Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Buku Diary Reva


__ADS_3

Jangan lupa untuk tinggalkan like sebelum baca karena like nya semakin menghilang nih 🙃🙂


Rio langsung naik ke kamarnya dan ingin membaca buku diary istrinya. Ia sangat penasaran dengan isi buku diary istrinya tersebut. Lembar demi lembar Rio buka dan baca. Ada yang membuatnya bahagia dan ada yang membuatnya sedih.


Aku bahagia di hari pernikahanku tepat pada waktu aku berulang tahun. Rio begitu mencintaiku, ternyata aku wanita yang beruntung bisa punya suami yang perhatian seperti Rio. Hidupku terasa semakin sempurna saat bersamanya.


Malam-malam yang indah kita telah lalui bersama. Aku bingung kenapa aku tak kunjung hamil juga. Lalu aku memberanikan diri untuk pergi ke rumah sakit. Ternyata suamiku yang bermasalah selama ini. Aku terkejut saat tahu kenyataan yang sebenarnya. Aku jadi enggan cerita dengan suamiku karena takutnya ia akan bersedih jika tahu hal yang sebenarnya.


Rio lalu teringat saat ia bingung kenapa istrinya tak kunjung hamil juga. Padahal saat itu pernikahannya sudah berjalan beberapa bulan. Rio lalu kembali membuka diary milik Reva.


Aku tahu suamiku yang bermasalah selama ini. Namun aku tatap tegar saat Nenek mengira aku yang mandul. Aku berusaha menutupi kekurangan suamiku. Biarlah aku yang dicaci maki oleh Nenek.


Begitu suamiku tahu kalau sebenarnya ia yang bermasalah. Rio langsung tegas bilang ke Nenek. Padahal aku sudah melarangnya. Tapi akhirnya rahasia itu terbongkar juga dan akhirnya Nenek meminta maaf kepadaku.


Aku bahagia saat Dokter mengatakan bahwa program hamilnya berhasil. Aku sekarang sedang mengandung dua anaknya sekaligus. Rio semakin hari semakin perhatian. Setiap aku ngidam sesuatu pasti ia belikan atau ia buatkan saat itu juga. Rio menjadi Papa siaga untuk kedua anakku. Aku sangat bahagia, hidupku terasa semakin lengkap saat kedua buah hatiku akan segera hadir melengkapi keluarga kecil ini.


Rio menangis saat ini. Ia jadi kangen dengan istri dan kedua anaknya. Kemudian Rio kembali membaca diary istrinya.


Kedua anakku semakin aktif, Rio bahagia bisa merasakan tendangan kecil dari kedua anakku. Bahagianya saat ini yang aku rasakan. Suamiku begitu menyayangi aku dan kedua anakku. Kemarin saat aku cek kandungan mereka tidak memperlihatkan jenis kelamin bayinya. Dokter bilang mungkin bulan depan baru bisa dilihat. Aku semakin penasaran jenis kelamin kedua anakku.


Rio membuka lembaran baru yang istrinya tulis.


Semenjak malam itu, Rio jadi berubah dingin dan sedikit pendiam. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya. Mungkin saja pekerjaan di kantornya sedang banyak. Aku selalu mendukung apa yang suamiku lakukan. Setiap malam saat sholat tahajud aku selalu berdoa agar suamiku diberikan rezeki yang halal dan diberikan kesehatan agar bisa berkerja di hari esok.


Rio semakin terisak saat membacanya. Ia saat itu tahu mulai adanya kesalahpahaman saat mendengar percakapan antara Mama dan Papanya. Rio tak mendengar semua percakapan itu dan langsung memutuskan pergi dan mengambil kesimpulan bahwa Revano selama ini telah mengabaikan Mama Viona.

__ADS_1


"Sayang, maafkan aku ..."


Rio menghapus air matanya dan lalu membuka kembali buku diary istrinya. Ia semakin penasaran apa yang ditulis Reva selama ini. Karena tidak tahu bahwa Reva memiliki buku diary.


Hari ini suamiku tidak bisa menemani aku untuk cek kandungan. Aku berangkat sendiri ke Dokter kandungan. Aku bahagia saat kedua anakku berjenis kelamin perempuan seperti yang suamiku inginkan. Akhirnya aku bisa membuat suamiku bahagia dengan memberikannya dua anak sekaligus untuknya. Ia ingin sekali punya anak kembar selama ini. Padahal aku takut sekali untuk hamil. Bukan takut karena tubuhku akan menggendut atau berubah namun yang aku takutkan suamiku yang akan berubah hatinya dan melirik ke wanita lain yang lebih menarik dariku.


Setelah aku selesai periksa ke Dokter kandungan aku berencana untuk membuat suamiku terkejut saat aku datang ke kantornya. Saat akan membuka pintu ruangannya dan memberikan memberikan surprise kepada suamiku justru aku yang diberi kejutan oleh Rio. Aku mendengar sendiri kata sayang terucap dari mulut mereka masing-masing. Sekarang aku tahu alasan Rio agar kalau aku tidak boleh datang ke kantor. Ternyata ia sudah punya wanita idaman lain yaitu sekretarisnya sendiri. Sudah kuduga, akhirnya aku diduakan seperti temanku. Rio mengingkari janjinya untuk setia sampai mati. Aku kecewa suamiku tega berbohong dan menduakan aku.


Aku terus mengikuti gaya selingkuhan suamiku. Kata karyawan salon masih cantik aku dibandingkan selingkuhannya suamiku. Meskipun aku terlihat lebih gendut namun aura kecantikan aku semakin terpancar semenjak hamil.


Rio meraih tisu dan menghapus air matanya saat teringat bersama sekretarisnya di kantor dan saat itu asistennya masuk dan membawakan hasil USG yang Reva jatuhkan di depan ruangannya.


Rio sudah tidak peduli lagi sama aku. Seharusnya jika ia tidak peduli lagi denganku maka seharusnya ia bisa peduli dengan anaknya. Tapi Rio benar-benar keterlaluan, ia tak peduli dengan kedua anaknya. Bahkan ia juga sering pulang malam. Aku selalu saja sabar dan berusaha untuk mempertahankan rumah tangga yang sudah kami bangun.


Menjelang hari ulang tahunku dan 1 tahun pernikahan tiba-tiba saja ada paket datang. Aku bahagia saat melihat sebuket bunga mawar yang besar tersebut. Aku sangat terkejut saat tahu bunga mawar itu bukan ditujukan untuk aku tapi untuk perempuan lain. Hancur hatiku saat melihat siapa nama yang ada dalam sepucuk surat itu. Mungkinkah suamiku itu hanya pamer bahwa sudah ada wanita yang bisa menggantikan posisiku di rumah ini?


Hatiku hancur berkeping-keping saat melihat bunga itu. Aku taruh di kamar dan ingin aku tanyakan nanti saat suamiku datang. Aku lalu meninju meja rias yang ada di kamarku. Tanganku sampai berdarah-darah. Sakit yang kurasa tidak sebanding dengan sakit hatiku yang terlalu dalam. Aku hanya manusia biasa. Aku juga punya batas kesabaran dan aku juga punya hati. Sudah cukup Rio menyakiti hatiku. Namun karena malam ini malam 1 tahun pernikahan kita aku akan tetap merayakannya bersama suamiku sekaligus merayakan ulang tahunku. Aku akan tetap sabar dan memaafkannya dengan merayakan anniversary satu tahun pernikahan.


Sampai malam tiba aku menunggu suamiku datang. Ia tidak pulang sampai larut malam bahkan aku sampai ketiduran di sofa. Akhirnya aku meniup lilin ulang tahun itu sendirian. Berbeda dari tahun sebelumnya yang merupakan hari di mana aku dan Rio saling mengucapkan janji suci pernikahan dan saling melempar senyuman berdiri di atas pelaminan.


Rio tak kuasa menahan tangisannya saat membaca buku diary Reva. Ia menyesal karena telah balas dendam yang salah alamat itu membuatnya menyakiti hati istrinya dan tidak perhatian dengan kedua anaknya. Disaat ulang tahun pernikahannya ia justru ke club karena ingin menertawakan istrinya itu pasti akan merayakan ulang tahunnya sendirian di rumah.


**Kue anniversary pernikahan aku dengannya masih utuh. Sudah susah payah aku membuatnya namun tidak jadi merayakannya. Rio bahkan pulang dan terlihat sudah sangat mabuk. Aku tetap ingin menjadi istri yang baik untuknya. Namun pesan dari wanita itu yang aku tidak bisa untuk lebih bersabar. Aku membenci adanya orang ketiga. Namun aku tidak bisa membenci suamiku. Bagaimanapun juga Rio adalah ayah dari kedua anakku.


Sebelum aku pergi dari rumahnya aku sudah menyiapkan semua yang biasanya aku lakukan. Aku masih menjadi istrinya dan apa yang aku lakukan adalah kewajiban sebagai seorang istri**.

__ADS_1


Rio lalu teringat saat istrinya itu sebelum pergi dari rumahnya sempat menyiapkan pakaian dan sarapan untuknya.


"Kamu wanita terbaik yang pernah aku temui Reva. Aku menyesal telah menyakiti hati wanita sebaik kamu," lirihnya.


Berkali-kali Rio menyakiti hatinya namun Reva tetap saja sabar dan berusaha untuk tetap bertahan. Rio matanya terbelalak saat melihat isi diary istrinya.


Ada rasa hampa hatiku jika tidak bersamanya. Aku tidak menyangka bahwa ada masalah dalam kandunganku. Kata Dokter karena aku kebanyakan pikiran yang aku pendam selama beberapa bulan terakhir ini. Sekarang nyawaku terancam jika aku berusaha untuk mempertahankan kandunganku. Aku akan tetap menyelamatkan kedua anakku dibandingkan hidup. Suamiku saja sudah tidak peduli lagi denganku. Untuk apa aku hidup? Lebih baik kedua anakku saja yang hidup, biar mereka bisa merasakan kebahagiaan hidup di dunia bersama Kakek dan Neneknya. Aku berharap kedua orangtuaku bisa merawat anakku dengan baik jika aku tiada nanti. Aku tidak mau kedua anakku dirawat oleh Papanya yang tidak memiliki perasaan itu. Hidupku jadi rumit seperti ini gara-gara dirinya. Sekarang aku benci kamu Rio. Aku menyesal telah menikah denganmu...


Buku diary Reva itu terlihat tinta yang agak pudar karena adanya air mata Reva yang menetes membasahi buku diary tersebut


"Ya Allah, apa yang telah aku lakukan? Aku telah menyebabkan istriku kebanyakan pikiran dan ada masalah dalam kandungannya."


Rio menyesal dan merutuki dirinya sendiri. Seharusnya ia tahu faktanya terlebih dulu bukannya balas dendam yang akhirnya balas dendam salah alamat itu menyebabkan rumah tangganya hancur dan Reva menceraikannya.


"Reva kenapa kamu tidak cerita kalau ada masalah dalam kandungan kamu sayang? Aku tidak ingin kehilangan kamu," lirihnya yang semakin terisak dan takut kehilangan belahan jiwanya.


"Aku suami yang tidak berguna! Pantas saja jika Reva membenci diriku," ucapnya kembali sambil membanting vas bunga yang ada di kamarnya.


Bersambung ...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Dukungan dari kalian sangatlah berarti untuk novelku yang receh ini 😆



__ADS_1


__ADS_2