Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Menemui Alex


__ADS_3

Hani menatap sang nyonya yang hendak bersiap-siap, sementara ia membantunya, Ana kemudian meraih ponselnya, ia kemudian menghela nafas...ketika menghidupkannya namun tak mendapatkan pesan seperti biasa, yah...memang apa yang ia harapkan..? Arkana sudah sangat membencinya dan mungkin sekarang suaminya sedang mempersiapkan perceraian mereka, menyadari kenyataan itu membuat Ana semakin sedih saja..


''Astaga...mengapa aku cengeng sekali..'' bisik Ana kembali menyentuh perutnya dengan sayang, jauh dalam hatinya ia memohon maaf untuk anakknya..mungkin masa depan mereka tidak akan pernah seindah yang bisa di bayangkan..anaknya akan tumbuh tanpa kasih sayang yang lengkap, mau tak mau rasa sesak kembali menghantuinya..


Dulu..ia begitu tersiksa ketika ada anak orang kaya yang mengadakan pesta di panti lalu membagikan mereka semua makanan dan bingkisan, saat itu pandangan mata Ana sma sekali tidak tertarik pada bingkisan atau makanan yang di bawa mereka, namun ia justru memandang bagaimana kasih sayang kedua orang tua dan si anak orang kaya itu yang sangat berbahagia..


Tentu saja anak itu bahagia...dia mendapatkan segalanya di masa kecilnya, orangtua yang lengkap, hadiah yang banyak, kasih sayang yang begitu melimpah, bagitu sempurnanya anak itu...kadang Ana hanya berdiri dengan tatapan hampa, ia hanya berharap jika suatu saat ketika ia punya anak, sebisa mungkin ia akan memberikan anaknya kasih sayang yang lengkap...yah...sangat mengerikan jika anaknya merasakan hal yang sama dengannya..


''Nyonya Ana....''


Sentuhan di pundak Ana membuatnya menoleh dan menemukan Hani sudah memegang tasnya..


''Kita akan pergi sekarang...''


Ana mengangguk,...


''Kita akan pergi ke Restoran Kabut Biru....''ucap Ana berdiri dan memperbaiki riasan tipis di wajahnya.


Di kehamilan Ana saat ini membuat wajahnya begitu cerah dan bersinar, aura kecantikannya begitu memancar dari wajahnya..bahkan Hani mengakuinya...


''Untuk apa kita ke restoran nyonya Ana...''


''Aku harus menyelesaikan semuanya sebelum pergi...aku tak ingin meninggalkan beban...'' ucap Ana dengan senyuman penuh kesedihan...


Hani mengangguk mengerti, ia tak perlu bertanya cukup ia mengerti nyonya Ana dalam keadaan apapun, seperti pertemuan pertama kalinya ketika nyonya Ana membelanya....saat itulah Hani memutuskan akan selalu ada buat wanita yang baik hati ini....


''Aku mengerti nyonya Ana...setelah ini bisakah nyonya berjanji untuk tetap menghubungiku dimanapun nyonya berada....''


Ana membeku, mendengar permintaan Hani ia pun kembali tersenyum walau ia sendiri tidak yakin...


*********************************************


Restoran Kabut Biru.........


Ana duduk dan menunggu lebih awal dari jadwal yang sudah di sepakati..sambil memeluk perutnya Ana kembali menatap ke arah pintu dengan hati yang berdebar...

__ADS_1


Sesaat kemudian pintu terbuka dan sosok yang ia tunggu sedari tadi muncul dan keduanya bertatapan...


Deg!!!!!!!!


Ana berdiri ketika melihat sosok Alex berdiri disana dengan tatapan yang tidak percaya..jadi Ana memintanya bertemu Alex disini....betapa bahagiannya Alex saat ini...


Pria itu melangkah dengan cepat hingga berdiri di hadapan wanita yang begitu ia cintai selama ini, yang selalu ia tunggu kembali dan saat ini Ana telah kembali kepadanya...?


Alex sungguh bahagia dan ingin memeluk Ana namun,....wanita itu sedikit menghindar dengan kecanggungan yang menusuk..


''Aku ingin bicara....'' ucap Ana dengan suara serak yang bergetar..


Alex membeku dengan perubahan sikap Ana yang kentara....pria itu memutuskan untuk mengikuti kemauan Ana dan duduk di depan wanita itu dan mendengar....


Alex menatap restoran ini sekali lagi, dan mengenang..dulu ia pernah mengajak Ana ke restoran ini dan menyatakan cinta..mengapa Ana memutuskan bertemu di tempat ini...?


''Kau mau pesan apa..'' ucap Ana sambil membolak-balikan buku menu di hadapan mereka..


''Bisakah kau jelaskan mengapa kau meminta kita bertemu di tempat ini...bukankah kau seharusnya ikut aku sekarang...kita akan menikah.....''


Pria itu menjadi tak sabar lalu mengembil tangan Ana hingga keduanya bertatapan dan saat itulah airmata Ana menetes, membuat Alex sangat terkejut.....


''Ana...'' desah Alex membeku.......


Ana lalu menutup buku menu dan memjamkan matanya saat itulah airmatanya menetes penuh rasa sakit...hingga mata Alex menjadi panas....pria itu bangkit dan meraih Ana di dalam pelukannya...


Untuk beberapa saat mereka tenggelam dalam pelukan penuh haru biru, betapa Ana sangat menyesal ketika ia ternyata telah memberi luka sedalam ini kepada Alex...betapa ia telah menyakiti Alex sedalam ini, dan Alex malah tetap mencintainya...bukankah....Ana yang paling egois disini..?


''Aku mencintaimu Ana....aku sangat mencintaimu, taukah kau jika setiap detik aku selalu merindukanmu dan tak pernah bisa berhenti memikirkanmu...''


''Maafkan aku....Alex, aku mohon maaf...''bisik Ana semakin sesegukan..


Alex harus menenangkan Ana sekali lagi hingga wanita itu menjadi lebih tenang...


''Kau...maukan kau menikah denganku...Ana...''ucap Alex menjauhkan tubuh Ana dan menatap matanya, berusaha mencari cinta yang dulu selalu ada di mata Ana yang berbinar..

__ADS_1


Namun.....


Alex merasa hancur ketika ia tidak menemukannya lagi pada diri Ana...mata wanita di hadapannya adalah tatapan mata yang kosong dan rapuh..


''Ana......''


''Maafkan aku Alex....aku sungguh-sungguh minta maaf...tapi aku tidak bisa mencintaimu lagi....''


Deg!!!!!!!!!!!


Seperti di jatuhkan tiba-tiba dari ketinggian Alex begitu terkejut dengan kata-kata Ana yang membuat sesak di dadanya, bahkan ia sudah mempersiapkan cincin di saku jassnya yang akan dia berikan kepada Ana...mengapa malah Ana mengatakan hal konyol yang buruk ini kepadanya....?


''Ana.....aku tidak menerima penolakan kau tau....mata Alex berubah menjadi dingin...memegang bahu Ana pria itu mencoba menahan dirinya....menatap mata Ana yang rapuh...aku..mencintaimu Ana, tak taukah kau...aku menunggumu selama ini demi kita bisa bersatu...tak taukah dirimu bahwa aku tak akan mundur demi apapun.....''


Ana kembali meneteskan airmatanya.......


''Karna itu kau mengatakan semua kepada Arkana...''


''Yah...aku ingin dia sadar..bahwa kau adalah milikku...''


''Oh Alex.......bisakah kau mengerti jika....semua telah berubah termasuk cintaku...''


Alex mendekatkan wajahnya.......


''Kau mau aku menyerah begitu maksudmu Ana...bukankah Arkana tidak akan pernah terima kau membohonginya.''


Alex menggeleng enggan menyerah, ia sudah sampai sejauh ini...bukankah kedatangan Ana untuk kembali kepadanya, ia yakin Arkana mungkin akan menceraikan Ana setelah semua bukti yang ia tunjukan, jadi..tak ada alasan untuk Ana menolaknya bukan..?


Ana memalingkan wajahnya dan menguatkan hatinya, ia tau jika menemui Alex itu artinya ia harus berdebat panjang..sebenarnya ia ingin pergi saja dan langsung menghilang..namun ia tak ingin membuat Alex semakin bingung dan hidup dalam harapan padanya, Alex pantas mendapatkan yang lebih baik darinya....


Ana menatap mata Alex yang tampak berbinar penuh harapan...


''Arkana mencintaiku Alex...'' ucap Ana berusaha menahan rasa sakit di dalam hatinya..


Alex mengeraskan tatapannya.....

__ADS_1


__ADS_2