
Dua bulan kini telah berlalu. Hubungan Revano dan juga Kezia masih sama saja tidak ada perkembangan. Malam telah tiba, setelah sholat isya Revano membuat nasi goreng spesial malam ini. Aroma harum tercium dihidung Kezia. Dengan segera Kezia keluar dari kamarnya.
"Masak apalagi ya Revano?" ucapnya berjalan ke arah dapur karena penasaran suami kecilnya itu sedang memasak apa.
"Kamu masak apa Revano?" tanyanya penasaran.
"Eh? Kak Kezia ngangetin saja. Ini aku sedang bikin nasi goreng spesial."
"Nasi goreng spesial?" Sambil mengerutkan keningnya.
"Iya, nasi goreng spesial yang aku buat malam ini Kak. Karena aku bikinnya lengkap dengan sayuran, telur, sosis, bakso dan juga ayam."
"Padahal sebenernya ini nasi goreng spesial untuk orang yang spesial. Aku akui aku sudah mulai menyukaimu Kak Kezia. Tapi aku takut untuk mengatakannya. Karena percuma saja dihati kamu hanya ada nama Kak Reno." Batin Reno tersenyum getir karena dirinya termakan omongannya sendiri dan kini sudah mulai menyukai Kezia.
"Wah sepertinya enak Revano. Aku ingin segera mencicipinya," ucap Kezia dengan senyuman manisnya.
Mendengar kata enak hati Revano merasa bahagia. Kezia secara tidak langsung memuji masakannya walaupun belum merasakan masakannya.
"Ayo Kak, kita makan mumpung masih hangat."
"Iya ayo Revano, Kakak juga sudah sangat lapar."
Sebenarnya Revano ingin Kezia menghargai dirinya sebagai seorang suami. Meskipun hanya nikah kontrak selama satu tahun. Namun Revano juga ingin dianggap seperti layaknya seorang suami seperti pasangan suami istri yang lainnya. Bukan seperti ini, seorang istri yang memanggilnya dengan sebutan nama saja dan Revano masih memanggil Kezia juga dengan sebutan Kakak. Sebenarnya Revano ingin protes dengan Kezia. Tapi Revano urungkan niatnya karena nanti jika Revano protes maka perceraiannya akan lebih dipercepat karena telah melanggar perjanjian pernikahan kontraknya. Revano jadi akan memanfaatkan waktu selama setahun ini untuk bersama Kezia. Meskipun Kezia tidak mencintainya namun hanya tinggal bersama saja Revano sudah bahagia.
"Jika Allah memintaku untuk meminta sesuatu, aku akan meminta selamanya hidup bersama Kak Kezia. Entahlah, mungkin kesalahan cetak nama dalam undangan pernikahan itu mungkin sudah menjadi takdirku untuk bersama dengan Kak Kezia. Namun kebahagiaanku bersama dengan Kak Kezia hanya sementara. Dalam waktu satu tahun aku akan berpisah darinya." Batin Revano yang kini merasa sedih karena sepuluh bulan lagi akan berpisah dengan Kezia, perempuan yang mulai mengisi hatinya selama dua bulan ini.
Mereka lalu melanjutkan makan bersama. Setelah selesai makan Kezia ingin bertanya sesuatu tentang Reno melalui Revano.
"Revano......" Kezia menatap wajah Revano.
"Iya Kak Kez......."
"Ehm... Apa kamu sudah mendapatkan informasi dimana Kakak kamu berada?"
"Belum Kak Kezia, emang ada apa?"
__ADS_1
"Aku sangat merindukan Kakak kamu."
Revano tersenyum getir mendengar istrinya merindukan Kakaknya. Ada rasa cemburu namun dirinya masih bisa mengontrolnya dan pura-pura untuk biasa saja.
"Nanti kalau ada kabar dari Kakak. Aku akan beritahu Kak Kezia."
"Makasih ya Revano sebelumnya. Kamu memang calon adik ipar yang baik. Aku bersyukur bisa mengenal kamu."
Revano tersenyum kecut mendengar Kezia berbicara seperti itu. Bagaimanapun juga kebahagiaan Kezia juga merupakan kebahagiaannya. Jadi apapun yang Kezia suka pasti akan Revano kabulkan. Meskipun harus mengorbankan perasaannya. Namun jika Kezia tahu bahwa Kakaknya menyukai Sandra pasti Kezia akan sakit hatinya.
Setelah makan bersama Revano menggosok giginya dan lalu menuju ke kasur tipisnya. Revano membelinya beberapa bulan yang lalu karena Kezia tidak mau tidur dengannya dan Revano harus mengalah untuk tidur di bawah sendirian. Revano tidak bisa tidur di sofa karena punggungnya terasa sakit. Jika Mommy Risa atau mertuanya berkunjung ke apartment Revano menyembunyikan kasur tipisnya ke bawah kolong tempat tidur Kezia agar mereka tidak curiga bahwa selama ini tidak satu tempat tidur. Memang semenjak tinggal di apartment Kezia dan Revano tidak pernah tidur satu ranjang. Hanya saja saat di Bali baru mereka tidur satu ranjang karena di sana tidak ada sofa. Kini Revano sudah memejamkan matanya dan sepertinya sudah menuju ke alam mimpi.
Kezia melihat Revano sudah memejamkan matanya dan tertidur dengan pulas pun sebenarnya kasihan dengan suaminya. Namun harus bagaimana lagi, dirinya tidak ingin berbagi tempat tidur dengan suaminya. Kezia beruntung karena Revano tidak mengadu macam-macam dengan kedua orang tuanya ataupun dengan kedua mertuanya.
Kezia lalu membaca doa dan kembali membaringkan tubuhnya ke ranjang berukuran king size tersebut.
...*****...
Rey belum bisa menemukan anaknya yang kabur. Sekarang Reno dan Sandra sudah pindah apartment jadi Rey belum bisa menemukan keberadaan anaknya.
Pagi hari suara burung di luar apartment terdengar bersahut-sahutan. Reno masih tertidur pulas sekarang. Tiba-tiba saja Sandra merasakan perutnya bergejolak. Sandra segera bangkit dari tempat tidurnya dan menutup mulutnya dengan tangan kirinya lalu dengan segera berlari menuju ke kamar mandi.
"Hoek....... Hoekk........." Sandra memuntahkan isi perutnya ke dalam wastafel.
Mendengar istrinya muntah-muntah pun Reno langsung beranjak dari tempat tidurnya. Dengan segera Reno melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Namun pintu kamar mandi dikunci dari dalam.
"Honey, apakah kamu baik-baik saja di dalam?" Tanyanya yang sudah mulai cemas.
Sandra masih terus muntah-muntah. Reno semakin khawatir.
"Honey, aku dobrak ya pintunya."
Dengan segera Sandra membasuh bibirnya dan berjalan membukakan pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Ya ampun honey kamu pucat sekali. Apa kamu sakit?"
Sandra masih terdiam saja karena kini merasakan kepalanya pusing.
"Kepalaku pusing sekali hubby." Sambil memegang kepalanya.
"Ayo, kamu harus istirahat sekarang honey. Aku bantu kamu ke tempat tidur."
Reno langsung menuntun Sandra ke tempat tidur.
"Aku akan panggil Dokter honey."
"Iya hubby."
Reno lalu memanggil Dokter untuk mengecek keadaan istrinya. Sambil menunggu Dokter datang Reno akan membuatkan teh hangat dan bubur untuk istrinya.
"Honey, aku tinggal ke dapur sebentar ya?"
Sandra hanya menganggukkan kepalanya. Reno langsung ke dapur. Langkah awal sebelum membuatkan bubur untuk istrinya, Reno akan membuatkan teh hangat terlebih dahulu untuk Sandra. Dengan langkah cepat Reno lalu ke kamarnya.
"Honey, kamu minum dulu teh hangat buatan aku."
Sandra lalu duduk dan meminum teh hangat buatan suaminya. Tak lama kemudian suara bel apartment terdengar. Reno lalu berjalan untuk membuka pintunya dan dokter yang tadi Reno panggil sudah datang. Dokter lalu memeriksa Sandra.
"Bagaimana Dok? Istri saya sakit apa?" tanyanya penasaran.
Sang Dokter pun tersenyum. Reno bingung Dokter itu diberi pertanyaan kok hanya menampilkan senyumannya saja.
"Dokter kok tersenyum? Sebenarnya istri saya kenapa dok?" Kini Reno sudah panik.
"Selamat ya, Anda sebentar lagi akan menjadi calon ayah."
"Apa?" ucap Sandra dan Reno bersamaan.
"Istri Anda kini tengah mengandung. Untuk lebih tahu usia kandungannya berapa minggu lebih baik Anda segera membawanya ke dokter kandungan."
__ADS_1
"Baik Dok. Terima kasih."
Reno kini bahagia akan menjadi calon ayah. Sandra juga bahagia kini buah hatinya sudah hadir dalam perutnya.