
Seketika Rey ada ide ingin putra sulungnya dan menantunya datang ke rumah. Rey akan sangat bahagia jika mereka mau datang. Rey akan memberitahu bahwa Revano sudah pulang dari luar negeri. Risa pasti juga akan bahagia saat Reno dan Sandra juga datang. Rey ingin keluarganya utuh dan bahagia.
"Ah iya, Daddy akan menghubungi Kakakmu agar mereka juga menginap di rumah."
"Iya sayang, aku setuju dengan kamu. Aku ingin anak dan menantu kita berkumpul di rumah."
Revano menggenggam tangan Kezia. Sedangkan Kezia tahu bahwa suaminya kini tengah khawatir jika Reno dan Sandra datang karena Kezia dulu sempat membenci mereka karena telah mengkhianati persahabatannya. Kezia kini tengah sadar bahwa perbuatannya dimasa lalu memang salah. Untuk Reno maupun Sandra tidak ada yang salah jika mereka bersama. Karena mereka saling mencintai.
"Aku tidak apa-apa jika mereka datang sayang. Justru aku akan meminta maaf kepada mereka atas kesalahan dimasa lalu," bisik Kezia ditelinga suaminya.
"Kamu tenang saja ya," lirihnya sambil menggenggam balik tangan Revano.
Revano tersenyum bahagia Kezia mengatakan hal itu. Revano mengangguk pelan.
"Iya sayang, aku percaya padamu." Sekarang Revano lega jika istrinya akan bertemu dengan Kakaknya dan juga Kakak iparnya. Sepertinya kehadiran sang buah hati mereka telah membuat perubahan besar dalam diri Kezia.
Kini Rey sudah menelepon putra sulungnya. Rey hanya bilang Reno dan Sandra harus pulang ke rumah sekarang juga. Ada hal penting yang ingin dibicarakan. Rey beralasan seperti itu agar Reno terkejut melihat adiknya pulang.
...*****...
Reno telah meletakkan hpnya di meja. Reno kini bingung kenapa sang Daddy menyuruhnya untuk pulang ke rumah.
"Hal penting apa ya yang Daddy akan katakan? Kok aku jadi penasaran?" Batin Reno.
"Hubby siapa yang telepon?" ucap Sandra sambil berjalan pelan-pelan membawakan teh untuk suaminya.
Perkataan Sandra membuat Reno membuyarkan lamunannya. Sandra lalu meletakkan teh yang baru saja dia buat di meja. Sandra perlahan lalu duduk disamping suaminya.
"Daddy yang telepon honey."
__ADS_1
"Ada apa Daddy telepon hubby?"
Sandra lalu duduk disamping suaminya sambil memegang pinggangnya yang akhir-akhir ini sering merasa pegal. Mungkin karena Sandra sudah hamil tua karena kandungan sudah menginjak usia 8 bulanan.
"Daddy menyuruhnya kita pulang ke rumah."
"Ya sudah nanti kita kesana hubby."
Reno mengangguk pelan.
"Honey, seharusnya kamu tidak usah membuatkan aku teh. Aku kasihan nanti kamu kelelahan. Perut kamu kan sudah semakin membesar."
"Tidak apa-apa hubby. Justru katanya kalau ibu hamil itu harus banyak gerak hubby. Biar lahirannya lancar," ucapnya sambil mengusap perutnya yang sudah membuncit.
"Hubby, ini minum dulu tehnya," sambil menyerahkan secangkir teh ke Reno.
Reno meletakkan cangkir tehnya ke meja. Reno tersenyum saat melihat perubahan perut istrinya yang semakin membesar setiap bulannya. Sebulanan lagi Sandra akan melahirkan jagoan kecilnya.
"Honey, aku bahagia anak kita selalu sehat," ucapnya sambil mengelus perut Sandra.
"Iya hubby. Tapi aku masih kepikiran sama Kezia yang sepertinya masih membenci kita."
"Sudah kamu jangan pikirin Kezia ya. Mungkin dia masih kecewa sama kita."
"Iya hubby." Jawabnya singkat.
"Auwww....." Sandra merasakan tendangan anaknya yang begitu kuat.
Reno juga merasakan sang jagoan kecilnya menendang dalam perut istrinya.
__ADS_1
"Honey coba lihat perutmu. Kakinya terlihat sedikit menonjol."
"Iya hubby," ucapnya sambil meringis merasakan sedikit ngilu pada bagian perutnya saat anaknya menendang perutnya.
"Sehat-sehat ya nak didalam perut Mamamu. Sebentar lagi kamu akan bertemu dengan kita. Papa tidak sabar ingin melihatmu dan menggendong kamu," ucap Reno sambil mengusap perut Sandra dan kemudian mengecup perut istrinya.
Reno kemudian menempelkan pipinya ke perut Sandra. Reno masih merasakan tendangan anaknya tapi sudah tidak sekuat tadi. Sandra tersenyum dan lalu mengusap kepala suaminya yang sedang asyik menempelkan pipinya ke perutnya.
Sandra bahagia Reno semakin sayang padanya. Apalagi saat mengetahui bahwa anaknya berjenis kelamin laki-laki. Reno bahagia sekali akan memiliki anak laki-laki sesuai dengan keinginannya. Kebahagiaannya sebentar lagi akan lengkap dengan hadirnya sang buah hati ditengah-tengah mereka.
"Hubby, ayo kita siap-siap ke tempat Daddy."
"Sebentar lagi ya honey, aku sedang ingin bermanja-manja dengan anakku."
"Kamu itu lucu sekali hubby." Sambil mencubit pipi suaminya yang terlihat mengembang.
Reno juga ikut naik berat badannya karena selalu menemani makan Sandra pada malam hari. Sandra selalu merasa lapar jika malam telah tiba. Meskipun mereka sudah makan malam namun biasanya Sandra akan makan lagi setelah beberapa jam sehabis makan malamnya. Tak lupa Reno juga harus ikut makan bersama dengan Sandra.
Bersambung...
Nantikan kisah selanjutnya beberapa jam lagi...
Berikan dukungan like juga ke karya baru author 💙
Jangan lupa tinggalkan jempolnya ya readers 👍 dan komentar serta saran dari kalian sangat berarti untuk author mempertimbangkan untuk membuat cerita selanjutnya. Yuk berikan gift biar author semakin semangat 🆙 Terima kasih 💙
__ADS_1