
Arkana membeku ketika Ana menyentuhnya lembut dengan sengaja, ia memang tidak pulang semalam sejak kemarin menemui Alex, karna Arkana harus menyelesaikan sesuatu, dan ketika ia kembali Alex mendapatkan sebuah kejutan yang tak pernah di sangkanya, sikap Ana berubah....menjadi lembut, pria itu menatap Ana dengan pandangan yang penuh arti...
''Ana....''
''Aku...telah melakukan kesalahan kepadamu dengan pernikahan kita, aku menghianatimu dengan sengaja...aku sebenarnya merasa sangat malu Arkana...aku adalah istri yang tidak setia...''
Ana mendongakan wajahnya untuk menatap Arkana karna memang pria ini jauh lebih tinggi, mata mereka bertemu dengan getaran samar yang menyapa...untuk sesaat Ana mengerutkan keningnya.....seperti tenggelam dengan pikirannya sendiri..
Arkana lalu melepaskan genggaman Ana dan meraih wanita itu kedalam pelukan sembari mendekatkan wajahnya..
''Ana...sungguhkah ini dirimu yang sebenarnya...aku...rasa aku yang harus minta maaf kepadamu..''
Ana terdiam.....sesuatu di hatinya merasa nyeri,...
''Aku pantas mendapatkannya...'' jawab Ana lembut...
Arkana meraih tubuh Ana untuk jatuh ke dalam pelukannya,...pria itu memejamkan matanya, ketika untuk pertama kalinya tubuh mereka saling memeluk dengan perasaan yang berbeda, ketika ia merasa bahagia..sikap Ana yang manis ketika meminta maaf menyentuh hatinya...pria itu terus memeluk.
''Ana...aku tak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya aku...tak pernah merasakan begitu menyesal karna sudah menyakitimu...aku memang bukan pria yang baik, tanganku penuh darah dan aku adalah pria dengan masa lalu kelam...namun Ana...sejak kau hadir di dalam hidupku..untuk pertama kalinya aku...merasa hidupku lebih berarti...''
Deg!!!!!
Hati Ana berdebar, lalu semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Arkana seolah menggantungkan hidup.
''Aku sangat malu dengan semua kelakuanku Arkana, bagaimana bisa aku menghianati pernikahan kita dengan begitu kejam, tapi mulai sekarang aku berjanji....aku akan menyerahkan hidupku kepadamu...''bisik Ana dengan suara yang serak...
Malam yang dingin entah mengapa menghadirkan kehangatan indah di antara mereka, Arkana melepaskan pelukannya dan menatapnya dengan pandangan yang berbeda hingga Ana melonggarkan tenggorokannya dengan susah payah...
''Apa kau masih merasakan kesakitan...''bisik Arkana dengan suara parau yang mendamba..
Ana yang terlalu terkejut dan tak siap dengan pertanyaan Arkana spontan menggelengkan kepalanya, sial ia harus menjawab apa..? jika menolak maka Arkana akan marah namun...ia masih kesal kepada pria ini..
''Tidak...aku tak pernah merasa sebaik ini..''
__ADS_1
Arkana tersenyum ketika mendapat sinyal menerima dari sosok Ana..
Ana sedikit terkejut ketika dengan gerakan tiba-tiba Arkana mendorong tubuhnya hingga berbaring di ranjang lalu menindihnya...nafas Arkana terasa hangat di atas tubuh Ana, mata coklatnya tampak sedikit berkabut ..
Ana sedikit menghindar dan begitu terkejut ketika menatap mata Arkana dari jarak yang sangat dekat di atasnya, nafas Ana mulai terengah-engah waspada...ketika bibir Arkana mengecup bibirnya dengan sangat intim, awalnya hanya ciuman biasa..bibir mereka bertemu dan saling beradu pelan..dan ya ampun Ana merasakan kewalahan karna begitu ahlinya Arkana menggerakan bibirnya...
Bibir Arkana kemudian berpindah ke ke leher dan pundak Ana kemudian mengecupnya dengan lembut sembari membuka jubah mandinya..
''Ah...istriku kau sangat indah...'' bisik Arkana di sela-sela gairahnya.....
Arkana menundukan wajahnya dan bibir panasnya menyentuh ujung dada Ana yang seakan menunggu untuk di sentuh, Ana sekuat tenaganya mencoba untuk melawan gairahnya sendiri,...ia sudah bermain api dan sekarang ia sedang terbakar sendiri..Arkana berulang kali menggoda keindahan istrinya hingga Ana menyerah ketika ia di kepung gairahnya sendiri...
Arkana tersenyum menyadari Ana menikmatinya sembari terus memainkan lid*hnya dengan ******* sedikit kasar di dada Ana...
Arkana segera menempatkan tubuhnya diantara kedua paha Ana, matanya berbinar bangga setelah puas memberi tanda kepemilikan di sekujur tubuh Ana.....pria itu kemudian bersiap menyatukan dirinya namun, ia menyadari tubuh Ana yang spontan bergerak menghindar...
Arkana tertegun ketika sadar tatapan Ana adalah tatapan yang tersiksa antara gairah dan juga trauma yang masih menghantuinya..
Arkana segera melum** bibir Ana dengan lembut dan menatap mata Ana yang cemas...
Ana menghela nafas...ketika sebuah senyuman persetujuan terukir di wajahnya..
''Bisakah kau berhati-hati...aku masih trauma dengan rasa sakit.''
''Aku berjanji yang akan kau rasakan adalah kenikmatan....''
Wajah Ana merah padam ketika mendengar kata-kta Arkana yang membujuk, akhirnya ia menurut...membuka dirinya untuk Arkana, pria itu setengah menindihnya..
Ana membeku ketika ia bisa merasakan betapa keras dan sesaknya bukti gairah Arkana yang sudah tak sabar untuk segera memasuki Ana..
Senyum kemenangan terpancar dari wajahnya...Arkana menatap Ana dengan lembut walau ada api disana api yang penuh gairah kepada Ana..
Wanita itu memejamkan matanya, ketika ketakutan itu kembali menghantuinya, Ana mulai meronta...namun Arkana sudah tidak bisa berhenti, seperti yang ia katakan..
__ADS_1
Arkana kemudian mendesakan pinggulnya pelan-pelan, berusaha untuk tidak menyakiti Ana...terasa sempit dan hangat, pria itu menggertakan giginya ketika kenikmatan itu membakarnya dengan cepat,
Bibirnya mencari-cari bibir Ana dan melum**nya dengan penuh gairah..hingga Ana menjadi lengah dan saat itulah Arkana menghentakan tubuhnya dalam-dalam, membenamkan diri, masuk sepenuhnya...hingga tubuh Ana menegang...
Arkana menurunkan pandangan....
''Apakah aku menyakitimu...''
Ana membeku, serba salah..di satu sisi ia masih kesal namun disisi lain ia tak bisa menolak Arkana, tatapannya saja membuat Ana segan...keringat membasahi tubuhnya...
''Tidak...''suara Ana terdengar serak...
''Bagus...aku akan bergerak lagi sayang, tenanglah..tubuhmu akan menerimaku.''
Ana mengutuk kebodohannya yang hanya menganggukan kepala...
Arkana tersenyum ketika menerima jawaban Ana, ia pun segera menggerakan tubuhnya.. awalnya pelan lalu kemudian dengan tempo gerakan yang cepat..hingga erangan lolos dari bibir Ana sehingga ia tidak menyadarinya..nafas mereka mulai tersengal di kepung gairahnya..
''Sayang kau sangat indah..''bisik Arkana penuh gairah yang menyala..
Lama...Arkana membawa mereka ke dalam sensasi yang indah hingga akhirnya mencapai puncak, tubuh Arkana ambruk ketika semuanya selesai...
*******************************************
Tengah malam Arkana terbangun,
Pria itu melirik tubuh Ana yang terlelapdi sampingnya, ia tertidur seperti seorang bayi...Arkana sungguh puas malam ini, tubuh Ana selalu memuaskannya seperti biasa..
Pria itu tersenyum...lalu meraih tubuh Ana yang polos di bawah selimut untuk tenggelam dalam pelukannya..pria itu memejamkan matanya..ia tak akan pernah kehilangan Ana tidak akan pernah...
Arkana tersenyum dingin....
Tiittt!!!!!!
__ADS_1
Sorot matanya berubah waspada ketika terdengar bunyi pesan masuk di ponsel milik Ana.......
Arkana menyipitkan matanya dengan tajam,...