Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Sepakat


__ADS_3

Arkana membuka pintu lebar-lebar dan menemukan Ana sedang memandang kepada dokter Erik yang sedang memperbaiki infusnya. tatapannya dingin menusuk mata Ana yang rapuh, Ana merasa takut, namun mencoba untuk tenang seperti kata-kata dokter.


Arkana tak sedikitpun melepaskan tatapannya dari Ana,sembari pria itu mendekat hingga Dokter Erik yang langsung menjaga jarak dari gadis itu. Tuan Arkana tak suka miliknya di dekati.


"Tuan Arkana..."


"Bagus...kau tidak pernah mengecewakanku Dokter Erik.."


"Saya akan selalu melakukan yang terbaik." Dokter Erik menundukan kepala...sembari matanya menatap Ana dengan penuh arti hingga gadis itu hanya menghela nafasnya yang terasa lebih berat..


"Pergilah...."


"Baik tuan Arkana..."


Dokter Erik akhirnya meninggalkan kamar itu setelah sebelumnya mengirim sinyal kepada Ana dan meminta gadis itu pasrah, akan baik untuknya...


Kini kamar itu begitu hening....Ana bahkan tak mampu menahan lebih lama kegugupannya...


"Anastasya Cleo....usia 18 tahun, yatim piatu dan menghabiskan masa kecil dan remajanya di panti asuhan Kasih Putih....aku berkata benar..." lirik Arkana sembari membaca lembaran yang di bawanya dari luar...


Ana mengangguk...


"Yah...kau berkata benar tuan Arkana..."suara Ana serak seperti sedang ada pisau di lehernya...


Arkana tersenyum menarik kursi dan duduk di hadapan Ana...mereka saling menatap, yang satu tatapan tajam sedangkan yang satunya tatapan pasrah yang menyedihkan.


''Aku pikir kau seorang gadis polos tapi ternyata kau pernah membunuh seekor kucing semasa di panti dengan tidak merasa bersalah..''


Ana menundukan kepalanya...


''Aku sedikit pendendam,...''


''Bagus...itu artinya kau hanya bersembunyi di dalam kata gadis kuat dan polos untuk menutup pribadimu yang berbeda...'' Arakana tersenyum ketika menyadari kelehaman Ana yang bisa ia manfaatkan..


Ana mengerutkan keningnya.......


''Apa maksud tuan sebenarnya...''


''Aku ingin memberimu kesempatan....''


''Kesempatan...''ulang Ana mengerutkan kening..


Arkana bangkit dari tempat duduknya dan mendekati ranjang dan duduk disana jemarinya naik dan menyentuh dagu Ana yang lancip dan terlihat manis itu..Ana menghela nafas hingga matanya berkaca-kaca...serangan panik mulai melandanya..


Pria itu mendekatkan wajahnya dan menatap mata bening Ana yang polos...


''Aku tau kesakitan dimatamu Ana, aku juga pernah merasakan perasaan seperti itu..''

__ADS_1


''Menjauhlah dariku..tuan aku...rasanya tidak bisa bernafas...''


Arkana menyeringai. ia sama sekali tak menjauh namun sebaliknya menarik Ana semakin mendekat kepadanya..mata keduanya bertemu dengan bibir yang nyaris bersentuhan..Ana merasa sesak nafas..


''Kau yang menderita disini mengapa malah kau yang menyiksa dirimu..''


Hening...........


''Aku tak mengerti...''


''Kau mencoba membunuh dirimu berkali-kali karna kau terus merasa bersalah dengan apa yang terjadi, apakah itu adil..''


Ana tersenyum walau hatinya menangis.....


''Keadilan....itu tak pernah berlaku untukku tuan Arkana, aku hanya gadis....''


''Jadilah wanitaku dan kau akan memiliki segalanya....''


Ana membeku mendengar semua perkataan Arkana yang jujur, pria ini jelas menginginkannya Ana bisa merasakan itu dari dalam matanya...


Yah...semua pria ini sama saja bukan... baik, Danar yang memanfaatkannya, atau Alex yang mungkin menganggapnya bodoh dengan berbohong kepadanya, dan tuan Arkana..ia memanfaatkan masa lalu Ana untuk mendapatkan keinginannya..Ana sungguh merasa akan gila...


''Aku tak butuh segalanya tuan, aku abukan gadis penggila harta...aku tidak butuh harta,,..''


Kata-kata Ana mampu membuat Arkana tersenyum, pria itu sedikit mengangguk....


Arkana menyentuh pergelangan tangan Ana yang terdapat bekas kemerahan hampir mendekati kebiruan akibat ikatan kuat anak buahnya...Arkana tidak suka itu..Arkana tidak menyukai milikknya terluka..


Airmata Ana menetes begitu saja,...sakit, yah dia bergaul akrab dengan rasa sakit bahkan sejak kecil jadi, kata-kata Arkana mampu memukul lukanya yang masih basah dan membuatnya gemetar tak kuat...


Jemari Arkana bergerak naik dan menyentuh kedua bahu Ana dan menatapnya tajam...


''Aku akan memberimu kuasa untuk membalaskan dendammu bagaimana..''


''Balas dendam..'' ulang Ana bingung...


Arkana kemudian mendekatkan wajahnya...........


Bibirnya menyentuh bibir Ana dan melum*** dengan penuh hasrat, dan memasuki Ana yang tak siap...


Ana membeku tak bisa bergerak, airmatanya menetes ketika pria asing ini terus memaksakan gairahnya yang menyala, menolak berarti mati...


Karna itu Ana hanya pasrah dan mau tak mau hanya memejamkan matanya, rasa sakit di hatinya semakin teriris..semua pria sama saja..mereka akan memanfaatkannya untuk kebutuhan mereka....


Jemari Ana mengepal dengan sampai gemetar..ia sungguh terluka....


Arkana membeku ketika Ana membuka diri, menerima ciumannya yang sedikit kasar dan dominan..Arkana begitu senang, diantara gairah dan hasrat yang membara meminta di puaskan Arkana merasa bingung...mengapa berciuman dengan Ana membuatnya tak ingin melepas...

__ADS_1


Gadis polos dan penuh dendam ini membangkitkan rasa obsesi dalam diri Arkana yang selama ini terkubur jauh...pria itu kemudian menyentuh kepala Ana dan semakin memperdalam ciuman mereka...


Lama......


Arkana tak ingin melepas namun, merasa sedikit iba karna Ana kewalahan menerima ciumannya.....


Penyatuan bibir mereka terlepas dengan dramatis....


Mata mereka saling mengunci dengan pandangan yang berkabut.....


''Kau tau jika aku menginginkanmu maka kau.tidak akan pernah lepas dariku..'' Arkana menaikan sudut bibirnya, merasa bangga karna telah membuat bibir Ana sedikit bengkak karna hasratnya yang sedikit lebih besar...


Ana menghela nafas........


''Tak ada cara untuk lari,...tapi bisakah kita bernegosiasi tuan Arakana..''tatap Ana dengan menguatkan hatinya..


Seperti yang di peringatkan dokter Erik, bahwa ia harus hati-hati menghadapi tuan Arkana, dokter memintanya pasrah namun... Ana menyukai peluang yang di berikan tuan Arkana padanya,....


Balas dendam.....bukankah itu lebih sepadan...??


Arkana tertawa pelan...ujung baju Ana di sentuh Arkana dengan gerakan membuka..


''Aku senang kau gadis yang cepat tanggap..''


''Kau memberiku kesempatan, tuan Arkana..''


Pria itu tersenyum...jemarinya masuk dan menjelajah di sekitar dada Ana dan mengangguk kagum...sangat indah...


''Harganya sangat mahal Ana...kau akan menjadi milikku selamanya tanpa mampu melarikan diri...''liriknya penuh arti,.


Ana melonggarkan tenggorokannya.....


''Apakah kau akan memberiku kesempatan...''


Jemari Arkana naik dan menyentuh leher jenjang Ana dengan gerakan menekan....


''Jangan pernah berpikir bisa lari dariku Ana, kau tak akan pernah bisa......''seringai tajam Arkana mampu membuat Ana mengerang karna lehernya merasa nyeri...


Ana mengangguk dengan patuh...........


''Bagus..setelah kau sembuh kita akan menikah Ana....kau harus berada di bawah kendaliku..''


Arkana menjauhkan tubuhnya dan berdiri dengan tatapan beku.......


''Persiapkan dirimu Ana karna aku...akan sangat bersemangat...''


Ana menghela nafas.....gemetar...

__ADS_1


__ADS_2