Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Ngidam Bareng


__ADS_3

Malam hari setelah makan malam Kezia dan Revano kembali ke kamarnya. Revano sedang duduk di sofa sambil main game. Sedangkan Kezia sedang duduk di ranjangnya. Kezia mendengus kesal melihat tingkah laku Revano. Kezia merasa tidak diperhatikan.


"Kalau sudah main game lalu lupa denganku," ucap Kezia sambil mengerucutkan bibirnya.


"Sayang........" Panggil Kezia kepada suaminya.


Revano masih fokus terus dengan hpnya.


"Revano," ucapnya kembali.


"Iya, kenapa sayang?" Revano tidak menoleh karena masih saja terus melihat ke hpnya.


Kezia kesal dengan suaminya yang masih saja terus saja bermain game dan tidak memperhatikannya.


"Huft, gak jadi........" Kezia lalu merebahkan tubuhnya ke ranjang dan menarik selimutnya sampai ke perutnya.


Mendengar perkataan istrinya, Revano lalu menyudahi bermain game dan meletakkan hpnya di nakas. Revano lalu berjalan mendekati Kezia.


"Sayang, kamu marah sama aku?"


"Bodo amat, pikir saja sendiri!" Kezia lalu menutup wajahnya dengan selimutnya.


"Sayang, maaf... Tadi kamu mau bilang apa sama aku?" Tanyanya dengan nada lembut.


Kezia tidak menjawab perkataan suaminya.


"Kezia, aku ini suamimu. Kenapa kamu tidak menghargaiku. Kenapa kamu tidak menjawab perkataanku?" Revano berkata dengan nada yang sedikit lebih tinggi. Revano kesal istrinya cuek dengannya.


Kezia langsung membuka selimutnya dan langsung memeluk Revano.


"Maafkan aku....."


Revano tersenyum tipis karena berhasil memancing Kezia. Bahkan Kezia sekarang meminta maaf duluan. Kezia benar-benar sudah berubah.


"Tidak apa-apa sayang." Sambil melepaskan pelukannya.


"Harusnya aku yang meminta maaf sama kamu karena aku tadi cuekin kamu," ucap Revano sambil memegang pipi Kezia.


"Jangan pernah seperti itu lagi ya Revano....." Kezia sambil menatap wajah suaminya.


Revano mengangguk pelan dan tersenyum tipis.


"Kamu gemesin deh kalau lagi senyum begini," ucap Kezia sambil mencubit pipi suaminya.


Revano pasrah dengan apa yang istrinya lakukan. Justru Revano bahagia saat Kezia seperti ini.


"Tadi kamu mau bilang apa sayang?" Tanyanya penasaran.


"Aku lapar......" Sambil mengusap perutnya.

__ADS_1


"Lapar?" Revano mengernyitkan dahinya.


"Iya, anakmu minta makan lagi. Dia ingin makan masakan Papanya," ucap Kezia sambil menunjuk perutnya.


Revano lalu tersenyum dan ternyata istrinya sedang ngidam. Revano lalu menundukkan kepalanya ke perut Kezia.


"Sayang, anak Papa ingin makan apa nak?" Tanya Revano sambil mengusap perut Kezia.


"Sop iga. Anak kita ingin makan sop iga sekarang juga," jawab Kezia dengan cepat.


"Baiklah, aku akan memasaknya untukmu nak," ucap Revano sambil mengecup perut Kezia.


Kezia tersenyum bahagia karena sudah lama sekali ingin merasakan masakan suaminya.


"Sayang, kamu di kamar saja ya. Aku akan memasak di dapur." Revano sambil mengusap rambut panjang istrinya.


"Sayang, aku ikut. Aku ingin melihat kamu memasak."


"Baiklah, ayo sayang kita ke dapur sekarang juga."


Kezia mengangguk pelan dan tersenyum. Revano lalu menggandeng Kezia. Mereka perlahan-lahan turun dari lantai dua menuju ke dapur.


"Sayang, sekarang kamu duduk saja ya. Aku akan cepat memasak sop iga untukmu."


"Baiklah....."


Revano tidak mau istrinya kelaparan. Kezia melihat suaminya cekatan memasak.


Di kamar Reno, Sandra dari tadi membolak-balikkan tubuhnya. Reno yang merasa istrinya tidak nyaman dan tidak bisa tidur pun lalu menghadap ke arah istrinya.


"Honey, kamu tidak bisa tidur?"


"Iya hubby. Aku ingin makan, perutku sangat lapar."


"Eh? Honey kalau begitu aku temani kamu makan sekarang."


"Tapi aku ingin makan nasi goreng buatan kamu."


"Wah kamu lagi ngidam ya honey?"


Sandra menganggukkan kepalanya pelan.


"Jagoan kecil Papa, kamu lapar ya nak? Kamu mau makan apa sayang, bilang sama Papa." Sambil mengusap perut buncit Sandra.


"Iya Papa. Aku mau nasi goreng spesial buatan Papa," ucap Sandra sambil menirukan suara anak kecil.


"Baiklah, Papa akan buatkan nasi goreng yang enak untuk kamu nak," ucap Reno sambil mengecup perut buncit Sandra.


"Aku ke dapur dulu ya honey," ucap Reno.

__ADS_1


"Aku ikut ya hubby," ucap Sandra sambil turun dari ranjangnya.


"Iya honey."


Mereka lalu turun dari kamarnya. Reno menuntun istrinya turun dengan pelan-pelan menuruni anak tangga. Saat sudah sampai di dapur. Sandra dan Reno saling berpandangan saat melihat Revano dan Kezia berada di dapur.


"Kalian disini juga?" Tanya Reno.


Revano lalu menoleh. "Eh, iya Kak. Istriku sedang ngidam sop iga buatan aku." Revano sedang mengaduk masakannya dan lalu menutup pancinya.


"Wah sama dong, Sandra juga ingin makan nasi goreng buatan aku."


"Wah, ternyata istri kita sedang ngidam bareng Kakak."


"Hehe, kita saja menikahnya juga bareng dan pada hari yang sama," jawab Reno dengan senyuman.


Sandra lalu berjalan mendekati Kezia. Sandra langsung duduk disamping Kezia. Reno lalu membuka kulkas dan mencari bahan-bahan tambahan untuk membuat nasi gorengnya. Reno mengambil sosis dan bakso sebagai bahan pelengkapnya. Tak lupa sayuran dan telur. Reno langsung mengupas bawang merah, bawang putih dan cabai. Reno mencuci semua bahan-bahan. Setelah itu Reno menghaluskan bumbunya dan mengiris bawang merah, tomat, sosis dan bakso. Tinggal mengoseng semua bahan dan lalu ditambahkan nasinya dan juga kecapnya.


Reno mengkode dengan menyenggol lengan Revano. Sang adik pun bingung kenapa Kakaknya bersikap seperti itu.


"Kalian menunggu di ruang makan saja. Kita hampir selesai memasak."


Revano lalu paham kalau Kakaknya ingin mengajaknya berbicara.


"Ok hubby....." Jawab Sandra.


"Iya benar kata Kakak. Sayang, kamu tunggu di ruang makan saja ya?" ucap Revano.


"Iya sayang, kamu semangat ya masaknya," ucap Kezia dengan senyuman. Revano juga melempar senyuman manisnya ke arah istrinya.


"Siap ratuku....." Sambil membungkuk seperti seorang prajurit yang sedang menghormati ratu di kerajaannya.


"Ehem, bucin banget sih kalian," ucap Reno.


"Iri, bilang bos!" Jawab Revano terkekeh. Revano gantian meledek Kakaknya.


Sedangkan Kezia hanya tersenyum tipis. Sandra hanya terdiam saja menahan tawanya.


"Kita ke ruang makan dulu," ucap Sandra.


"Iya, ayo Sandra," ajak Kezia sambil menggandeng sahabat yang sekarang berstatus menjadi Kakak iparnya.


Revano dan Reno lega kini Sandra dan Kezia sudah akur kembali seperti dulu lagi. Reno lalu melihat istrinya dan Kezia berjalan menjauh menuju ke ruang makan. Reno akan mengajak bicara adiknya. Reno jadi kepo saat ini dengan adiknya.


Berikan dukungan like juga ke karya baru author 💙



Jangan lupa tinggalkan jempolnya ya readers 👍 dan komentar serta saran dari kalian sangat berarti untuk author mempertimbangkan untuk membuat cerita selanjutnya. Yuk berikan gift biar author semakin semangat 🆙 Terima kasih 💙

__ADS_1



__ADS_2