Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Damian Yang Pasrah


__ADS_3

Damian tersungkur dengan bibir yang pecah...namun sekali lagi, pria itu sama sekali tak beranjak dari sana..ia tetap berada dalam posisi tersungkur menahan pukulan Alex yang kuat, bahkan kesakitan ini bukanlah apa-apa di banding apa yang dia lakukan kepada Aley..ia tak akan melawan atau mencoba membela diri, namun akan menerima hukuman seberat apapun dari orangtua mereka..


''Beraninya kau melakukan itu Damian, kau sungguh membuatku malu..''


Alex sungguh tak mampu menahan kemarahannya lagi, ia kembali meraih tubuh Damian mendekat dan melayangkan pukulan pada putranya sendiri...


Damian mengangkat wajahnya menatap mata sang papa yang terlihat kecewa,..karna itu Damian akan mampu menahan pukulan sekali lagi...Damian menundukan kepala kepada ke empat orangtuanya...


''Aku minta maaf..aku sungguh-sungguh minta maaf...''ucap Damian menundukan kepala..


Sementara Aira hanya duduk dengan tubuh yang lemah bersadar di sofa dengan mata terpejam, ia sungguh tak menyangka Damian melakukan itu, airmatanya menetes..ia juga begitu mencintai Aleysa seperti anaknya sendiri, dan saat ini ia sungguh malu kepada kak Arkana dan Ana..atas apa yang di lakukan Damian, secara tidak langsung menghina Ana dan Arkana..


Namun....


Hal yang berbeda di tunjukan Ana dan Arkana, mereka saling menatap dengan rasa iba yang begitu besar kepada Damian...sehingga Ana mendekati Arkana dan memberi isyarat agar ia menghentikan Alex karna ia tak ingin Damian semakin terluka lebih dalam...Ana sungguh menyayangi Damian..


Alex mengepalkan tangannya...


''Tak bisakah kau menunggu Damian, tak ada yang menghalangi kalian...papa dan ayahmu sudah merencanakan pernikahan kalian dengan sempurna, namun karna nafsumu kau tidak perduli sedikitpun tentang perasaan kami...'' desis Alex dengan suara yang meninggi.


Alex bergerak mendekat, namun Arkana segera menghalangi sahabatnya sekaligus calon besannya dengan tatapan tajam..


''Alex.....sudahlah jangan memukul Damian lagi, aku tau dia pasti punya alasan yang kuat..bisakah kita memberi kesempatan mereka untuk bicara.'' sela Arkana berdiri menatap Alex dengan tajam..


Alex menggeleng, ia terlalu menyayangi Aleysa, bagaimana jika Damian memaksa Aley ketika melakukannya, walau Damian putranya sendiri namun mengenai Aleysa maka ia tak akan membela Damian sedikitpun...


''Alasan apa selain nafsu...katakan alasan apa Damian....''


Damian mengangkat wajahnya dan menatap ke arah sang papa dengan tatapan putus asa...


''Aku melakukannya karna takut kehilangan Aley.....jika mau aku ingin segera menikah dengannya agar hatiku menjadi tenang.'' ucap Damian dengan sangat jujur..


Deg!!!


Alex dan Arkana saling menatap dengan pandangan yang sulit di artikan...namun bagi Alex dia tak bisa memaafkan Damian begitu saja...Alex menatap Arkana dengan gelengan kepala...

__ADS_1


''Arkana...aku tak bisa memaafkan Damian begitu saja...mengapa dia melakukan itu kepada Aleysa, dengan alasan takut kehilangan....''


Arkana tetap membela Damian...dan tidak rela Alex ingin menghajar Damian, apalagi bibir Damian sudah berdarah..


Arkana mendekati Alex, keduanya saling menatap tajam..


''Mereka akan menikah Alex, bagiku dan Ana, kami tak masalah dengan apa yang terjadi Alex, mereka masih sangat muda dan wajar jika melakukan kesalahan...jadi jangan menyiksa Damian lagi....'' ucap Arkana tegas..


Saat itu juga pandangan mata Alex menajam ke arah Aleysa...harapan terakhirnya adalah Aleysa dia berharap Aleysa mengatakan dengan jujur maka dia akan memberi Damian pelajaran berharga.


''Apakah Damian memaksamu Aley...''tanya Alex dengan penasaran..


Sementara Aleysa gemetar..airmatanya menetes melihat Damian, hanya menunduk hormat...dengan darah yang menetes.....hatinya sungguh sakit sekali...


''Papa....sebenarnya....aku dan Damian, melakukan itu karna....'' suara Aley terputus ia ketakutan menatap wajah Alex...dan juga sang ayah,


Alex menyadari bahwa itu adalah pemaksaan, dari cara bicara Aleysa yang ketakutan membuat Alex meradang, ia yakin dengan sifat Damian..dia pasti telah memaksa dan menyakiti Aleysa..bahkan mungkin saat ini Aleysa berada di bawah tekanan Damian,..


Alex mendekat sekali lagi ingin memukul Damian bermaksud menghajarnya sekali lagi...


Namun, seketika itu juga Aleysa menoleh dan menggeleng dengan ketakutan...


Ketika Alex hendak memukul Damian lagi....Aleysa berlari menghalangi pukulan Alex....hingga pria itu menahan tangannya di udara...


"Papa...tidak.....jangan memukulnya....'' jerit Aley dengan histeris..


Hal itu membuat mereka begitu terkejut, bukan hal baru jika keduanya adalah musuh abadi namun tiba-tiba menjadi akrab dalam semalam...


Ana dan Aira saling memandang dengan airmata penuh haru...


Sedangkan Damian membeku mendengar perkataan Aley kepadanya..Damian mendekat dan menatap mata Aley yang tersiksa..


''Aley.....'' desah Damian mencoba menahan agar Aleysa berhenti membelanya..


Namun dengan penuh keberanian Aley menatap ke arah para orangtua..ia tak akan pernah pernah membiarkan Damian menanggung perbuatannya sendiri..bagaimanapun saat ini dia dan Damian sudah saling menyatu dan Aleysa tak akan membiarkan Damian menghadapi ini sendirian..

__ADS_1


Aley menatap mata Alex dan juga Arkana dengan tatapan nanar..


''Ini kesalahan kami berdua papa, mama, ayah dan ibu.. jangan salahkan Damian saja...aku juga menginginkannya...'' ucap Aley dengan jujur..


Damian seketika berdiri dan meraih lengan Aleysa dan keduanya bertatapan...


''Apa yang kau lakukan Aley...jangan membelaku, aku bahkan sudah siap dengan hukuman ini..''bisik Damian tak rela jika Aleya juga akan mendapat sasaran kemarahan dari ayah Arkana..


Aley menggeleng,...


''Aku yang tidak siap Damian, kau sama sekali tidak memaksaku aku juga ingin melakukannya jadi ini adalah kesalahan kita...''isak Aleysa langsung menghambur ke pelukan Damian dan menangis disana..


Damian mengangkat wajahnya dan menemukan wajah terkejut dan syok yang di tampilkan para orangtuanya tadi....


''Maafkan kami...Ayah...ibu, papa dan mama....kami sudah melewati batas dan aturan,...kami mohon maaf...'' ucap Damian menundukan kepalanya dalam-dalam..


Mata Damian tertuju kepada Arkana yang akhirnya mengangguk setuju...begitu juga dengan sang ibu Ana dan sang mama Aira..walaupun sang Ayah Alex masih tampak sangat marah...


Menyadari jika sang papa masih marah, Aleysa melepaskan pelukannya kepada Damian dan melangkah mendekati sang papa Alex, pemandangan itu sungguh haru..hingga Aira dan Ana tak mampu menahan airmatanya..


Ana mengenang...


Sejak Aleysa lahir, Alex sudah begitu mencintai Aleysa, dan tak pernah absen untuk mengajaknya bermain..tentu saja, ketika Aley sakit maka Alex yang akan panik...hal itu membuat Ana bisa merasakan kesedihan Alex saat ini..


''Papa....maafkan aku...'' bisik Aleysa dengan suara bergetar yang tertahan sementara Damian juga menunduk...


''Papa tidak pernah menyangka jika ini semua akan terjadi Aley...bagiku kau putri pertama papa.''


Aley dan Damian mendekat, mereka saling menatap dan sesaat kemudian mereka menjatuhkan tubuh ke lantai,


''Pa......jangan marah lagi...'' airmata Aley begitu menyakiti hati Alex...


Pria itu lantas menatap keduanya....ia menganggukan kepala dengan senyuman dingin..


''Kalian akan menikah dalam dua minggu...'' desis Alex tak ingin berkompromi...

__ADS_1


Aley dan Damian begitu terkejut.....


''Apa....''


__ADS_2