
Damian sampai dirumah sudah sore hari, sebenarnya mereka ada rencana makan di luar bersama klien bisnis namun Damian menolak ajakannya karna Aley sedang marah dan ia tak ingin membuat Aley semakin marah lagi dan hubungan mereka memburuk...
Begitu membuka pintu mobil, Damian di kejutkan dengan rumah yang dalam keadaan gelap, seorang pelayan berlari ke arahnya dan menundukan kepalanya...
''Tuan Damian.......''
''Apa yang terjadi,...mengapa semua lampu dimatikan...apakah sedang ada masalah dngan.....''
''Nyonya Alea yang meminta untuk mematikan semua lampu...''
''Hah.......lalu dimana nyonya...''
''Tidur di kamar Nona Aura...''
Damian menghela nafas,..sejenak menatap ke arah lantai dua dan menggeleng..
''Baiklah nyalakan lagi semua lampu sekarang..''
''Baik tuan Damian.......''
Damian melangkah naik ke lantai dua dan menatap ke arah pintu kamar Aura yang tertutup, ia pun segera masuk ke kamar dan membersihkan dirinya,....Damian lalu keluar lagi dari kamar dan melangkah ke arah pintu kamar dan membukanya sedikit..
Aley ada disana sedang tidur di atas ranjang sang anak dan sedang menangis...
Damian lalu menyalakan lampu dan saat itulah Aley menoleh kesal..
''Apa lagi hah....aku sedang kesal namun kau malah menyalakan lampu..''
Damian mendekat.......menaiki ranjang dan menyentuh ujung gaun Aley...jemarinya bergerak dan terus naik menjalar.....jemarinya naik dan masuk ke dalam gaunnya...
Aley seketika membeku, tatapannya mengeras menyadari Damian ingin menyentuhnya...Aley menepis tangan Damian dari gaunnya dan menatapnya tajam..
''Jadi kau pikir aku mau bercinta denganmu setelah apa yang kau lakukan padaku....'' ucap Aley hendak beranjak turun dari ranjang namun,..
Lengan Aley di tarik ke belakang membuat tubuhnya kembali jatuh ke ranjang....mereka saling menatap tajam...
''Apa kau masih marah padaku karna tadi siang....'' bisik Damian mendekatkan wajahnya..
Aley tertawa dengan kesal....
''Aku tidak marah....aku sangat kesal, sudahlah,...aku ingin tidur...'' bisik Aley bangkit dan menuju ke kamar..ia pun lalu masuk ke dalam kamar dan naik ke ranjang..
Sementara Damian menyusul ke dalam kamar untuk menemui Aley yang brpura-pura tertidur..
''Aley....''
''Yah....''
''Maafkan aku........''
''Tidak mau......''
''Ayolah.....aku sungguh-sunggu minta maaf namun, tadi itu aku benar-benar tak sengaja..klien ingin makan siang bersama jadi kupikir aku tak bisa menolaknya...''
__ADS_1
Aley mengangkat wajahnya sedikit...
''Seringlah beralasan begitu Damian...aku tak akan percaya....''
Damian memejamkan matanya, sial sekali mreka sedang marahan namun ia sedang berhasrat....bagaimana caranya membujuk Aley...
Damian mendekati Aley yang tidur membelakanginya, gaun yang memang terbuka itu semakin menggoda Damian membuat pria itu menekan kuat hasratnya..
''Aley......aku sedang ingin.......''
Seperti mendapat peluang, Aley menatap Damian ia tersenyum, dan menurunkan gaunnya sedikit dan jatuh di atas dadanya yang menggumpal dengan menggoda....ketika jemari Damian ingin menyentuhnya Aley menangkap tangan Damian...
''Karna kau sudah membuatku sangat kesal hari ini..maka aku akan mengatakan kepadamu kalau...aku akan memaafkanmu kita akan bercinta hari ini namun dengan satu syarat...''
Damian mengernyit...
''Apa menyentuh istriku sendiri harus menggunakan syarat..apakah kau tidak terlalu keterlalkuan Aley aku bisa.........''
''Sayang ini tak berat sayang, aku ingin kau mengijinkan aku ke pesta ulang tahun Cleo..lalu aku akan melayanimu sepenuh hatiku...bagaimana....''
''Cleo...''
''Yah.....bolehkah Damian..aku mohon...'' bisik Aley membujuk..
Damian tidak punya pilihan sama sekali, Aley benar-benar memanfaatkannya dengan sangat baik, dan memang dia sedang butuh...
''Baiklah...ayo...buka gaunmu....''
''Aley........''
Aley tersenyum sembari mengambil ponselnya untuk merekam..
''Katakan sekali lagi maka aku akan menganggap kau setuju..''
''Mengapa harus di rekam...''
''Hanya untuk jaga-jaga...aku tak ingin kau berubah pikiran...'' ucap Aley tegas,,...
Damian kembali terpaku di tempatnya..
''Baiklah aku berjanji akan menginjinkanmu pergi ke pesta tapi Aley..hanya sekali dan aku tak akan pernah mengijinkannmu lagi.''
''Yah....balas Aleysa dengan senyuman puas..
Kini dia punya bukti yang akan membuat Damian tak bisa mengelak atau berubah pikiran,...
Selesai bicara Damian mulai mendekat....melepaskan gaun Aley yang menempel...keduanya bertatapan..
''Bagaimana kalau besok kita menengok Aura...''
''Ibu akan membunuh kita berdua..biarkan dia bersama mereka dulu dan sementara itu kau merenungkan semua kesalahanmu Aley...''
''Kau pikir kau benar sendiri...''
__ADS_1
''Sstt.....jangan pikirkan hal lain....layani aku suamimu Aley.....''
Aley akan membalas kata-kata Damian namun, pria itu lebih dahulu menggunakan kesempatan untuk melum** bibirnya dengan lembut dan membawanya dengan cepat menuju ciuman panas.
Nafas Aley mulai tidak teratur ketika panasnya bibir Damian berpindah ke leher jenjangnya dan memberinya kecupan manis disana sembari memberi jejak basah dan membuat Aley mengerang...
Bibir Damian terus mencumbu Aley dengan rasa haus...ciuman itu terus bergerak dan mulai singgah di pa yu da ra Aley dan mengodanya tanpa ampun..
Suara erangan nikmat lolos begitu saja dari bibir Aley ketika Damian mengarahkan kej*ntanannya dan memasuki milik Aley yang siap menyambutnya dalam cengkraman erat yang membungkus milik Damian dan membuat tubuhnya bergetar...
''Aaarrhhh......Damian........''
''Aku mencintaimu Aleysa..'' desah Damian di sela penyatuan tubuh mereka yang melambungkannya ke awan kenikmatan...
Aley menyambut ciuman Damian ketika pria itu mendekat, tubuh mereka bergerak seirama menyelami kenikmatan yang terlalu indah.......
**********
Pagi harinya.....
Ada pesan masuk dari Cleo yang mengingatkan kalau hari ini mereka akan mengujungi panti asuhan dan Aley tak ingin ketinggalan dalam kegiatan amal ini..
Damian sudah pergi ke perusahaan pagi-pagi sekali karna ada rapat para pemegang saham dan papa Alex dan ayahnya Arkana juga akan hadir jadi Damian sebagai penerus harus hadir tepat waktu....
Aley lalu menyiapkan diri dengan cepat...lalu menuruni tangga, ia tak sabar untuk kegiatanannya hari ini...belum lagi ia harus mencari kado untuk Cleo besok di hari ulang tahunnya...
*********
Sebuah panti asuhan kecil yang terletak sudut kota menjadi pilihan Aley dan teman-temannya...mereka turun dari mobil mahal dan langsung mendapat sambutan dari kepala panti...sementara itu ada banyak anak-anak yang mulai berdatangan mengerubuni mereka...
Beberapa teman Aley sedikit menghindar karna anak-anak disini terlihat sederhana sekali, seorang pengasuh disana menggendong seorang bayi berusia sekitar 4 bulan dia seusia Aura...
Hati Aley langsung di remas dengan kuat ingatannya terbang pada putrinya Aura..tak tahan ia pun mendekat...
''Siapa namanya...''
''Ella...dia berusia 5 bulan, nona...'' ucap sang petugas itu hati-hati...
''Dia masih kecil sekali....kasihan dia......''
''Orangtuanya meninggalkannya begitu saja karna mereka akan bercerai dan masing-masing tak mau membawanya..lalu dia di titipkan disini.......''
Deg!!!!
Aley membeku.......airmatanya hampir menetes.....
''Nona....''
''Aku baik-baik saja..dia seusia putriku..''
Petugas itu membeku...putri...'' ulangnya dengan tatapan tidak percaya.......
s
__ADS_1