Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Pengakuan Kezia..


__ADS_3

Kezia akan mengakui semua yang terjadi dalam kehidupan rumah tangganya. Termasuk perjanjian pernikahan kontrak selama satu tahun yang mereka telah sepakati dan ditandatangani. Mama Sonya masih memegang pil pencegah kehamilan yang tadi dia ambil dari laci saat mencari hairdryer.


"Mama, memang aku dan Revano sudah melakukannya."


Sonya tersenyum tipis setidaknya anaknya sudah menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Meskipun Kezia menjadikan Revano seperti layaknya seorang pembantu.


"Lalu kenapa kamu meminum pil pencegah kehamilan ini nak? Bukankah kamu tahu kita semua menantikan cucu dari kamu."


"Aku tidak mau mengandung anak dari laki-laki yang tidak aku cintai Mama."


"Astagfirullah Nak. Kamu ini sangat keterlaluan sekali."


"Ada apa Mama kok ribut-ribut?" Kenzo masuk ke kamar.


"Lihat ini Papa. Anak kita mengkonsumsi pil pencegah kehamilan."


Kenzo menatap tajam anaknya.


"Kenapa kamu lakukan hal ini nak? Kamu bisa saja menjadi tidak bisa punya anak kalau seperti ini. Seharusnya ini tuh dikonsumsi saat kamu sudah punya anak."


"Tapi Kezia tidak mau punya anak dari Revano Papa."


"Kamu jangan munafik nak. Bilang tidak mencintai Revano tapi kok sudah melakukan hubungan suami istri," ucapnya dengan menampilkan wajah sinis.


"Revano yang memaksaku Papa. Aku tidak bisa melawannya. Tubuhnya lebih kekar daripada aku."


"Kamu ini seharusnya sadar tugas sebagai istri itu apa. Bukan Revano yang harus memintanya. Aku yakin Revano melakukan hal itu karena kamu tidak kunjung memberikan hak kamu kan?"


Kezia mengangguk pelan pertanda sudah mengiyakan semua perkataan Papanya karena memang benar seperti itu.


"Itu salah kamu sendiri nak."


"Kok jadi menyalahkan Kezia terus sih Papa."


"Ya memang kamu salah."


Pandangan mata Kenzo lalu tepat pada map berwarna hijau. Kenzo berjalan mendekat dan meraih map berwarna hijau tersebut.

__ADS_1


"Waduh gawat. Bakal ketahuan lagi nih. Aduh kenapa aku lupa segala sih menaruhnya sembarangan. Ini semua karena Reno yang selalu ada dalam pikiranku." Batin Kezia.


"Apa ini nak?" Tanyanya penasaran.


Sonya mendekati Kenzo


"Papa langsung buka saja Papa. Percuma tanya sama anak kita yang ada tidak mengakui ini map apa."


Kenzo lalu membuka map berwarna hijau tersebut. Mata Sonya dan Kenzo membulat dengan sempurna saat Kezia menggugat cerai Revano. Sonya dan Kenzo jadi teringat saat Revano tadi kesal jika nama Kezia disebut oleh Risa.


"Astagfirullah nak. Apa kamu ingin membuat Papa jantungan seperti Rey?" Sambil memegang dadanya.


"Kamu tidak berpikir apa kalau kamu bercerai dengan Revano bisa mendapatkan laki-laki yang baik sepertinya?"


"Revano keterlaluan Mama. Revano memaksaku melakukan hal itu. Jadi aku ingin berpisah darinya."


Kenzo lalu merobek surat gugatan cerainya. Kezia melongo melihat Papanya merobek suratnya.


"Setidaknya masih ada surat perjanjian nikah kontrak satu tahun yang aku masih simpan ditempat yang aman. Jadi tidak akan tahu Papa dan Mama aku menyimpannya dimana." Batin Kezia


Kezia menyimpan surat perjanjian pernikahan kontraknya dengan Revano di butiknya. Kezia menyimpannya di laci ruangan pribadinya.


"Kezia kamu berpikir dong. Buka pikiran kamu, tidak seharusnya kamu ingin bersama dengan Reno. Dirinya sudah punya istri dan sebentar lagi akan punya anak dari Sandra. Kamu juga seharusnya menjaga perasaan Sandra dong nak. Kamu itu sama Sandra sama-sama perempuan. Jadi seharusnya saling mengerti."


"Iya benar apa yang dikatakan Papa kamu nak. Lagian Reno itu Kakaknya Revano. Apa kamu tidak memiliki perasaan nak? Secara tidak langsung kamu telah menyakiti hati Revano dengan kamu masih memiliki perasaan dengan Reno, Kakak kandungannya sendiri."


"Aku tidak peduli dengan Revano."


"Jangan kamu lakukan hal yang bodoh lagi nak. Kalau kamu tetap ingin bercerai dengan Revano. Kamu akan menyesal jika sudah berpisah dengannya."


"Benar yang dikatakan Papa kamu nak. Tidak ada laki-laki yang baik seperti dirinya. Bahkan menurut Mama, Revano lebih baik sikapnya daripada Reno. Dirinya juga lulusan pondok pesantren dulu. Kamu seharusnya bersyukur punya suami seperti Revano yang hapal Al-Qur'an. Ya meskipun tidak hapal semua seperti Rey. Namun setidaknya dirinya sudah bisa menghapal 18 juz."


"Hmm..........." Kezia hanya menjawab deheman saja.


"Aku tidak akan menyesalinya. Bahkan aku akan bisa mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik dan mapan pastinya. Tidak seperti Revano yang tidak bisa memberiku apa-apa." Batin Kezia.


Kezia tidak tahu bahwa selama ini Revano setelah pulang kuliah dirinya bekerja sebagai model. Revano sedang menabung jika sudah terkumpul semua uangnya akan diberikan ke Kezia. Revano menyisihkan semua uang hasil kerja kerasnya ke kartu ATM pribadi bukan kartu ATM pemberian dari Daddy Rey. Jadi uangnya murni dari hasil bekerja sebagai model. Namun karena Revano masih mahasiswa jadi hanya itu yang bisa Revano lakukan untuk bisa menafkahi Kezia. Revano juga sadar akan tanggungjawabnya sebagai suami. Karena Kezia orangnya suka dengan kemewahan jadi Revano takut jika saat memberikan uang setiap habis dirinya mendapatkannya dari hasil menjadi model iklan atau model cover majalah yang ada nanti dihina karena cuma dapat sedikit. Jadi Revano membiarkan semua uangnya terkumpul terlebih dahulu baru nanti akan dikasih ke Kezia.

__ADS_1


"Nak, mulai besok kamu harus bisa menjadi istri yang baik. Papa tidak mau tahu. Kalau kamu sampai masih melakukan Revano layaknya seorang pembantu Papa akan cabut semua fasilitas yang Papa berikan."


"Papa kenapa tega mengancam Kezia?"


"Papa tidak mengancam kamu nak. Papa hanya ingin kamu bahagia dengan Revano," ucapnya sambil mengusap rambut anaknya.


"Papa hanya ingin yang terbaik untuk kamu nak," ucapnya kembali dan kini mata Kenzo sudah mulai berkaca-kaca.


"Papa............" Kezia lalu memeluk Papanya.


Kezia anak kesayangan Kenzo jadi Kenzo ingin yang terbaik untuk anaknya.


"Kamu mau kan nak merubah sikap kamu sama Revano?" sambil memegang kedua pipi anaknya.


Kezia menganggukkan kepalanya pelan.


"Bagus nak, Jadilah istri yang baik. Berbaktilah pada Revano. Suamimu itu juga ingin dihargai dan dihormati meskipun umurnya 3 tahun lebih muda dari kamu."


"Iya Papa. Kezia mengerti apa yang harus Kezia lakukan."


"Maaf Papa aku akan baik sama Revano bukan karena aku menganggapnya sebagai seorang suami. Namun karena aku tidak ingin kehilangan fasilitas yang Papa berikan selama ini. Aku tidak bisa kalau tidak hidup dengan kemewahan." Batin Kezia.


Sekarang Sonya sudah mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Sonya tersenyum saat Kezia mau berubah sikapnya dengan Revano.


"Semoga kamu benar-benar akan bisa berubah sikap kamu sama Revano nak. Kasihan menantuku itu jika kamu masih terus saja memperlakukannya selayaknya seorang pembantu. Revano berhak bahagia." Batin Sonya.


"Mama tahu tidak makanan kesukaan Revano itu apa?"


"Udang saus padang nak. Revano sama seperti Rey menyukai udang."


"Baiklah, ayo Mama ajarkan aku untuk membuatnya."


"Serius kamu mau masak nak?" Matanya berbinar-binar saat anaknya ingin memasak makanan kesukaan Revano.


"Iya Mama. Kezia ingin menjadi istri yang baik buat Revano," ucapnya dengan senyuman.


"Ayo sayang kalau gitu kita ke dapur sekarang."

__ADS_1


Kezia mengangguk dan tersenyum. Mereka akhirnya pergi ke dapur untuk memasak makanan kesukaan Revano. Sonya dan Kenzo bahagia anaknya akan berubah. Kedatangannya berkunjung ke apartment akhirnya bisa membuat anaknya berubah.


__ADS_2