
Revano ini aku tadi sudah menemui pengacara. Kamu tinggal baca dan menandatangani surat perjanjian kontrak kita. Revano lalu membaca perjanjian nikah kontrak dengan Kezia. Isi dari perjanjian surat kontrak nikahnya kira-kira seperti ini :
Pihak II tidak boleh mencampuri urusan pribadi pihak I.
Baik Pihak I maupun Pihak II wajib bersikap selayaknya suami istri di depan keluarga masing-masing.
Pihak II akan menuruti semua keinginan Pihak I.
Pihak II harus menjaga jarak selama masa kontrak.
Baik Pihak I maupun Pihak II dilarang untuk kontak fisik. Jika melanggar maka akan dipercepat proses perceraiannya.
"Semua perjanjian ini hanya menguntungkan bagi Kak Kezia saja." Batin Revano.
"Cepat kamu tandatangani surat perjanjian kontrak itu."
"Iya Kak, aku akan segera menandatanganinya."
Revano lalu mengambil pulpen dan langsung menandatangani surat perjanjian kontrak tersebut. Kezia tersenyum dan berharap sebentar lagi Reno datang dan Kezia langsung akan menceraikan Revano.
Malam telah tiba Revano dan Kezia kini makan di sebuah restoran.
"Kakak, biar nanti aku saja yang bayar makanannya. Ini aku dikasih kartu sama Daddy Rey."
"Aku bisa membayarnya sendiri. Kamu sudah aku anggap sebagai adikku. Karena sebentar lagi kalau Kakak kamu pulang kita bisa menyudahi kontraknya dan aku akan menikah dengannya."
"Baik Kak," ucapnya sambil menunduk.
Kezia kini sudah membayar semua makanannya. Ada perasaan aneh yang dirasakan Revano saat Kezia bilang menganggapnya hanya sebagai adik saja bukan seorang suami meskipun mereka hanya nikah kontrak.
"Selama ini aku hanya dia anggap sebagai adiknya saja? Setelah Kak Reno akan pulang ke rumah aku akan disingkirkan. Lagian Kakak kemana sih? Kaburnya lama sekali dan bikin repot saja." Batin Revano.
Mereka kini sudah sampai di apartment. Kezia sedang bersandar di pinggir ranjangnya sambil memainkan hpnya. Revano sudah selesai belajar dan sudah mengantuk karena besok pagi ada kuis. Saat sudah selesai belajarnya dan Revano sudah berjalan menuju ke tempat tidur.
"Eh, mau apa kamu?"
"Mau tidur Kak. Besok aku ada kuis, jadi harus tidur lebih awal."
"Aku gak mau kamu tidur di tempat tidurku."
"Kakak, kita sudah biasa kan tidur satu tempat tidur. Kemarin kita saat di Bali kita sudah tidur bersama."
"Itu karena tidak ada sofa saat kita di Bali."
"Di sini juga tidak ada sofa Kak."
__ADS_1
"Siapa bilang? Di luar ada sofanya."
"Kalau begini caranya aku akan pulang ke rumah saja. Di rumah aku bisa tidur lebih nyenyak."
Revano kini sudah mengambil kunci mobilnya.
"Revano, kalau kamu berani pulang ke rumah malam ini. Bisa jadi orang tua kamu mengira kalau kita bertengkar. Apa kamu mau jantung Daddy Rey sakit lagi?"
Revano berpikir sejenak dan benar juga apa yang dikatakan Kezia.
"Baiklah, aku akan turuti semua kemauan kamu."
Revano mendengus kesal lalu berjalan keluar kamar dan akan tidur di sofa.
"Besok aku harus beli alas tidur, aku tidak bisa tidur di sofa terus. Bisa-bisa pinggangku sakit." Lirihnya.
Revano tidak bisa memejamkan matanya. Tak enak tidur di sofa.
"Pernikahan macam apa ini? Harusnya dia yang menurut suami." Gerutu Revano lalu membaca doa dan tidur.
Pagi hari setelah sholat subuh dan sudah mandi Revano langsung ke dapur untuk membuat sarapan. Ini pertama kalinya Revano akan memasak setelah menikah.
Revano lalu menggunakan celemek dan mulai memotong bahan-bahan yang akan dimasak. Kezia kini sudah mandi dan sedang memainkan hpnya. Kezia mengirimkan pesan WhatsApp kepada Reno. Tapi sepertinya hpnya tidak aktif soalnya cuma ceklis satu. Pesan WhatsApp yang dulu saja juga sama hanya ceklis satu.
"Reno sebenarnya kamu kemana? Aku sangat merindukan kamu." Lirihnya.
"Harum juga masakannya. Tapi belum tentu enak juga kan?" Batin Kezia.
"Jadi juga akhirnya," ucap Revano tersenyum tipis.
Setelah selesai masak, Revano lalu mengambil dua piring beserta sendok dan garpu.
"Kakak, makanannya sudah siap. Ayo kita sarapan."
"Iya, Kakak juga sudah lapar."
Mereka lalu sarapan bersama. Kezia tidak menyangka bahwa masakan Revano lumayan enak.
"Kak Kezia........"
"Hmm............."
"Gimana masakan aku? Enak atau tidak?" tanyanya penasaran.
__ADS_1
"Lumayan....."
Meskipun hanya dibilang lumayan tapi hati Revano sudah bahagia. Revano tersenyum saat Kezia makan makanannya dengan lahap. Mereka kini sudah makan bersama. Revano lalu ganti baju untuk siap-siap berangkat ke kampus. Kezia masih duduk di sofa dan memainkannya hpnya.
"Kakak, Revano berangkat kuliah dulu ya?"
"Iya, kamu hati-hati. Kakak nanti ke butik soalnya jam 9 pagi."
Revano masih berdiri di depan Kezia sambil tersenyum.
"Kenapa lagi Revano? Apa kamu minta uang jajan?"
"Tidak Kak. Revano hanya ingin salim."
"Salim?" Kezia berpikir apa Revano akan mengecup keningnya dan Kezia akan mengecup punggung tangannya seperti yang dilakukan pasangan suami istri yang sebenarnya.
"Iya Kak." Jawabnya singkat.
Dengan cepat Revano mengambil tangan Kezia dan mengecupnya dengan mesra. Kezia melongo saat melihat apa yang dilakukan oleh suaminya. Biasanya yang melakukan hal itu adalah istri bukan suami.
"Revano, kenapa kamu mengecup tanganku?"
"Kata Mommy Risa kalau bertemu dengan orang yang lebih tua harus salim sebagaimana kita harus menghormatinya. Karena Kakak lebih tua dariku jadi aku harus menghormati Kakak." Revano kini menjelaskan secara detail.
Kezia baru sadar bahwa didikan mertuanya sangat bagus. Apalagi Revano sempat tinggal di pondok pesantren selama 3 tahun.
Revano kini sudah keluar dari apartment. Revano melajukan mobilnya ke kampusnya.
Alasan Kezia tidak mau tinggal di rumah mertuanya atau di rumahnya sendiri adalah ingin mandiri. Mereka tidak tahu bahwa alasan yang sebenarnya karena mereka ada perjanjian menikah kontrak. Kezia takut kalau ketahuan, makanya meminta Papa Kenzo untuk membelikannya apartment. Kezia juga tidak ingin selalu ditanya sudah isi atau belum. Karena pasti akan ditanya terus jika tinggal bersama orang tuanya atau di rumah mertuanya.
Sampai di kampus Revano kini sudah sampai di kelasnya. Waktu perkuliahan belum mulai karena Revano datang setengah jam sebelum kelas dimulai. Revano kini tengah diledekin oleh teman-teman sekelasnya.
"Wah ada yang tega menikung Kakaknya sendiri nih."
"Gimana bro? Apa kalian sudah melakukan kegiatan seperti pengantin baru lainnya?"
Tak lama kemudian teman yang lainnya menyahuti ucapan temannya.
"Sepertinya Kak Kezia masih perawan. Mana mungkin Revano berani macam-macam sama Kak Kezia yang galaknya minta ampun dan bawel itu hahahaha," ucap salah satu temannya.
Revano tidak terima diledekin oleh teman-temannya.
"Kalian semua salah. Bahkan aku habis pulang bulan madu dari Bali bersama istriku," ucapnya menampilkan senyumannya agar mereka semua percaya dengan apa yang ia katakan.
"Kalian lihat saja nanti sebentar lagi istriku juga akan hamil anakku," ucapnya asal agar temannya berhenti meledeknya.
__ADS_1
Semua temannya terkejut saat mendengar ucapan Revano dan mereka sekarang terdiam. Mereka tahunya Revano dan Kezia sudah melakukan seperti yang seharusnya mereka lakukan seperti pasangan suami istri lainnya. Teman-temannya tidak tahu bahwa Revano dan Kezia ke Bali hanya untuk berlibur saja. Tidak ada acara bulan madu. Bahkan mereka hanya menikah secara kontrak.