Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Pernikahan Elena dan Keano..


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu besok adalah pernikahan Elena dan juga Keano. Sekarang usia kandungan Kezia sudah berjalan 8 bulan. Mulai besok ada Elena yang akan tinggal di rumah Keluarga Leonardo. Kezia ingin akrab dengan adik iparnya. Kezia Ingin tinggal di rumah kedua orangtuanya sampai nanti saat tiba waktunya untuk melahirkan. Revano pun menuruti keinginan istrinya karena kebahagiaan istrinya merupakan kebahagiannya juga. Revano semakin gemas dengan perut istrinya yang semakin membesar. Apalagi anaknya yang mulai aktif menendang-nendang dalam perut Kezia. Meskipun tak seaktif saat Kezia memegang perut Sandra. Bayi laki-laki lebih sering aktif. Revano masuk ke kamar dan melihat istrinya baru saja keluar dari kamar mandi.


"Sayang," ucap Revano sambil menutup pintu kamarnya.


Kezia menoleh dan tersenyum tipis. Kezia memiliki beberapa baju yang warnanya sama yang sedang dia gunakan saat ini. Sebagai pemilik butik dia punya baju yang banyak.



Revano lalu berjalan mendekati istrinya.


"Ada apa sayang?" tanya Kezia.


"Tidak ada apa-apa." Kezia mengernyitkan dahinya. Sepertinya ada yang akan Revano bicarakan tapi tidak jadi. Kezia lalu duduk di sofa kamarnya dan lalu diikuti oleh Revano.


"Apa yang membuatmu resah suamiku? Katakanlah!" Kezia menatap wajah suaminya.


"Kita belum banyak belanja peralatan bayi untuk anak kita," ucap Revano yang lalu memegang perut Kezia.


"Ah iya, kita belum beli tempat tidur bayinya," ucap Kezia menepuk jidatnya.


"Iya sama mainannya. Kalau baju, kereta dorong dan kebutuhan yang lainnya kan sudah lengkap."


"Ya sudah kita beli sekarang saja yuk."


"Iya sayang," ucap Revano.


Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke toko yang khusus menjual berbagai peralatan bayi. Kezia dan Revano tak hanya membeli tempat tidur dan mainan untuk anaknya. Namun juga baju-baju yang menurutnya lucu mereka beli.


"Sayang, itu baju yang warna pink bagus," ucap Revano.


"Kalau nanti dipakaikan baju berwarna pink, anak kita jadi cewek yang feminim."


"Lah, bukannya bagus sayang, jadi dia bisa terlihat anggun saat dewasa nanti."


"Aku ingin anak kita saat dewasa nantinya bisa naik motor sport seperti aku," ucap Kezia terkekeh.


"Hah? Jangan dong, nanti akan jadi gadis yang tomboy kalau sudah dewasa dan aku gak setuju."


"Aku yang mengandungnya selama ini. Kamu jangan melarang aku! Kamu selama ini di Korea dan baru pulang juga 2 bulanan ini. Lagian sudah ada beberapa baju berwarna pink yang sudah ada di rumah."


Revano tidak mau berdebat lagi dengan istrinya.


"Hmmm......." Revano hanya menjawab dengan deheman saja.


Setelah membayar semuanya mereka akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah.


...*****...


Pagi hari Keano tengah memakai jasnya yang warnanya senada dengan kebaya Elena. Mereka memilih sepasang baju pengantin dengan warna silver untuk acara akadnya. Elena meminta pernikahannya hanya akad nikah saja yang penting dah secara agama dan dimata hukum. Kenzo sebenarnya ingin melangsungkan resepsi pernikahan anaknya. Tetapi karena keinginan menantunya jadi Kenzo mengabulkan. Elena ingin nanti pas resepsi pernikahannya saat dirinya sudah lulus pendidikan S2 dan juga Keano pas lulus pendidikannya S1, tinggal menunggu waktu beberapa bulan lagi.


Elena bahagia akhirnya bisa menikah dengan laki-laki yang dia cintai. Mungkin dulu cintanya bertepuk sebelah tangan dengan Reno. Namun sekarang Elena menemukan laki-laki yang juga mencintainya.

__ADS_1


"Bisa kita mulai acaranya?" tanya Pak penghulu.


"Bisa Pak."


Setelah kata sah akhirnya mereka resmi menyandang status baru sebagai suami istri. Setelah itu mereka berdoa.


Luna meneteskan air mata bahagia melihat putrinya menikah. Luna menghapus air matanya.


"Aku bahagia melihat anak kita menikah dengan laki-laki yang dicintainya," ucap Luna dengan lirih.


Evan yang tahu Luna baru saja menangis lalu menggenggam tangannya.


"Aku juga bahagia akhirnya anak kita akan hidup bahagia bersama suaminya."


Sedangkan Kenzo dan Sonya terharu, sekarang kedua anaknya sudah menikah dan hidup bahagia dengan pasangannya.


"Sayang, aku tidak menyangka kedua anak kita sudah menikah semua," ucap Sonya.


"Apa kamu merasa kesepian dan terus ingin punya anak lagi?" tanya Kenzo.


"Ini tidak waktunya untuk bercanda."


Sekarang mereka fokus kembali ke acara pernikahan anaknya. Keano lalu memasangkan cincin ke jari manis istrinya. Begitu juga dengan Elena yang memasangkan cincin ke jari manis suaminya. Elena mengecup punggung tangan suaminya untuk pertama kalinya. Keano mengecup kening Elena beberapa saat dan lumayan cukup lama karena Keano mengecup kening istrinya beberapa menit.


"Euy bro, jangan lama-lama kecup keningnya. Nanti pas di kamar kan bisa lagi. Bikin iri saja," ucap Alvin.


Perkataan Alvin sontak membuat para tamu undangan lainnya tertawa.


"Makanya buruan nikah," ucap sahabatnya yang satunya.


"Eh, Iya sayang. Bahkan waktu itu kita masih sama-sama gugup," ucap Revano terkekeh.


Sekarang Elena dan Keano sudah memakai cincin pernikahan. Mereka juga sudah menandatangani buku nikah. Setelah itu Elena dan Keano menyalami tamu undangan yang datang. Mereka hanya mengundang beberapa orang saja. Jika resepsi pernikahannya nanti mereka akan mengundang semua orang.


"Selamat ya adikku. Semoga langgeng dan bahagia selamanya. Jangan lupa berikan keponakan untuk Kakak," ucap Kezia menyalami dan memeluk sang adik.


"Siap. Makasih Kak," jawab Keano.


"Selamat ya adik ipar, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah," ucap Revano.


"Makasih doanya Revano," ucap Keano.


Sekarang Kezia berganti menyalami Elena.


"Selamat ya Elena, semoga langgeng sampai maut memisahkan."


"Aamiin, makasih Kezia," ucap Elena lalu mereka berpelukan.


"Cepat berikan aku keponakan agar Keano tidak berpaling ke wanita lain," bisik Kezia kepada Elena.


Mereka lalu melepaskan pelukannya dan Elena tersenyum tipis.

__ADS_1


"Selamat ya adik ipar, semoga segera menyusul istriku untuk hamil."


"Makasih Revano."


Sekarang teman-teman Keano yang gantian menyalami kedua mempelai.


"Selamat ya bro, sukses ya buat nanti malam! Ditunggu kabar sudah punya jagoannya."


"Siap 45."


"Yuhu selamat ya akhirnya kamu menikah juga, gue jadi ingin nikah bro lihat lo nikah," ucap Alvin terkekeh.


"Ya sudah kamu buruan nikah sana!"


"Jodohku masih on the way."


"Selamat ya bro, akhirnya kamu nikah juga. Semoga istrimu segera menyusul istriku."


"Aamiin, usia kandungannya berapa bulan kok masih belum begitu terlihat?" tanyanya penasaran karena Keano tidak bisa mengira-ngira kehamilan seseorang, ya meskipun Kakaknya juga hamil. Tapi kan tidak semua orang perutnya sama.


"Baru 2 bulan lebih dan mau jalan ke 3 bulan bro."


"Wah kamu gercep juga."


"Hehe, aku doakan kalian juga akan cepat menyusul untuk punya anak."


"Aamiin," ucap Keano dan Elena bersamaan.


Keano hanya mengundang tiga sahabatnya saja. Nanti jika acara resepsi Keano akan mengundang semua teman-temannya. Sedangkan Elena tidak mengundang teman-temannya karena Elena takut kalau nanti diledekin belum lulus sudah menikah. Karena mereka gabung dalam 1 grup anti menikah sebelum lulus kuliah. Jadi terpaksa Elena tidak mau mengundang teman-temannya saat akad tapi Elena akan mengundang teman-temannya nanti saat resepsi pernikahannya. Resepsi pernikahannya juga akan digelar sesudah Elena dan Keano lulus pendidikan S2 dan S1.


"Maafkan tiga sahabatku yang sedikit agak absurd tadi. Mereka sebenarnya baik kok."


"Hmm iya," ucap Elena tersenyum kecut.


Akad nikah Keano dan Elena dilangsungkan di rumah Keluarga Pratama. Evan dan Luna bahagia anaknya kini telah menikah bersama laki-laki yang dia cintai. Evan dan Luna berharap mereka akan selalu bahagia. Sonya lalu mendekati besannya bersama Kenzo.


"Jeng, alhamdulilah ya pernikahan anak kita lancar."


"Iya. Alhamdulilah ya jeng."


"Nak, kalian segera berikan Papa dan Mama cucu yang banyak," ucap Evan.


"Siap Papa," jawab Keano.


Sedangkan Elena hanya tersenyum kecut. Lagi-lagi anak yang dibahas setelah menikah. Padahal Elena ingin menundanya sampai nanti lulus S2.


"Jangan hanya bicara siap-siap aja. Buktikan kepada kita kalau badan kekar kamu itu bisa dibuktikan dengan membuat Elena segera hamil," ucap Evan diakhiri dengan tawanya.


"Hmm iya Papa, akan Keano buktikan..."


"Mama ingin cucu kembar," ucap Luna.

__ADS_1


"Nah, kalian bisa konsultasi dulu dengan Dokter kandungan jika ingin anak kembar." Evan memberikan saran.


Sekarang raut wajah Elena sudah merah merona. Papa dan Mamanya juga sudah meminta cucu darinya. Bahkan Mama Luna ingin punya cucu kembar. Elena jadi pusing dibuatnya padahal ingin menunda kehamilannya.


__ADS_2