Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 63 - Cek ke Dokter Kandungan


__ADS_3

Risa dan Rey sudah bangun dari tidur siangnya.


"Say ini jam berapa?" tanya Risa.


"Jam 12:09 wib. Yuk sayang kita mandi dulu habis itu kita makan siang bersama."


Mereka pun mandi secara bergantian dan langsung Sholat Dzuhur. Rey dan Risa lalu turun dari kamarnya.


...*****...


DI RUANG MAKAN



"Sayang kamu makan yang banyak ya, sekarang kan kamu lagi berbadan dua, kamu harus makan makanan yang sehat dan bergizi."


"Iya Mi," ucap Risa sambil memakan sayurannya.


Rey bercerita tentang Karin saat makan siang sudah selesai. Setelah mereka makan siang, tak lupa Mami Ana sudah menelepon besannya untuk janjian di rumah sakit. Risa, Rey dan Mami Ana langsung berangkat ke rumah sakit diantar Mang Ujang.


...*****...


DI RUMAH SAKIT


Sampai di rumah sakit mereka bertemu.


"Ayo jeng kita ke ruang dokter kandungan, saya kenal dengan dokternya jadi kita bisa masuk bareng-bareng," ucap Mami Ana.


Mereka berlima pun langsung menuju ke ruang Dokter Yudha. Saat sudah masuk ke ruangan, Dokter Yudha tersenyum dan lalu terkejut melihat Karin berada di Indonesia. Ia tahunya Karin sudah kembali ke Korea Selatan. Dokter Yudha belum tahu kalau Karin sudah pindah sekolah ke Indonesia.


"Silakan Risa naik ke brankar dan langsung saya akan periksa," ucap dokter muda tersebut.


Risa pun naik ke atas brankar rumah sakit. Dokter Yudha pun membuka kaos yang dikenakan Risa sedikit ke atas perut lalu mengoleskan cairan gel ke perutnya dan lalu menggerakkan alat yang ada di tangannya.


"Ini bisa dilihat dari layar monitor bahwa janin yang ada dalam kandungan Risa tumbuh dengan sehat dan kuat. Usia kandungannya saat ini baru enam minggu," ucapnya sambil menunjuk layar monitor.



Mereka semua terbengong melihat layar monitor yang di tunjukkan Dokter Yudha. Rey pun terharu melihat anaknya di layar monitor.


"Dok, saya mau tanya kenapa usia kehamilan saya 6 minggu, sedangkan saya baru telat datang bulan belum ada 2 minggu." Risa bertanya dengan dokter muda tersebut.

__ADS_1


"Begini Risa usia kehamilan itu dihitung dari terakhir kamu mengalami menstruasi, jadi mungkin waktu kamu pas melakukannya dengan Rey dalam keadaan subur jadi bisa langsung terjadi pembuahan."


Risa baru paham dengan penjelasan Dokter Yudha. Ia baru ingat pertama kali melakukannya dengan Rey waktu masa subur dimana ia menghitung masa suburnya berkat arahan dari Lova sahabatnya yang kini juga sedang mengandung. Risa lalu turun dari brankar di bantu Rey.


"Ini saya kasih vitamin dan obat anti mualnya. Biar tidak sering-sering mual. Soalnya biasanya ibu hamil akan mual lebih dari 1x setiap hari. Tadi saya tebuskan obatnya sekalian. Biasanya pasien lainnya saya suruh untuk menebus sendiri di depan. Ini hasil pemeriksaan hari ini dan ini print hasil USG nya," ucap Dokter Yudha sambil memberikan hasil pemeriksaan Risa.


"Iya bener dok, kadang Risa mual 2 sampai 3 kali sehari," ucap Rey.


"Dan yang paling terpenting adalah ibu hamil tidak boleh banyak pikiran ataupun stress karena akan sangat berbahaya pada trimester pertama. Bila ibu hamil mengalami stress kemungkinan hal terburuk yang dapat terjadi adalah keguguran. Jadi saya harap agar Risa tidak boleh banyak pikiran."


"Baik dok, terima kasih."


Dokter Yudha sesudah memeriksa dan memberikan konsultasi kepada Rey dan Risa pandangannya langsung mengarah ke Karin gadis cantik imut dan menggemaskan baginya. Mami Ana pun tahu kalau tatapan Dokter Yudha ke Karin itu berbeda seperti ada rasa kagum.


"Ya sudah kalau begitu dok kami pamit pulang dulu," ucap Rey dan langsung berjabat tangan dengan Dokter Yudha. Rey kalau masih di area rumah sakit manggilnya Dokter kalau di luar manggilnya kakak.


Yudha pun menjabat tangga Rey dan mengangguk. Saat mereka semua sudah keluar ruangan Dokter Yudha Mami Ana pun bicara.


"Kalian pulang duluan saja ya Mami mau naik taksi, Mami masih ada urusan lain," ucapnya saat sudah di depan rumah sakit.


"Iya Mi," ucap Rey dan Risa bersamaan.


"Ya sudah jeng saya sama Karin pulang duluan ya?" ucap Mama Angel.


"Iya Ma," ucapnya bersamaan.


Mereka semua lalu melambaikan tangannya dan masuk ke mobilnya masing-masing. Saat mobil mereka sudah pergi Mami Ana langsung kembali ke ruang Dokter Yudha. Untung saja tidak ada pasien yang periksa setelah Risa. Yudha pun kaget saat Mami Ana kembali ke ruangannya sendiri.


"Tante, apakah ada barang yang ketinggalan?" tanyanya.


"Iya ada yang ketinggalan. Saya belum nanya sesuatu sama kamu, soalnya tadi ada mereka semua jadi saya tahan dari tadi untuk menanyakan hal ini."


"Tante mau nanya apa? Saya sudah jelaskan semua mengenai kondisi kehamilan Risa."


"Ini bukan mengenai menantu tante, tapi mengenai kamu sendiri Yudha."


Yudha pun bingung mendengar ucapan Mami Ana.


"Yudha saya berjanji akan memberikan kamu hadiah jika misi kita berhasil. Sekarang misi kita sudah berhasil Risa sudah hamil. Lalu kamu ingin hadiah apa dari tante? Sebutkan saja jangan sungkan-sungkan."


"Saya tidak mau hadiah apa-apa Tante, kecuali..." ucap Dokter Yudha terpotong.

__ADS_1


"Kecuali apa Yud? katakan saja sama Tante, Tante akan bantu kamu," Mami Ana pun curiga kalau Yudha menyukai Karin.


"Ah tidak apa-apa Tante, sudah lupakan saja."


"Tante tahu biar Tante tebak. Kamu menyukai Karin kan?"


"Deg..."


"Bagaimana Tante Ana bisa tahu kalau aku menyukai Karin?" batin Yudha.


"Kok Tante bisa bicara seperti itu?" ucap Yudha bingung Tante Ana bisa tahu kalau dirinya menyukai Karin.


"Jangan bohong sama Tante Yudha, saya tadi melihat cara kamu memandang Karin dengan tatapan yang berbeda."


"Iya Tante saya akui saya menyukai Karin. Tapi sangatlah tidak mungkin untuk saya bisa mendapatkan cintanya apalagi menikah dengannya. Usia saya dengan dia sangat berbeda jauh. Bahkan beda hampir 10 tahun."


"Sebenarnya Karin pindah sekolah ke Indonesia karena kakek dan neneknya ingin menjodohkan dia dengan teman Rey yang namanya Dion. Namun tadi pas makan siang Rey cerita pada Tante katanya temennya menyukai gadis lain. Jadi ini kesempatan kamu Yudha bisa mendekati Karin."


"Tapi tan, kalau Karin menolak Yudha gimana?" seketika raut wajah Yudha jadi murung.


"Jangan patah semangat begitu dong Yudha, nanti saya bantu kamu untuk mendapatkan Karin. Seperti kamu membantu Tante kemarin agar cepat mendapatkan cucu."


"Saya tidak yakin bisa bersama Karin Tante."


"Nanti Tante pikirkan bagaimana caranya agar kamu bisa dekat dengan Karin. Pokoknya kamu gak boleh menolak bantuan dari Tante. Nanti Tante akan bilang pada Risa kalau kamu menyukai sepupunya agar Risa juga bisa membantu mencomblangkan kamu dengan Karin."


"Saya jadi malu kalau Risa tahu saya menyukai sepupunya, nanti dikira saya tidak sadar diri akan usia saya yang 25 tahun dan menyukai gadis berumur 18 tahun."


"Sudah kamu tenang saja Yudha, serahkan semua sama Tante Ana."


"Baik Tante terima kasih banyak."


"Tante yang harusnya berterima kasih sama kamu, karena ide kamu. Rencana kita berhasil. Tante senang sekali akan segera punya cucu berkat kamu Yudha."


"Saya juga ikut senang Tante akan segera punya cucu," ucapnya dengan senyum.


"Ya udah Tante pulang dulu ya Yud, Tante mau belanja buah-buahan buat menantu Tante."


"Iya tan, hati-hati di jalan. Salam buat Om Aldi."


"Baiklah nanti Tante sampaikan. Sampaikan salam juga ke Papamu kalau Tante mau punya cucu," ucapnya sambil berdiri dan mau keluar dari ruangan Yudha.

__ADS_1


"Iya tan, nanti Yudha sampaikan pada Papa Yudhistira." ucapnya kembali.


Mami Ana pun langsung keluar dan dapat taksi. Ia pergi ke supermarket untuk membeli buah-buahan. Karena akhir-akhir ini menantunya suka sekali dengan salad buah.


__ADS_2