Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Garis Dua


__ADS_3

Pagi hari Kezia merasakan pusing dan mualnya kembali menyerang. Kezia sudah bolak-balik ke kamar mandi. Tadi pintunya Kezia tutup agar Revano tidak mendengar Kezia muntah-muntah di dalam kamar mandi. Kezia yakin kalau saat ini sedang hamil muda karena dia sudah sebulan lebih tidak mendapatkan tamu bulanannya. Kezia langsung membuka laci dan mencari alat tes kehamilan. Kezia akan memastikan kalau dugaannya tidak salah. Dengan cepat Kezia masuk lagi ke kamar mandi. Tak lama kemudian Kezia akan melihat hasilnya. Dengan menghembuskan napas panjang terlebih dahulu Kezia baru akan melihat hasilnya.


Kezia langsung membalikkan alat tes kehamilan tersebut. Matanya berbinar-binar dan sesuai dugaannya yang hasilnya garis dua. Dugaannya benar kalau saat ini Kezia tengah hamil. Kezia tidak menyangka akan menuruti keinginan mertuanya. Reva akan segera menjadi Kakak. Dengan cepat Kezia lalu mencuci alat tes kehamilan tersebut dan akan segera keluar dari kamar mandi. Kezia akan membangunkan suaminya dan memberikannya kejutan. Keinginan suaminya untuk punya anak lagi sudah terwujud. Tak hanya suaminya tapi juga mertuanya ingin dia juga hamil. Kezia bahagia bisa membantu adik iparnya agar tidak digugurkan. Mommy Risa tidak akan menggugurkan kandungannya jika Kezia hamil dan pada kenyataannya saat ini Kezia sudah hamil lagi.


Kezia keluar dari kamar mandi dan melihat anak dan suaminya masih tertidur pulas. Baby Reva masih tidur di box bayi. Kezia memegang pipi anaknya dan lalu mengecupnya pelan agar anaknya tidak terusik tidurnya.


"Sayangnya Mama pulas banget tidurnya kamu nak."


Kezia mengusap rambut anak kesayangannya perlahan. Reva sangat cantik dan Kezia mengakui bahwa anaknya itu imutnya seperti Revano.


"Reva, kamu akan punya adik sayang."


Bayi berusia 11 bulan itu akan menjadi seorang Kakak. Bayi cantik itu menggeliat dan tertidur lagi. Kezia tersenyum melihat tingkah laku anaknya yang lucu. Pandangannya beralih ke suaminya, Kezia berjalan mendekati Revano dan duduk dipinggir ranjang.


"Papa sayang bangun," bisik Kezia dan menghadiahkan sebuah kecupan dipipi Revano.


Revano mulai mengerjapkan matanya saat merasa tidurnya mulai terusik.


"Sayang, aku masih ngantuk," ucap Revano yang lalu menutupi wajahnya dengan selimut.


Kezia mengerucutkan bibirnya. Kezia lalu ada ide untuk membangunkan suaminya.


"Nak, kita ke rumah sakit saja yuk. Papa kita tinggal saja," ucap Kezia yang memberi kode kata rumah sakit.


Kezia lalu beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke box bayi. Mendengar perkataan istrinya Revano lalu membuka selimutnya.


"Sayang tunggu, aku ikut ke rumah sakitnya."


Kezia tersenyum tipis dan berhasil membangunkan suaminya. Revano berlari ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Kezia perlahan menggendong Baby Reva dan menaruh di tempat ranjangnya. Bayi cantik itu tetap saja tertidur. Sekarang Revano sudah keluar dari kamar mandi dan duduk disamping istrinya.


"Revano, Reva suka banget tidur. Seperti kamu sayang susah untuk dibangunkan."


Revano hanya terkekeh melihat anaknya sudah dipindahkan dan tidak kunjung juga untuk membuka matanya. Anaknya itu sangat menggemaskan sekali.


"Sayang aku ada kejutan untukmu," ucap Kezia tersenyum manis.

__ADS_1


"Apa itu sayang?" tanya Revano.


Kezia lalu meraih tangan Revano dan mengarahkan ke perutnya. Revano mengernyitkan dahinya.


"Sayang, apa kamu sakit perut?" pertanyaan konyol itu lolos dari mulut Revano.


"Bukan," ucap Kezia singkat.


"Apa perutmu kram sayang?"


Kezia lalu menghembuskan napas kasar dan lalu menepuk jidatnya.


"Aku saat ini sedang hamil dan kita akan punya anak lagi," ucap Kezia.


Revano matanya terbelalak saat mendengar ucapan istrinya. Anak yang dinantikan kini telah hadir.


"Ham-hamil?" ucapnya terbata-bata.


Kezia mengangguk pelan. "Iya, Reva akan segera punya adik."


"Sayang, aku bahagia. Makasih ya sayang kamu mau mengabulkan keinginan aku dan sekaligus permintaan Mommy Risa," ucap Revano sambil melepaskan pelukannya dan mengecup keningnya.


"Iya, aku sayang kalian dan aku juga tak akan mungkin membiarkan adik ipar untuk digugurkan."


Revano mengusap perut Kezia yang masih rata. Revano tidak menyangka istrinya akan hamil lagi karena menuruti keinginannya dan keinginan Mommy Risa.


"Kamu memang istriku yang paling baik."


"Jadi kamu punya istri siapa lagi?"


"Hanya kamu sayang satu-satunya istriku. Istri yang aku cintai."


"Gombal, nyatanya kamu kemarin menikahi Viona."


"Itu kemarin hanya karena salah paham saja jadi aku terjebak pernikahan. Sekarang Viona juga sudah menikah dengan Vino. Rio sekarang sudah bahagia bersama ayah dan ibu kandungnya."

__ADS_1


"Kamu gak ada niat lagi untuk nambah istri kan?" tanya Kezia sambil menatap tajam suaminya.


"Tidak sayang... Mana mungkin aku akan menikah lagi sedangkan di rumah ada istri dan anakku. Apalagi aku juga akan punya anak lagi darimu," ucap Revano takut saat ini melihat tatapan tajam istrinya.


"Aku trauma saat hamil dan kamu menikah lagi. Awas saja jika kejadian tahun lalu sampai terulang lagi. Kalau sampai ada istri ketiga dan seterusnya aku benar-benar akan membawa Reva dan anak yang masih dalam kandunganku pergi," ancam Kezia sambil memegang perutnya.


"Tidak mungkin aku akan mengkhianati kamu sayang. Aku sangat mencintai dan menyayangimu."


"Buktikan!" bentak Kezia.


"Akan aku buktikan sayang bahwa kamu adalah istriku satu-satunya."


Baby Reva menangis mendengar pertengkaran kedua orangtuanya. Revano lalu meraih anak kesayangannya. Revano menimang-nimang anaknya dan seketika Baby Reva berhenti menangis.


"Reva sayang, kamu akan punya adik nak. Reva senang atau tidak?"


Bayi cantik itu tertawa dan menyatukan kedua tangannya seraya bertepuk tangan.


"Wah Reva bahagia ya akan punya adik. Pintarnya anak Papa."


"Iya memang dia anakmu. Lantas anak siapa lagi? Dekat sama ibunya kalau hanya kehausan saja."


Revano terkekeh dan lalu teringat sesuatu.


"Sayang, kamu stop memberi asi untuk Reva karena sekarang kamu sedang hamil. Nanti aku akan suruh Bibi untuk beli sufor untuk Reva dan juga kamu. Sayang, mulai sekarang kamu jangan sering mengendong Reva."


"Loh kenapa?"


"Aku tidak mau kamu kecapekan dan kamu harus jaga kondisi kesehatan kamu karena kamu sedang hamil."


"Hmm iya. Kita sarapan yuk aku sudah lapar. Kan sekarang aku harus makan banyak karena ada anak kita."


"Hmm iya, ayo sayang kita sarapan bersama," ucap Revano yang lalu beranjak dari tempat duduknya.


Kezia dan Revano memutuskan untuk sarapan bersama. Kezia sambil makan sambil menyuapi anaknya dengan sun begitu juga dengan Sandra yang menyuapi Rendra. Mereka sarapan bersama keluarga besar Revano. Nanti Kezia akan mengabarkan berita bahagia kehamilannya setelah periksa kandungan di rumah sakit. Tadi sudah berunding dengan Revano dan suaminya itu setuju dengan apa yang Kezia usulkan.

__ADS_1


__ADS_2