
Dayse melangkah turun dengan wajah yang pucat, menatap ketiga sosok yang begitu tajam menatap ke arahnya...
langkah Day kian berat namun akhirnya sampai juga di hadapan ketiganya...
''Ayah....'' desah Dayse dengan mata berkaca-kaca..
''Dayse...apakah kau mau menjelaskan sesuatu....tentang Will....''
Hening....
Day menatap ke arah Will yang hanya diam saja seolah melemparkan tanggung jawab bicara kepadanya...
''Will...mengapa kau tidak pulang saja,.....'' ucap Day memberi isyarat..
''Dayse.....''
Suara Dave meninggi di tengah ruangan...
Hening.....
''Mengapa kau malah menyuruhnya pulang...dan mengapa tidak jujur kepada kami Dayse...''
Deg!!!!
Dayse menggeleng...airmatanya jatuh, menatap Maya dan Dave dengan ketakutan yang begitu besar di wajahnya...
''Aku minta maaf....ayah ibu...aku benar-benar minta maaf...''
Maya mendekat meraih tubuh Day berdiri...
''Selama ini seberapa besarpun kesalahan yang kau lakukan kami selalu memaafkanmu, mengapa...kau sangat berat mengucapkannya kepada kami...mengapa kami harus menunggu sangat lama untuk mendengar kejujuran dari putri yang kulahirkan sendiri..''
''Ibu.....'' tangis Day pecah saat itu juga...
''Kami mau mendengar sendiri dari mulutmu Day....''
Day menatap sebentar pada Will...apa maksud ibunya..apakah mereka sudah tau tentang pernikahannya dari siapa....??
Dayse membeku melihat Will dan sang ayah berdiri berdekatan sontak memunculkan berbagai macam tanya di dalam kepalanya...
Day menatap Will dan pria itu hanya menganggukan kepala memintanya jujur kepada orangtuanya..
''Ayah...dan ibu, sebenarnya Will adalah.....suamiku, pernikahan kami terjadi saat aku....terperangkap di kapalnya...
Cerita itu mengalir dari bibir Dayse tanpa ada yang di tutup-tutupi...hingga Dave dan Maya hanya mampu saling menatap dengan tajam, sementara Will hanya menundukan kepalanya...
''Lalu mengapa kau menyangkal hubungan kalian, mengapa kau berpura-pura tidak mengenalnya...''
''Itu karna aku,....''
__ADS_1
''Tuan Dave...aku mohon maaf atas nama Dayse, ini semua karna kesalahanku juga....aku bersalah karna memaksanya dan aku mengerti dia butuh waktu untuk menerimaku tuan..aku sungguh minta maaf...''
Will menundukan kepalanya dalam-dalam sebagai bentuk permohonan maaf...
Dave tersenyum kepada Will..
''Dari awal aku sudah jatuh hati kepadamu dan kejujuranmu Will, asal kau tau Dayse kami sudah mengetahui pernikahan kalian berdua ketika pesta itu selesai..''
''Apa.....'' desah Dayse sungguh tak menyangka..ia melebarkan matanya dengan gusar..dan menatap kedua orangtuanya...
''Ayah dan Ibu sudah mengetahui segalanya...''
''Yah...Will sudah memohon maaf disaat kau berusaha menutupi semuanya....Dayse.'' ucap Maya dengan tatapan menuduh..
Day menatap mata Will dengan tajam...hoh...benarkah,...Will sudah mengatakan semuanya...?
Mata Day terasa panas....ketika rasa bersalah itu muncul begitu saja dan menuduhnya..disaat dia memikirkan cara untuk melepaskan diri dari Will disaat yang sama Will malah mengambil resiko untuk mengatakan dengan jujur kepada orangtuanya tentang mereka.
''Aku tak menyangka jika Will..''
''Aku mencintaimu Day...di hadapan orangtuamu aku akan mengatakan dengan jujur kalau aku mencintaimu...dan aku minta maaf atas semua yang terjadi di antara kita tentang segalanya...''
Dave dan Maya pun ikut terharu...
''Jadi apakah kau sekarang sudah mencintai suamimu....Dayse..''
Day menatap sang ayah dengan senyuman..
Dave menatap Day dan tersenyum..
''Aku dan ibumu berpikiran terbuka, kami akan selalu membela anak-anak dan selalu mendoakan yang terbaik jadi....kita akan mengadakan pesta besar resepsi pernikahan kalian....''
Day menggeleng...
''Tapi ayah,...apakah tidak mengapa..''
''Tidak masalah sayang, aku sangat bangga dengan menantuku,...Will..''
Will menundukan hanya mampu tersenyum...ia pasrah dan bersyukur karna orangtua Day mau menerimanya dengan hati yang tulus, ia mempunyai orangtua lagi..
''Jadi masalah ini sudah selesai...kau adalah menantuku sekarang Will dan untuk dirimu Day,...kau adalah seorang istri sekarang jadi hormati Will dan jaga rumah tangga kalian, dan Will karna kalian sedang mempersiapkan resepsi pernikahan apalagi kondisi Day yang sedang hamil apakah kau tidak keberatan kalau untuk sementara kalian berdua tinggal disini..''tanya Dave.
Will menganggukan kepala..
''Aku tidak keberatan tuan Dave...''
''Ehm...aku adalah ayahmu sekarang jadi berhentilah memanggilku ayah,..''
Dayse dan Maya hanya melirik sambil tersenyum melihat betapa kakunya Will memanggil Dave dengan sebutan Ayah...
__ADS_1
Mereka berempat tertawa dengan lepas, tanda restu yang berpihak pada Will dan Dayse...
***********
Malam Hari...
Will dan Dayse sedang bermesraan di ranjang kamar Day...pria itu tak henti-hentinya mengelus permukaan perut Day yang sudah terlihat sedikit menonjol....
''Apakah kau bahagia Will..'' bisik Day pelan membiarkan Will mengecup hampir seluruh wajahnya..
Will menoleh...
''Aku sangat bahagia namun bagaimana denganmu sayang, apakah kau benar-benar sudah mencintaiku...''
Kali ini Will bergerak naik dan menjebak tubuh Day dari atas,..menatap perubahan tubuh Day yang lebih berisi sejak kehamilannya..
Day mengalungkan lengannya di leher Will dan menariknya mendekat lalu melum** bibir Will beberapa kali...
''Aku mencintaimu..aku sangat mencintaimu sayang, aku....sadar bahwa aku,...tak bisa kehilanganmu..''
Will trsenyum dan kembali mendaratkan bibirnya di bibir Day dan ********** dengan lembut membiarkan perasaan mereka mengambil alih..hangat ketika bibir mereka mulai saling membelai..ciuman penuh cinta itu berubah menjadi panas.........
Skip....
*************
Aley duduk paling jauh dari Damian, sedang ada pertemuan dua keluarga besar mereka saat ini...Aley benar-benar sudah tidak tahan dengan sikap Damian yang membuatnya sesak nafas....usianya baru akan genap 20 tahun dan hidupnya sudah seperti di dalam sangkar emas...
Aley ingin hidupnya kembali ia ingin masa remajanya kembali, masa berkumpul dengan teman-temannya...ia ingin bebas..tapi Damian tidak mengerti dia selalu ingin Aley berada di dalam rumah dan menjadi istri yang hanya mengurusnya dan anak mereka...
Ana dan Aira memijit kepala mereka sangat pusing dengan tingkah Aley yang masih labil....sedangklan Arkana dan Alex juga tak kalah bingung....
''Bagaimana kalau kalian berlibur berdua saja..biar Aura kami yang menjaganya, bagaimana....'' Alex memberi solusi dan di amini Arkana..
Aley menggeleng...
''Aku tidak mau liburan bersama dengannya tidak..papa,....aku ingin bercerai dari Damian.aku tak tahan lagi bersamanya...'' ucap Aley tegas..
Deg!!!!
Para orangtua menjadi terkejut dan membeku mendengar kata-kata Aley..termasuk Damian yang mengepalkan tangannya
Ana berbalik ia mendekati Aley dan..
Pack!!!!!
Semua terkejut ketika Ana menampar wajah Aley dengan kuat....
''Apa kau sudah gila hah...kau mau bercerai,.....aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri...'' tatap Ana dengan tajam...
__ADS_1
Aley mengeraskan wajahnya, airmatanya menetes.....
''Ibu....'' desah Aleysa takut.....