
Revano melajukan mobilnya ke arah rumahnya. Dirinya sudah tidak sabar memberi kabar baik kalau Kak Sandra juga mencintai Kakaknya. Kini Revano sudah sampai rumah dan segera langsung menuju ke kamar Kakaknya.
"Kak..... Kak Reno." Revano sambil mengetuk pintu kamarnya.
Sudah 5 menit Revano menggedor-gedor kamar Kakaknya.
"Kakak...... Bukain pintunya kalau tidak Kakak akan menyesal." Teriak Revano dari luar.
Reno yang tadi tidur pun akhirnya terbangun mendengar teriakan adik satu-satunya yang manja. Perlahan Reno bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan membuka pintu kamarnya.
"Ceklek.........." Pintu kamarnya terbuka setengah.
Reno terkejut adiknya tiba-tiba tersenyum saat melihat dirinya.
"Hoam.........." Reno menguap menutup mulutnya.
Revano langsung masuk nyelonong masuk ke dalam kamar Kakaknya.
"Eh Revano, kamu ini gak sopan gedor-gedor pintu kamarku. Kakak tadi sedang tidur, kalau Kak Reno jantungan gimana? Huh....."
"Revano, kamu jangan asal main nyelonong aja masuk ke kamar Kakak," ucapnya kembali.
"Ya maaf Kak. Tapi aku ada berita bahagia buat Kak Reno." Kini Revano sudah duduk di tepi ranjang Kakaknya.
"Berita bahagia apa? Kamu pasti mau meledek Kakak ya, kalau besok Kakak akan fitting baju pengantin dengan Kezia."
"Kakak ini jangan berprasangka buruk dulu sama aku."
"Dengarkan baik-baik rekaman ini. Kak Reno pasti akan berpikir dua kali untuk menikahi Kak Kezia."
Reno langsung meraih hp adiknya. Revano tersenyum tipis sebentar lagi Kakaknya akan tahu kalau Kak Sandra juga mencintainya. Reno memutar rekaman itu dua kali agar memastikan telinganya tidak salah mendengar.
"Sandra juga mencintaiku?" Lirihnya.
"Iya, benar Kak Reno. Kak Sandra mencintaimu, tapi Kak Sandra tidak mau menyakiti hati Kak Kezia dan takut kalau Daddy Rey terkena serangan jantung dadakan."
__ADS_1
Reno masih terdiam dengan perkataan adiknya ada benarnya juga.
"Kak Reno, kejar cintamu sebelum terlambat. Mumpung belum fitting baju pengantin bersama Kak Kezia besok pagi. Masih ada waktu nanti setelah makan malam untuk berbicara dengan Daddy Rey and Mommy Risa."
"Semangat Kak. Aku selalu mendukungmu," ucapnya sambil menepuk pundak Reno, menyemangati Kakaknya.
"Revano, terima kasih ya. Kamu adikku yang pintar. Kakak gak tahu kalau kamu punya pemikiran sampai sejauh ini dan sampai merekam percakapan Sandra."
"Revano Putra Wijaya gitu loh. Adik Kak Reno yang paling kece ini akan selalu mendukung Kakak. Aku melakukan semua ini karena aku tidak ingin Kakak menikah dengan Miss Bawel itu. Aku sukanya Kakak sama Kak Sandra, gadis yang baik hati dan yang pastinya Kak Reno cintai."
"Sini Kakak peluk, adikku yang manja."
Kini mereka saling berpelukan. Revano bahagia kini Kakaknya sudah tahu kalau cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Reno bersyukur punya adik seperti Revano yang bisa diandalkan.
"Tapi dik. Kayaknya Kakak gak bisa menolak permintaan Daddy Rey. Kakak takut Daddy Rey kenapa-kenapa." Kini wajah Reno ditekuk.
Seketika Revano ada ide brilian terbesit dalam pikirannya. Revano yakin rencana ini akan berhasil.
"Kak, aku punya ide. Kakak gak usah takut kalau Daddy Rey kenapa-kenapa. Sepertinya nanti akan aman-aman saja jika pakai ide ku kali ini."
"Kakak tetap lanjutkan besok fitting baju pengantin bersama Kak Kezia. Biar mereka tidak curiga Kak. Nah, nanti waktu hari H Kak Reno kabur saja dan temui Kak Sandra."
"Aku yakin Kak Sandra tidak akan datang ke acara pesta pernikahan Kak Reno dengan Kak Kezia. Kemarin saja waktu Kak Reno bertunangan dengan Kak Kezia dan Kak Sandra lebih memilih untuk pergi dari tempat acara," ucapnya kembali.
"Pantas saja aku cari-cari Sandra tidak ada saat aku bertukar cincin pertunangan dengan Kezia."
"Iya waktu itu kan Kak Sandra sedang bersamaku. Kak Sandra menangis Kak malam itu."
"Eh, tadi apa kamu bilang? Kakak harus kabur saat hari H pernikahan Kakak dengan Kezia?"
"Iya benar. Itu salah satu cara menghindari jika Daddy sesak napas jika Kak Reno bilang sekarang mau membatalkan pernikahan ini."
"Soalnya menurut aku ya Kak kalau pengantin prianya kabur otomatis pernikahannya akan batal," ucapnya kembali.
"Akan Kakak pikirkan lagi mengenai hal ini."
__ADS_1
"Kak, menikah itu hanya sekali jadi untuk apa Kak Reno berpikir lagi. Kan sudah ada Kak Sandra yang mencintai Kakak."
"Tapi kan masih ada Kezia, Revano. Kakak takut nanti persahabatan Kakak dengan dia akan hancur."
"Ya memang persahabatan Kakak akan hancur jika menikahi salah satu di antara mereka."
"Iya perkataan kamu ada benarnya juga Revano. Tapi aku gak yakin kalau Kezia nanti bakalan menerima kalau pernikahan ini batal."
"Biarkan saja Kak. Yang penting Kak Reno bahagia. Aku yakin Kak Kezia bakalan mencari kebahagiaan sendiri nantinya."
"Hmm iya. Kezia pasti juga akan menemukan laki-laki yang baik juga untuknya. Meskipun Kezia agak bawel tapi dia baik kok sebenarnya."
"Ah, Kak Kezia gak ada baik-baiknya kalau sama aku. Cuma sama Kak Reno saja baiknya."
"Hahahaha....... Kalian ini sudah seperti Tom and Jerry saja sih kalau bertemu. Selalu berantem dan main kejar-kejaran."
"Gak tahu Kak. Bawaannya kesal saja kalau ada Kak Kezia main ke rumah. Beda kalau Kak Sandra yang ke sini hawanya sejuk terasa adem saja lihatnya."
"Hahaha..... Kamu jangan terlalu benci sama Kezia. Siapa tahu dia jodoh kamu dik," ucapnya sambil tertawa terbahak-bahak.
"Amit-amit Kak kalau sampai berjodoh sama Kak Kezia," ucapnya sambil membayangkan jika benar-benar berjodoh dengan Kezia, Revano langsung bergerdik ngeri.
"Jangan begitu dik nanti kamu bucin loh sama Kezia. Sebenarnya Kezia itu baik anaknya dan juga mengasyikkan."
"Ah, udahlah Revano mau ke kamar saja. Di sini Kak Reno ledekin Revano terus."
"Revano, tapi Kakak setuju kok kalau kamu sama Kezia." Teriaknya sambil tersenyum.
Revano mendengus kesal. Kakaknya sudah diberi solusi untuk bisa bersama Sandra. Eh balasannya justru Revano diledekin sama Reno.
"Aku gak mau Kak sama Kak Kezia si gadis bawel dan nyebelin itu. Pasti nasibnya tidak beruntung orang yang nantinya berjodoh sama Kak Kezia," ucapnya sambil keluar dari kamar Reno dan menutup pintunya dengan di banting.
"Hahaha... Adikku lucu sekali. Kalau kalian berjodoh bakalan aku ledekin habis-habisan nanti lihat saja." Reno tidak bisa membayangkan kalau mereka berjodoh beneran. Pasti setiap hari akan uring-uringan.
Kini Reno lega setelah adiknya memberikan rekaman hpnya tadi. Ternyata selama ini cintanya tidak bertepuk sebelah tangan dengan Sandra. Reno sangat bersyukur punya adik seperti Revano. Meskipun kadang sering ceplas-ceplos dan masih manja tapi Revano baik hatinya.
__ADS_1
Revano sudah sampai di kamarnya sendiri. Revano masih kesal dengan Kakaknya. Tapi Revano lega kini sudah menyampaikan bahwa mereka cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Revano jadi memikirkan perkataan Kakaknya kalau Reno setuju jika dirinya dengan Kezia karena kata Kakaknya sebenarnya Kezia anak yang baik hanya saja sedikit bawel. Revano lalu teringat kalau Kezia pernah memeluknya waktu kemarin saat dirinya menangis karena dijewer telinganya. Jantungnya berdegup dengan kencang seperti mau lompat saja saat dipeluk Kezia.