasana harus seperti itu bukan.?


''Jangan menyumpahinya bagaimana jika kau jatuh cinta kepadanya...'' goda ANa terkekeh...


Hani langsung menggeleng...


''Sebenarnya aku sedang jatuh cinta dengan salah satu teman kerjaku.''


''Wah,,...bukankah tuan Danar menerapkan aturan ketat tentang tidak menjalin hubungan sesama pegawai.''


Hani mengangguk....


''Jadi untuk apa dia tau.'' bisik Hani licik..


''Jangan samapi dia tau Hani..dia akan murka.''


Hani tertawa...

__ADS_1


''Kakak tenang saja,...''


Ana ikut tersenyum namun ia kemudian menatap Hani...


''Apakah gadis itu sudah bangun.''


Hani mengangguk...


''Sebentar lagi dia turun katanya ada kulaih pagi ini dan dosennya sangat galak.''


''Yah...itu bagus untuk dirinya...''


Tak berapa lama kemudian, seorang gadis turun dari tangga sambil bersenandung wajahnya menjadi cerah menemukan kedua kakaknya sedang berkumpul di meja makan...menunggunya...?


''Selamat pagi kakak-kakakku yang cantik....''sseru gadis itu langsung memberi pelukan dan kecupan pagi pada Ana dan Hani lalu duduk di antara mereka...pandangan matanya berbinar melihat cake dengan resep baru yang di siapkan kakaknya..


Cake di lapisi krim coklat dan keju itu sangat menggoda perutnya di pagi hari...


''Mari kita coba kakak..''bisiknya lembut...


''Maya.....'' suara Ana membuat Maya seketika menoleh kepadanya..


''Yah.....''


Ana menatap Hani dan Maya bergantian, menatap mereka dengan pandangan tegas..


''Kakak ingin kalian berdua mencicipinya dengan sepenuh hati, jika ada yang kurang kalian harus memberitahu kakak...''


''Ehm...Maya..ayo kau lebih dahulu mencoba.'' ucap Hani memberi isyarat..


Maya tersenyum...


''Aku kan yang paling kecil, jadi aku sangat menghormatimu kak Hani..bagaimana jika kakak yang mencoba saja..beri penilaian pertama aku sangat gugup.''


Hani menghela nafas...selalu saja dia yang pertama mencoba, dasar Maya dia selalu berhasil lolos..


Hani mengambil sendok kecil dan mengarahkannya pada sepotong cake di hadapannya sementara Ana dan Maya menatapnya denganpenuh harapan, dari mereka bertiga..lidah Hani paling sensitif sebagai perasa, ketika dia bilang itu enak maka hasilnya pasti enak...


Ketika potongan kecil cake itu masuk ke mulutnya maka Hani terdiam sebentar sambil memejamkan mata ia berusaha menikmati potongan kue itu tanpa bicara..


Lalu Hani kembali mengambil potongan cake berikutnya kali ini lebih besar dan memakannya dalam diam..


Sementara Maya mulai tak sabar, bukankah kak Hani hanya harus mencobanya..? mengapa malah memakan semuanya...?


Hani mengambil potongan terakhir cake itu sekaligus menghabiskannya, menatap hancur karna tidak ada yang tersisa untuknya..


''Sempurna...kakak sangat berbakat.'' ucap Hani seraya minum segelas air hangat..


Maya menatap prottes...

__ADS_1


''Lalu bagaimana denganku...aaa..kau sangat curang kak Hani astaga, mengapa kau serakah.'' Maya mulai merengek hingga membuat Ana dan Hani tak tahan untuk tertawa...


''Yah...kau memberi aku kesempatan tadi jadi jangan salahkan aku.''


''Tapi tidak dengan menghabiskannya kak Hani...''


''Ssst aku membuat banyak kok jadi kau bisa makan sepuasnya Maya..''


Ana bahkan masih tersenyum melihat ekpresi Maya yang sangat lucu, Maya adalah salah satu adik kesayangan Ana di panti asuhan dulu..dia merupakan adik favorit dari Steve dan dirinya. karna itu ketika hendak pergi Ana menyempatkan diri untuk mengunjungi panti untuk berpamitan kepada ibu panti dan adik-adiknya namun tanpa di duga Maya tak ingin melepaskannya dan terus menangis hingga akhirnya Ana tak punya pilihan selain membawa Maya bersamanya, ia juga kesepian jika hanya bersama Hani seorang..


Maya sangat manis dan penyayang..dia juga sangat perhatian walau memang ia sangat aktif dan tak pernah bisa diam...Ana benar-benar menyayangi mereka berdua.


***********************************************


Hani sampai di kantor dengan sedikit berlari, astaga ia terlambat pagi ini, tuan Danar pasti akan membunuhnya...


Hani melewati lift dengan hati berdebar lalu mengendap-endap menuju ruang sekretaris ia sangat berharap jika tuan Danar belum tiba atau sedang keluar mungkin...?


Hani berhasil masuk ketika tak ada yang melihatnya namun, Hani membeku ketika melihat seseorang sedang menunggunya dengan tatapan membara.......


''Kau terlambat Hani.''


Gadis itu begitu terkejut hingga hampir saja jatuh, beruntung ia bisa menguasai dirinya, Danar mendekatinya dan Ana bergerak mundur sampai tubuhnya terjebak di pintu...


''Jangan berpikir kau adalah adik Ana jadi kau bisa memanfaatkannya dengan baik, aku...tidak mentoeril kesalahan..''


''Yah...aku hanya terlambat 30 menit ya ampun..''


''Itu sangat fatal Hani, bagaimana jika pegawai lain melihat...? mereka akan berpikir aku...pilih kasih.''


Hani merasa kesal...


''Lalu apa maumu..''


''Hukuman...bagaimana dengan membersihkan ruanganku, agak sedikit berantakan jadi....''


''Menyebalkan.'' desis Hani sungguh tak terima namun ia tak bisa melakukan apapun selain mengikuti perinta Danar, sembari memasuki ruangan Danar, Hani tak tahan untuk tidak menggerutu sepanjang jalan sedangkan Danar hanya terkekeh..merasa puas karna sudah mengerjai Hani.


*************************************


Bandara......................


Kedua pria tampan turun dari pesawat dan saling memandang...


''Aku tak percaya kau bisa membawaku kemari Arkana..''ucap Alex sedikit malas..


Ini adalah kota kecil mungkin hampir seluruh penduduknya adalah para lansia yang menghabiskan sisa usia mereka..mengapa mereka harus berada di sini..astaga... Alex tak percaya ia setuju ikut dengan Arkana si pria pemaksa ini...


''Kau akan menyukai kota ini Alex percayalah.''ucap Arkana sembari melangkah menuju mobil yang sudah disiapkan untuknya,...

__ADS_1


Alex hanya menghela nafas.....semoga semua pekerjaan Arkana cepat selesai dan mereka bisa kembali, ia ingin mencari Maya...yah...dia penasaran dengan gadis itu..dan merasa di kota ini hanya akan membuang waktunya.


Dengan langkah berat Alex menuju mobil.....


__ADS_2