Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Permintaan Aneh Revano


__ADS_3

Tidak tahu kenapa Reno kesal saat Sandra bersama laki-laki lain meskipun Sandra bilang Ricko adalah sahabat barunya. Reno melajukan motornya dengan cepat agar segera sampai ke rumahnya. Reno sudah rindu dengan adiknya. Rumah terasa sepi jika tidak ada Revano yang kadang juga bikin Reno pusing karena Revano anaknya jahil. Bagaimana tidak pusing secara adiknya itu terlalu kepo dengan kehidupan Kakaknya.


Di rumah kini adiknya Revano sudah datang dan sedang berada di ruang keluarga bersama Mommy Risa.


"Mommy, Revano kangen banget sama Mommy." Sambil memeluk Risa.


"Mommy juga kangen sama kamu nak," ucapnya membalas pelukannya.


"Anak Mommy yang paling bungsu akhirnya sudah pulang dari pondok pesantren. Kamu ingin sekolah di SMA mana sayang?" ucapnya bertanya kepada anaknya yang paling manja.


"Di SMA Mommy sama Daddy dulu boleh?" Tanya Revano.


"Boleh sayang. Kamu ingin bersekolah di Alexandria International High School nak?"


"Iya Mommy. Siapa tahu Revano juga menemukan jodoh seperti Mommy and Daddy," ucapnya terkekeh.


Karena Revano anaknya sifatnya kepo jadi Risa pernah bercerita bahwa dulu mereka bertemu saat masih SMA dan Rey merupakan adik kelasnya. Risa juga bercerita bahwa dulu mereka dijodohkan dan seiring berjalannya waktu akhirnya mereka saling mencintai dan sampai dikaruniai dua anak laki-laki yang sekarang menjadi semangat hidupnya yaitu Reno dan Revano.


"Heh anak kecil... Kakak duluan yang boleh punya pasangan. Kalau Kakak sudah punya pasangan, kamu baru boleh punya pasangan anak ingusan!" Reno tiba-tiba datang dan berbicara seperti itu.


"Kakak! Aku sudah bukan anak kecil apalagi anak ingusan. Aku sudah mau masuk SMA Kakak. Mommy lihatlah Kakak meledekku huaaa....." Revano menangis dan memeluk Mommy Risa kembali.


Reno terkekeh suka sekali kalau meledek adiknya. Merasa terhibur punya adik seperti Revano yang manja tapi kadang membikin kesal Reno karena sifatnya yang kepo.


"Reno, kamu ini ya bisanya meledek adik kamu. Nih Revano jadi menangis gara-gara kamu."


"Katanya sudah bukan anak kecil dan bukan lagi anak ingusan. Kenapa masih menangis?"


"Kakak......." Revano lalu menghentikan tangisannya.


"Reno........." Risa menatap tajam anak sulungnya.


"Assalamualaikum... Ada apa ribut-ribut?" Rey kini telah datang.


"Wa'alaikum Salam....."


"Daddy..............." Revano langsung memeluk Rey.


"Kamu mengingatkanku sewaktu masih remaja nak." Batin Rey.


"Nak, kenapa menangis?" Rey sambil mengusap kepala anaknya dengan penuh kasih sayang.


"Kakak nakal Dad."


"Reno kamu apakan adikmu?" Kini Rey menatap tajam ke arah Reno.


"Tidak Reno apakan kok Daddy." Reno berusaha tidak mengakui perbuatannya karena sudah meledek adiknya.


"Bohong... Kakak meledekku Daddy."


"Sayang apa yang terjadi?"

__ADS_1


Risa lalu menceritakan semuanya kepada suaminya. Kini Rey mengerti kenapa anak bungsunya menangis.


"Reno, kamu sebagai Kakak jangan meledek adikmu. Adikmu baru saja pulang dari pondok pesantren sudah kamu ledekin."


"Revano aku ada hadiah buat adikku tercinta. Nih buat adikku yang paling manja," ucapnya sambil memberikan makanan kesukaannya dari restoran favoritnya.


"Kakak... Ini kan makanan kesukaanku. Kakak terima kasih ya..." Revano langsung memeluk Reno.


"Revano kamu berterima kasih ya berterima kasih saja dengan ucapan. Jangan memeluk Kakak seperti ini."


"Kenapa Kakak?" Langsung melepaskan pelukannya.


"Tidak apa-apa, hanya kamu harus lebih dewasa saja. Karena kamu kan sudah mau masuk SMA."


"Iya Kak Reno siap," ucapnya sambil hormat.


"Hahaha... Kamu mengingatkanku waktu kecil saja. Aku juga selalu seperti itu sama persis sepertimu."


"Ya kan kita karena Kakak beradik. Nama kita saja hampir sama cuma bedanya namaku ada penambahan 'VA' saja."


"Iya Daddy sengaja mengasih nama kalian agak mirip biar kalian bisa akrab."


"Sudah kalian sekarang mandi sana habis itu kita makan bersama. Kalian mandi yang bersih ya! Terutama kamu Reno baju kamu kotor penuh dengan cat pilox." Risa menyuruh anak-anaknya untuk segera mandi.


"Siap Mommy." Mereka berdua kompak dengan hormat kepada Risa.


Risa tersenyum anak-anaknya kini menurut dengannya. Risa dan Rey lalu masuk ke kamarnya.


"Iya sayang, tak terasa bulan depan ulang tahun pernikahan kita yang ke 20 tahun."


"Waktu begitu cepat berlalu ya sayang. Melihat Revano, aku seperti bercermin saat diriku masih remaja hehehe," ucapnya terkekeh.


"Iya sayang, Revano putra bungsu kita manjanya seperti kamu saat masih SMA."


"Hahahaha............" Mereka lalu tertawa bersama, memang Revano manjanya seperti Rey.


"Sayang kamu mandi dulu gih. Aku akan buatkan teh jahe untukmu."


"Iya sayang."


Setelah Rey masuk ke kamar mandi Risa menyiapkan pakaian ganti dulu untuk suaminya. Setelah itu Risa keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke dapur.


"Eh menantu Mami sedang apa?" tanya Mami Ana yang kini sudah menjadi Oma karena sudah punya dua cucu.


"Ini Mi. Bikinin Rey teh jahe. Aku sekalian bikin buat Mami juga."


"Wah terima kasih ya nak." Risa sudah meletakkan secangkir teh jahe ke meja.


"Iya Mami. Risa ke kamar dulu."


"Iya nak."

__ADS_1


"Tak terasa mereka sudah mau wedding anniversary ke 20 tahun. Mudah-mudahan mereka semakin mesra dan langgeng," ucap Mami Ana sambil menyeruput teh buatan menantu kesayangannya.


Mereka sudah berkumpul di ruang makan. Setelah makan bersama. Revano ingin meminta sesuatu kepada Mommy and Daddy.


"Mom, Dad. Revano boleh meminta sesuatu?"


"Kamu mau minta apa nak? Pasti Daddy turutin keinginan kamu." Rey berpikir bahwa Revano akan minta boneka atau apalah yang Revano butuhkan saat ini.


"Beneran ya? Revano minta apa saja bakalan diturutin?"


"Iya nak. Memang anak Mommy mau minta apa sayang?" Risa kini mengelus rambut anaknya dengan penuh kasih sayang.


"Revano mau minta adik perempuan."


Semua orang terkejut mendengar permintaan aneh dari Revano.


"Uhukk..... Uhukk........" Rey tersedak saat anaknya minta adik perempuan.


Risa membolakan matanya saat anak bungsunya meminta adik.


"Apa aku tidak salah dengar?" Kini Papi Aldi yang berbicara setelah minum air putih yang hampir habis satu gelas.


"Opa tidak salah dengar. Revano ingin adik perempuan Opa."


Risa terkejut ternyata anaknya yang paling bungsu ingin punya adik perempuan. Risa lalu menghela napas panjang.


"Astaga......." Rey memegang dadanya, mengatur jantungnya yang hampir copot karena permintaan anak bungsunya.


"Daddy..... Daddy tidak apa-apa kan?" Reno menghampiri Daddy Rey.


Kini Reno cemas kalau Daddy Rey terkena serangan jantung mendadak.


"Daddy tidak apa-apa Reno. Hanya sedikit sesak napas."


"Ini semua gara-gara kamu Revano." Reno menyalahkan adiknya.


"Kok gara-gara aku sih Kak?" Revano masih bingung karena Kakaknya menyalahkannya.


"Ya karena omongan kamu yang membikin Daddy jadi sesak napas."


"Sudah... Sudah kalian jangan ribut. Kalian bikin Mommy pusing saja." Kini Risa memijat keningnya yang mulai pening.


"Dan kamu Revano, jangan kamu meminta yang tidak bisa Mommy berikan," ucapnya kembali.


"Iya Mommy." Revano kini menunduk dan meneteskan air matanya.


"Sayang, ayo kita ke kamar. Kamu sepertinya butuh istirahat," ucap Risa.


Risa dan Rey lalu pergi ke kamarnya. Mami Ana yang memperhatikan cucunya menangis pun lalu mendekatinya.


"Nak, cucu Oma. Jangan sedih ya." Sambil mengelus rambut cucu kesayangannya. Mami Ana lebih sayang dengan Revano dibandingkan dengan Reno. Karena Revano lebih menurut anaknya.

__ADS_1


"Iya Oma. Revano tidak akan sedih lagi," ucapnya menghapus air matanya dan berjalan menuju kamarnya.


__ADS_2