Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 101 - Penyemangat Hidupku


__ADS_3

Sonya dan Kenzo akhirnya menikmati bulan madu selama 5 hari di London dengan bahagia. Sesuai dengan janjinya mereka akhirnya melakukannya hanya dua kali saja. Sonya dan Kenzo akhirnya malam ini terbang ke Indonesia. Mereka hanya bulan madu lima hari saja karena Sonya akan mengikuti UAS. Setelah menempuh perjalanan 16 jam akhirnya Sonya dan Kenzo sudah berada lagi di Indonesia. Sonya sangat bahagia bisa kembali lagi ke tanah air tepat waktu. Mereka dijemput oleh sopirnya. Setelah hampir satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah kembali. Papa Vano sudah berangkat ke kantor sedangkan kakek berada di taman belakang sedang berjemur.


"Assalamualaikum."


"Wassalamualaikum Salam."


"Anak Mama yang ganteng dan menantuku yang cantik akhirnya pulang juga. Bagaimana apakah kalian senang 5 hari di London?"


"Senang sekali Mama. Waktunya 5 hari di London kurang menurut Kenzo Ma. Capek di dalam perjalanan yang menghabiskan waktu 16 jam."


"Ya karena Sonya kan mau UAS Kenzo. Mama berharap bentar lagi cucu Mama akan segera hadir disini nak," ucap Mama Zaskia sambil memegang perut Sonya.


"Aamiin," ucapnya bersamaan.


"Oh iya Mama, ini oleh-olehnya." sambil memberikan paper bag ke Maminya.


"Wah, terima kasih ya nak. Papamu pasti suka ini punya tambahan koleksi miniaturnya. Oh iya kalian pasti sudah sangat capek di perjalanan. Kalian cepat mandi gih habis itu sarapan. Setelah sarapan kalian boleh istirahat."


"Iya Ma. Kita ke kamar dulu ya?"


"Iya nak."


"Tak terasa sudah 16 hari mereka menikah. Mudah-mudahan 2 sampai 3 mingguan lagi Sonya sudah hamil barengan dengan ulang tahun Kenzo yang ke 24 tahun pas tiga minggu lagi," ucap Mama Zaskia lirih.


...*****...

__ADS_1


DI KAMAR EVAN DAN LUNA


Malam hari yang dingin tak lupa Evan membuatkan susu hamil untuk Luna. Luna sudah menunggunya dan duduk di sofa. Kehamilannya kini beberapa 11 hari lagi memasuki usia 7 bulan. Mereka akan merayakan tasyakuran kehamilannya dengan acara kecil-kecilan di rumah. Tak lama kemudian pintu kamar terbuka dan Evan berjalan mendekati Luna.


"Sayang ayo minum susunya terlebih dahulu," ucapnya sambil duduk di sofa.


Luna meminumnya dan langsung menghabiskannya.


"Anak papa tidak sampai 3 bulan lagi kita ketemu nak," ucapnya sambil bicara di depan perut Luna.


Evan lalu menempelkan telinganya ke perut Luna sebelah kiri dan tangannya memegang perut Luna. Luna lalu mengelus kepala Evan yang masih menempelkan telinganya di perutnya.


"Sayang apa yang kamu dengar? Anak kita kan tidak bersuara di dalam perutku, dia hanya bisa menendang saja," ucapnya sambil terkekeh.


"Oh iya sayang kita kok belum ada singkatan nama panggilan buat anak kita. Risa dan Rey saja ada Baby R."


"Aku setuju sayang Baby EL. Oh iya nama yang bagus yang berawalan huruf EL apa ya? Elia, Elena, Elvira, Elsa atau Eliza? Menurut kamu nama untuk bayi kita yang bagus yang mana sayang?" tanya Luna.


"Elena Putri Pratama. Sepertinya nama yang cocok untuk anak kita. Bagaimana sayang apakah kamu setuju kalau nama anak kita Elena?" tanya Evan penasaran dengan jawaban Luna.


"Wah bagus banget sayang namanya mendekati nama kita. Ya cocok sekali nama Elena gabungan dari nama Evan dan Luna."


"Baby EL apakah kamu setuju dengan nama Elena?" ucap Evan sambil mengelus perut Luna seketika anaknya menendang yang berarti merespon ucapannya.


Evan tersenyum kearah Luna lalu seketika Evan menatap wajah Luna dengan lama. Luna bingung kenapa Evan menatapnya begitu lama.

__ADS_1


"Sayang, aku menginginkanmu. Bolehkah kita melakukannya sebentar saja?" bisik Evan di telinga Luna.


Luna yang mengerti maksud Evan pun langsung mengiyakan permintaan suaminya. Luna harus menuruti permintaan suaminya karena selain mendapatkan pahala Luna berpikir bahwa kalau tidak menurutinya nantinya Evan akan di ambil pelakor. Karena asisten Evan diam-diam melapor pada Luna bahwa ada karyawan yang sepertinya menyukai Evan dan berusaha untuk mendekatinya namun Evan tidak tahu mengenai hal ini. Tidak dipungkiri bahwa suaminya itu lumayan ganteng dan masih terbilang muda jadi tidak heran bahwa ada wanita lain yang menyukai suaminya.


...*****...


Pagi hari setelah sarapan pagi bersama Papa Ferdinan dan Evan sudah berangkat ke kantor. Luna memutuskan untuk mandi di kamarnya. Luna setelah mandi saat ini sedang tidak ingin memakai dasternya. Luna sedang ingin memakai kaos dan celana hari ini namun tidak ada satupun kaosnya yang muat. Kalau dipaksakan di pakai, perutnya tetap saja masih terekspos. Luna lalu menelepon Evan agar nanti sepulang kerja Evan bisa membelikan Luna kaos. Luna emosi tadi Evan sempat bicara bahwa nanti Evan pulang terlambat karena masih harus bertemu dengan klien dan yang akan membelikannya kaosnya adalah asistennya yang akan diantar ke rumahnya. Evan berharap Luna mengerti bahwa klien kali ini sangatlah berpengaruh terhadap perusahaannya karena merupakan salah satu investornya. Namun tidak bagi Luna yang ingin Evan sendiri yang memilihkan kaos untuknya. Setelah menutup teleponnya seketika perutnya mendadak nyeri dengan tendangan yang begitu kuat dari anaknya. Usia kehamilan Luna beberapa hari lagi menginjak 7 bulan jadi perutnya sudah lumayan membesar.


"Auwww..... Kenapa perutku tiba-tiba seperti ini?" sambil memegang perutnya dan lalu berjalan duduk di sofa.


Luna baru teringat beberapa menit yang lalu sempat memarahi Evan melalui telepon.


"Nak kamu didalam kenapa? Sepertinya kamu marah ya sama mama karena tadi mama marahin papa? Maafin mama ya nak, mama janji gak akan marahin papamu," ucapnya sambil mengelus perutnya.


"Dia anakku, aku yang susah payah mengandungnya hampir 7 bulan ini tetapi dia selalu belain papanya." lirihnya.


Luna lalu mendapat ide untuk memfoto kehamilannya yang akan dikirim ke Evan dan meminta maaf kepada suaminya karena tadi sempat memarahinya.


Luna mengirimkan fotonya ke Evan melalui pesan WhatsApp.


📤 Luna : "Sayang, maaf tadi aku telah memarahimu. Aku tunggu kaosnya datang ya sayang."


📥 Evan : "Tidak apa sayang, tunggu sebentar lagi ya sayang, asistenku baru membelikan kaos untukmu."


📤 Luna : "Iya sayang. Kamu semangat ya kerjanya. Aku dan Baby EL selalu mendukungmu."

__ADS_1


📥 Evan : "Iya sayang, hanya kamu dan anakku yang menjadi penyemangat hidupku."


Luna tersenyum bahagia mendapatkan pesan WhatsApp dari suaminya. Luna lalu memutuskan untuk menggunakan kemeja sambil menunggu asisten Evan datang membawakan kaosnya. Luna lalu akan memasak untuk makan siang suaminya dan dititipkan ke asistennya nanti kalau sudah sampai membawakan kaosnya. Ini pertama kalinya Luna memasak untuk makan siang suaminya di kantor. Biasanya Evan selalu makan di ruang kerjanya yang dibelikan oleh asistennya dan sambil video call Luna saat jam makan siang.


__ADS_2