Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Nasihat Orangtua


__ADS_3

Alex membeku dengan pistol yang masih tertahan di udara, hatinya menjadi nyeri melihat tangisan Aura dan Aley bersamaan, terasa sesak dadanya ketika melihat mereka menangis memohon kepadanya...


''Kau tau benar jika kami tak akan bisa mengijinkan perceraian....''


Aley mengangguk...


''Aku akan memaafkannya demi Aura, aku mohon kepadamu papa...jangan menyakitinya lagi...aku mohon.......''


Semua mendadak haru melihat anak mereka memohon...sementara Damian tertunduk penuh penyesalan dan ia sungguh berjanji ini pertama dan terakhir kalinya ia membuat Aley tersakiti, biar bagaimanapun mereka adalah tanggung jawabnya jadi..sekuat tenaga ia akan menjaga keluarganya mulai dari sekarang......


Damian meraih Aura di ke dalam pelukannya sembari mendekapnya dengan erat, dan saat itulah Aura menghentikan tangisnya...Aley membalikan tubuhnya menatap Damian dengan tajam...lalu membantunya berdiri setelah Alex menurunkan pistolnya...


Alex mendekati Aley dan menyentuh kepalanya dengan lembut...


''Apa kau benar-benar akan memaafkannya anakku....''


Aley mengangguk walau airmatanya berguguran, walau rasanya sungguh menyakitkan ketika membayangkan Damian di cium wanita lain membuatnya sungguh sakit namun, bagaimana pun Damian suaminya,...dan Aura, bagaimana dengan Aura....putrinya akan membencinya tanpa ragu jika menyakiti hati papanya...


''Aku akan mencoba melupakannya papa...ayah, ibu dan mama...namun beri aku waktu, karna rasanya sangat sulit..''ucap Aley mulai sesegukan...


Alex meraihnya di dalam pelukann dan mengusap punggungnya dengan menenangkan saat itulah Alex menatap tajam kepada Damian dan sedikit iba melihat Damian berdarah namun...dia memang harus melakukan itu agar Damian belajar bahwa akan menjadi peringatan keras untuknya..


''Papa janji kalau Damian akan belajar banyak hal...dia tak akan pernah melakukan kesalahan lagi..benar kan Damian...''


Damian menundukan kepalanya..


''Aku berjanji papa...''


Pelukan itu terlepas, lalu Aley beralih pada sang ayah Arkana yang menatapnya dengan sedih..lalu memeluk putri satu-satunya dengan penuh rasa sayang...


''Kau tau jika ayah mencintaimu...''


''Hmm....aku juga mencintaimu ayah...'' bisik Aley memejamkan matanya..


Aleysa adalah sang putri kesayangan pusat kebanggaan mereka berempat jadi jika Aley terluka maka mereka akan terluka....


''Jadilah wanita yang kuat demi suami dan anakmu, kau ingat jika kau seorang ibu..jika ada yang mengincar suamimu kau harus bersikap tegas...balas dia....'' bisik Arkana menaikan alisnya bercanda.


Aleysa menganggukan kepala dengan penuh senyum dan menganggukan kepala...


Lalu ia beralih pada mama Aira dan Ana yang memberi pelukan penguatan terutama Ana...


''Aku tidak melahirkan anak yang cengeng sayang, mulai sekrang kau harus belajar melindungi keluargamu sendiri..kau tau jika Ibu dan mama juga dulu sepertimu namun,...kami menjadi kuat apalagi soal wanita lain..pertahankan posisimu ibu sangat yakin Damian tidak pernah ingin menghianatimu wanita itu dia ingin menyakitimu..dia sengaja menyakitimu Aley,....jadi ibu ingin kau menjadi kuat dan melawan semua yang akan menjatuhkanmu....''

__ADS_1


''Mama yakin kau akan menjadi seperti kami, wanita kuat yang akan mendampingi para mafia sejati...''tambah Aira tersenyum..


Aley akhirnya mengangguk...dan kembali memeluk kedua ibunya dengan perasaan lega luar biasa,...


Ana lalu mengambil Aura dari tangan Damian, dan membawa Aley dan juga Aira ke kamar, dan membiarkan para pria memberi nasihat kepada Damian...


*********


Arkana menatap mata Damian dengan sangat tajam dan sedikit merasa sedih melihat bekas ke biruan di wajah Damian, putra yang tampan ini sedang terluka..


''Bagaimana perasaanmu Damian.....'' tanya Arkana menepuk peln pundak Damian..


Damian tersenyum lirih..


''Aku benar-benar mendapat pelajaran berharga ayah,....''


''Bagus...ayah senang mendengarnya Damian, kau tau jika dulu kami juga sering di goda oleh banyak wanita...''


Damian menatap sang ayah dan papanya secara bergantian...


''Tapi bedanya kami tidak pernah memberi ruang sedikitpun Damian....wanita di luar sana itu sangat licik..mereka akan memanfaatkan keadaan untuk bisa merebut dan jika kau lemah maka kau habis..''ucap Alex tak kalah tajam...


Damian mengangguk dengan gugup, ketika Alex bicara...


''Jika kau sekali lagi membuat menantu kesayanganku menangis maka kau akan habis Damian...papa berjanji peluru itu akan mengenai kepalamu.....''


''Kau terlalu kejam Alex...'' ucap Arkana protes....


''Kita harus mendidiknya dengan keras Arkana..aku tak mau ambil resiko....'' balas Alex tak perduli..


''Namun jika kau menembak kepalanya apakah dia akan bisa di didik..''


''Karna itu dia tak boleh mengulangi kesalahan bodohnya Arkana...''


''Ini bukan sepenuhnya kesalahan Damian...wanita licik itu dialah yang harus di salahkan....''


Alex menggeleng....


''Aku tidak akan pernah menyalahkan orang lain Arkana..ini salah Damian,..kau bahkan membuat istri dan anakmu menangis dalam waktu bersamaan......'' ucap Alex menjadi kesal kembali..


''Alex sudahlah...mereka baik-baik saja..beri Damian kesempatan aku yakin dia akan belajar banyak,...''


''Arkana kau selalu..........''

__ADS_1


Damian yang bingung melihat pertengkaran kedua ayahnya berdehem, sembari meminta perhatian mereka...


''Bisakah papa dan Ayah mendengarkan aku.....''


Kedua pria itu menoleh dan membeku melihat tatapan Damian yang trlihat begitu serius...


''Aku bersumpah pada kalian berdua hari ini..jika aku tak akan melakukannya lagi..aku akan mempertahankan cintaku pada Aleysa dan aku....akan menjaga keluargaku mulai dari sekarang.....''


Alex dan Arkana akhirnya menganggukan kepala...


''Bagus....itulah yang kami inginkan Damian..''ucap Alex..


''Ayah yakin kali ini kau akan berubah menjadi sosok papa yang baik buat Aura dan suami yang terbaik buat Aley..''


Damian menundukan kepalanya dalam-dalam...


''Aku sungguh minta maaf, kalau kami masih merepotkan Papa mama, Ayah dan Ibu....aku memohon maaf...''


Alex menghela nafas lalu tersenyum...hal yang sama terlihat di wajah Arkana....


''Kami sudah memaafkanmu Damian....jadi jangan kecewakan kami..'' ucap Arkana dengan suara yang tegas..


Damian menganggukan kepalanya lega..


********


Malam itu Aley dan Damian masih tidur di kediaman Arkana,..


Aley sudah selesai memberi Aura asi, lalu ia pun melangkah ke kamar....dari jauh ia melihat Damian sedang membersihkan lukanya sendiri...Aley menghela nafas...


Rasakan itu...setidaknya Aley puas karna Damian mendapatkan pukulan dari papa...


'''Arrgghhh...'' desah Damian memejamkan matanya, air yang ia gunakan terlalu panas...jadi ketika air panas itu menyentuh lukanya rasanya terbakar...


Melihat itu Aley mendekat dan mengambil alih mengobati Damian..


''Sini..biar aku saja...'' seru Aley dengan sangat dingin...


Damian mengalah dan membiarkan Aley yang mengobatinya meski ia harus mengerang beberapa kali karna Aley membersihkan lukanya sedikit kasar seolah menghukumnya...rasnya sangat menyakitkan..


''Aley.......aku bahagia kau mau memaafkanku..kita....''


''Jangan senang dulu aku belum memaafkanmu Damian, aku hanya membelamu tadi karna Aura jadi...jangan pernah bermimpi mendapat maaf dariku, kau di larang menyentuhku sampai batas waktu yang aku tentukan apa kau mengerti....'' suara Aley mengancam,...

__ADS_1


Damian membeku.....


__ADS_2