Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Hati Yang Keras


__ADS_3

''Lepaskan aku....'' ucap Ana memberi peringatan dengan suaranya yang lantang..


''Tidak...kau tau benar jika aku..tidak akan pernah melepasmu...'' ucap Arkana dengan enggan...


Ia sudah mendapatkan Ana mana mungkin ia bisa melepaskan wanita ini, bagaimana bisa ia melepaskan Ana sekali lagi...?


Ana memejamkan matanya entah mengapa emosinya selalu naik dengan cepat ketika berdekatan dengan Arkana, mau tak mau semua ingatan masa lalu yang pernah menghantui mereka membuat Ana mulai menguasai dirinya.


Dengan kuat Ana melepaskan dirinya dari pelukan Arkana...


''Apa maumu..''


''Ana....aku hanya ingin...''


Airmata Ana menetes dan itu sangat menyakiti Arkana hatinya menjadi nyeri menyadari jika Ana sangat terluka olehnya, bahwa wanita yang begitu ia cintai sangat membencinya...Mata Arkana turun dan berhenti di perut Ana yang mulai membesar...


Jemarinya terkepal ketika menyadari anaknya sudah tumbuh besar di perut Ana,....dan Arkana telah melewatkan waktu yang seharusnya di habiskan untuk menemani Ana, di dalam setiap kesulitan...dan anaknya..seharusnya ia menjadi pria pertama yang mendengar detak jantung anaknya..namun sungguh ironis ketika ia melewatkan itu semua hanya karna egoisnya....Arkana sungguh menyesal hingga rasanya kata maaf terlalu ringan untuknya..


''Apa karna kehamilanku maka kau sadar untuk mencariku...'' desah Ana dengan airmata menetes...


''Ana...aku...''


''Apa kau benar-benar masih menganggap aku istrimu ketika kau dengan kejam mengatakan kepadaku bahwa kau hanya akan menjadikanku pemuasmu di tempat tidur,....padahal aku masih istrimu.?''


Arkana menngangguk...matanya basah, ia tidak mengelak semua pernyataan Ana karna memang itulah yang terjadi..namun tak taukah Ana bahwa ketika ia terbangun ia menyesal...walau rasanya sangat terlambat karna Ana telah pergi...


''Aku tak akan pernah membela diriku Ana..namun aku sungguh tak pernah tau jika kau sedang hamil..jika aku tau...''


''Apakah kau pernah memberiku kesempatan untuk bicara Arkana...'' ucap Ana dengan sangat dingin..


Rasanya begitu menyakitkan bagi Ana ketika ia harus mengingat setiap kejadian di masa lalu yang menyakitinya..ketika ia menangis dan memohon tapi Arkana tetap tak percaya dan mengusirnya, ketika ia memohon kesempatan untuk bicara namun pria ini..lebih mengutamakan egonya di banding mendengarkan dirinya...padahal Ana sangat ingin menyampaikan kehamilannya,....

__ADS_1


Bagaimana bisa Ana melupakan rasa sakit itu bagaimana bisa...?


''Aku akui aku sangat bodoh dengan menagatakn semua itu tanpa berpikir..aku menyakitimu dengan begitu besar hingga Aku merasa marah pada diriku sendiri Ana..''


''Mengapa kau tidak hidup dengan baik saja hum...mengapa kau malah mencariku..kau tau aku tak akan pernah memberimu kesempatan tidak....walau kau menangis darah..'' desis Ana mengingatkan..


''Karna kau adalah istriku, bagaimana bisa aku melakukan dosa berkali-kali kepadamu dan tidak mencarimu kembali Ana...? bahkan aku...rela berjalan di atas duri jika kau menginginkannya.....''


Ana menutup wajahnya dengan kedua tangannya karna banyaknya airmatanya yang menetes, sebagian hatinya ingin memaafkan namun sebagian hatinya tak rela begitu saja memaafkan Arkana, pria ini sudah menyakitinya dengan dalam,. melukai harga dirinya hingga tak ada lagi yang tersisa darinya..ia terlalu membenci Arkana sekarang dan mustahil baginya untuk tetap memberi kesempatan tidak akan.....Ana mengeraskan hatinya..


Arkana mendekat lalu ingin menyentuh wajah Ana yang begitu menderita namun,...Ana mengelak dari sentuhannya, tatapan penuh dendam itu begitu menyakiti Arkana..kini ia bisa merasakan bagaimana rasanya di abaikan oleh wanita yang paling ia cintai selama ini..yah..ternyata begitu menyakitkan...


''Ana....aku tau jika semua perkataanku tak akan mampu membuatmu memaafkanku Ana tapi aku ingin kau tau jika aku...sangat mencintaimu...aku sangat mencintaimu..''


''Terlambat....karna aku telah memberimu kesempatan berkali-kali Arkana,....bahkan di Apartemenmu kau masih saja mengancam untuk menyakitiku...aku sungguh membencimu..''


''Katakan apapun Ana aku akan melakukannya demi maafmu...''ucap Arkana dengan putus asa karna sungguh ia sudah tak punya kata-kata lagi untuk meyakinkan Ana agar memaafkannya bahkan ia tau benar jika Ana akan semakin membencinya jika ia salah bicara...


''Aku ingin kita bercerai..lepaskan aku Arkana itu yang terbaik untuk kita..''


''Ana tidak bisa... Ana apa maksudmu...kau adalah istriku, kita akan punya Anak.....aku tak bisa melepaskanmu aku sama sekali tak bisa...melepasmu Ana...aku mohon...''


''Ceraikan aku....atau selamanya aku tidak akan pernah memaafkanmu Arkana..'' jerit Ana dengan suara yang keras..


Wanita itu berbalik dan siap melangkah namun langkahnya terhenti ketika Arkana mencegahnya dengan meraih Ana di dalam pelukannya...ia tetap mendekap walau Ana meronta dan sama sekali tak membalas pelukannya...


''Ana berikan aku kesempatan...aku mohon..''


''Tidak...sebelum kau menceraikan aku maka tidak akan ada perdamaian di antara kita..''ucap Ana tegas..


Arkana menggeleng...

__ADS_1


''Bagaimana jika kau memberiku kesempatan selama kehamilanmu agar aku mengejarmu lagi Ana...jika sampai anak kita lahir dan kau masih membenciku maka aku akan pergi...jauh darimu dan anak kita aku...James Arkana berjanji tak akan mendekatimu lagi...aku mohon...Anastasya.''


Deg!!!!!!!!


Sesuatu di hati Ana bergetar..namun ia menguatkan dirinya, memikirkan kata-kata Arkana yang di ucapkan dengan penuh penyesalan dan Ana mempertimbangkannya, semua akan menjadi adil jika ia memberi Arkana kesempatan, meski selama beberapa bulan ini ia harus membentengi dirinya dengan kokoh agar semua perlakuan Arkana tak akan pernah menyentuh hatinya...


Tidak....sekeras apapun Arkana akan mencoba, Ana tak akan pernah luluh, ia hanya harus bertahan sampai anak ini lahir dan Arkana akan pergi jauh...


Ana melepaskan pelukan Arkana kepadanya, dan keduanya bertatapan tajam..


''Baiklah....aku akan memberimu kesmpatan Arkana tapi ingatlah untuk menepati janjimu.''


Arkana tersenyum....Tuhan mendengar doanya, dan Arkana tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan ini dengan baik...


''Aku akan mendapatkanmu dan anak kita...''


Ana tersenyum sinis...


''Kita liat saja Arkana tapi aku ingin memperingatkan sesuatu kepadamu jika...tak ada sentuhan fisik antara kita..apapun itu...''desis Ana lalu meninggalkan Arkana yang berdiri dengan tatapan dinginnya..


Arkana menghela nafasnya dengan berat.....


''Kau kejam sekali Ana...astaga padahal aku sangat berharap kau akan memaafkanku....Arkana memejamkan matanya....perjuangan akan segera di mulai....tapi seorang Arkana akan selalu menang bukan..''


Arkana lalu duduk di kursi taman, ia akan mendapatkan Ana,...dan perjuangannya akan di mulai hari ini juga..


Arkana meraih ponselnya ingin menghubungi Alex.... berbicara tentang Alex dimana dia,....?


Bahkan ponsel Alex tidak aktif sejak semalam...


''Sialll...aku akan menembaknya jika sudah bertemu..'' desis Arkana menatap toko Roti milik Ana lalu tersenyum...

__ADS_1


Pria itu bangkit dari tempat duduknya dan melangkah menuju toko Roti milik Ana,...dengan satu tekad yang kuat......


__ADS_2