Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Bali.


__ADS_3

Kezia dan Revano kini sudah siap pergi ke Bali. Revano bahagia akan piknik ke Bali selama seminggu. Revano memang menyukai pantai. Daddy Ray sengaja memberikan paket bulan madu ke Bali sudah sama penginapannya. Saat masuk ke penginapannya Kezia melongo tidak ada sofa dan cuma ada tempat tidur saja.


"Astaga, apa aku harus satu tempat tidur sama Revano malam ini?" Batin Kezia masih terbengong memikirkan dirinya akan tidur dimana.


Revano yang melihat Kezia hanya diam saja tidak berkedip pun lalu bersuara.


"Kak... Kak Kezia...." Sambil melambaikan tangannya tepat ke wajahnya.


Kezia membuyarkan lamunannya saat tangan Revano sudah berada tepat di depan wajahnya. Kezia lalu menoleh ke arah Revano.


"Ada apa Revano?" tanyanya.


"Kakak kok kenapa melamun dan berdiam diri di depan pintu? Ayo masuklah. Apa Kak Kezia tidak capek?"


"Eh, iya. Kakak juga capek," ucapnya sambil menarik kopernya masuk ke dalam.


Mereka berdua memang suami istri dan hanya sebagai status saja karena perilaku mereka sehari-hari tidak seperti suami istri, lebih tepatnya seperti Kakak dan Adik. Bawa kopernya saja juga tadi sendiri-sendiri. Kezia tadi mendengus kesal Revano tidak mau membantunya mengangkat koper. Impiannya mempunyai suami yang pengertian, mapan dan baik pun gagal. Itu semua tidak ada dalam diri Revano. Kezia sudah seperti Kakaknya saja setiap hari memarahi Revano dan bukan seperti suami istri. Orang-orang yang melihat mereka berdua seperti melihat Kakak dan Adik. Mungkin karena usia mereka terpaut 3 tahun. Setelah sampai di penginapan. Kezia lebih memilih untuk mandi duluan. Rupanya Revano juga ingin mandi saat itu juga.


"Kakak, aku duluan yang mandi," ucapnya sambil nyelonong masuk ke kamar mandi.


"Eh Revano tidak bisa begitu dong. Kamu harus mengalah sama wanita."


"Kakak, bukannya seharusnya yang lebih tua itu yang harus mengalah sama yang lebih muda?"


"Itu kan berlaku untuk Kakak beradik. Kita ini suami istri dan hal itu gak akan berlaku."


Kezia langsung masuk ke kamar mandi dan meninggalkan Revano yang masih terdiam. Karena terburu-buru Kezia lupa membawa baju gantinya.


"Aduh, kenapa aku lupa bawa baju ganti segala sih." Gumamnya.


"Huft perempuan mandinya kok lama banget sih." Batin Revano.


Dengan segera Kezia menyelesaikan mandinya. Kezia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja. Revano melongo saat melihat Kezia keluar dari kamar mandi.


"Ngapain lihat-lihat?" ucapnya ketus.


"Kakak, aku ini punya mata. Lagian kalau melihat juga tidak dosa karena kita sudah sah menikah secara agama maupun negara."


Kezia yang mendengar ucapan Revano pun terdiam dengan segera mencari bajunya yang berada di dalam koper dan kembali ke kamar mandi.


Kini Kezia sudah berpakaian rapi menggunakan dress selutut berwarna pink.

__ADS_1


"Cantik." Dengan tidak sadar Revano memuji Kezia.


"Memang aku cantik dan banyak teman kampus yang suka denganku."


"Kakak terlalu percaya diri saja. Itu baju Kakak kok yang cantik, warna bagus pink. Kezia terkejut saat Revano bilang seperti itu. Sekarang Revano sudah berjalan ke kamar mandi. Kezia menunggu Revano duduk ditepi ranjang. Kezia membuka hpnya dan melihat ke akun instagram Reno dan tidak ada update status terbarunya. Kezia lalu meletakkan hpnya kembali.


"Reno, apa alasan kamu yang sebenarnya dan kamu tiba-tiba saja pergi di hari pernikahan kita." gumamnya.


Tak lama kemudian Revano keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuknya sepinggang. Kezia membolakan matanya saat Revano belum berpakaian dan dadanya terekspos.


"Aaaaaaa..........." Kezia berteriak sambil menutup matanya dengan tangannya.


"Kakak membikin Revano kaget saja. Lagian kenapa sih teriak-teriak? Lihat aku seperti melihat setan saja."


"Itu kenapa kamu tidak memakai baju dan hanya menggunakan handuk saja?"


"Aku di rumah sudah terbiasa seperti ini Kak. Kenapa? Apa Kak Kezia terpesona ya melihat tubuhku?"


"Ah tidak, kamu hanya mengagetkan aku saja tadi."


Mereka kini sudah siap untuk berangkat ke pantai. Revano berjalan duluan dan Kezia berjalan dibelakangnya. Saat sudah sampai di pantai Revano bahagia.


Kezia mengeryitkan dahinya saat Revano berteriak seperti itu.


"Hmm... Kita hanya nikah kontrak satu tahun saja. Oh iya aku sampai lupa surat kontraknya sudah jadi. Tinggal kita menandatangani surat perjanjian kontrak tersebut."


"Hmm.. Lebih cepat lebih baik Kak. Aku juga ingin hidup bebas lagi."


"Tapi semua akan berubah jika kita terus bersama-sama Kak. Lama-lama Kak Kezia bisa jatuh cinta padaku," ucapnya kembali.


"Kamu ini bicaranya sembarangan. Aku tidak mungkin jatuh cinta sama kamu," ucapnya meninggalkan Revano yang melongo mendengar perkataan Kezia.


Kezia berjalan menjauhi Revano. Kini Revano berpikir bahwa Kezia telah marah kepadanya. Dengan berjalan agak lebih cepat Revano mengejar Kezia.


"Kakak mau kemana?"


"Aku ingin minum es kelapa muda. Sepertinya sangat menyehatkan sekali diminum saat cuaca sedang panas seperti ini."


"Hmm iya Kak."


"Kamu duduk di kursi situ saja ya? Kakak tinggal beli minuman sebentar.

__ADS_1


"Iya Kak," ucapnya mengangguk.


Setelah sepuluh menit kemudian. Revano mendengus kesal saat Kezia tak kunjung balik.


"Katanya cuma sebentar, tapi kok bisa lama banget sih?"


Revano lalu tertidur di kursi tersebut.



"Astaga kok bisa tertidur sih Revano, kan aku cuma meninggalkan Revano sebentar saja."


"Revano bangun..."


Revano lalu mengerjapkan matanya.


"Kak Kezia....."


"Nih es kelapa mudanya." sambil menyodorkan.


"Wah, terima kasih banyak ya Kak Kezia. Kakak sangat baik."


"Emang aku baik dari dulu kok. Kamu saja yang baru menyadarinya."


"Hmm iya....."


Kini mereka menikmati es kelapa muda tersebut. Setelah itu mereka kembali jalan-jalan ke pantai. Revano berlari-lari kecil menikmati pemandangan indah di pantai. Kezia hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Revano seperti adiknya saja.


"Kalau lagi tersenyum Revano manis juga. Eh, kenapa aku jadi memuji dirinya." Batin Kezia.



"Kakak, ayo kita kesana."


"Hmm iya, ayo Revano."


Mereka lalu duduk ditepi pantai. Menikmati pemandangan indah bersama. Kezia tak menyangka pantainya begitu sangat indah. Tak heran jika banyak pasangan muda yang datang ke pantai ini. Kebanyakan mereka pada Honeymoon di Bali.


Banyak pasangan muda yg bergandengan tangan. Kezia juga ingin seperti mereka. Namun sepertinya mustahil karena laki-laki yang dicintainya kini pergi saat diacara pernikahannya dan yang lebih mengejutkannya lagi sah adiknya yang menggantikan menjadi pengantin prianya saat calon suaminya kabur. Mau tidak mau Kezia harus menikah dengan Revano. Demi menanggung malu jika pernikahannya tidak jadi dan demi Om Rey juga yang terkena serangan jantung dadakan.


Kezia harus menjalani rumah tangganya bersama dengan Revano selama satu tahun. Besok mereka setelah pulang dari Bali mereka akan menandatangani surat perjanjian nikah kontrak tersebut.

__ADS_1


__ADS_2