Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 137 - Jemput Tuan Putrimu


__ADS_3

Sekarang Reno sudah terbiasa tidur di ranjangnya sendiri meskipun mereka masih dalam satu kamar. Rey dan Risa membelajari anaknya agar mandiri karena adiknya sebentar lagi akan lahir. Kamar Reno sekarang sedang dalam renovasi. Seperti biasa Reno sebelum tidur Risa atau Rey yang selalu membacakan dongeng untuk anaknya. Mereka setiap hari bergantian membaca dongeng untuk Reno. Kali ini Risa yang membacakan dongeng untuk anaknya. Risa menceritakan tentang dongeng Cinderella. Risa kini duduk ditepi ranjang membacakan dongeng untuk anak kesayangannya.


"Pada suatu hari seorang putri yang cantik diperlakukan seperti seorang pembantu oleh ibu tiri dan kedua Kakak tirinya saat ayahnya pergi bekerja. Suatu hari sang putri ingin menghadiri sebuah pesta tapi tidak punya baju yang pantas untuk dipakai ke acara pesta tersebut. Sang ibu tiri memberikan pekerjaan yang berat untuknya. Sang putri harus menyelesaikan semua pekerjaan rumahnya sebelum datang ke acara pesta tersebut. Sang ibu tiri pun merobek pakaian yang dikenakan putri tersebut dan meninggalkannya pergi ke pesta dengan kedua anaknya. Sang putri sedih dan seketika ada seorang peri yang membantunya. Baju gaun yang tadi robek pun di sulap menjadi bak putri kerajaan. Cinderella bahagia kini punya baju yang pantas untuk dipakai ke pesta. Cinderella pergi dengan kereta kencana yang tadinya hanya sebuah labu yang tadi disihir oleh ibu peri."


"Mom, an utrinya ntik dak?" [Mom, tuan putrinya cantik tidak?]


"Cantik sayang tuan putrinya bahkan sangat cantik sekali."


"Cepelti Ezia Mom?" [Seperti Kezia Mom?]


Risa tersenyum kini anaknya mengakui bahwa Kezia cantik. Memang anak sahabatnya itu sangat cantik seperti ibunya Sonya bahkan mereka seperti pinang dibelah dua. Tingkat kemiripannya 90%. Risa berharap salah satu anak dari sahabatnya itu akan menjadi menantunya nanti agar persahabatan mereka semakin erat sampai mereka menjadi Kakek dan Nenek.


"Iya sayang, seperti Kezia cantiknya. Reno suka berteman sama Kezia?"


"Uka Mom. Kalau Sandra ring iem aja Mom ama Eno." [Suka Mom. Kalau Sandra sering diam saja Mom sama Reno.]


"Sandra memang agak pendiam anaknya sayang. Ajak main Sandra ya sayang biar kalian bisa akrab. Nak, jangan pilih-pilih ya dalam berteman," ucap Risa sambil mengusap wajah anaknya.


"Iap Mom." [Siap Mom.]


"Pintar anak Mommy." Risa mengecup kening Reno.


"Mom njut aca ceritanya." [Mom, lanjut baca ceritanya.]


Risa lalu membacakan ceritanya lebih lanjut.


"Cinderella kini telah sampai di pesta tersebut. Kedua orang tua pangeran menggelar pesta untuk mencari calon menantu untuk anaknya. Semua mata terpana saat melihat kecantikan Cinderella saat masuk ke dalam ruangan megah tersebut. Sang pangeran langsung jatuh cinta kepada Cinderella. Kedua saudara tirinya dan ibu tirinya tidak mengetahui bahwa itu Cinderella karena Cinderella kini begitu cantik setelah berdandan. Mereka akhirnya berdansa bersama. Pukul dua belas malam Cinderella harus meninggalkan pesta tersebut karena semuanya akan kembali seperti semula. Dengan cepat Cinderella pergi dari pesta tersebut. Sang pangeran mengejarnya namun hanya sepatu kaca yang ditinggalkan sang putri. Pangeran akan mencari Cinderella nanti melalui sayembara dan bagi yang bisa mencoba dan pas untuk memakainya itulah sang Cinderella. Akhirnya sang pangeran berhasil menemukan Cinderella dengan sepatu kaca uang Cinderella bawa dan langsung dipakai dengan yang pangeran bawa dan saat dicoba pas dikakinya. Kini Cinderella dan sang pangeran menikah dan hidup bahagia."

__ADS_1


"Mom, Eno au adi pangelan uga." [Mom, Reno mau jadi pangeran juga.]


"Kalau mau jadi pangeran harus ada tuan putrinya nak." Reno mengusap kepala anaknya.


"Tuan puteli?" [Tuan putri?] Reno bingung sekarang siapa yang akan menjadi tuan putrinya.


"Iya sayang kalau Reno ingin menjadi pangeran harus ada tuan putrinya nak. Tuan putri itu seperti Kezia dan Sandra. Kamu harus pilih salah satu diantara mereka." Risa menjelaskan agar Reno paham.


Seketika Reno membayangkan sedang menjadi seorang pangeran dan dihadapkan dengan kedua putri. Kedua putri tersebut adalah Kezia dan Sandra. Sangat cocok sekali ketika dengan Sandra yang pendiam. Reno membayangkan Kezia yang selalu bawel dengannya saat bermain bersama. Berbeda dengan Sandra yang banyak diam dan terus saja menampilkan senyuman manisnya. Sandra anaknya lebih pendiam berbeda dengan Kezia yang bawel. Namun Reno lebih suka bermain bersama Kezia, lebih asyik diajak bermain bersama. Kalau sama Sandra jadi merasa sunyi dan kurangnya komunikasi diantara mereka.


"Lau tu Eno au ma Sandra ja Mom. Ezia awel ma Eno." [Kalau begitu Reno mau sama Sandra saja Mom. Kezia bawel sama Reno.]


Meskipun Reno bertemannya lebih dekat dengan Kezia namun Reno tidak mau sama Kezia karena merasa Kezia sangat bawel dan usil. Sedangkan Sandra anak yang pendiam.


"Sayang, kalau kamu sudah besar nanti kamu harus memilih salah satu diantara mereka ya nak. Nanti jemput tuan putrimu untuk bertemu sama Mommy."


Reno lalu memegang perut Risa sang sudah membesar. Saat ini kandungan Risa sudah jalan 8 bulan 2 minggu.


"Mom, dik Eno pan ahir?" [Mom, adik Reno kapan lahir?]


"Sebentar lagi sayang."


"Eno dah idak cabal ngen etemu ngan dik Eno." [Reno sudah tidak sabar ingin bertemu dengan adik Reno.]


Reno lalu memeluk perut Risa. Tadinya Risa kaget ketika Reno tiba-tiba memeluknya.


"Eno yang dik." [Reno sayang adik.]

__ADS_1


Risa tersenyum, Reno begitu sayang sama adiknya yang masih didalam kandungannya. Risa mengelus kepala anaknya dengan penuh kasih sayang.


"Sekarang Reno saatnya tidur ya sayang. Jangan lupa baca doa sebelum tidur. Mommy tungguin Reno disini sampai Reno tidur."


Reno lalu membaca doa tidurnya dibantu Risa. Karena Reno belum terlalu ingat bacaannya. Setelah itu Risa mengecup kening Reno.


"Selamat tidur anak Mommy."


Setelah Reno benar-benar tidur. Risa berjalan menuju ranjangnya. Sedangkan Rey masih berkutat dengan laptopnya.


"Sayang, tidurlah sudah malam."


"Sebentar lagi sayang, ini sebentar lagi selesai kok. Soalnya ini buat besok siang meeting dengan klien."


Risa lalu keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur. Karena perutnya terasa lapar kini Risa membuat pancake dan teh jahe hangat dua cangkir. Setelah semuanya telah selesai lalu naik ke atas menuju ke kamarnya.


"Sayang, ayo makan buat cemilan malam. Kamu pasti juga lapar dari tadi mainan laptop melulu."


"Iya sayang. Maaf tadi aku tidak menemanimu ke dapur." Karena biasanya Rey menemani Risa saat masak dimalam hari.


"Tidak apa-apa sayang. Kamu kan lagi ada pekerjaan penting."


"Terima kasih sayang, kamu sangat pengertian."


Risa menjawab dengan anggukan dan tersenyum. Mereka akhirnya ngemil di malam hari dengan pancake buatan Risa. Rey selalu suka apapun yang dimasak istrinya. Rey bahagia mempunyai istri seperti Risa. Istri yang sempurna dimata Rey. Sebenarnya Risa ingin bekerja setelah lulus kuliah, tapi Rey melarangnya. Rey bilang kalau Risa bekerja siapa nanti yang mengurus Reno setiap harinya. Risa hanya bosan saja jika tiap hari hanya di rumah saja. Risa ingin ada kegiatan selain mengurus anak dan suaminya. Tapi Rey masih melarangnya, apalagi Risa saat ini sedang hamil anak keduanya, untuk berjalan saja kini Risa sudah berjalan pelan-pelan. Karena kandungannya sudah sampai di trimester terakhir dan kemungkinan 3 mingguan lagi akan segera melahirkan.


Risa nanti akan mencoba membujuk Rey agar mengizinkannya bekerja saat Reno sudah masuk sekolah nanti dan saat anak keduanya nanti sudah lahir dan bisa ditinggal untuk bekerja. Risa juga ingin seperti teman-teman yang lainnya mengurus usahanya sendiri atau bekerja. Risa sebenarnya punya restoran yang didirikan bersama dengan Rey waktu mereka masih awal-awal menikah. Mereka mengumpulkan uang untuk membangun restoran kecil-kecilan. Risa mungkin akan mengurus restoran tersebut nanti setelah anak keduanya lahir. Karena lebih baik mengontrol restorannya sendiri kan dari pada menyuruh orang untuk mengurusnya. Apalagi Risa dulu mengambil jurusan bisnis. Restoran yang mereka dirikan dengan hasil uang mereka sendiri saat mereka menjadi model saat itu.

__ADS_1


__ADS_2