
Sekarang mereka semua sudah ke ruang rawat VVIP, tinggal menunggu Kezia sadar. Revano sudah sadar dari pingsannya. Sekarang bayinya sedang digendong oleh Risa.
"Nak, anakmu belum diberi nama tapi tadi sudah Papa adzanin," ucap Kenzo.
"Iya makasih ya Pa."
"Kamu pingsan segala tadi sih adikku," ucap Reno terkekeh.
"Hehe aku terkejut saja Kak lihat anakku masih berlumuran darah."
"Gitu saja kok terkejut sih. Bilang saja takut."
"Sudah jangan meledek adikmu Reno," Rey menatap wajah putra sulungnya.
"Hmm iya Daddy."
"Kamu mau kasih nama siapa bayi kamu yang cantik ini nak?" tanya Risa sambil menggendong cucunya.
"Revalina Wijaya. Reva nama singkatan dari Revano dan Kezia. Jadi panggilannya Reva."
"Wah nama yang cantik nak. Secantik putrimu," ucap Sonya.
"Iya Mama." Revano tersenyum.
"Lihatlah nak, putrimu sangat menggemaskan ketika tidur," ucap Risa memperlihatkan wajah Reva.
Revano mengangguk pelan.
"Mommy, aku mau menggendong anakku," ucap Revano.
"Ini nak, hati-hati gendongnya." Risa lalu memberikan cucunya.
Revano tersenyum bahagia saat menggendong putrinya. Wajahnya sangat cantik seperti Kezia dan imutnya seperti Revano.
"Anakku," ucap Revano sambil mengecup pipi Reva. Bayi mungil itu lalu menggeliat saat Revano menggendongnya. Revano gemas dengan putrinya.
Tak lama kemudian Kezia mulai mengerjapkan matanya. Kezia tipis melihat suaminya sedang menggendong anaknya.
"Rev... Revano....."
"Alhamdulillah sayang, kamu sudah sadar." Revano bahagia istrinya sudah sadar.
Revano mendekati istrinya dan seketika anaknya menangis.
"Sepertinya anakmu ingin digendong Mamanya nak," ucap Kenzo.
"Sayang bawa sini putri kita. Aku ingin melihatnya," ucap Kezia.
Revano lalu perlahan memberikan Baby Reva kepada Kezia. Baby Reva lalu tidak menangis lagi saat ini.
"Ya ampun imut sekali wajah kamu nak," ucap Kezia lalu mengecup kening anaknya dan mengusap kepalanya pelan.
"Imut seperti Papanya kan?" ucap Revano terkekeh.
"Iya mirip denganmu sayang. Oh iya kamu sudah kasih nama anak kita belum?"
"Sudah sayang. Namanya singkatan nama kita. Revalina Wijaya, nama panggilannya Reva.
__ADS_1
"Reva anakku," Kezia lalu mengecup pipi anaknya. Baby Reva menggeliat dan kemudian menangis.
"Nak, seperti Reva haus," ucap Risa.
"Iya Mommy, coba aku akan memberikannya asi."
Kezia lalu memberikan asi untuk anaknya dan benar saja apa perkataan Risa, anaknya kini langsung tidak menangis lagi.
Kezia bahagia putrinya sudah lahir. Perjuangannya melahirkan anaknya sangat luar biasa. Sering juga Kezia mengalami kontraksi palsu beberapa kali sebelum melahirkan.
"Sayang, setelah kamu pulang dari rumah sakit nanti aku akan jujur dan mengatakan semuanya padamu. Aku tidak mau lama-lama menutupi ini semua. Aku akan segera mengatakannya dan tidak akan menundanya lagi." Batin Revano bertekad ingin berkata jujur.
Sekarang Baby Reva sudah tertidur pulas setelah minum asi.
"Kalau dia sedang tidur seperti ini mirip kamu sayang," ucap Kezia.
"Ya kan aku memang Papanya sayang. Masa mirip Kak Reno."
"Huh, curang. Anakku saja ada mirip-miripnya denganmu," ucap Reno.
"Ya kan karena Kak Sandra saat hamil mengangumi aku. Keponakan aku kan wajahnya jadi ada imut-imutnya."
"Sudah kalian jangan bertengkar, nanti yang ada Reva jadi terganggu tidurnya," ucap Rey.
Revano lalu menggendong anaknya dan meletakkannya pelan-pelan ke dalam box bayi. Revano menyuapi istrinya.
"Sayang, makanlah yang banyak."
"Iya, lagian Reva juga butuh asi yang banyak dariku."
Revano tersenyum tipis dan menyuapi istrinya lagi.
"Sayang, sebentar lagi kita juga akan punya anak yang lucu seperti Reva." Keano tadi dan Elena melihat Baby Reva saat digendong oleh Risa.
"Iya sayang," ucap Elena tersenyum.
"Nak, kalian sebaiknya segera mengadakan resepsi pernikahan. Jika menunggu kalian lulus kuliah nanti kandungan Elena sudah terlihat semakin membesar," ucap Kenzo memberikan saran.
"Iya benar juga, nanti pandangan orang lain yang belum mengetahui kalian telah menikah, nanti dikiranya Elena hamil diliar nikah jika mengadakan acara resepsinya pas nanti setelah kalian lulus kuliah."
Elena dan Keano lalu saling berpandangan.
"Iya sayang, benar juga apa yang dikatakan Papa dan Mama. Nanti dikira aku hamil diluar nikah. Padahal kan kita sudah menikah sebelumnya."
"Ya sudah nanti kita bicarakan juga dengan Papa Evan dan Mama Luna."
"Papa, Mama, bagaimana resepsinya jika dua mingguan lagi?" tanya Keano.
"Iya nak, lebih cepat lebih baik."
"Iya aku juga setuju sayang."
"Kakak, aku pulang duluan ya?"
"Iya, hati-hati adikku."
"Iya nak. Istrimu sedang hamil muda dan harus banyak-banyak istirahat," ucap Sonya.
__ADS_1
"Kita pamit dulu semuanya."
"Hati-hati dijalan nak."
Keano menganggukkan kepalanya dan menggandeng tangan Elena keluar dari rumah sakit. Sekarang mereka sudah berada di mobil.
"Sayang benar juga kata Mama dan Papa tadi. Kita harus segera mengadakan resepsi pernikahan."
"Iya sayang, kalau menunggu kita wisuda nanti masih lama. Kandunganku mungkin sudah terlihat membesar," ucap Elena mengusap perutnya pelan.
"Oh iya, kita sampai belum memeriksakan kandungan kamu," ucap Keano menepuk jidatnya.
"Mumpung kita masih di rumah sakit, periksa kandungannya sekarang saja sayang," ucap Elena.
"Ya sudah ayo sayang. Kita masuk lagi ke rumah sakit."
Keano lalu menghantarkan Elena ke Dokter kandungan untuk periksa. Setelah antri cukup lama akhirnya kini giliran nama Elena dipanggil. Keano menggandeng tangan Elena masuk ke ruang tersebut.
"Dok, saya sering mual setiap pagi. Kepala saya juga pusing."
"Baik, nanti akan saya resepkan obat anti mual dan pusingnya. Sekarang mari saya periksa."
Dokter lalu memeriksa kandungan Elena dan kehamilannya sudah berjalan 3 minggu. Keano lalu ingin bertanya kepada dokternya.
"Dok, kok kandungan istri saya sudah berjalan 3 minggu? Padahal kita baru menikah sebulanan."
"Jadi begini Mas, hitungannya berdasarkan terakhir kalinya mengalami datang bulan."
"Oh jadi begitu Dok."
"Iya," jawabnya singkat.
"Karena kandungannya sehat dan kuat nanti saya tambahkan resep vitaminnya saja."
Sekarang Elena sudah selesai diperiksa oleh Dokter. Mereka kembali duduk dan menunggu Dokter sedang menuliskan resepnya.
"Ini hasil pemeriksaan dan USG. Ini resep obat anti mual dan pusingnya dan juga vitaminnya. Nanti ditebus di sana ya."
"Iya dok."
"Ada yang ingin ditanyakan?"
"Kapan bisa dilihat jenis kelamin bayinya dok?"
"Itu masih lama. Jika kandungannya sudah berjalan 4 bulan lebih atau pas kehamilannya berjalan 5 bulan sudah bisa dilihat."
"Wah masih lama ya dok."
"Iya, memang masih lama Oh iya perlu diingat bahwa tidak boleh melakukan hubungan suami istri terlebih dahulu karena kandungannya masih kecil."
"Hah? Memangnya kenapa dok?"
"Bisa menyebabkan keguguran karena bayinya masih rentan."
"Baik dok."
"Perbanyak makan sayuran dan buah-buahan ya. Ajak anak bicara meskipun masih dalam kandungan. Karena akan bagus untuk tumbuh kembangnya."
__ADS_1
"Iya siap dok. Kalau begitu kami permisi terlebih dahulu."
Keano dan Elena lalu keluar dari ruangan tersebut dan menebus obat dan vitaminnya. Keano bersyukur anaknya sehat dan kandungan istrinya juga kuat. Keano akan menemani istrinya terus apalagi saat sedang hamil muda seperti ini. Keano akan memberikan apapun yang istrinya minta. Karena itu juga permintaan anaknya yang masih dalam kandungan Elena.