Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Rio Mulai Berubah


__ADS_3

Please berikan jempol ๐Ÿ‘ kalian terlebih dahulu sebelum membaca karena jempolnya semakin menghilang akhir-akhir ini ๐Ÿ˜Œ



Rio mulai berubah semenjak pulang malam waktu itu. Sudah sebulan lebih lamanya Reva merasa suaminya sekarang lebih pendiam dan irit dalam berbicara. Saat jadwalnya Reva cek kandungan bahkan suaminya itu beralasan sibuk di kantor. Tidak biasanya Rio seperti ini. Sesibuk-sibuknya pekerjaan di kantor, Rio selalu saja meluangkan waktunya untuk menemani istrinya untuk cek ke Dokter kandungan. Biasanya Rio menyuruh asistennya untuk menggantikannya sementara Rio menemani istrinya ke Dokter kandungan. Namun kali ini Reva sangat terkejut saat Rio tadi menelepon tidak bisa menemaninya ke Dokter kandungan karena ada meeting di kantor. Akhirnya Reva pergi sendiri untuk cek kandungannya.


Reva berangkat ke rumah sakit dengan membawa mobilnya sendiri. Sang sopirnya kebetulan izin hari ini, mau minta tolong kepada Mama Kezia tapi tidak enak karena adiknya itu terkesan lebih manja dengan Mamanya. Pulang dari kampus harus ditemani oleh Mamanya saat makan. Reza memang sudah beranjak dewasa, namun sikap manjanya itu menurun dari sang Papa Revano.


Reva sudah ke rumah sakit dan sedang antri menunggu namanya dipanggil. Tak lama kemudian Reva dipanggil oleh seorang perawat dan diarahkan masuk ke ruangan.


"Bu Reva tumben sang suami tidak menemani periksa," ucap sang Dokter.


"Suami saya sedang ada meeting dadakan di kantornya Dok," ucap Reva tersenyum tipis.


"Oh begitu ya Bu, kalau begitu mari saya periksa."


Perawat tersebut membantu untuk mengoleskan gel dingin pada perut Reva. Dokter lalu mulai memegang alat transducer tersebut.


"Bagaimana Dok? Apa jenis kelamin bayinya sudah bisa terlihat?" tanya Reva penasaran.


"Sebentar ya Bu....."


Tak lama kemudian sang Dokter tersenyum saat yang dicarinya telah ketemu.


"Tadi kedua anak Ibu malu-malu. Lalu setelah Bu Reva ingin tahu apa jenis kelamin bayinya, mereka langsung bergerak dan memperlihatkannya."


"Iya Dok, sangat geli rasanya ketika mereka bergerak-gerak dalam perutku. Oh iya, apa jenis kelamin bayinya Dok?" ucap Reva matanya langsung berbinar-binar.


"Dua-duanya berjenis kelamin perempuan. Sepertinya suami Anda akan bahagia Bu Reva karena keinginannya tercapai," ucap sang Dokter tersenyum.


Bulan kemarin kedua anaknya belum terlihat jelas jenis kelaminnya. Si kembar terlihat malu-malu untuk memperlihatkan jenis kelaminnya. Namun sekarang sudah tidak malu lagi dan seperti tahu kalau sang Ibu ingin melihat jenis kelaminnya.

__ADS_1


"Iya Dok, suamiku menginginkan anak perempuan dan alhamdulilah kedua anakku perempuan," ucap Reva tersenyum bahagia karena keinginan suaminya tercinta telah tercapai.


"Sayang, keinginan kamu untuk punya anak perempuan akan segera tercapai. Kamu pasti bahagia jika melihat hasil USG nanti." Batin Reva.


Setelah selesai periksa kandungan Reva lalu diberikan resep vitamin dan penambahan darah. Reva lalu ingin bertanya sesuatu kepada Dokter.


"Dok, saya mau tanya. Apakah boleh diet saat hamil? Karena saya merasa tubuh saya terlalu gemuk. Saya sudah naik berat badannya kurang lebih 11 kg semenjak hamil," ucap Reva menjelaskan.


"Saya rasa jangan diet Bu. Apalagi Bu Reva hamil anak kembar. Namun Bu Reva jangan khawatir bila merasa badannya terlalu gemuk. Bu Reva bisa melakukan olahraga yang aman saat hamil seperti senam dan yoga. Ibu juga bisa mengurangi makan malam dengan makan buah-buahan," ucap Dokter memberikan saran.


"Baik Dok."


"Apa ada yang ditanyakan lagi Bu?"


"Tidak Dok, saya rasa sudah cukup."


"Bu Reva jangan khawatir akan badan Ibu yang gemuk. Saya rasa suami Ibu orangnya setia."


"Justru karena badanku gemuk aku jadi was-was Dok suamiku akan punya wanita idaman lain." Batin Reva resah karena suaminya akhir-akhir ini sikapnya berubah bahkan sering telat pulang.


"Ah iya, kalau begitu saya permisi dulu Dokter. Makasih atas sarannya," ucap Reva yang lalu keluar dari ruangan tersebut.


Setelah menebus obat resep dari Dokter, Reva lalu pergi ke kantor suaminya. Reva jadi curiga karena suaminya itu melarangnya datang ke kantor akhir-akhir ini. Padahal dulu bahkan suaminya itu senang saat istrinya akan datang dan mereka jadi makan siang bareng.


"Apa karena badanku yang terlihat gendut ini kamu jadi malu aku ke kantor kamu Rio?" ucap Reva kesal akan alasan suaminya yang tidak masuk akal melarangnya untuk ke kantor.


Reva lalu melihat penampilannya dan beralih ke perutnya yang semakin membuncit karena kehamilannya sudah memasuki usia 6 bulan.


"Meskipun aku gendut, tapi aku seperti ini juga gara-gara aku sedang mengandung kedua anakmu," ucap Reva kembali.


Reva lalu melajukan mobilnya ke kantor suaminya. Reva melihat jam tangannya menunjukkan pukul 13:07 dan artinya sudah selesai jam makan siang. Saat sudah sampai di lantai paling atas dengan cepat Reva melangkahkan kakinya ke ruangan suaminya. Ruangan milik Rio sangat luas bahkan ada kamar pribadinya.

__ADS_1


Reva membuka pintu ruangan suaminya dengan pelan-pelan. Saat ingin memberikan kejutan kepada suaminya untuk memberitahu hasil USG jenis kelamin si kembar, justru Reva yang diberi kejutan oleh suaminya. Rio terlihat sedang merangkul seorang wanita cantik dengan mesra. Mereka duduk di sofa sebelah meja ruang kerja suaminya dan terlihat jaraknya begitu dekat. Kata sayang terdengar dari mulut mereka masing-masing. Reva memegang dadanya yang terlihat sakit. Reva mengira bahwa wanita itu adalah selingkuhan suaminya. Mereka juga terlihat habis makan siang bersama karena tadi di meja depan sofa yang ada disamping meja kerja Rio itu ada dua piring dan dua gelas yang sudah kosong.


Hati Reva seakan sakit dan tertusuk duri saat mendengar percakapan keduanya. Tak terasa bulir bening menetes membasahi pipi mulusnya. Reva lalu menutup pintunya kembali. Tak sadar Reva telah menjatuhkan amplop berwarna putih bercampur dengan warna hijau dengan informasi alamat rumah sakit. Dalam amplop tersebut berisi hasil USG kedua anaknya.


Dengan cepat Reva melangkahkan kakinya menuju ke lift. Reva lalu menekan tombol lift menuju ke lobby. Reva lalu berlarian sampai menuju ke parkiran. Dengan air mata yang masih menetes Reva langsung masuk ke mobilnya.


"Rio kenapa kamu berubah? Apa salahku sehingga kamu menduakan aku? Apa karena tubuhku yang gendut ini?" ucap Reva yang lalu menangis tersedu-sedu.


"Apa karena aku sudah tidak cantik lagi? Aku gendut juga karena sedang hamil anak kamu Rio. Tapi apa yang kamu lakukan padaku? Kamu telah menyakiti hatiku," ucap Reva kesal dan lalu membanting stir mobilnya.


Reva sekarang merasa nasibnya seperti temannya, saat hamil dan suaminya menduakannya.


"Aku harus kuat, pernikahan aku tidak boleh sampai di sini saja. Ini juga demi si kembar, mereka butuh Papanya."


Reva berpikir bahwa saat ini yang terpenting adalah masa depan kedua anaknya. Reva memiliki sifat yang menurun dari sang Papa. Bertahan walau sakit, itulah yang Reva rasakan dan dulu Revano juga merasakannya. Mungkin ini salah satu ujian rumah tangganya dan harus Reva hadapi.


"Ya, aku harus menurunkan berat badanku dan cantik lagi seperti saat aku masih gadis," ucap Reva yang lalu menghapus air matanya.


Reva bertekad ingin menurunkan berat badannya. Reva tidak mau bernasib seperti temannya itu yang suaminya menikah lagi dengan wanita idaman lain.


"Cih, lagian wanita tadi tidak begitu cantik. Apa selera kamu turun level Rio?" ucap Reva tertawa karena wanita yang tadi bersama suaminya tidak begitu cantik hanya terlihat tubuhnya lebih langsing.


Reva lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena ada dua anaknya yang harus Reva jaga. Tidak seperti biasanya Reva yang bisa bawa mobil ngebut bahkan naik motor sport dengan kecepatan tinggi. Baru sekali Reva ikut balapan dan mendapatkan juara 2 waktu itu.


Bersambung.....


Dukung author dengan memberikan vote gratis (tanpa mengurangi poin)


Vote hanya muncul seminggu sekali.


__ADS_1


Readers kesayangan sambil menunggu cerita selanjutnya jangan lupa tinggalkan jejak kalian biar author semakin semangat bikin ceritanya๐Ÿ˜๐Ÿค—



__ADS_2