Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 64 - 2 Bumil Ngidam Bareng


__ADS_3

Semenjak tahu kabar Risa hamil Lova, Dean, Sonya dan Kenzo langsung mengunjungi rumah Rey mereka mengucapkan selamat atas kehamilannya. Risa senang teman-temannya datang. Dean dan Lova sudah menikah. Pernikahan mereka dipercepat.


FLASHBACK ON


Lova dan Dean sudah sampai di rumah orang tuanya Dean. Dean memperkenalkan Lova sebagai calon istrinya. Orang tua Dean tadinya marah karena ingin menjodohkan Dean dengan anak sahabatnya yang lagi di London. Tapi saat tahu Lova hamil hati orang tua Dean pun tersentuh, bagaimanapun juga bayi yang ada dalam kandungan Lova itu adalah cucunya. Lalu mereka menyetujui pernikahan Lova dan Dean dipercepat tadinya akan menggelar acara pernikahan sebulan lagi berganti menjadi seminggu lagi.


Dean sangat senang akhirnya ia mendapatkan restu dari kedua orang tuanya dan tidak jadi dijodohkan dengan anak dari sahabat Papanya. Namun Papanya tidak memberi tahu kepada sahabatnya bahwa Dean sudah menikah, ia tidak ingin bermasalah dengan sahabatnya.


Pernikahan mereka diselenggarakan secara sederhana yang terpenting sah secara agama dan dimata hukum. Rio sepupu Dean sekaligus mantan Lova pun datang menghadiri acara pernikahan mereka. Namun Dean belum tahu kalau Lova adalah mantan kekasih Rio. Meskipun hatinya hancur melihat mantan kekasihnya menikah dengan sepupunya sendiri namun ia tetap berusaha tegar di depan kedua mempelai.


FLASHBACK OFF


"Sonya, hanya kamu saja yang belum menikah nih," ucap Risa menggoda Sonya.


"Kenzo, cepat halalin Sonya nanti keburu di ambil orang bro!" ucap Rey memberi saran.


"Hehe aku baru saja lulus dan bekerja belum ada setahun Rey. Belum cukup uangku untuk melamar Sonya."


"Sonya gak minta yang macam-macam kok untuk maharnya, iya gak Sonya?" tanya Lova.


Sonya hanya tersenyum mendengar perkataan kedua sahabatnya.


"Bukannya begitu. Namun aku akan kasih Sonya mahar yang pantas untuknya dan aku harus berjuang cari uang terlebih dahulu buat nikahin Sonya."


"Hebat kamu bro! Semangat bro! Biar bisa cepat nikahin Sonya," ucap Dean menepuk pundak Kenzo yang kebetulan Dean dan Kenzo duduk bersebelahan.


"Sayang aku mau salad buah," ucap Risa dengan wajah yang memohon sambil mengusap perutnya pelan.


"Wah anak Daddy mau salad buah buatan Daddy lagi ya?" ucapnya sambil mengelus dan mengecup perut Risa.


"Bentar aku ambilkan. Ada yang mau salad buah buatanku?" ucap Rey kembali.


Lova yang mendengar salad buah pun ia pengen merasakan manis asam itu.


"Boleh Rey, panas-panas begini enaknya emang yang segar-segar," ucap Kenzo.


"Mau... Rey aku mau," ucapnya dengan mata yang berbinar.

__ADS_1


"Beb, ini di meja udah banyak makanan dan minuman yang sudah dihidangkan. Belum cukup beb?"


"Tapi aku ingin memakannya," ucap Lova sambil manyun.


"Gak apa-apa Dean, wanita hamil itu harus dituruti saat ngidam kalau gak anak kamu bisa ileran loh. Aku bikinnya banyak kok. Soalnya setiap hari Risa ingin makan salad buah."


"Ehm baiklah kalau begitu, aku gak mau anakku sampai ileran."


Rey pun sudah kembali dari dapur mengambil 3 kotak salad buah buatannya dari kulkas. Ia langsung memberikan kepada istrinya, Kenzo dan Lova.


Rey pun lalu menyuapi Risa. Sesekali ia sambil mengecup perutnya dan mengelusnya pelan. Rey begitu sayang dengan anak dan istrinya.


"Segar sekali Rey. Kamu mau gak sayang?" ucap Kenzo sambil memakan salad buah.


Sonya pun mengangguk dan Kenzo menyuapinya.


"Wah iya beneran segar dan enak," ucap Sonya sambil tersenyum.


"Enak beb, coba kamu rasain deh salad buahnya." Lova pun menyuapi Dean salad buah buatan Rey.


"Iya dong, soalnya Risa gak mau makan kalau gak buatanku. Katanya rasanya berbeda," ucapnya sambil menyuapi Risa. Karena Risa hanya mau makan salad buahnya saat Rey menyuapinya.


"Beb, kamu harus belajar bikin salad buah dari Rey. Aku pun juga ingin makan salad buah setiap hari dan itu juga harus buatan kamu."


"Hah?? Aku bikin salad buah beb?"


"Iya, ini juga permintaan anak kamu!" ucap Lova ketus sambil menunjuk perutnya yang mulai terlihat sedikit menonjol.


"Baiklah, Rey nanti kalau mau bikin salad buah ajarin aku ya?"


"Ok siap."


"Wah kalian ini para suami siaga ya? 2 Bumil ngidamnya barengan," ucap Kenzo.


"Iya dong tentu harus jadi suami siaga," ucap Rey.


Sedangkan Dean hanya mengangguk sambil menikmati jus jeruknya.

__ADS_1


Sonya dari tadi melihat gerak-gerik dari para suami sahabat mereka. Sebegitunya mereka harus bisa bikin salad buah demi istrinya yang lagi hamil muda.


"Ngomong-ngomong usia kehamilan kalian sudah berapa bulan?" tanya Sonya penasaran.


"Baru 6 minggu Sonya, ya 1 bulan setengah lah," ucap Risa yang masih memakan salad buahnya.


"Kalau kamu Lova?" tanya Sonya.


"Usia kehamilan ku baru 11 minggu, jadi 3 bulan kurang seminggu," ucapnya sambil memakan salad buahnya.


"Wah para bumil, lahap banget ya makan saladnya," ucap Kenzo sambil memakan brownies, karena saladnya tadi ia berikan ke Sonya.


"Makanya nikah minggu besok Ken, biar bulan depan mereka bertiga hamilnya barengan. Kan seru kalau bisa hamil barengan. Nanti anak kita cuma berbeda bulan saja," ucap Dean sambil mengelus perut Lova yang sudah mulai terlihat agak buncit.


"Hahaha bener juga. Seru juga ya kalau mereka hamilnya barengan," ucap Rey sambil tertawa membayangkan mereka hamil barengan.


Kenzo langsung tersedak mendengar ucapan Dean dan Rey. Sonya pun langsung memberikan jus jeruk kepada Kenzo.


"Tuh kan mendengar ucapan kalian Kenzo jadi tersedak," ucap Risa.


"Kalian ini apa-apaan sih. Mereka kan belum ingin menikah," ucap Lova.


"Ya siapa tahu melihat istri-istri kita hamil. Kenzo jadi berubah pikiran. Iya gak Rey?" ucap Dean.


"Yoi bro! Kali aja mereka beneran nikah minggu depan hehehe," ucapnya sambil cengengesan.


Dean dan Rey pun menggoda Kenzo agar segera menikahi Sonya. Kenzo pun tersenyum kecut mendengar perkataan Rey dan Dean.


...*****...


DI TEMPAT LAIN


Seseorang tampak kesal mendengar kabar kehamilan Risa. Orang tersebut adalah Alvin Papa Luna. Ia mendengar kabar tersebut dari orang yang ia bayar sebagai mata-matanya. Alvin sudah kembali dari perjalanan bisnisnya.


"Arghhh... Kenapa Aldi tidak mengundangku saat pernikahan anaknya, kan aku bisa menggagalkan pernikahannya. Saat ini istrinya Rey sudah hamil lagi. Gimana ini cara memisahkan mereka," ucap Alvin yang kesal ia membanting vas bunga di kantornya, emosinya meluap-luap.


Setelah perjalanan bisnisnya Alvin lebih memilih tinggal di hotel dekat kantornya. Alvin belum pulang ke rumahnya, ia belum melihat anaknya di rumah bagaimana kondisi dan perkembangan kehamilannya. Seketika Alvin teringat Luna. Ia akan menjadikan Luna untuk menghancurkan pernikahan Risa dan Rey. Alvin tidak ingin Luna hamil tanpa seorang suami, Ia tetap ingin menjadikan Rey sebagai menantunya.

__ADS_1


__ADS_2