Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 98 - Ancaman Untuk Rey


__ADS_3

Risa pengen bertemu dengan teman-temannya. Kalau Risa meminta izin dengan Rey untuk kumpul dengan club motornya pasti Rey tidak mengizinkan. Risa lalu teringat dengan Evan teman satu club motornya. Kalau kandungannya sudah membesar Risa akan sesekali menemui teman-temannya bersama Evan.


"Nak, kamu cepat tumbuh di rahim Mommy ya. Nanti Mommy ajak kamu jalan-jalan naik motor sport dan bertemu dengan teman-teman club motor Mommy. Aku ingin nanti kamu besarnya seperti Mommy nak, bisa naik motor sport dan jangan manja seperti Daddy." batin Risa yang saat itu teringat mengajarkan Rey naik motor sportnya.


"Meskipun Daddy punya hobby baru dan mulai mengacuhkan kita, tapi kamu tidak akan pernah merasakan kekurangan kasih sayang dari kedua orang tua kamu nak. Mommy yang akan memberikan perhatian lebih kepadamu." ucap Risa lirih yang matanya tak terasa sudah mulai berkaca-kaca.


Setelah memeluk Maminya Rey, melihat ke arah istrinya. Risa sedang menunduk sambil mengusap perutnya. Pemandangan yang indah bagi Rey saat melihat istrinya sedang perhatian terhadap calon anaknya. Perkataan Mami Ana masih terngiang-ngiang di pikiran Rey. Seketika Rey mengingat perkataan Maminya tadi bahwa betapa sakitnya saat melahirkan dan nyawa yang menjadi taruhannya. Rey jadi merasa bersalah tadi telah mengabaikan Risa.


"Betapa bodohnya diriku yang tadi tidak perhatian padamu sayang. Kamu jadi sedih seperti ini. Aku janji akan lebih memperhatikan kamu dan juga calon anak kita. Aku akan membagi waktuku untuk bersamamu. Setiap weekend saja aku akan bermain dengan Chiko." batin Rey sambil berjalan mendekati Risa.


Rey lalu berjongkok agar bisa memeluk Risa yang masih duduk di kursi makan.


"Sayang maafkan aku, aku janji tidak akan mengabaikanmu dan calon anak kita. Aku hanya senang saja tadi punya hewan peliharaan yang baru seperti Chiko. Nak maafkan Daddy," ucap Rey sambil memeluk Risa dan wajahnya sudah bersenderan berada di perutnya lalu Rey mengelus perut Risa.


Risa lalu memegang kepala Rey dan mengusap-usapnya pelan.


"Kamu boleh mengacuhkanku tapi jangan sampai calon anak kita kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Kamu tahu kan berbicara dengan janin yang masih di dalam kandungan akan mempengaruhi tumbuh dan kembangnya. Maka dari itu aku minta tolong kepadamu perhatikan Baby R sesibuk apapun kamu. Karena dia butuh perhatian dari ayahnya juga," ucap Risa sambil meneteskan air matanya dan air mata Risa menetes mengenai tangan Rey yang sedang mengelus perut Risa.


Rey lalu mendongakkan kepalanya dan melihat istrinya menangis.


"Sayang, aku benar-benar minta maaf. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Aku juga sudah menyuruh Bi Ijah untuk mengurus Chiko dan menaruhnya ke tempat yang aman," ucap Rey sambil menghapus air mata Risa.


Risa mengangguk pelan pertanda memaafkan Rey. Rey langsung memeluk Risa. Mami Ana yang melihat Rey mulai perhatian lagi dengan Risa pun lega.


"Aku pegang janji kamu Rey. Tapi kalau sampai kamu mengabaikan calon anak kita. Aku akan pergi dari rumah ini," ucap Risa sambil mengancam Rey.

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti 3 bulan ke depan saat kandunganku sudah 7 bulan. Kalau kamu sampai mengabaikan Baby R beberapa kali lagi, aku akan benar-benar pergi dari rumahmu. Karena percuma saja aku di rumah ini, jika aku sendiri yang perhatian dengan Baby R." batin Risa yang sudah mantap dengan keputusannya.


Mami Ana kaget mendengar ucapan menantunya yang sepertinya serius dengan ucapannya. Rey juga gak kalah kagetnya mendengar ucapan Risa. Papi Aldi yang dari tadi menguping pembicaraan di dekat tangga pun mendukung keputusan Risa.


"Aku dukung kamu nak. Biar Rey kamu kasih pelajaran, agar Rey tahu bahwa kamu sangat penting bagi hidupnya." batin Papi Aldi.


"Sayang kamu jangan berbicara seperti itu. Tidak akan pernah aku biarkan kamu pergi dari rumah ini sayang. Aku sangat mencintaimu dan aku sangat sayang dengan calon anak kita," ucap Rey matanya sudah berkaca-kaca sambil memeluk Risa dengan erat seolah-olah tidak mau Risa pergi meninggalkannya.


Risa hanya diam saja. Karena hal itu bisa saja terjadi. Rey bisa saja khilaf dengan mengabaikan calon anaknya seperti tadi yang memeluk dan mencium kucingnya di depan Risa. Risa hanya tidak ingin Baby R kekurangan kasih sayang dari Rey hanya itu saja.


"Sudahlah Rey, aku percaya padamu."


"Hmm... Sampai kapan kamu akan memelukku seperti ini Rey? Aku hampir sesak nafas ini karena pelukanmu terlalu erat," ucap Risa kembali.


Rey lalu melepaskan pelukannya


"Iya dan sudahlah jangan membahas hal yang tadi. Sekarang kamu cobain bolu gulung yang aku buat barusan sayang," ucap Risa agar Rey segera duduk disebelahnya.


Rey pun duduk di sebelah Risa dan memakan bolu gulung selai blueberry.


"Rasanya enak sekali sayang bolu gulungnya. Sama persis waktu kamu bikin di rumahmu."


"Kamu menyukainya?"


"Ya aku suka sayang."

__ADS_1


Risa lalu tersenyum dan jadi semakin semangat ingin membuat makanan dan kue lainnya.


"Besok-besok aku akan bikin lagi. Tapi bukan bolu gulung. Biar kamu bisa merasakan makanan dan kue yang aku buat."


"Sayang kamu tidak perlu lagi masak atau buat kue. Aku takut kamu kecapekan dan terjadi apa-apa dengan calon anak kita."


"Tidak akan terjadi apa-apa sayang. Kecuali kalau kamu mengizinkanku naik motor sportku lagi. Baru kamu boleh khawatir," ucap Risa sambil memancing reaksi Rey saat Risa bilang motor sportnya.


Risa ingin sekali naik motor sport selama hamil meskipun hanya sekali saja. Risa sudah sangat rindu dengan si merah yang terparkir di garasi.


"Sayang kamu jangan sekali-kali naik motor sport. Aku benar-benar takut kalau kamu sampai naik motor sport saat kamu sedang hamil."


"Kalau begitu nanti sore kita jalan-jalan yuk naik motor sport. Kamu yang naik di depan dan aku di belakang."


"Tidak sayang. Pokoknya saat kamu hamil kamu jauh-jauh dari motor sport itu, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa sayang. Mengertilah!"


"Kamu boleh kalau bawa mobil karena lebih aman dan juga tidak kepanasan," ucap Rey yang kasihan karena selama hamil Risa belum pernah menyetir mobilnya. Selama ini Risa kemana-mana kalau tidak di antar sopirnya ya di antar Rey atau sahabatnya.


"Hmm......................." Risa hanya berdehem saja tidak bilang iya. Karena nanti suatu saat Risa ingin mencari waktu yang tepat untuk bisa naik motor sportnya. Mungkin ini salah satu ngidam anaknya yang ingin di ajak Mommy naik motor sport.


"Anakmu yang menginginkannya Rey. Kamu kok gak peka banget sih." batin Risa kesal karena Risa harus mencari waktu yang tepat untuk naik motornya kembali.


Lalu Risa ingat dengan Evan sahabatnya saat SMA. Bagaimanapun juga Risa harus bisa naik motor sportnya karena ngidamnya. Tapi entah kapan waktu yang tepat untuk menaiki motor sport tersebut.


"Apa aku ke rumah Evan saja ya? Pinjam motornya. Eh... Tapi pasti Evan juga tidak akan mengizinkanku naik motor sportnya. Evan pasti juga akan sama dengan Rey melarangku naik motor sport saat hamil." Batin Risa sambil menghembuskan nafasnya panjang.

__ADS_1


Risa harus cari cara untuk bisa naik motor sportnya dan berkumpul dengan teman-temannya, meskipun hanya sekali saja. Kemauannya ini harus segera dilaksanakan.


__ADS_2