Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 106 - Kado Terindah Ulang Tahun Kenzo


__ADS_3

Hari ini adalah hari ulang tahun Kenzo. Sengaja Sonya tidak memberikan ucapan di tengah malam karena Kenzo tertidur pulas dan Pagi hari ini Sonya sudah menyiapkan test pack untuk diberikan ke Kenzo. Kebetulan hari ini hari Sabtu. Jadi Kenzo tidak berangkat ke kantor. Sonya sudah muntah dua kali pagi ini. Untung saja tadi Kenzo tidak mendengarnya karena Sonya menutup pintu kamar mandi.


"Sayang bangun." Sonya menggoyang-goyangkan tubuh Kenzo agar segera terbangun.


Kenzo mulai mengerjapkan matanya.


"Selamat ulang tahun suamiku. Ayo tiup lilinnya terlebih dahulu," ucap Sonya dengan membawa kue ulang tahun.


Kenzo lalu meniup lilinnya. Dengan jahil Kenzo mencolek kue ulang tahunnya di hidung Sonya.


"Hey, kamu jail ya! Gak akan aku kasih kado kalau jahil. Bahkan aku sudah menyiapkan kado yang special untukmu," ucap Sonya memanyunkan bibirnya.


"Eh? Kok jadi ngambek. Harusnya kan aku yang ngambek karena kadonya belum kamu berikan."


"Kado specialnya mana sayang?" ucap Kenzo kembali.


"Tara......... Ini kado specialnya," ucap Sonya mengambil test pack dari kantong sakunya dan tersenyum sambil menyerahkan test pack.


Kenzo menerima test pack itu lalu matanya membola saat melihat dua garis yang ada di sana.


"Kamu hamil sayang?" Kenzo menantap wajah Sonya dan Sonya menjawab dengan anggukan.


"Beneran ini aku akan menjadi Papa?" Mata Kenzo sudah mulai berkaca-kaca lalu memeluk Sonya.


"Ya, sebentar lagi kamu akan menjadi Papa Muda, sesuai dengan keinginan kamu sayang." Sonya membalas pelukannya.


"Terima kasih sayang. Ini kado terindah yang pernah aku dapatkan di hari ulang tahunku."


Kenzo lalu melepaskan pelukannya dan wajahnya sudah berada di depan perut Sonya lalu mengecup perut Sonya yang masih rata dan mengelusnya.


"Sayang kamu ngapain seperti itu?"


"Aku ingin dia merasakan betapa aku menyayanginya."


"Dia masih terlalu kecil sayang dan masih belum berbentuk. Kecuali kalau sudah seperti Lova yang perutnya sudah membesar karena usia kehamilannya sudah 6 bulan dan bayinya bisa merespon dengan tendangannya. Oh iya kata dokter kemarin kandunganku baru jalan 4 minggu."


"Iya nanti beberapa bulan lagi kita juga akan merasakannya. Loh sayang, kamu ke dokter kok tidak mengajakku?"


"Tidak begitu sayang. Kemarin waktu sepulang kuliah aku dan kedua sahabatku ingin ke restoran favorit kita makan seperti biasanya. Namun saat aku masuk mobil aku pingsan, Risa dan Lova membawaku ke rumah sakit dan dokter sudah memeriksaku. Katanya untuk lebih lanjut bisa USG jika ingin mengetahui kondisi janinnya lemah atau kuat."


"Oh jadi kamu belum USG bayi kita sayang?"


"Iya aku belum USG sayang. Rencananya nanti sama kamu ya kita USG. Aku ingin selalu bersama kamu saat cek kandungan."


"Ya sudah nanti saat kita sudah sarapan kita ke rumah sakit ya. Aku ingin melihatnya langsung di layar monitor."


"Sekarang kita mandi baru sarapan."


"Ok sayang. Kamu mandi duluan gih. Aku akan siapkan baju untukmu."


Kenzo lalu berjalan menuju ke arah kamar mandi. Sedangkan Sonya menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya.


"Nak, Papamu senang dengan kehadiran kamu saat ulang tahunnya. Kamu sehat-sehat ya nak di dalam perut Mama," ucap Sonya lirih sambil mengelus perutnya.


Setelah Kenzo keluar kamar mandi sekarang giliran Sonya yang mandi. Dua puluh menit kemudian Sonya telah selesai mandinya. Setelah mereka semua berpakaian rapi langsung turun ke ruang makan.


"Pagi Papa, Mama, Kakek," ucap Kenzo dengan senyuman.


"Pagi sayang," ucap Mama Zaskia.

__ADS_1


"Pagi nak," ucap Papa Vano.


"Pagi cu," ucap Kakek.


"Semuanya Kenzo ada pengumuman. Sonya sekarang sedang hamil."


"Iya, kita semua sudah tahu," ucapnya bersamaan.


"Apa? Jadi aku yang terakhir nih yang tahu."


"Iya sayang maaf ya kemarin aku tidak memberi tahu kamu. Karena alasannya aku akan memberi tahu kamu saat kamu pas ulang tahun. Kemarin pagi aku mual dan Mama menyuruhku untuk pakai test pack dah hasilnya positif."


"Iya sayang tidak apa-apa. Ayo kita segera makan dan jangan ditunda-tunda lagi. Karena ada anak kita di dalam perutmu jadi kamu harus makan yang banyak sekarang dari pada biasanya."


"Iya sayang."


Saat Sonya akan mengambilkan nasi untuk Kenzo. Kenzo mencegahnya, piringnya Kenzo ambil.


"Loh sayang kenapa piringnya kamu ambil? Aku kan ingin mengambilkan nasi untukmu."


"Tidak usah sayang aku akan ambil sendiri nanti. Sekarang giliran aku yang mengambilnya untukmu. Kamu cukup diam saja ya di situ, aku tidak ingin kamu kecapekan."


Sonya hanya mengangguk. Mama Zaskia tersenyum anaknya lebih perhatian kepada istrinya saat hamil, sepertinya suaminya dulu juga seperti itu. Perhatian Kenzo tidak cukup di situ saja. Kenzo juga menyuapi Sonya.


"Ken, seharusnya kamu tidak usah menyuapiku seperti ini. Aku malu sayang dilihatin Mama, Papa sama Kakek."


"Papa Vano dulu juga begitu nak, waktu Mama sedang hamil Kenzo. Bahkan kemana-mana harus di antar supir."


"Iya benar nak. Dulu Papa sangat khawatir saat Mamamu ini sedang hamil. Papa takut kandungannya kenapa-napa kalau menyetir mobil sendiri."


"Duh, kenapa Papa sama Mama bilang seperti itu sih. Nanti yang ada aku gak boleh bawa mobil seperti Risa dan Lova lagi." Batin Sonya.


"Selama kamu hamil. Kamu kemana-mana akan diantar sopir sayang."


"Yah gak seru! Makannya udahan saja." Sonya lalu cemberut.


"Eh jangan gitu dong sayang. Kamu baru makan 3 suap masa udahan."


"Kalau kamu bolehin aku naik mobil, aku akan lanjut makan."


"Iya deh boleh."


"Beneran sayang?" tanya Sonya memastikan.


"Iya boleh, tapi seminggu 2 kali saja. Selain itu diantar sopir"


"Huft........" Sonya langsung menyilangkan tangannya di atas perutnya sambil manyun.


"Mau 2 kali atau tidak sama sekali, hayo sayang pilih mana?" tanya Kenzo mengancam.


"Hmm iya deh 2 kali dalam seminggu nyetir mobil sendiri."


"Nah gitu dong jadi istri harus patuh sama suami. Nanti kalau anak kita sudah lahir, boleh kok kamu pakai mobilnya setiap hari. Aku hanya khawatir sama kamu dan kandungan kamu sayang."


"Iya......"


"Ya udah ayo makan lagi."


Kenzo lalu menyuapi Sonya kembali. Sonya lalu punya ide untuk mengancam Kenzo balik.

__ADS_1


"Kalau kamu mengizinkanku naik mobil seminggu 2 kali. Aku juga mengizinkanmu menyuapiku seminggu 2 kali," ucap Sonya tersenyum senang setelah mendapatkan ide brilian.


"Mana bisa begitu sayang."


"Harus impas dong."


"Hmm iya deh." Kenzo akhirnya pasrah, jika ia protes lagi Sonya juga akan protes untuk naik mobilnya minta ditambah harinya.


Kakek hanya geleng-geleng kepala melihat cucunya saling debat. Setelah menyuapi Sonya Kenzo lalu makan. Setelah selesai makan Kenzo dan Sonya ingin ke rumah sakit memeriksakan kandungan Sonya.


"Mama, Papa, Kakek, Kenzo dan Sonya ke rumah sakit dulu ya. Kita mau USG bayi kita."


"Hati-hati ya sayang. Jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya Ken. Ingat istrimu sedang hamil," ucap Mama Zaskia.


"Siap Mama."


"Iya nak. Hati-hati ya," ucap Papa Vano.


"Kalian hati-hati cucuku," ucap Kakek.


"Iya Kenzo pasti hati-hati bawa mobilnya. Ayo sayang kita berangkat sekarang."


"Yuk........"


Saat Kenzo dan Sonya sudah tak terlihat. Kakek pergi ke taman belakang untuk berjemur.


"Akhirnya kita akan punya cucu ya Pa. Mama seneng banget."


"Iya Mama, bentar lagi rumah kita tidak sepi lagi. Bentar lagi ada suara tangisan bayi di rumah ini."


"Mama berharap cucu pertama kita perempuan. Biar cantik seperti Sonya."


"Laki-laki dong Mama. Biar bisa gantiin Kenzo nantinya mengurus perusahaan."


"Ah Papa ini. Mama kan pengen punya cucu perempuan. Lucu Papa kalau anak perempuan itu. Baju bayinya banyak pernak-perniknya."


"Papa pengennya cucu pertama kita laki-laki. Semoga saja tebakan Papa benar."


"Biar adil 2 cucu perempuan dan laki-laki. Nanti misalnya cucu pertama kita berjenis kelamin laki-laki nanti biar mereka program hamil untuk bayi perempuan dan sebaliknya juga begitu jika yang lahir nanti perempuan biar Sonya nanti program hamil bayi laki-laki," ucap Mama Zaskia.


"Nah itu lebih baik Mama. Jadi adil kita sama-sama punya cucu yang kita inginkan."


"Iya nanti kita bicarakan lagi kalau anak pertama mereka sudah lahir."


Kenzo dan Sonya sudah sampai rumah sakit. Kenzo melihat anaknya di layar monitor masih terlihat kecil.


"Ini janin bayinya Bapak dan Ibu bisa melihatnya. Ukurannya masih kecil sekali soalnya usia kehamilannya masih 4 minggu. Kondisi janinnya sangat sehat."


"Dok, saya mau tanya, kapan bisa di melihat jenis kelamin bayinya?" ucap Kenzo penasaran.


"Masih lama Pak. Nanti saat usia kehamilannya 18-20 minggu bisa di lihat jenis kelaminnya. Tapi tergantung janinnya juga sih Pak. Waktu itu ada yang baru kelihatan jenis kelaminnya di minggu ke 18 dan ada juga yang di minggu ke 20."


"Baiklah dok. Saya sudah tidak sabar untuk menunggu minggu ke 18 atau 20," ucap Kenzo dengan senyuman.


Sonya sudah selesai diperiksa. Lalu dokter memberikan hasil pemeriksaan dan print hasil USG.


"Ini, saya beri resep obat anti mualnya biar tidak sering mual di pagi hari dan saya kasih vitamin. Nanti di tebus di depan ya."


"Iya dok. Terima kasih."

__ADS_1


Sonya dan Kenzo lalu keluar ruangan dokter kandungan tersebut dan menebus obat dan vitaminnya. Setelah itu Kenzo menggandeng Sonya masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya ke arah rumahnya.


__ADS_2