
Pagi harinya Ana membuka mata dengan tubuh yang lebih lelah, sementara ada tangan kokoh yang melingkar di perut besarnya dan ia tau pasti jika tangan itu milik Arkana, siapa lagi...?
Ana memejamkan matanya, sial...semalam Arkana sama sekali tidak melepaskannya, ia berulangkali memasuki Ana seolah tak pernah puas, beruntung tubuh Ana bisa mengimbangi nafsu sang suami yang besar, dan ia berharap anak mereka akan baik-baik saja..
Ana lalu menurunkan tangan Arkana, pria itu tertidur seperti bayi besar, melihat itu membuat Ana sedikit merasa bersalah, ia telah menyiksa suaminya sendiri dan kenyataan itu membuatnya sedih..
Ana kemudian mengangkat jemarinya dan membelai wajah Arkana yang terlihat damai ketika tertidur, bagaimanapun Arkana telah merubah sifat pemarahnya, sejauh ini dia tlah menunjukan perubahan yang besar, mungkin karna ada anaknya di rahim Ana..yah,....kelahiran sang anak yang akan lahir membawa kebahagiaan bagi Arkana..
Sentuhan Ana di wajah Arkana membuat pria itu membuka mata dan langsung siaga, ia terkejut dan menatap sang istri..
''Ana....''
''Berbaringlah...'' pinta Ana lembut...
Arkana kemudian berbaring lagi namun matanya tetap tajam menatap Ana..mengapa Ana bersikap sangat manis, apakah wanita ini akan marah lagi kepadanya, apakah karna semalam Arkana lepas kendali dan melakukannya berkali-kali..? yah memang Arkana akui, ia rindu dengan sentuhan Ana...dia rindu memasuki Ana dan semalam istrinya benar-benar membuatnya puas. ia bahagia dan mungkin akan siap jika Ana akan memberinya hukuman lagi...
''Bagaimana perasaanmu pagi ini, sayang.''
Sayang...? kata-kata sayang adalah kata-kata antik yang keluar dari mulut Ana dan ia menjadi lebih waspada sekarang..sejak hamil mood Ana berbuah menjadi tak sabar dan sering marah sendiri, emosinya menjadi tidak terkendali dan Arkana memang membiarkan apapun yang dilakukan Ana..ia senang jika Ana bersikap cerewat dan keras, ia akan menerima dengan senang hati ketika istrinya memberi hukuman...
Satu yang pasti bagi Arkana adalah ia tak ingin kehilangan Ana, demi apapun,..Arkana akan melakukan apa saja demi istri tercintanya,...
Pria itu mendekatkan wajahnya, tatapannya menajam..
''Kau memanggilku sayang dan aku merasa takut.''
Ana terkekeh.....
''Maafkan aku.....''
''Maaf...'' ulang Arkana dengan tatapan beku..
Ana merasa matanya menjadi panas..
''Aku minta maaf karna dengan sengaja mengerjaimu, aku sengaja menyiksamu...'' airmata Ana menetes...
Dan hati Arkana menjadi hangat, sembari menghapus airmata Ana di wajahnya...
''Hhmm...bukankah aku pantas menerimanya, aku bersalah kepadamu sayang,...jadi jangan pikirkan tentang itu,...''
''Tidak....aku sungguh merasa bersalah kepadamu, Ana menatap Arkana dan mulai menangis..
Hingga Arkana segera meraih tubuh Ana dan memeluknya erat, mendekapnya seolah mereka sudah lama tidak bertemu..
''Mengapa kau berubah menjadi cengeng sih....sudahlah, aku tidak apa-apa..aku baik-baik saja menghadapi kemarahanmu sayang...bukankah aku seorang mafia,. aku pria yang sangat kuat...''
Ana menganggukan kepala, ia juga tidak tau mengapa...akhir-akhir ini ia menjadi lebih cengeng..membiarkan Arkana memeluknya ia menjadi lebih tenang...
''Jadi apakah kita akan memulai semuanya dari awal sayang...'' bisik Arkana mengecup bahu mulus istrinya dan tangannya setia menyentuh perut Ana yang semakin besar...mereka sedang menunggu kelahiran anak mereka..
__ADS_1
''Yah,....mari kita memulainya dari awal Arkana...aku mencintaimu.....'' bisik Ana memejamkan matanya dengan kuat.
Deg!!!!
Arkana lalu tersenyum dengan senyuman bahagia, lalu menghela nafasnya, jemarinya membelai rambut Ana dengan sayang...
''Yah..istriku sangat mencintaiku yah...aku merasa terharu..'' balas Arkana pelan..
"Aku juga mencintaimu Ana sayang...." bisik Arkana lembut.
Keduanya lantas saling memeluk dengan perasaan bahagia yang meluap....
***********************************************
Alex melangkah mendekati Maya yang sedang duduk bersama Hani mereka sedang memilih undangan yang akan di pakai di hari pernikahan Hani nanti..
Alex mendekati Maya dan berdehem, melihat kedatangan Alex Hani langsung menunduk hormat..sementara Maya menoleh dan tersenyum...
''Calon suamiku...'' bisik Maya dengan tatapan berbinar..
Sementara Alex hanya menatapnya dengan dingin...
''Aku ingin bicara kepadamu Maya...''
Dengan percaya diri Maya bangkit dari tempat duduk dan melangkah mendekati Alex..
''Tentu saja..aku juga ingin bicara kepadamu.''
Hani menghela nafas..lalu memilih tidak mencampuri urusan Maya, lagi pula ia punya masalahnya sendiri, menghadapi pernikahan paksa bersama Danar sudah cukup membuatnya pusing..
Gadis itu lebih memilih melanjutkan untuk menulis daftar undangan....
****************************************************
Berdiri di atas atap, Alex menatap Maya dengan pandangan yang begitu syok...
''Kau menemui Ana dan mengadu kepadanya...''
Maya tersenyum....ia mendekati Alex dengan tatapan tajam...
''Bukankah kita telah tidur bersama..? bagaimana jika aku hamil...? bukankah aku harus menjaga diriku sendiri Alex..biar bagaimanapun kau harus bertanggung jawab...''
Alex tetawa lalu menatap Maya...
''Bukankah kau bilang akan menunggu..''
''Sampai kapan aku menunggu...? maaf aku tidak memiliki kesabaran Alex....''
''Maya...bagaimana jika aku mengatakan dengan jujur bahwa sebenarnya kita tidak pernah tidur bersama...''
__ADS_1
''Hahahaha...'' Maya tertawa....walau hanya sebentar tawanya menguap dengan cepat...
''Maya....''
''Aku tau,....aku tau tubuhku Alex,..aku tau malam itu kau tidak menyentuhku sama sekali...''
''Apa.......''
''Tapi jangan lupa jika kau....adalah pria yang melepaskan jubahku kau melihat tubuhku dan itu sama saja dengan menyentuhku..''
Alex tersenyum dengan dingin........
''Jadi kau mau kita menikah Maya..''
''Tentu saja...''
''Baik...ayo menikah...dan kita liat apa yang akan terjadi dalam pernikahan kita...aku tidak sabar lagi.'' ucap Alex dengan senyuman misterius...
Lalu meninggalkan Maya begitu saja...jemari Maya terkepal.........
''Kau harus menjadi milikku apapun yang terjadi Alex..'' bisik Ana dengan tatapan beku.....
**************************************
Ana menatap sebuah Restoran mewah, ia datang bersama dengan Hani..karna ia ingin bertemu dengan sosok pemilik Hotel A yang megah itu,
Mereka masuk ke dalam Restoran dan langsung di sambut oleh pelayan khusus yang mengantarkan keduanya ke sebuah ruangan yang terletak paling privat di Restoran ini...
Pntu terbuka dan mereka pun masuk...
Lalu berhadapan dengan seorang pria tampan yang sangat gagah di balik setelan jas tiga potongnya, ia menatap tanpa kedipan di matanya ketika melihat Ana,....
Sungguh wanita hamil yang sangat cantik.....batin Dave...
''Selamat datang nyonya Ana..'' sapa Dian, perwakilan Hotel A..
Ana tersenyum dan langsung berhadapan dengan mata hijau milik Dave,....
Deg!!!!!!!!!!!
Ana membeku sesaat...ia menjadi gugup menyadari tatapan pria ini terlalu tajam seakan menusuk ke dalam hatinya..
Dave berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Ana...
''Aku Dave Morgan, pemilik Hotel A..''ucapnya penuh wibawa...
Ana tersenyum dan membalas uluran tangan Dave...
''Aku...Anastasya Arkana, pemilik toko ''Swetty Cake''..senang bertemu denganmu tuan Dave Morgan..'' balas Ana dengan senyuman yang manis...
__ADS_1
Pria itu menaikan sudut bibirnya.........