
Mobil milik Dilan berhenti di depan flat kecil yang di sewa Divara...
''Bagaimana kalau besok saja kita bertemu tuan Dilan...aku.....''
''Dan kau akan melarikan diri dari pernikahan kita dan mempermalukan aku begitu...''tatap Dilan tajam...
Divara menggeleng.....
''Aku hanya ingin meyakinkan adikku...dia....''
Dilan melirik jam mahal di tangannya..
''15 menit itu cukup bagimu Divara...aku menunggumu disini jadi berhentilah membuat alasan...malam ini juga kau dan adikku akan tinggal di rumahku...'' ucap Dilan tegas..
Divara benar-benar kehilangan akal..mau tak mau ia pun turun dari mobil dan melangkah masuk...bagaimana kalau Kiara menolak..namun pernikahan ini menjadi satu-satunya jalan untuk menghancurkan tembok kemiskinan pada mereka, ia tidak munafik...jika menikah dengan Dilan maka ia bisa menyekolahkann Kiara di tempat yang layak, bukan hanya itu masa depan Kiara pasti akan baik jika menolak maka tuan Dilan akan menghancurkan hidup mereka sampai ke dasar...dan Kiara akan di penjara dalam waktu lama...
Jadi menikah dan mengorbankan dirinya adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan adiknya...
Divara membuka pintu dan membeku melihat sang adik sedang menunggunya dalam kegelapan, begitu melihat kakaknya ia langsung berdiri dan menghampiri Divara dan memeluknya...
''Kakak......''
''Mengapa gelap sekali Kiara...''
__ADS_1
''Kata pemilik flat kita harus membayar jika mau lampunya menyala....aku takut sekali kakak...dia kejam sekali padaku tadi..'' airmata Kiara menetes ketakutan,....
Divara memeluk Kiara dengan erat...
''Kiara..dengar kakak,....ada yang harus kakak katakan kepadamu...''
''Hah...ada apa.....''
''Kita akan pindah dari sini kerumah tuan Dilan,...mulai sekarang kita tinggal disana kakak akan menikah dengannya..''
''Apa......''
Ingatan terakhir Kiara adalah tuan Dilan mengancam mereka, bagaimana bisa dalam sekejap ingin menikah....bagaimana kalau pria itu ingin berbuat jahat kepada mereka...?
''Kakak..........''
Kiara menganggukan kepala, tinggal bersama bibi seperti di neraka jadi lebih baik ikuti saran kakaknya...
Airmata Kiara menetes lagi....
''Mengapa hidup kita harus seperti ini kakak....setidaknya lebih mudah jika orangtua kita masih hidup bukan...aku sungguh sedih sekali dan takut kakak...''
Divara meraih tubuh Kiara ke dalam pelukannya...
__ADS_1
''Kita harus kuat Kiara...kakak akan melakukan apapun demi dirimu...kakak mohon jangan sedih....kita akan bahagia setelah ini...'' isak Divara penuh harap...
Lama kedua kakal beradik itu tenggelam dalam tangis dan masih saling memeluk dengan erat...
*******
Sepanjang perjalanan hanya keheningan, bagaimana pun Kiara masih sangat takut dengan sosok Dilan yang pernah bersikap kasar kepadanya...sementara Dilan hanya diam saja sambil menyetir...
Mobil akhirnya sampai di halaman Mansion milik Keluarga Danar Lois...Dilan akhirnya turun dari mobil di ikuti Divara dan Kiara di belakangnya...sampai di pintu mereka sudah di sambut oleh pelayan dan tak berapa lama kemudian..sosok Hani keluar dengan penuh senyum...matanya menatap sosok Kiara yang bersembunyi di belakang Divara karna takut dan segan,...
Hani tersenyum...
Hai...siapa namamu........'' Hani begitu tertarik kepada Kiara yang masih sangat muda..
Divara meminta Kiara memperkenalkan diri....
''Namaku adalah Kiara Naira....nyonya..'' ucapnya menundukan kepalanya..
''Nama yang cantik...''ucap Hani tersenyum...
Dilan mendekati ibunya..
''Ibu...aku dan Divara perlu bicara banyak malam ini kami akan saling mengenal mulai sekarang jadi...dia akan tinggal bersamaku di apartemenku sampai kami menikah minggu depan..''ucap Dilan tegas...
__ADS_1
Deg!!!!
Divara menoleh dengan kerutan di dahinya...