Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Cobalah Untuk Membuka Hati


__ADS_3

Sonya dan Kenzo masih di apartment anaknya. Sonya gelang-gelang kepala saat melihat apartment anaknya.


"Sayang, lihatlah anak kita ini sangat keterlaluan. Semuanya diserahkan ke Revano. Kalau Risa sampai tahu kita malu sayang."


Melihat ada cucian piring dan cucian baju menumpuk. Tadi Kezia keceplosan saat Sonya dan Kenzo masuk ke apartment. Kezia mengiranya yang masuk adalah suaminya. Jadi Kezia tadi marah-marah karena Revano pergi belum cuci piring, cuci baju dan bersih-bersih apartment.


Sonya langsung mencuci piring dan membersihkan dapur. Sedangkan Kenzo menyapu dan membersihkan sofa dengan alat penyedot debu. Untuk cucian baju Sonya akan membawanya ke laundry.


"Sudah beres..." Sonya tersenyum saat apartment anaknya kini sudah bersih.


Sonya kini sedang mandi. Sonya dan Kenzo kasihan dengan Revano jika pulang harus bersih-bersih apartment. Jadi tadi mereka yang membersihkan apartment. Kezia sudah datang dari rumah sakit. Matanya sembab habis menangis.


"Kamu kenapa nak? Apa yang terjadi?" Kenzo takut sahabatnya akan kenapa-kenapa. Soalnya kondisi terakhirnya Rey kritis.


"Papa............." Kezia langsung memeluk Papa Kenzo.


"Nak, coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi? Rey kenapa nak?"


"Bukan Daddy Rey, Papa. Tapi Reno..." Menangis sesenggukan dipelukan Papa Kenzo.


"Reno?" Sambil dahinya berkerut.


"Iya Papa, Reno ternyata sudah menikah."


"Apa? Reno sudah menikah?"


"Iya Papa Reno sudah menikah." Sambil melepaskan pelukannya.


"Reno menikah dengan siapa nak?"


"Reno menikah dengan perempuan pengkhianat itu!"


"Maksudnya? Papa tidak tahu nak apa yang kamu maksud."


"Reno menikah dengan Sandra. Mereka menikah saat Reno kabur dari acara pernikahan yang seharusnya aku menikah dengannya Papa."


"Apa nak? Reno menikah dengan Sandra?"


"Iya dan Papa tahu tidak, sekarang Sandra sedang hamil Papa." Kezia menangis tersedu-sedu saat mengetahui kenyataan pahit ini.


"Sudahlah nak... Jangan menangis lagi. Mungkin jodoh kamu adalah Revano. Karena undangan yang tercetak adalah nama kalian bukan nama Reno."


"Papa kok bicara seperti itu sih? Kezia tidak terima Papa, Reno kabur dihari pernikahan dan menikah dengan Sandra. Apalagi mereka kini akan mempunyai anak."


"Sayang, dengarkan Papa. Mungkin mereka memang berjodoh nak. Kita tidak bisa mengubah takdir yang Allah gariskan. Kamu sudah mendapatkan suami yang lebih baik dari Reno. Lihatlah nak, Revano mau melakukan apa saja demi menurut semua keinginan kamu."

__ADS_1


Kezia terdiam sejenak dan memang benar Revano selalu menuruti keinginannya.


"Tapi Papa, Kezia tidak mencintai Revano. Kezia hanya mencintai Reno."


"Cobalah untuk membuka hati untuk suamimu nak. Kalau Revano tidak kuat dengan pernikahan ini karena kamu tidak menghargainya dan bersikap semena-mena kepadanya. Papa yakin Revano akan menyerah dengan pernikahan ini."


"Itu memang yang Kezia inginkan Papa. Kezia tersiksa menikah dengan Revano." Batin Kezia.


Kezia masih terdiam saja.


"Nak, Papa hanya mengingatkan kamu. Papa juga ingin yang terbaik untuk kamu. Revano memang anak yang baik nak. Kamu seharusnya bersyukur memiliki suami seperti Revano. Bisa masak, bisa cuci piring, cuci baju dan juga bersih-bersih apartment. Jarang anak zaman sekarang yang mau seperti itu nak. Apalagi Revano anak orang kaya."


"Coba nak kamu pikirkan. Apakah ada anak orang kaya yang mau melakukan semua hal itu? Sangat langka bukan?"


"Papa kok kenapa jadi memuji Revano terus sih? Yang anak Papa itu Kezia bukan Revano!" ucapnya sambil pergi ke kamarnya.


"Huh, anak itu sifatnya seperti Mamanya. Keras kepala," ucapnya sambil menepuk jidatnya dan lalu meminum teh buatan Sonya, istri tercintanya yang sudah memberikan dua anak untuknya.


Di kamar Kezia terkejut saat melihat kamarnya yang sudah rapi. Pasti Mama dan Papanya habis bersih-bersih apartment. Sonya lalu keluar dari kamar mandi. Sonya habis mandi keramas karena gerah habis bersih-bersih apartment anaknya. Sonya masih menggunakan handuk di kepalanya.


"Mama yang bersihkan kamarku?"


"Iya nak. Mama dan Papa yang bersihkan apartment kamu. Kezia, kamu itu sudah bersuami setidaknya kamu yang beres-beres apartment. Tidak menunggu Revano yang beresin apartment."


"Revano mau kok Mama. Lagian biar dirinya sadar diri kalau di sini cuma numpang."


"Kezia jaga bicara kamu nak!"


"Emang kenyataannya seperti itu kan Mama. Aku yang berkerja dan dirinya yang harus beres-beres rumah."


"Kezia, Revano masih kuliah jadi wajar saja belum bekerja jadi belum bisa membeli rumah atau apartment. Kamu yang sabar dong nak. Istri yang baik itu menemani suaminya sukses karirnya dari 0."


"Sayang sekali aku bukan istri yang seperti itu. Aku tidak menganggapnya sebagai suami Mama. Revano lebih muda dariku harusnya dirinya menjadi adik ipar aku."


"Astagfirullah nak. Kamu jangan seperti itu."


"Mama tahu tidak tadi di rumah sakit ada kejutan."


"Kejutan apa sayang?"


"Reno ternyata sudah menikah."


"Menikah dengan siapa nak?" Tanyanya penasaran.


"Sama pelakor Mama."

__ADS_1


"Mama ingin tahu istri Reno nak." Sonya sekarang ini melihat sendiri istri Reno.


"Mama kenal kok sama pelakornya. Bahkan sangat kenal," ucapnya sambil duduk di pinggir ranjang.


Sonya mengernyitkan dahinya.


"Siapa nak? Kok Mama bisa kenal?"


"Siapa lagi kalau bukan Sandra Halim. Sahabat yang tega menusuk dari belakang."


"Apa Reno menikah dengan Sandra? Kapan mereka menikah nak?"


"Waktu Reno kabur Mama. Reno tega banget tidak sih Mama. Kabur dari pernikahan dan langsung menikahi Sandra."


"Harusnya Reno kalau suka dengan Sandra bilang dari awal."


"Mama, mereka telah mengkhianati persahabatan yang kita bangun sama-sama selama ini."


Sonya lalu memeluk anaknya. Sonya juga kasihan dengan Kezia karena anaknya begitu mencintai Reno.


"Nak, mungkin Reno memang bukan jodoh kamu. Mungkin Reno memang jodohnya Sandra. Kamu yang sabar ya nak. Allah sudah gantikan Reno dengan Revano, suami yang baik untuk kamu."


"Mama, tapi Kezia hanya cinta sama Reno Mama. Kezia tidak cinta dengan Revano."


"Nak, cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Kamu juga tahu kan Risa dan Rey mereka dulu."


Kezia mengangguk pelan. Biar Mamanya tidak menceramahinya lagi.


"Nak, Mama pinjam hairdryer."


"Ambil saja Mama itu hairdryer ada di laci."


Sonya langsung membuka laci tersebut. Sonya membulatkan matanya saat melihat ada pil pencegah kehamilan. Sonya langsung mengambil itu dan akan meminta penjelasan dengan anaknya.


"Nak, katanya kamu tidak mencintai Revano lalu apa ini?" Sambil memegang pil pencegah kehamilannya.


Kezia langsung menoleh. Kezia matanya terbelalak saat Mamanya melihat pil pencegah kehamilannya.


"Duh, ketahuan Mama lagi. Gimana ini aku menjelaskannya?" Batin Kezia.


"Eh? Itu.. Itu....." Kezia bingung mau bicara apa.


"Itu apa nak? Kamu tidak bisa mengelaknya lagi. Ini bukti bahwa kalau kalian sudah melakukannya."


"Mama jangan salah paham dulu. Kezia bisa menjelaskan semuanya dengan Mama."

__ADS_1


Kezia akan menjelaskan semuanya dengan Mamanya. Kezia berharap Mamanya bisa mengerti akan keinginannya. Mamanya berhak tahu tentang kehidupan rumah tangganya dengan Revano selama dua bulan ini.


__ADS_2