
Please berikan jempol 👍 kalian terlebih dahulu sebelum membaca 🙂
Alangkah bahagianya Reva dilamar oleh sang pujaan hatinya di depan mahasiswa lainnya. Rasanya ada ribuan kupu-kupu berterbangan dari dalam dirinya.
"Jadilah kekasih halalku. Apakah kamu mau menerima aku sebagai calon suami kamu? Will you marry me Revalina Wijaya?" ucapnya yang masih berlutut.
"Terima, terima, terima......"
Suara orang-orang bertepuk tangan seraya memberikan dorongan untuk Reva bisa menerima Rio.
"Yes, I Will," ucap Reva sambil mengangguk pelan dan tersenyum bahagia.
Rio dan Reva saling berpelukan. Suara tepuk tangan meriah terdengar lagi. Mereka lalu bubar meninggalkan lapangan setelah Reva menerima Rio. Reva lalu melepaskan pelukannya. Mereka lalu berbincang-bincang dan akhirnya sampai di parkiran. Rio membukakan pintu mobil untuk calon istrinya. Saat ini mereka sudah ada di mobil. Rio menggenggam tangan Reva.
"Alhamdulillah, kita akan segera menikah sayang. Minggu depan aku akan segera melamar kamu secara resmi bersama Papa dan Mama ke rumah."
"Iya sayang. Nanti aku juga akan beritahu Papa dan Mama jika minggu depan kalian akan datang."
"Hmm, sebentar lagi kamu akan menjadi milikku," ucap Rio sambil mencubit pipi gemas calon istrinya.
"Ah Rio, jangan mencubit pipiku!"
"Kamu gemesin banget sih sayang. Cantik, imut dan masih sama seperti dulu."
"Eh aku melupakan sesuatu," ucapnya kembali yang membikin Reva bingung.
"Lupa apa?"
"Lupa kamu sedikit berubah. Sekarang jadi absurd semenjak bisa naik motor sport."
"Keren tahu, kalau cewek bisa naik motor sport."
"Iya kamu keren, tapi sebentar lagi kamu gak boleh naik motor sport. Karena bisa bahaya jika kamu tetap saja ingin naik motor."
"Bahaya kenapa?" tanya Reva bingung karena selama ini dia naik motor biasa saja dan selalu hati-hati.
"Karena sebentar lagi akan ada kehidupan di dalam sini," ucap Rio sambil memegang perut Reva.
Reva membolakan matanya saat Rio memegang perutnya. Dengan segera Reva menepis tangan calon suaminya itu.
"Nikah saja belum, kamu sudah memikirkan soal anak."
"Sebentar lagi kan kita akan menikah sayang. Jadi tidak apa-apa kan membicarakan tentang masa depan. Lagian aku juga ingin segera punya anak dari kamu."
"Itu bahasnya nanti saja ya. Sekarang kita fokus ke acara lamaran minggu depan."
"Baiklah nanti apa yang kamu inginkan sebutkan saja. Nanti akan aku bawa saat melamar kamu."
"Kalau aku ingin rumah?"
"Aku belum bisa membelikan kamu rumah sayang. Setelah lulus aku bingung mau bekerja di perusahaan Mama atau Papa."
__ADS_1
"Pilihlah yang membuat kamu merasa lebih nyaman dan lokasinya lebih dekat dari rumah. Apapun pilihan kamu aku akan tetap mendukung kamu."
"Kalau begitu perusahaan milik Mama yang aku pilih."
"Aku sudah lapar, ayo kita makan dulu."
Rio lalu melajukan mobilnya pelan-pelan.
"Iya sayang, tapi nanti setelah menikah kamu harus makan yang banyak."
"Aku tidak mau gendut."
"Mau tidak mau, sebentar lagi aku yang akan membuat perut kamu gendut sayang," ucapnya terkekeh.
Blus
Pipi Reva merah merona saat Rio berbicara soal anak. Reva masih takut untuk hamil meskipun usianya sudah 22 tahun.
"Aku takut hamil."
Ckit
Rio mengerem mendadak karena terkejut akan perkataan Reva.
"Kenapa harus takut? Apa kamu tidak ingin punya anak dariku?"
"Eh, bukan seperti itu maksudku sayang."
"Karena jika aku hamil nanti yang ada berat badanku akan naik. Tubuhku pasti akan menggendut. Temanku ditinggalkan oleh suaminya karena badannya terlalu gendut. Kasihan sekali Jane ditinggal suaminya dalam keadaan dia sedang hamil 7 bulan," ucap Reva sedih akan nasib temannya.
Reva kemarin bertemu teman SMA di mall. Mereka bertemu di toko pakaian wanita. Jane tengah berbelanja beberapa daster karena baju-bajunya sudah tidak muat untuk dipakai. Mengandung bayi kembar tiga sekaligus membuatnya kesulitan untuk mencari baju over size. Reva juga membantu Jane untuk memilih beberapa daster dengan ukuran jumbo.
"Apa suaminya selingkuh?" tanya Rio yang mulai penasaran.
"Suaminya punya wanita idaman lain dan menikahi wanita itu secara siri. Padahal saat ini Jane sedang hamil anak kembar."
"Hah, kembar?" mata Rio seketika berbinar-binar.
"Iya, Jane bahkan mengandung tiga bayi sekaligus."
"Apa? Tiga bayi?" Rio sangat terkejut.
"Iya, mereka dulu konsultasi ke Dokter kandungan terlebih dulu sebelum 1 bulan menikah. Jadi Jane mengkonsumsi makanannya harus sesuai dengan apa yang Dokter itu beritahu dan beberapa tahap yang Jane tidak jelaskan. Setelah mereka menikah, akhirnya program hamilnya berhasil karena setelah hampir dua bulan menikah Jane dinyatakan positif hamil bayi kembar."
"Sayang, aku juga jadi ingin punya anak kembar. Mereka pasti akan lucu-lucu seperti kamu."
"Satu anak saja takut apalagi dua atau tiga," ucap Reva cemberut.
Rio sekarang tahu akan kekhawatiran Reva. Karena temannya itu ditinggalkan oleh suaminya saat sedang mengandung.
"Sayang, apa kamu khawatir jika kamu akan bernasib sama seperti teman kamu itu?"
"Iya, sebagai perempuan wajar kan takut jika sampai hal itu terjadi juga sama aku."
__ADS_1
"Jangan-jangan kamu juga ada niat untuk meninggalkanku juga jika nanti saat aku sedang hamil anakmu?" tanya Reva menatap tajam Rio.
"Astaga, sayang kamu jangan berprasangka buruk seperti itu. Mana mungkin aku akan meninggalkan kamu nanti di saat kamu sedang mengandung anakku."
"Kita tidak tahu apa yang terjadi di masa depan Rio. Aku juga berharap kamu bukan laki-laki pengecut seperti suami temanku itu."
"Sayang, kamu jangan khawatir. Mana mungkin aku akan menduakan kamu. Karena kamu bidadari tercantik yang pernah aku temui."
"Ish, gombal deh!"
"Gak gombal tapi itulah kenyataannya."
"Buktikan saja nanti. Tapi jika kamu seperti suaminya temanku yang meninggalkan aku di saat hamil maka aku tidak akan pernah memaafkan kamu Rio!" bentak Reva.
Rio sedikit terkejut dibentak Reva. Karena biasanya Reva berbicara dengan lembut kepadanya.
"Tidak akan sayang. Kamu bahkan tahu aku sangat mencintaimu."
"Apakah kamu akan tetap mencintai aku jika tubuhku nanti juga menggendut saat hamil?" Batin Reva.
"Kita lihat saja nanti... Jika kamu sampai berbuat seperti itu maka aku akan membawa anakku pergi," ancam Reva.
Reva juga tahu kisah cinta Jane dan suaminya. Dulu mereka bahkan sangat romantis. Tapi semenjak Jane hamil dan badannya menggendut, suaminya itu berselingkuh dan bahkan menikahi wanita lain. Reva jadi takut akan hal itu terjadi dengannya nanti.
Setelah sekian puluhan menit akhirnya mereka sampai di restoran. Reva duduk di kursi yang baru saja Rio tarik untuknya. Rio selalu bersikap manis dengannya selama ini. Cintanya juga tulus Reva rasakan. Namun ketakutan akan setelah pernikahannya pun sudah ada dalam benaknya.
"Mudah-mudahan Rio tipe laki-laki yang bertanggungjawab dan tidak pengecut seperti suaminya Jane." Batin Reva sambil menyantap makanannya.
Reva hanya takut jika nasibnya akan sama dengan Jane. Reva merasa kasihan dengan temannya itu karena anak-anaknya tidak akan tumbuh besar dengan sang Papa. Meskipun Jane dan suaminya belum bercerai namun sudah dua bulan ini suaminya tidak pulang ke rumah dan hanya fokus dengan istri barunya, tidak dengan dirinya yang kini sedang mengandung tiga anaknya.
...*****...
Visual Reva dan Rio
Reva
Rio
Readers kesayangan jangan lupa tinggalkan like 👍
Yuk dukung author dengan meninggalkan komentar dan gift agar author lebih semangat berkarya 🤗
Berikan dukungan vote gratis (tanpa mengurangi poin kalian) makasih ❤️
__ADS_1