
Dean jadi ingin punya anak lagi setelah melihat cucunya lahir. Dean merasa kesepian anaknya dibawa oleh menantunya. Sandra memang selalu ikut dengan suaminya selama ini. Lalu tidak tinggal di apartemennya, Sandra dan Reno tinggal di rumah Rey. Sandra juga paling pulang ke rumahnya seminggu sekali.
"Mami, aku jadi ingin punya anak lagi deh."
"Sadar umur Dean!" jawab Lova dengan cepat.
"Aku juga ingin punya anak lagi Dean, tapi Risa tidak mau," ucap Rey cemberut.
Reno dan Revano terkejut saat Rey berbicara ingin punya anak lagi. Berarti mereka akan punya adik dimana yang usianya akan lebih muda dari anaknya.
"Daddy ingin punya anak lagi?" tanya Reno dan Revano bersamaan.
Reno dan Revano lalu saling berpandangan. Sepertinya Rey memang ingin punya anak lagi dari Risa.
"Iya, tapi Mommy kalian tidak mau memberikan Daddy anak lagi," ucap Rey mendengus kesal.
"Mommy masih muda jadi masih pantas untuk punya anak. Aku bahagia jika Mommy hamil lagi, itu berarti aku akan punya adik yang lucu," ucap Revano diakhiri dengan tawanya.
"Iya, tapi lucu kalau adik kita umurnya nanti di bawah anak kita Revano," ucap Reno terkekeh.
"Kalian jangan membela Daddy. Nanti Rey ingin beneran punya anak lagi," ucap Risa sambil melipatkan kedua tangannya di atas perutnya.
"Tapi kamu memang masih muda Risa. Kamu dan Lova kan seumuran," jawab Dean.
"Benar kan Dean kalau istri kita masih muda dan masih bisa memberikan anak untuk kita."
"Aku tidak mau hamil lagi," ucap Risa dan Lova bersamaan.
"Hamil, siapa yang hamil?" tanya Sonya yang baru saja masuk bersama dengan Kenzo.
"Itu suami-suami kita ingin punya anak lagi setelah melihat Rendra," ucap Risa.
"Aku jadi ingin melihat Rendra." Sonya lalu mendekati cucu dari sahabatnya itu.
"Wah, ganteng sekali. Wajahnya imut banget."
"Hahaha, pasti Reno atau Sandra dulu membenci Revano. Ada mirip-miripnya dikit sama Revano wajah Rendra," ucap Kenzo.
"Kakak pasti yang membenciku," jawab Revano menatap tajam wajah Kakaknya.
"Heh, mana mungkin aku membenci kamu!"
__ADS_1
"Ya, mungkin saja karena aku yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar kuliah ke Korea."
"Aku tidak membencimu adikku. Justru aku mengkhawatirkan kamu sendirian di Korea."
"Lalu kalau bukan Kakak, masa iya Kak Sandra yang membenci aku?"
"Honey, apa kamu membenci adikku?" tanya Reno penasaran.
"Tidak, aku hanya mengangumi Revano saja hubby. Jangan marah ya? Aku pernah mendengar adik ipar mengaji suaranya sangat merdu dan saat itu aku bilang ingin anak kita sepertinya Revano," ucap Sandra tersenyum tipis.
"Hmm...... Tapi berpengaruh terhadap wajah anak kita."
"Wajah bayi masih bisa berubah-ubah nak," ucap Lova menjelaskan.
"Jangan marah sayang, justru anakmu akan seimut Revano nantinya," ucap Risa terkekeh.
Mereka lalu tertawa bersama.
"Sayang, kamu mencoba menggendong Rendra nak. Itung-itung kamu belajar menggendong bayi," ucap Sonya.
"Iya Mama," ucap Kezia.
Sekarang Kezia lalu menggendong Rendra.
"Hmm iya," ucap Kezia sambil mengusap pipi Rendra.
"Aku juga ingin menggendongnya sayang," ucap Revano.
Kezia lalu memberikan Rendra pelan-pelan kepada Revano. Rendra tersenyum saat digendong oleh Revano.
"Wah, Rendra tersenyum saat kamu gendong."
"Kalian sudah cocok untuk punya anak. Dua bulan lagi anak kalian akan segera lahir," ucap Rey.
"Iya Daddy," ucap Revano dan Kezia bersamaan.
Tak lama kemudian Elena dan Keano datang. Mereka bergandengan tangan dengan mesra.
"Wah-wah calon pengantin datang," ucap Kenzo menggoda anaknya.
"Elena dan Keano, kalian harus mencoba untuk menggendong bayi," ucap Sonya.
__ADS_1
"Menggendong bayi?" Keano mengernyitkan dahinya.
"Hah?" Elena terkejut saat mendengar perkataan Sonya.
"Iya nak. Kalian harus belajar menggendong bayi mulai dari sekarang. Kalian kan tinggal 3 minggu lagi akan menikah. Cobalah nak untuk menggendong bayi jadi jika Elena hamil dan melahirkan nanti kalian sudah bisa menggendongnya."
Elena terlihat malu saat ini. Apalagi Sonya berbicara seperti itu. Sepertinya calon mertuanya itu sudah menginginkan cucu juga darinya. Keano mencoba menggendong Rendra.
"Haduh salah nak. Kepalanya yang harus di sebelah kiri," ucap Sonya.
"Salah ya Mama?"
"Hmm, coba Elena saja yang menggendongnya," ucapnya kembali.
"Duh, bayinya menangis lagi," ucap Keano panik dan tidak bisa menenangkan Rendra.
Elena lalu perlahan menggendong Rendra. Elena mencoba menenangkan Rendra dan berhasil Rendra tidak menangis lagi saat Elena gendong. Elena meniup kepala Rendra. Ternyata Rendra berkeringat pada rambutnya.
"Wah, nak kamu hebat. Bisa menenangkan Rendra."
"Nama yang bagus Baby Rendra," ucap Elena tersenyum.
"Sudah cocok bukan Elena untuk punya anak?" tanya Sonya.
"Iya benar sekali. Kalian setelah menikah harus cepat-cepat berikan kami cucu ya nak," jawab Kenzo.
...*****...
Di sudut kota ada perempuan yang tengah hamil tanpa ditemani oleh suaminya. Dia membesarkan anaknya sendiri sampai usia kandungannya saat ini sudah menginjak 3 bulan.
"Hallo sayang, anak Mama sudah mulai terlihat nih dalam perut Mama. Sehat-sehat ya sayang, Mama menyayangimu," ucap perempuan itu sambil memegang perutnya.
Semakin bertambahnya bulan semakin membesar pula perutnya. Dia bertekad ingin menemui suaminya nanti saat kira-kira saat usia kandungannya berjalan 5 sampai 6 bulan. Karena jika saat ini dia ke Indonesia maka akan berbahaya juga karena dia tengah hamil muda. Dia takut terjadi apa-apa dengan anak dalam kandungannya.
"Suamiku, aku merindukanmu. Kenapa kamu tidak pernah menghubungi aku lagi," ucap perempuan itu sambil mengusap perutnya yang mulai sedikit terasa ketika diraba dengan tangannya.
Perempuan itu mulai meneteskan air mata karena sudah beberapa bulan ini suaminya tidak muncul lagi dihadapannya. Justru tiba-tiba suaminya kini tengah pulang ke Indonesia dan tidak memberitahu dirinya. Perempuan itu tahu informasinya melalui temannya.
"Kemanapun kamu pergi aku akan menemukanmu. Aku ingin merawat anak kita bersama-sama," ucap sang perempuan itu.
Perempuan itu bernama Viona Ferlyc, seorang anak konglomerat yang merantau keluar negeri untuk bekerja mencari pengalaman. Tapi sialnya dia hamil dan lalu terjebak sebuah pernikahan. Viona menikah siri dengan suaminya. Viona saat ini tidak bisa pulang ke Indonesia dalam keadaan hamil muda. Kedua orangtuanya sudah meninggal, jadi di rumahnya hanya ada Bibi yang selalu membersihkan rumahnya. Viona sudah mulai memiliki perasaan cinta kepada suaminya saat sang buah hatinya telah hadir dalam perutnya. Apalagi sekarang ada anak sebagai penghubung antara mereka.
__ADS_1
"Nak, kita akan menemukan Papamu. Bersabarlah sayang, cepatlah tumbuh dalam perut Mama agar kita bisa kembali ke Indonesia."
Anak yang ada dalam kandungannya masih kecil jadi belum bisa merespon ucapan Mamanya. Namun Viona bisa melewati kehamilannya dengan bahagia karena anak dalam kandungannya tidak meminta hal yang aneh-aneh. Biasanya ibu hamil selalu ada saja yang namanya ngidam. Tapi Viona jarang ingin makan sesuatu.