
Vino masih menatap wajah cantik wanita yang ia cintai. Vino menyesal dulu telah menjebak Revano dan sekarang membuat hubungannya dengan Viona semakin jauh. Melihat perut Viona yang semakin membesar Vino jadi semakin ingin bersama Viona karena sudah ada anak yang menjadi penghubung di antara mereka. Vino ingin memberikan kasih sayang kepada anak yang masih dalam kandungan wanita yang ia cintai.
"Viona aku mohon terima cintaku dan menikahkan denganku. Aku akan membahagiakan kamu dan anakmu. Aku ingin menjadi ayah dari bayi yang sedang kamu kandung."
"Jangan harap kamu bisa menjadi ayah dari anakku. Aku bisa mengurus anakku sendiri bersama dengan Revano. Bagaimanapun juga Revano itu ayah dari anakku," ucap Viona sambil memegang perutnya.
"Tapi Viona kamu bisa lihat sendiri kan tadi Revano bilang kalau ia akan segera menceraikan kamu jika bayi itu lahir."
"Aku akan tetap mempertahankan rumah tanggaku. Aku tidak ingin anakku tumbuh sendiri dan tidak bersama ayahnya. Revano adalah ayahnya dan tidak aku biarkan Revano menceraikan aku."
"Viona buka mata kamu. Tadi Revano jelas-jelas akan menceraikan kamu setelah anak itu lahir. Kamu harus bisa menerima kenyataan."
"Sudahlah jangan ikut campur. Memangnya kamu siapa? Berani-beraninya mencampuri urusan rumah tanggaku."
"Viona kamu jangan egois. Anak kamu butuh sosok seorang ayah. Setelah berpisah dengan Revano menikahlah denganku," pinta Vino.
"Kamu tidak perlu menikahi aku. Aku bisa mengurus dan membesarkan anakku sendiri jika Revano menceraikan aku dan jangan pernah mencampuri urusanku. Lebih baik kamu pergi Vino."
Vino lalu akan mengakui semuanya sebelum terlambat karena Vino ingin memberikan kasih sayang kepada anaknya yang masih dalam kandungan Viona. Vino akan mengakui bahwa anak yang sedang Viona kandung adalah anaknya.
"Aku berhak mencampuri urusan kamu karena aku adalah ayah kandungnya. Aku ayah dari bayimu," ucap Vino sambil memegang perut Viona.
Perkataan Vino membuat Viona terkejut. Kata ayah kandung membuat Viona kembali menangis. Viona memang dulu mengharapkan anak yang dia kandung adalah anak Vino tapi semenjak tahu tadi Vino berbicara kalau saat itu tengah menjebaknya bersama Revano dan kenapa baru sekarang Vino mengakui bahwa anak yang dikandungnya adalah anaknya. Viona masih mengira bahwa Vino hanya ingin kembali bersamanya dan mengaku-ngaku anak yang sedang dirinya kandung adalah anaknya Vino.
"Maksudmu apa? Ini adalah anak Revano dan bukan anakmu! Bahkan kamu bisa lihat sendiri kan saat itu aku tengah bersama Revano di apartment."
"Anak yang sedang kamu kandung adalah anakku. Malam itu aku yang melakukannya bukan Revano. Aku hanya menjebak Revano saja. Aku hanya iri dengan kesuksesannya dan aku ingin reputasinya sebagai model terkenal hancur jika mendengar berita bahwa Revano menghamili seorang wanita dan tidak mau bertanggungjawab. Tapi aku tidak menyangka dengan ancamanku Revano mau bertanggungjawab sama kamu dan menikahimu," ucap Vino berkata jujur.
__ADS_1
Plak... Plak...! Viona menampar pipi Vino dua kali.
"Pergilah dari hidupku. Dasar laki-laki pengecut! Berani berbuat tapi tidak berani bertanggungjawab. Kamu jahat Vino. Kamu jahat sama aku!" Viona memukul-mukul dada bidang Vino.
Saat tahu kebenarannya Viona semakin benci dengan Vino. Viona jadi malu saat tadi ngotot anak yang dikandungnya adalah anak Revano. Tapi kenyataannya adalah anak Vino. Viona semakin terisak dengan tangisannya karena kini kebenaran terungkap, Vinolah ayah dari anak yang sedang dikandungnya.
"Viona kita bisa memulainya dari awal. Kumohon menikahlah denganku dan kita akan hidup bahagia bersama anak kita."
"Aku tidak mau menikah denganmu!" tolak Viona.
Vino lalu berjongkok dan mengecup perut Viona dua kali. Vino sangat rindu dengan anaknya. Vino lalu menempelkan wajahnya ke perut Viona. Vino ingin mengajak anaknya berbicara.
"Nak, ini Papa sayang. Kamu sehat-sehat ya di dalam perut Mama Viona. Papa sayang kamu nak," ucap Vino mengusap perut wanita yang dicintainya perlahan-lahan. Vino matanya berbinar-binar saat anaknya merespon perkataannya dengan tendangannya.
"Sayang, anak kita merespon dengan tendangannya," ucap Vino tersenyum bahagia menatap wajah Viona.
"Vino meskipun kamu ayah dari anakku tapi kamu tidak pantas untuk disebut sebagai seorang ayah. Laki-laki macam apa kamu ini menjebak orang lain seolah-olah ayah dari bayiku dan sekarang kamu mengakui bahwa kamu adalah ayahnya. Menyingkirlah..." Viona geleng-geleng kepala dan lalu melepaskan tangan Vino yang memegang perutnya.
"Aku memang salah. Viona maafkan aku..." Kini mata Vino sudah mulai berkaca-kaca.
"Sudahlah Vino semuanya sudah terlambat. Aku hanya ingin membesarkan anakku sendiri. Kamu pulanglah ke Korea aku tidak ingin melihat wajahmu lagi," ucap Viona sambil berjalan meninggalkan Vino.
"Aku sudah mengurus kepindahanku. Aku akan menetap tinggal di Indonesia."
Vino lalu meraih tangan Viona.
"Viona kamu jangan egois. Mungkin kamu tidak membutuhkan aku. Tapi anak kita butuh ayahnya. Kamu bahkan tadi merasakan tendangan anak kita kan. Dia butuh aku Viona. Bayi kita butuh ayahnya."
__ADS_1
Viona menoleh ke arah Vino.
"Aku tidak butuh laki-laki seperti kamu dan kurasa anakku tidak ingin punya ayah sepertimu jika tahu kamu laki-laki seperti apa."
"Viona kita saling mencintai. Kamu hanya tinggal memaafkan atas kesalahanku dimasa lalu dan kita memulai hidup baru bersama jagoan kita. Putra kita Viona."
"Aku tidak akan pernah memaafkan kamu! Aku sudah terlanjur sakit hati sama kamu Vino. Kamu telah memberikan luka yang cukup dalam dan akhirnya aku tidak bisa melupakan hal itu sampai saat ini."
"Viona apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkan aku?"
"Pergilah! Menjauh dari kehidupanku. Aku ingin ketenangan bersama dengan anakku."
"Lebih baik aku mengalah dulu." Batin Vino.
"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan maka aku akan turuti keinginan kamu."
Viona lalu mempercepat langkahnya dan ingin segera menuju ke mobilnya. Viona lalu menghubungi Pak Agus agar menunggunya di lobby mall. Vino melihat kepergian Viona. Vino membuntuti Viona sampai Viona dijemput oleh sopirnya.
"Viona, aku akan berusaha untuk membuat kamu kembali bersamaku."
Sampai di rumah Viona langsung menuju ke kamarnya. Viona menangis tersedu-sedu saat mengetahui anak yang dia kandung adalah anaknya Vino, laki-laki yang dulu sangat dia cintai tapi sekarang sangat dia benci.
"Aku benci kamu Vino. Kenapa kamu kembali lagi ke kehidupanku," teriak Viona.
"Kenapa harus Vino yang menjadi ayahmu nak. Kenapa tidak Revano saja," ucap Viona sambil memegang perutnya dan mengusapnya perlahan.
Seketika Viona merasakan perutnya teramat sakit setelah mengatakan membenci Vino. Sepertinya anaknya tidak terima jika ibunya membenci ayahnya.
__ADS_1