Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 97 - Kemarahan Aldi


__ADS_3

Papi Aldi melangkahkan kakinya ke kamar anaknya. Papi Aldi melotot saat membuka pintu kamar Rey dan melihat Rey sedang mencium kucing yang baru saja ia temukan tadi.


"Benar apa kata menantuku kalau kamu sudah punya hobby baru nak. Dasar bodoh! Kamu tidak sadar nak kalau kamu terus-menerus seperti ini mengabaikan anak dan istrimu, bisa-bisa hancur rumah tangga yang kamu bangun dengan susah payah itu dengan tanganmu sendiri." batin Papi Aldi yang terlihat ada guratan kemarahan di wajahnya.


"Ehemm................" Papi Aldi berdehem untuk menyadarkan bahwa dirinya ada di kamar anaknya.


"Eh Papi sudah pulang. Loh Risa tadi kemana?" Rey celingak-celinguk mencari keberadaan istrinya.


"Saking asyiknya kamu bermain-main dengan kucingmu itu. Sehingga kamu tidak menyadari kemana perginya istrimu?"


"Loh memangnya Risa kemana Pi? Tadi dia berada di sampingku."


"Hei nak kamu itu suaminya bukan Papi! Seharusnya kamu tahu dimana dia sekarang."


Rey baru teringat bahwa tadi telah mengabaikan Risa.


"Pi, Rey mau cari Risa dulu. Takut Risa pergi jauh dan Rey takut kalau Risa kenapa-kenapa apalagi Risa sedang hamil."


Rey melangkahkan kakinya akan keluar dari kamarnya. Seketika Papi Aldi menyetop Rey agar tidak keluar kamar terlebih dahulu.


"Stop! Berhenti disitu. Risa gak kemana-mana, dia masih di rumah."


Rey hatinya langsung lega saat Risa berada di rumah. Rey pikir Risa akan marah dan pergi dari rumah.


"Syukurlah Pi kalau Risa masih di rumah."


"Kalau kelakuan kamu masih seperti itu lama-lama Risa juga akan muak dengan sikapmu dan bisa saja Risa pergi dan meninggalkanmu."


"Pi, Risa bukan wanita seperti itu. Mana mungkin Risa akan meninggalkanku. Risa sangat mencintaiku Pi."


"Wanita itu hatinya sangat rapuh Rey. Sedalam apapun cintanya jika hatinya sudah tersakiti pasti dia akan menyerah juga."

__ADS_1


"Maksud Papi? Rey juga bingung Pi akhir-akhir ini Risa amarahnya meledak-ledak"


"Kamu boleh memelihara kucing. Tapi jangan bersikap yang berlebihan, seperti tadi kamu bercanda dan menciumnya. Yang harus kamu perhatikan lebih itu istrimu yang sedang mengandung anakmu. Risa juga ingin dimanjakan kamu Rey. Wajar saja Risa seperti itu karena ibu hamil mood-nya sering berubah-ubah."


"Rey harus gimana Pi? Rey bingung, masa iya Risa cemburu karena seekor kucing?"


"Kalau bisa kamu jangan memasukkan kucingmu dalam kamar seterusnya. Sesekali boleh, tapi jangan terus-terusan. Sebaiknya kamu beli keranjang dan suruh Bi Ijah untuk menaruh kucingmu ke tempat yang lebih aman. Jangan taruh di kamar."


"Baik Pi."


"Ingat pesan Papi sekali lagi kamu harus perhatikan istrimu, bila perlu 24 jam kamu harus berada disisinya. Karena saat-saat seperti inilah istrimu membutuhkan perhatian yang lebih di masa-masa kehamilannya dan masa ngidamnya. Rey, Risa itu wanita yang baik, bahkan dia rela meninggalkan keluarganya dan mengabdi menjadi istrimu. Menjadi istri itu tidak gampang loh nak, dia harus menjalankan berbagai tugas yang harus dia jalani mulai dari menyiapkan bajumu, memasak, mengurusi segala kebutuhanmu dan juga melayanimu. Bahkan dia masih kuliah, masih harus berpikir jika ada tugas dari kampusnya. Belum lagi kalau Baby R lahir, Risa pasti kerepotan mengurus dirinya, mengurusi kamu dan bayinya. Papi mohon, tolong kamu jangan mengecewakannya. Kalau kamu mengecewakannya bisa-bisa dia tidak akan kuat menjalani kehidupan rumah tangga seperti ini. Kamu paham nak maksud Papi?"


Rey mengangguk pertanda ia paham yang dibicarakan oleh Papinya. Rey baru sadar bahwa Risa selama ini telah menjadi istri yang baik untuknya. Mungkin amarahnya akhir-akhir ini karena Risa sedang hamil. Rey akan berusaha untuk memperhatikan Risa dan Baby R.


"Dia juga tidak merepotkanmu kan nak selama ini? Bahkan saat itu Risa mandiri mencari uang dengan cara menjadi model karena kamu belum mempunyai pekerjaan tetap. Waktu itu kamu sempat menjadi ojek online dan Risa merekomendasikan kamu menjadi model sehingga kalian bisa pulang pergi bareng, itu sebelum kamu bekerja di perusahaan Papi."


"Iya Pi. Tapi Risa tidak merepotkan apanya Pi. Risa itu merepotkan akhir-akhir ini, bahkan ngidamnya aneh-aneh gitu. Kemarin Rey malu Pi pakai kostum Dino selama di mall, di restoran sampai masuk ke apartment, bahkan tadi Rey sakit perut gara-gara makan rujak buah sama Risa di mobil."


Wanita sempurna yang di maksud Papinya adalah dimana wanita yang bisa memberikan keturunan kepada suaminya. Rey hanya terdiam saja memang benar yang dikatakan oleh Papinya. Apalagi kemarin setelah Rey memakai kostum Dinonya malamnya mendapat jatah dari Risa.


"Temui istrimu sana! Dia baru saja membuat bolu gulung."


"Baik Pi."


Papi Aldi lalu melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya. Rey lega saat Papinya sudah keluar dari kamarnya. Saat itu juga Bi Ijah masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil pakaian kotor yang akan dicuci.


"Bi, nanti aja ambil pakaiannya. Ini Bibi bawa keluar kucingnya dan tolong belikan kotak keranjang besi, mainan, makanan dan vitaminnya,. Yang penting banyakin beli makanannya ya Bi," ucap Rey sambil mengeluarkan uang 500 ribu.


"Ini uangnya kebanyakan den."


"Sudah Bi gak apa-apa."

__ADS_1


"Baik den. Bibi permisi dulu," ucapnya sambil membawa kucingnya.


"Ah iya aku harus cuci tangan dulu, habis itu nemuin istriku tercinta."


Setelah itu Rey bergegas keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan istri tercintanya. Terlihat Risa dan Maminya sedang ngobrol seputar kehamilan di ruang makan sambil menikmati bolu gulung. Rey tersenyum melihat keakraban Maminya dan istrinya.


"Sayang kamu harus jaga kesehatan kamu ya nak. Rajin-rajin berolahraga, yoga juga bagus katanya buat ibu hamil atau kamu bisa ikut senam hamil bersama di lapangan perumahan. Kalau usia kandungan kamu sudah jalan 8 sampai 9 bulan sering-sering ya buat nyapu halaman soalnya kata orang dulu sih bagus kalau ibu hamil sering menyapu halaman dan sambil agak sedikit membungkuk karena nanti akan mudah saat melahirkan secara normal. Mami juga dulu seperti itu sayang."


"Oh jadi gitu ya Mi. Baiklah Mami siap, Risa juga ingin lahirannya secara normal aja Mi. Soalnya kalau caesar ngeri kayaknya Mi, lagian akan membekas juga di perut."


"Perjuangan ibu melahirkan sangatlah sakit sayang dan nyawa taruhannya. Tapi kamu gak usah khawatir, kamu pasti bisa melewatinya. Mami dulu juga gitu dan apa kamu tau nak, rasa sakit yang kamu rasakan nanti itu semua akan terbayarkan ketika kamu mendengar tangisan anakmu waktu melahirkan."


Risa sebenarnya bergerdik ngeri saat Mami Ana membicarakan tentang melahirkan. Tapi ini juga merupakan pengetahuannya untuk kedepannya.


Pembicaraan itu yang terdengar di telinga Rey. Seketika air matanya menetes mengingat bahwa Maminya dulu berjuang untuk melahirkannya dengan susah payah dan beberapa bulan lagi istrinya juga akan mengalaminya untuk melahirkan anaknya. Rey mulai menghapus air matanya dan berjalan mendekati Risa dan Mami Ana.


"Mamiiiii...................................."


Mami Ana menoleh saat Rey memanggilnya. Rey langsung menghampiri Maminya dan memeluknya.


"Loh kenapa kamu Rey kok menangis? Ada apa sayang?" Mami Ana sambil mengelus kepala Rey.


Mami Ana pun bingung tiba-tiba anaknya menangis dan memeluknya.


"Duh gimana mau jadi seorang ayah kalau kamu masih manja begitu sama Mami kamu Rey," ucap Risa dalam hati sambil menghela nafas panjang.


"Mami, Rey telah mendengar semua cerita Mami barusan ke Risa. Rey sayang Mami." sambil menghamburkan pelukannya kembali.


"Iya nak. Mami juga sayang sama Rey."


"Nak semoga kamu nanti tidak manja seperti Daddy." batin Risa sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


Risa berharap anaknya nanti tidak manja seperti Rey. Risa berharap misalkan anaknya nanti perempuan harus menjadi perempuan yang kuat seperti dirinya. Risa juga sempat bergabung di club motor sport bersama Evan waktu SMA. Namun Risa hanya ikut saat acara ngumpul-ngumpulnya saja. Kalau untuk balapan Risa tidak ikutan. Setelah menikah dengan Rey, Risa sudah berhenti ngumpul-ngumpul dengan temannya. Sebenarnya Risa rindu sekali ingin bertemu dengan teman-temannya.


__ADS_2