Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Hanya Istri Siri..


__ADS_3

Viona sekarang sudah sampai di Indonesia. Viona bahagia akhirnya pulang ke Indonesia dan akan segera bertemu dengan Revano.


"Alhamdulillah, akhirnya aku sampai juga di Indonesia. Nak, kita pulang ke rumah Mama dulu ya sebelum nanti mencari Papamu," ucap Viona sambil mengusap perutnya.


Viona lalu memesan taksi untuk pulang ke rumahnya. Viona sudah hampir satu tahun tidak pulang ke Indonesia. Tak lama kemudian Viona sudah sampai di rumahnya.


Viona menekan bel rumahnya. Sang Bibi yang membukakan pintu. Bibi terkejut melihat Tuan rumahnya pulang secara tiba-tiba dan tidak memberitahu akan pulang. Apalagi Bibi melihat perubahan perut Viona yang semakin membesar.


"Non Viona. Non Viona hamil?" tanya Bibi yang terkejut melihat perut Viona sudah membesar.


"Bibi jangan berpikiran yang aneh-aneh ya. Aku sudah punya suami. Aku sudah menikah di Korea Bi," ucap Viona menjelaskan.


"Alhamdulillah, Bibi kira Non Viona masih lajang. Sini Non, saya bantu bawain kopernya." Bibi lalu membantu Viona memasukkan koper ke dalam kamarnya.


"Non, maaf kalau Bibi lancang. Tapi Bibi ingin tahu kenapa suami Non tidak ikut kemari?"


Viona tersenyum tipis.


"Aku hanya istri siri Bi. Di mana suamiku sudah punya istri."


"Ya ampun kasihnya Non Viona sudah menjadi yatim piatu dan menjadi istri siri dengan keadaan hamil seperti ini pasti membutuhkan kasih sayang dari suaminya." Batin Bibi.


"Non ingin makan apa biar Bibi siapkan."


"Aku ingin makan ayam geprek Bi. Anakku ingin makan yang pedas-pedas hari ini," ucap Viona sambil mengusap perutnya.


"Baik Non akan Bibi buatkan," ucap Bibi dan lalu pergi ke dapur.


Viona menatap kamarnya dan masih seperti semula. Bibi sangat rajin membersihkan kamarnya.


"Nanti aku akan kasih Bibi bonus. Kamarku selalu bersih dan wangi." Viona tersenyum bahagia melihat kamarnya yang rapi dan bersih.


Viona lalu teringat dengan wajah tampan suaminya.


"Revano, sebentar lagi kita akan bertemu. Anak kita sudah besar. Ia tumbuh dengan sehat dalam perutku," ucap Viona sambil mengusap perutnya pelan.


"Nak, kenapa kamu diam saja jika Mama menyebutkan nama Papa kamu?" Viona masih terus mengusap perutnya dan merasa aneh karena jika menyebut nama Revano anaknya tidak merespon dengan tendangannya.


Viona lalu teringat dengan mantan pacarnya yang dulu pernah dicintainya dan pernah menyakitinya.


"Vino apa kabar ya? Apa ia baik-baik saja di Korea?"


Tak lama kemudian anaknya menendang dalam perutnya.

__ADS_1


"Auwww... Nak, kenapa kamu mengagetkan Mama sayang?"


Viona lalu berpikir kenapa saat menyebut nama Vino anaknya menendang dalam perutnya.


"Apa bayi yang ku kandung anaknya Vino?" ucapnya sambil menaikkan alisnya.


"Eh, tapi tidak mungkin. Karena aku terakhir kali bersama Revano. Jadi aku yakin kalau anakku ini adalah anaknya Revano. Lagian Vino sudah meninggalkan aku," ucapnya kembali.


Viona lalu melamun dan masih memikirkan anak yang dikandungnya.


"Non makanannya sudah siap," ucap Bibi.


Perkataan Bibi membuyarkan lamunannya.


"Iya Bi, aku akan ke ruang makan sekarang juga. Aku sudah sangat lapar ingin memakan ayam geprek."


"Alhamdulillah Non ngidamnya tidak susah dan mudah didapatkan."


"Hehe aku jarang ngidam Bi. Cuma baru sampai di Indonesia saja aku ingin makan sesuatu. Atau mungkin karena bayiku dekat dengan ayahnya ya?"


"Bisa jadi begitu Non. Memangnya suami Non kemana?"


"Suamiku kuliah di Indonesia Bibi. Kemarin kami bertemu saat di Korea."


"Wah pasti ganteng ya Non, suaminya Non Viona."


"Wah Alhamdulillah kalau begitu Non. Mudah-mudahan Non Viona dilancarkan sampai persalinan nanti."


"Aamiin Bi makasih ya Bi. Oh iya Bi, bulan ini Bibi aku kasih bonus karena kamarku rapi, bersih dan wangi."


"Terimakasih banyak Non. Seharusnya Non tidak perlu seperti itu karena memang sudah tugas Bibi untuk bersih-bersih kamar Non Viona."


"Tidak apa-apa Bi. Anggap saja rezeki atas kehamilanku."


"Kalau begitu makasih banyak Non. Semoga Non selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam usahanya. Sebenarnya Non itu sudah kaya tapi Bibi heran kemarin Non bekerja ke Korea."


"Karena aku suka Korea Bibi. Jadi aku ingin merasakan namanya bekerja di Negara lain."


"Ah iya Bi aku sampai lupa. Aku makan dulu ya Bi ayam gepreknya," ucapnya kembali.


"Iya Non silakan."


Viona lalu makan dengan lahapnya dan sampai nambah nasinya.

__ADS_1


...*****...


Kandungan Viona sudah berjalan 7 bulan. Viona beberapa kali ke rumah orangtua Revano tapi tidak ada Revano di sana. Viona hanya tanya dengan satpam dari dalam mobilnya dan katanya sudah sebulan ini Revano tidak datang. Viona lalu kecewa tidak bisa bertemu dengan Revano. Padahal dia pulang ke Indonesia ingin menemui suaminya.


"Nak, maafkan Mama yang belum bisa mengajak kamu untuk bertemu dengan Papa kamu. Entahlah Papa Revano lagi kemana sudah sebulan ini," lirihnya sambil melihat ke arah perutnya yang sudah mulai membesar itu.


Viona tidak tahu bahwa Revano tinggal di rumah orangtua istrinya. Tadi satpam tidak memberitahu keberadaan Revano. Viona lalu memutuskan untuk pulang ke rumahnya.


Bibi sekarang sedang mencuci baju di belakang dan sekarang ada yang menekan bel rumahnya.


"Siapa ya?" lirihnya.



Viona karena penasaran lalu berjalan mendekati pintu masuk rumahnya. Saat membukakan pintu Viona terkejut dengan siapa tamu yang datang berkunjung ke rumahnya.


"Kamu? Untuk apa kamu datang ke rumah ku?"


"Aku kangen sama kamu Viona." Laki-laki itu lalu memeluk Viona.


"Dan aku juga kangen sama anak kita." Batin laki-laki itu.


Viona lalu melepaskan tangan laki-laki itu yang memeluknya dan mendorong tubuh laki-laki itu agar menjaga jarak darinya.


"Maaf, aku sudah bersuami dan tidak selayaknya kamu tadi seperti ini."


"Viona kenapa kamu berubah? Dulu bahkan kita sering berpelukan kan?"


"Vino maaf ya. Aku tidak pernah berubah. Jika ada kata berubah, kamulah orangnya. Lebih baik kamu pulang saja Vino. Aku mau istirahat, aku butuh menjaga kesehatanku dan juga bayiku."


"Viona kembalilah padaku. Aku masih mencintaimu," ucap Vino dengan nada memohon sambil menggenggam tangan Viona dan Viona lalu menepisnya.


"Maaf ya Vino. Aku sudah terlanjur sakit hati sama kamu. Lebih baik kamu pergi dari rumahku."


Viona lalu menutup pintunya.


"Aku tidak akan pergi sebelum kamu menerima aku kembali. Aku menyesal telah memutuskan kamu waktu itu." Teriak Vino dari luar.


Viona meneteskan air mata saat mendengar perkataan Vino. Viona lalu kembali ke kamarnya dan mengambil hp untuk menelepon satpam perumahannya. Tak lama kemudian Vino diusir dari rumah Viona dengan paksa. Lalu Bibi mengunci pintu gerbangnya.


"Viona aku akan kembali lagi."


Viona menatap kepergian Vino dan lalu menutup gorden jendela kamarnya.

__ADS_1


"Kenapa kamu muncul kembali setelah membuat luka yang cukup dalam?"


Viona masih ingat diputuskan oleh Vino saat sedang berada di apartemennya bersama Revano waktu itu.


__ADS_2