
Sandra kini melirik ke arah jam tangannya dan sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
"Revano, ayo kita kembali. Pasti mereka mencari kita." Ajaknya dan lalu berdiri dari kursi taman.
"Iya Kak Sandra." Revano tersenyum kini Sandra sudah tidak sedih lagi karena acara pertunangan Kakaknya.
"Oh iya, sapu tangan kamu nanti Kakak cuci terlebih dahulu ya, sebelum nanti Kakak kembalikan."
"Tidak usah Kak. Buat calon Kakak ipar saja hehehe," ucapnya tersenyum manis.
"Duh.. Manis banget sih calon adik iparku kalau lagi tersenyum." Batin Sandra.
"Ah, apa sih yang aku pikirkan." Dengan segera Sandra menepis bayangan menjadi Kakak ipar Revano karena hal itu tak mungkin akan terjadi kecuali Allah berkehendak lain.
(Dan tentunya berkat ide author 🤣)
"Memangnya Kak Sandra sedang memikirkan apa?"
"Aduh, ketahuan deh kalau tadi aku keceplosan." Batin Sandra.
"Hello..... Kak Sandra.. Kak jangan melamun." Revano kini melambaikan tangannya tepat di wajah cantik Sandra.
"Eh... Revano, ini kan sudah malam. Ayo kita kembali ke tempat acara pertunangan Kakak kamu."
"Hmm... Iya Kak Sandra ayo."
"Sepertinya Kak Sandra sedang memikirkan sesuatu. Tapi apa ya? Aku harus cari tahu, apalagi sepertinya ini menyangkut tentang Kak Reno dan Kak Kezia." Batin Revano sifat kepo sudah mulai beraksi.
Sandra dan Revano sedang berjalan menuju ke acara pertunangan Kezia dan Reno. Sandra menghembuskan napasnya dengan kasar dan harus memasang wajah bahagia atas pertunangan kedua sahabatnya. Lova dan Dean mendekati Sandra yang bersama Revano.
"Sayang, Mami dan Papi cari kamu nak. Ternyata kamu sama Revano."
"Eh iya Mami, tadi aku sama Revano cari angin sebentar," ucapnya mencari alasan.
"Ya sudah yuk nak kita pulang saja. Sepertinya kita tidak dibutuhkan oleh keluarga ini lagi," ucap Lova yang merasa kecewa tidak menganggap dirinya, Dean dan juga Sandra selama ini sebagai orang terpenting dalam persahabatan. Lova kecewa pertunangan Reno dan Kezia yang dadakan itu tidak memberitahu terlebih dahulu dengannya.
"Apa maksud Tante Lova ya berbicara seperti itu?" Batin Revano.
"Ehm iya Mami. Revano, Kakak pulang duluan ya."
"Sudahlah nak, untuk apa lagi kamu bilang sama Revano. Keluarga mereka saja telah mengecewakan kita kok. Ayo kita pulang saja nak," ucap Dean menarik secara paksa anaknya agar segera masuk ke dalam mobil.
"Ada apa ini? Apa yang tidak aku ketahui, sepertinya Om Dean dan Tante Lova sangat marah dan kecewa terhadap keluargaku." Batin Revano.
Kini mobil Dean sudah pergi. Revano masih bingung dengan perkataan Dean tadi. Revano lalu berjalan kembali ke tempat acara pertunangan Kakaknya tersebut.
"Nak, kamu tadi habis dari mana?" tanya Risa.
__ADS_1
"Aku tadi habis cari angin saja Mom sama Kak Sandra," ucapnya keceplosan dan lalu menutup mulutnya dengan tangan kirinya.
"Sekarang Sandra mana Revano?" tanya Reno penasaran.
"Kak Sandra sudah pulang sama Om Dean dan Tante Lova. Mereka tadi kayaknya marah dan kecewa sekali Kak sama keluarga kita."
"Astaga sayang, kita lupa memberitahu Lova dan Dean mengenai acara pertunangan Kezia dan Reno. Mereka pastinya kecewa karena tidak diberitahu tentang acara sepenting ini."
"Iya sayang mereka pasti sangat kecewa dengan kita." Rey kini juga mulai merasa gelisah.
"Oh, jadi karena itu mereka tidak pamit pulang sama kita ya?"
"Sepertinya begitu sayang."
"Nanti biar aku saja yang menjelaskan pada mereka." Kenzo kini akan menjelaskannya kepada Dean.
"Baiklah kalau begitu kita tidak perlu merasa cemas."
"Kita pulang dulu ya Rey," ucap Kenzo.
"Iya hati-hati ya dan jaga calon menantuku," ucapnya tersenyum.
"Siap. Calon menantumu akan baik-baik saja. Karena aku adalah Papa yang hebat."
Rey mengacungkan jempolnya kepada sahabatnya. Rey percaya Kenzo akan menjaga Kezia calon menantunya dengan baik.
"Aku pulang dulu ya Risa." Sonya lalu memeluk calon besannya.
"Iya Risa pasti."
"Tante, Om. Kezia pamit pulang dulu ya." Kezia langsung mengecup punggung tangan Risa dan juga Rey.
"Saya juga ya Tante dan Om." Kini gantian Keano yang mengecup punggung tangan Risa dan Rey.
"Iya, kalian bilang sama Papa kamu agar tidak ngebut naik mobilnya."
"Siap Tante yang cantik," ucap Keano dengan senyuman manisnya.
Kini mobil Sonya dan Kenzo sudah tidak terlihat. Para tamu undangan sudah mulai pamit pulang. Setelah selesai acara dan tamu sudah pada pulang lalu mereka masuk ke dalam rumah. Reno akan protes kenapa acara pertunangannya dadakan seperti ini. Seperti tidak menghargai pendapat Reno setuju atau tidaknya.
"Nak, apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Rey.
"Daddy, Reno kecewa sama Daddy and Mommy yang tiba-tiba membuat acara pertunanganku dengan Kezia. Kenapa Daddy and Mommy tidak bertanya dulu kepadaku?"
"Karena kita memberikan surprise nak," ucap Rey.
"Nak, bukankah kamu menyukai Kezia sejak lama? Kalian juga sudah akrab kan selama ini?" Kini Risa mulai membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Mommy dekat tidaknya seseorang itu bukan karena Reno menyukai Kezia. Tapi karena kita nyaman bersahabat. Reno takut kalau Sandra akan memutuskan hubungan persahabatan kita bertiga."
"Iya nak. Sepertinya Sandra bukan orang yang seperti itu. Sandra pasti akan menghargai keputusan kita untuk acara pertunangan tadi."
"Kezia anak yang sangat baik dan juga cantik Reno. Sudahlah kamu terima saja perjodohan ini, bukankah cinta akan datang karena terbiasa nak. Lihatlah seperti Daddy and Mommy. Kita dulu juga dijodohkan dan akhirnya kita saling mencintai dan bahkan dikaruniai dua anak dari hasil pernikahan kita."
"Tapi Reno tidak suka dengan perjodohan ini. Mommy and Daddy egois tidak tahu apa yang Reno inginkan." Reno lalu pergi begitu saja dari ruang keluarga.
"Huh... Anak itu keras kepala sekali sih. Kenapa tidak menerima saja perjodohan ini. Seperti siapa sih Reno ini kelakuannya," ucap Rey yang tidak sadar telah menyindir istrinya.
"Reno jelas sepertiku. Karena Reno adalah anakku. Ayo nak kita tidur, malam ini Mommy akan menemanimu tidur di kamarmu," ucap Risa menggandeng tangan anak bungsunya.
"Yey, asyik Revano akan tidur sama Mommy. Daddy sering-sering saja ya bertengkar sama Mommy. Agar Revano selalu ditemani Mommy Risa tidurnya," ucapnya terkekeh.
"Ayo Mommy kita ke kamar," ucapnya kembali.
"Ayo nak," ucapnya sambil tersenyum dan mengelus kepala anak kesayangannya.
Rey membolakan matanya saat anak bungsunya berbicara seperti itu. Bahagia di atas penderitaan orang tuanya. Rey hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak bungsunya.
"Revano, kamu sangat nakal sekali nak setelah pulang dari pondok pesantren. Kamu bikin kesal Daddy saja." Rey kesal terhadap anak bungsunya yang kelakuannya 11, 12 dengan Risa tapi manjanya tetap seperti Rey.
Kini Risa dan Revano sudah meninggalkan ruang keluarga dan menuju ke kamar Revano.
"Duh, aku salah bicara lagi tadi dengan istriku. Sekarang Risa kan jadi marah. Anak-anak sudah pada besar kok masih sering ngambek," ucap Rey sambil menepuk jidatnya.
"Sabar nak," ucap Papi Aldi memegang bahu Rey.
"Iya Papi." Rey jawabnya singkat.
Di hari ulang tahun pernikahannya kini Rey harus tidur sendirian. Sedangkan kini Revano tidur ditemani oleh Risa.
"Mommy, Revano senang kalau Mommy menemani Revano tidur hehehe," ucapnya dengan menampilkan gigi putihnya.
Revano anak yang manja. Justru bahagia jika Mommy Risa and Daddy Rey sedang bertengkar karena Mommy Risa akan tidur di kamarnya. Kini Revano memeluk Mommy Risa.
"Nak, kamu sudah mau masuk SMA. Kamu harus belajar menjadi laki-laki yang dewasa ya mulai dari sekarang." Risa mengelus rambut anaknya dengan penuh kasih sayang.
"Siap Mommy." Sambil hormat.
Revano anak yang baik selalu menurut kepada Mommy and Daddy. Berbeda dengan Reno yang kadang membangkang. Jadi semua Opa dan Omanya lebih sayang dengan Revano.
"Ya sudah, sekarang kita tidur ya nak karena ini sudah larut malam."
"Iya Mommy."
"Selamat tidur anak Mommy. Jangan lupa baca doa sebelum tidur." Risa lalu mengecup kening Revano.
__ADS_1
"Selamat tidur juga Mommy." Tersenyum dan menatap wajah Risa.
Revano lalu membaca doa tidur dan beberapa menit kemudian Revano sudah terlelap dalam mimpinya. Risa juga sekarang sudah tertidur pulas. Sedangkan Rey kini menyesal karena tadi salah bicara yang membikin sekarang Risa jadi ngambek dan tidur di kamar Revano. Anaknya itu sangat manja, jadi suka jika kedua orang tuanya bertengkar. Karena Revano akan selalu ditemani Risa saat tidur.