
Sonya dan Kenzo lalu masuk ke mobilnya. Sonya baru teringat belum memberitahu kabar kehamilan Risa kepada sahabatnya yaitu Dean dan Lova yang tak lain adalah orangtuanya Sandra. Sonya lalu mencari nomor Lova. Telepon tersambung tapi tidak segera diangkat. Kemudian Sonya memilih menelepon Dean dan panggilan langsung diangkat.
"Hallo Dean, Lova aku telepon kok tidak diangkat-angkat."
"Dia sedang mandi dan hpnya di silent."
"Oh, aku hanya ingin memberitahukan kabar bahwa Risa masuk rumah sakit."
"Kirimkan alamatnya lewat WhatsApp ya Sonya dan kita akan segera ke sana."
Telepon langsung dimatikan.
"Hallo, hallo Dean..."
"Astaga kelakuannya yang panikan masih saja seperti dulu. Kan aku belum selesai bicara," gerutu Sonya yang lalu cemberut.
"Dean memang sifatnya begitu sayang. Panikan, tahu tuh orang gak berubah-ubah juga padahal udah punya cucu," ucap Kenzo terkekeh.
"Biar tahu sendiri saja nanti kalau sampai rumah sakit tentang kabar kehamilan Risa."
Sonya lalu mengirimkan pesan WhatsApp ke Dean. Kenzo lalu melajukan mobilnya kembali menuju ke rumah sakit.
...*****...
Tadi Kezia sudah menghubungi Mama Sonya dan sekarang Revano menghubungi Kakaknya melalui telepon.
"Assalamualaikum...."
"Wa'alaikum Salam..."
"Kak, cepatlah pulang!"
"Ada apa adikku? Apa perusahaan Mommy sedang bermasalah?" tanya Reno.
Karena perusahaan dalam bidang properti dan restoran Korea Mommy Risa yang memegang adalah Revano sedangkan perusahaan dari Rey yang memegang adalah Reno untuk bisnis hotel dan restorannya ala masakan Indonesia.
"Bukan Kak. Ini masalah serius dan ini menyangkut tentang Mommy Risa."
"Jangan berbelit-belit bicaranya Revano. Katakan saja Mommy Risa kenapa?"
"Mommy Risa sedang dirawat di rumah sakit."
"Apa? Mommy sakit?" Reno terkejut saat ini dan ingin rasanya cepat pulang.
"Iya sakit yang membahagiakan," ucap Revano terkekeh.
"Yang benar saja? Dimana-mana sakit itu ya menyakitkan."
"Karena sakitnya Mommy Risa beda Kak dan bikin kita bahagia."
"Katakan saja Revano dan jangan bicara muter-muter," Reno geram karena adiknya itu tidak kunjung memberitahu penyakit ibunya.
"Mommy hamil dan kita akan segera punya adik."
"Apa? Mommy hamil? Serius kamu? Atau jangan-jangan kamu cuma ngeprank Kakak biar cepat pulang."
"Kak, aku bicara dengan serius. Kita akan punya adik."
Reno mematung saat mendengar kenyataannya akan punya adik lagi. Satu seperti Revano saja sudah bikin Reno pusing apalagi nambah satu lagi.
"Kalau Kakak tidak percaya Kakak bisa telepon Daddy Rey karena Daddy masih di rumah sakit dan Kakak bisa langsung videocall sama Mommy and Daddy."
Revano lalu menutup teleponnya.
__ADS_1
"Dasar anak itu. Main tutup teleponnya saja dan tidak memberikan salam. Dasar menyebalkan!" dengus Reno.
"Hubby, kenapa kamu marah-marah?" tanya Sandra.
"Mommy Risa hamil dan sekarang lagi dirawat di rumah sakit honey."
"Apa? Mommy Risa hamil?" tanya Sandra melongo.
"Iya honey. Baru saja Revano telepon dan untuk memastikannya aku akan videocall Daddy Rey," ucap Reno yang tidak percaya dengan adiknya karena adiknya sering bercanda.
"Iya hubby jadi kita tahu kebenarannya," ucap Sandra sambil menimang-nimangnya putranya.
Reno lalu melakukan panggilan videocall kepada Daddy Rey.
"Hallo nak. Assalamualaikum..."
"Wa'alaikum Salam Daddy. Reno mau tahu kebenarannya apakah Mommy Risa hamil? Karena baru saja Revano telepon. Daddy tahu sendiri kan Revano dulu sering mengerjai aku."
"Mommy Risa benar-benar hamil nak. Apakah kamu ingin berbicara sama Mommy?"
"Iya Daddy, Reno ingin bicara sama Mommy."
Rey lalu menyerahkan hpnya ke Risa.
Rey melihat wajah Mommy Risa tampak pucat.
"Mom, apakah benar Mommy Risa hamil?"
"Iya nak. Mommy sedang hamil adik kamu. Sudah berjalan 3 mingguan kehamilannya."
"Apa? Jadi Revano tidak berbohong?"
"Iya nak Revano tidak berbohong dan memang benar kamu akan punya adik lagi," ucap Risa tersenyum tipis.
Tak lama kemudian seorang perawat masuk dan memberikan obat penguat kandungan untuk Risa. Saatnya Risa untuk makan dan habis itu minum obat."
"Iya Mommy jaga kesehatan baik-baik. Reno dan Sandra akan segera pulang."
"Kalau begitu Mommy tutup ya. Wassalamualaikum."
"Wa'alaikum Salam."
Setelah selesai videocall Reno menghembuskan napas kasar.
"Hubby, jadi beneran Mommy Risa hamil?"
"Iya honey. Aku tidak menyangka akan punya adik lagi."
"Hubby apa kamu tidak bahagia mengetahui bahwa Mommy Risa hamil lagi?"
"Aku bahagia sekali honey. Tapi aku tidak mau punya adik yang sifatnya seperti Revano yang menyebalkan dan kepo."
"Haha, mudah-mudahan saja tidak seperti itu."
Reno berharap adiknya nanti tidak seperti Revano sifatnya.
...*****...
Kedua orangtuanya Risa maupun Rey sudah pulang. Kenzo dan Sonya sudah sampai di rumah sakit. Mereka lalu ke ruang seruni nomor 2 kelas VIP. Terlihat Rey sedang menyuapi Risa saat ini.
"Ehm, cie yang mau punya anak lagi," ucap Kenzo menggoda Rey dan Risa.
"Jangan menggoda kita nanti kena karmanya dan Sonya hamil lagi," ucap Risa terkekeh.
__ADS_1
"Eh, eh... Amit-amit deh hamil lagi."
"Jangan begitu entar tahu-tahu hamil," ucap Rey yang diakhiri gelak tawanya
"Aku sih mau aja punya anak lagi. Tapi itu semua tergantung Sonya," sambil melirik istrinya.
"Aku gak mau hamil lagi Kenzo. Kita sudah tua dan lagian menantu kita sedang hamil 8 bulan."
Dean dan Lova tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan.
"Kok pada serius banget sih dan lagi pada bicarakan apa nih?" tanya Lova.
"Lagi pada bicarakan tentang kehamilan," ucap Risa.
"Siapa yang hamil?" tanya Dean penasaran.
"Risa yang hamil," ucap Rey tersenyum tipis.
Matanya terbelalak saat mendengar bahwa Risa hamil.
"Astagfirullah, apa aku tidak salah dengar?" ucap Dean.
"Kamu beneran hamil Risa?" tanya Lova tidak percaya saat ini sahabatnya tengah mengandung.
"Iya. Aku beneran hamil dan sudah jalan 3 mingguan," ucapnya sambil memegang perutnya yang masih rata.
"Hah??" Lova lalu pingsan saat mengetahui bahwa sahabat sekaligus besannya hamil lagi.
"Mami," Dean segera menangkap tubuh istrinya.
Dean menggendong istrinya dan menidurkan di sofa. Karena kelas VIP jadi kamar rawat inap Risa cukup lumayan luas dan fasilitasnya lengkap.
"Aku yang hamil saja biasa saja kok Lova yang pingsan."
"Lova terkejut saat mengetahui kamu hamil lagi Risa. Kan umur kita tidak muda lagi. Kita sudah berkepala empat."
"Iya, aku tahu Sonya."
Untung saja ditas Lova ada mjbgaj kayu putih dan bisa digunakan untuk membuat Lova tersadar dari pingsannya.
"Alhamdulillah, kamu sudah sadar Mami," ucap Dean.
"Papi, apa aku tadi tidak salah dengar bahwa Risa beneran hamil?"
"Iya, kamu tidak salah dengar sayang. Apa kamu ingin hamil juga seperti Risa?" tanya Dean yang langsung mendapatkan hadiah cubitan pada perutnya.
"Auwww, sakit Mami," keluh Dean sambil mengusap perutnya yang terkena cubitan maut dari sang istri.
"Habisnya bicaranya sembarangan," ucap Lova terkekeh.
"Tapi kalau kamu mau kita bisa ikut program hamil sayang," ucap Dean berbicara serius.
"Aku tidak mau Dean! Kamu tidak bisa melihat apa kalau cucu kita umurnya hampir setahun."
Rendra sudah berumur 11 bulan saat ini.
"Ya gak apa-apa kan banyak anak banyak rezeki."
"Itu mah peribahasa kalau aslinya banyak anak banyak pengeluaran."
"Aku sanggup biayain sekolahnya sampai ke jenjang magister kalau kamu mau hamil lagi," ucap Dean sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Pokoknya tidak ya tidak Dean!"
__ADS_1
"Pfffttttt......." Rey menahan tawanya.
Sedangkan yang lainnya sudah tertawa terbahak-bahak.