
Keano dan Elena sekarang sudah sampai di rumahnya orangtua Keano. Elena menarik napas dalam-dalam dan lalu menghembuskannya perlahan. Keano membuka pintu mobilnya.
"Ayo ratuku," ucap Keano dengan senyuman, Elena lalu meraih tangan Keano.
"Jika saja ini nyata, aku akan bahagia punya kekasih seperti Keano yang selalu bersikap manis." Batin Elena.
Elena melempar senyuman dengan Keano. Mereka kini bergandengan tangan dan berjalan menuju ke rumah.
"Jika saja aku bisa memilikinya, pasti aku tidak akan pernah menyakitinya." Batin Keano.
Bibi membukakan pintu. Kenzo sudah duduk di ruang tamu. Kenzo penasaran dengan pacar anaknya. Maka dari itu Kenzo lebih memilih untuk menunggunya di ruang tamu sambil meminum kopinya.
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikum Salam..."
Kenzo lalu beranjak dari tempat duduknya. Keano dan Elena lalu mengecup punggung tangan Kenzo.
"Cantik juga gadis pilihan Keano ini. Tapi sepertinya umurnya seumuran dengan Kezia." Batin Kenzo.
"Silakan duduk," ucap Kenzo.
Sedangkan Bibi lalu menghampiri majikannya di dapur. Sonya sedang memasak, kali ini Sonya masak makanan spesial karena akan kedatangan tamu. Siapa lagi kalau bukan calon menantunya.
"Nyonya, Den Keano sudah datang bersama perempuan."
"Itu pasti pacarnya. Bibi minta tolong bikinin jus jeruk ya Bi. Soalnya saya lagi nanggung nih mau masakin yang spesial untuk calon menantu," Sonya sedang memasukkan bumbunya ke wajan penggorengan.
"Siap Nyonya." Dengan cepat Bibi membuka kulkas dan mengambil buah jeruk.
"Bi, anaknya cantik ga?" tanyanya penasaran.
"Maksudnya pacar Den Keano?" Sambil memeras jeruk yang ada ditangannya.
"Iyalah Bi, lalu siapa lagi? Calon menantuku cantik ga?" ucapnya diakhiri dengan gelak tawanya.
"Cantik Nyonya. Tapi sepertinya usianya tidak beda jauh dari Non Kezia."
"Berarti Keano termakan omongannya sendiri."
"Maksudnya Nyonya?" ucap Bibi yang belum mengerti.
"Keano pernah meledek Revano kalau Revano punya istri yang lebih tua 3 tahun darinya. Lah kalau pacarannya sekarang seumuran Kezia berarti Keano termakan omongannya sendiri dong Bi."
"Iya benar juga apa yang Nyonya katakan."
"Saya, ke ruang tamu dulu Nyonya." Bibi lalu meraih nampan dan meletakkan dua gelas jus jeruk. Tak lupa satu toples berukuran sedang yang berisi biskuit.
"Iya Bi, aku juga baru mau selesai masaknya dan nanti tinggal menggoreng ayamnya saja."
__ADS_1
Bibi sekarang sudah sampai di ruang tamu dan meletakkan dua gelas jus jeruk buatannya.
"Silakan diminum Den dan Non."
"Iya, makasih Bi," jawab Keano dan Elena yang tak sengaja bersamaan.
"Wah, kalian pasangan yang serasi. Bicaranya saja sampai bersamaan."
"Mungkin karena mereka berjodoh Bi," ucap Kenzo dengan senyuman manisnya.
"Oh iya Bi, istriku mana?"
"Nyonya sedang masak Tuan. Katanya Nyonya masak masakan spesial untuk calon menantunya," ucap Bibi sambil tersenyum.
"Panggilkan istriku ya Bi." Perintah Kenzo kepada asisten rumah tangganya.
"Siap Tuan."
"Calon menantu?" Batin Elena.
"Uhukk... Uhukk......." Elena seketika tersedak karena saat ini sedang makan biskuit yang tadi Bibi bawa. Elena sangat terkejut setelah Bibi menyebutnya sebagai calon menantu.
"Minum dulu sayang," ucap Keano sambil menyerahkan jus kepada Elena.
"Makasih sayang," ucapnya malu-malu.
Elena langsung meraihnya dan meneguk jus jeruknya. Rasanya sangat segar. Kenzo tersenyum tipis mendengar kata-kata mesra yang keluar dari bibir Keano dan juga Elena. Kenzo jadi teringat saat dulu waktu kencan pertama kalinya dengan Sonya. Sonya juga masih bersikap malu-malu saat itu.
Sonya sekarang berjalan menuju ke ruang tamu. Sonya terkejut saat melihat Elena.
"Tante Sonya?" ucap Elena yang tidak percaya bahwa teman Mamanya arisan adalah Mamanya Keano.
"Elena?" Sonya terlihat bahagia saat ini.
Saat itu sopir di rumahnya sedang ke bengkel untuk menambal ban yang bocor jadi tidak bisa menjemput Nyonya Luna. Sonya pernah mengantarkan Luna pulang ke rumahnya. Mereka tak sengaja bertemu saat itu. Luna lalu memperkenalkan anaknya dengan Sonya.
"Sayang, ternyata kamu pacarannya Keano." Sonya lalu memeluk Elena.
"Iya Tante," jawab Elena sambil membalas pelukannya.
"Aduh semakin rumit saja ini. Ternyata Mamanya Keano adalah teman Mamaku arisan yang tak lain adalah Tante Sonya." Batin Elena.
Sonya lalu melepaskan pelukannya.
"Kamu cantik sekali nak." Puji Sonya terhadap calon menantunya.
"Makasih Tante," jawabnya lalu tersenyum.
"Tunggu... Tunggu, Mama kenal sama pacarku?" tanya Keano ingin memastikan.
__ADS_1
"Iya sayang, Mamanya Elena itu teman Mama arisan."
"Wah, dunia memang sempit ternyata," ucap Kenzo.
"Sayang, temani Mama masak yuk nak."
"Hmm, iya Tante." Elena tidak enak jika menolak ajakan Sonya.
"Panggil aku Mama. Karena kamu akan menjadi menantuku."
"Eh? Iya Mama..." Elena langsung meralat ucapannya.
Kenzo bahagia ternyata istrinya juga sudah mengenal pacarnya anaknya. Tinggal nanti saja Kenzo akan bertanya pada istrinya mengenai Elena.
Sonya dan Elena sudah sampai di dapur. Bibi lalu menuangkan sayur ke dalam wadah. Sayur yang tadi Sonya masak sudah matang. Bibi tadi hanya menunggunya sampai matang saja.
"Sayang kamu bisa masak tidak?"
"Papa dan Mama lebih mengutamakan pendidikanku. Jadi hanya bisa masak sedikit saja, soalnya saya jarang masak. Mama biasanya yang masak di rumah."
"Lama-lama kamu pasti bisa masak nak. Bantu Mama goreng ayam ya nak?" Sonya ingin mengetes Elena mau tidak untuk terjun ke dapur dengan pakaiannya yang sudah terlihat rapi.
Elena mengangguk pelan. Elena lalu menggoreng ayam yang sudah berlumuran dengan tepung tersebut.
"Kata Mama kamu sekarang kamu sedang kuliah sambil kerja nak?"
"Iya Mama. Saya sedang kuliah S2 dengan biayaku sendiri. Saya tidak mau merepotkan Papa dan Mama."
"Soal biaya pendidikan itu urusan orangtua sebenarnya nak. Mereka yang mencari uang untuk membiayai pendidikan kamu."
"Tapi saya ingin merasakan yang namanya mencari uang dan membayar biaya kuliah dari hasil kerja keras saya sendiri Mama."
"Elena gadis yang mandiri, berpendidikan, cantik dan aku hanya tinggal mengajarinya masak saja. Ah, Keano akan punya istri yang sempurna." Batin Sonya bahagia.
Sekarang Elena sudah selesai menggoreng ayamnya.
"Makasih ya nak. Kamu telah membantu Mama masak."
"Sama-sama Tante. Eh Mama, maaf belum terbiasa."
"Nanti juga akan terbiasa nak," ucap Sonya dengan senyuman.
"Akan terbiasa? Maksudnya aku akan dijadikan menantunya beneran?" Batin Elena yang seketika pikirannya kemana-mana.
"Sayang kok melamun?"
"Eh tidak apa-apa Mama."
"Duh, bagaimana kalau aku dan Keano ketahuan hanya berpura-pura berpacaran. Mereka pasti akan kecewa." Batin Elena.
__ADS_1
Elena sekarang merasa salah mengambil keputusan karena langsung menyetujui permintaan Keano. Permintaan yang menurutnya konyol. Menjadi pacar sementara agar Keano tidak jadi dijodohkan dengan kedua orangtuanya.