Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 52 - Honeymoon Part 3


__ADS_3

Risa dan Rey sudah sampai di rumah Keluarga Keynan Putra Alexander. Risa lalu memperkenalkan kembali suaminya kepada kakek dan neneknya.


"Wah jadi ini cucu menantuku?"


"Iya nek." sambil mengecup punggung tangan nenek dan kakek.


"Ganteng ya cucu menantu kita," ucap sang kakek.


Nenek pun hanya mengangguk.


"Kalian sudah jalan-jalan kemana saja?" tanya Keynan.


"Belum kemana-mana Paman, baru kemari saja hehehe," ucap Rey cengengesan sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Oh iya aku lupa, kan kalian pengantin baru ya? Jadi pasti betah dong ya kalau cuma di apartment saja hahahahaha." Keynan tertawa terbahak-bahak.


Risa pun mengernyitkan dahi. Pasti Pamannya pikirannya kemana-mana.


Bibinya sudah membawakan minum.


"Ayo diminum dulu nak. Datang jauh-jauh kalian pasti haus," ucap Chintya.


Mereka pun langsung meminumnya.


"Oh iya Paman, Karin mana kok belum muncul ya?"


"Dia lagi di kamarnya."


"Yaudah Risa ke kamar Karin dulu ya Paman."


Keynan pun hanya menjawab dengan anggukan.


"Karinnnnn....."


"Ceklek..."


"Kamu dah datang cepat banget nyampenya? Aku aja baru siap nih."


"Kamu gak kangen sama aku?" tanya Risa.


"Kangen dong. Kamu kan satu-satunya sepupuku," ucapnya sambil memeluk Risa.


Risa lalu membalas pelukannya.


"Oh iya kamu udah buatin pesanan aku belum? Maksudnya kamu sekarang udah isi atau belum?" pertanyaan yang memberondong keluar dari mulut Karin.

__ADS_1


"Ah aku gak suka deh kamu tanyanya itu mulu!" ucapnya sambil mendengus kesal.


"Ya kan cuma nanya, wajar dong aku tanya begitu sama kamu yang sudah menikah?"


"Udah, tapi aku belum isi. Puas kamu nanyanya?" ucapnya dengan nada ketus.


"Hehehe." Karin pun hanya cengengesan mendengar ucapan Risa.


"Ayo kita jadi ke cafe nggak?" tanya Risa.


"Jadi dong. Yuk kita turun, aku akan izin sama papa dan mama."


Mereka pun lalu turun. Risa dan Karin pun masih bergandengan.


"Papa, Mama Karin mau keluar sebentar ya sama Risa. Mau ke cafe favorit kita dulu," ucapnya sambil tersenyum.


"Ya boleh. Kalian ajak nak Rey juga ya?" ucap Papa Keynan.


"Enggak usah Paman. Kita mau berdua saja ke cafenya," ucap Risa.


Rey pun hanya melihat Risa dengan tatapan yang dingin. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.


"Ya udah kalau begitu, Rey pamit dulu mau kembali ke apartment." ucapnya sambil mengecup punggung tangan Kakek, Nenek, Paman dan Bibinya.


Rey pun lalu bergegas keluar. Risa dan Karin pun mematung. Maksud Karin agar Rey masih di rumahnya berbincang-bincang dengan keluarganya. Eh ini malah dia marah atau ngambek gak jelas.


"Biarin aja, dia udah biasa begitu. Ayo kita ke cafe," ucap Risa sambil menggandeng Karin keluar.


Rey pun sudah tidak ada di halaman luar. Risa dan Karin pun langsung melajukan mobilnya ke cafe favoritnya. Mereka pun akhirnya makan bersama. Setelah itu langsung berfoto bersama.


Karin bercerita tentang kegiatan di sekolah nya dan kesehariannya bersama teman-temannya. Risa juga bercerita tentang kuliahnya, rumah tangganya dan sampai ia menjadi model. Mereka berbincang-bincang sampai tidak terasa sampai menjelang sore. Risa pun lalu memesankan Rey makanan. Karin pun langsung mengantarkan Risa ke apartment nya. Risa memasukkan passwordnya dan langsung membuka pintu apartment nya.


"Say kamu dimana? Aku bawain makanan nih buat kamu."


Tak ada sahutan dari Rey. Risa pun langsung berjalan menuju kamarnya. Terlihat Rey sedang asyik memainkan game di ponselnya. Rey masih berpakaian seperti tadi, hanya saja ia sudah mencopot jaketnya.


"Hmm. Pantesan gak nyahut ternyata lagi asyik nge-game."


Tak ada jawaban dari Rey. Seolah lebih mementingkan game-nya dari pada istrinya. Rey masih ngambek karena tadi Risa tidak mengajaknya ke cafe. Risa pun sudah mulai kesal dengan Rey yang mengacuhkannya.


"Aku mau tidur di tempat Karin saja, kalau kamu terus cuekin aku. Mumpung Karin belum jauh aku akan menyusulnya pergi ke rumahnya."


Mendengar Risa bicara seperti itu Rey langsung meletakkan hp nya. Ia pun langsung berlari menyusul Risa.


"Jangan pergi yang," ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya di depan pintu.

__ADS_1


"Minggir! aku mau ke rumah Karin saja."


"Jangan pergi ku mohon. Maafkan aku. Maaf tadi aku cuekin kamu, habisnya aku tadi kesal kamu gak ngajakin aku ke cafe."


Risa sebenarnya ingin tertawa namun ia tahan. Sebenarnya dia lah yang harusnya minta maaf sama Rey karena tadi tidak mengajaknya ke cafe. Namun karena gengsinya yang terlalu tinggi, seolah Rey yang bersalah karena cuek dengan dirinya.


"Hmm..." Risa hanya menjawabnya dengan deheman saja.


"Temani aku makan yuk yang," ucapnya sambil menggandeng tangannya.


Risa lalu menemani Rey makan dan tak lupa mengambilkan minuman dingin di kulkas untuknya.


"Aaaaa... Yang buka mulutnya, aku mau suapin kamu," ucapnya sambil menyodorkan sendoknya.


Risa pun hanya menggeleng.


"Kalau kamu gak mau aku suapin. Jangan salahkan aku jika malam ini aku menerkammu!"


Mendengar kata menerkam Risa langsung bergerdik ngeri. Ia lalu membuka mulutnya. Rey tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyuapinya, ini untuk kedua kalinya Rey menyuapi Risa sebelumnya ia menyuapinya saat dinner romantis di restoran milik keluarganya. Rey berbicara seperti itu tadi hanya modus untuk mengancamnya agar bisa menyuapinya.


Malam telah tiba Rey dan Risa pun memutuskan untuk jalan-jalan ke mall. Mereka menggunakan jaket couple.


"Say, ayo kita foto."


Sebelumnya Rey di belakangnya. Namun tiba-tiba Rey menghilang. Risa pun lalu menengok ke belakang. Rey malah sibuk melihat miniatur karakter kartun. Risa kesal, akhirnya dia foto sendiri di depan cermin. Entah akhir-akhir ini ia suka foto di depan cermin.


"Yang, aku beli ini ya lucu banget." Sambil mengangkat miniatur Naruto.


Risa lalu menatap apa yang mau dibeli Rey.


"Hmm iya." Risa pun mengiyakan apa yang di beli Rey.


Rey senang lalu langsung menuju kasir untuk membayarnya. Setelah itu mereka pun berkeliling ke Myeongdong Korean Street Food. Risa pun lalu membeli jajanan kesukaannya Tteokbokki.


Tteokbokki merupakan jajanan favoritnya bersama Karin. Tteokbokki terbuat dari kue beras yang dimasak dalam gochujang yang pedas dan manis, enak dimakan apalagi pas lagi hangat.


Saat makan Tteokbokki Risa pun ada sisa saus di bibirnya. Rey dengan cepat menatap wajahnya dan langsung mengelap bibirnya dengan tangannya. Risa pun tersipu malu dengan apa yang dilakukan Rey.


Rey lebih memilih membeli jajanan Eomuk kkochi. Eomuk kkochi itu seperti semacam fishcake, yang direbus kemudian disajikan dengan kuah kaldu lobak dan rumput laut yang nggak cuma enak tapi juga bisa menghangatkan tubuh. Rasanya akan lebih enak, biasanya ditambah dengan kecap asin dan saus sambal.


Rey melihat Bungeoppang dan tertarik untuk mencobanya.


Bungeoppang, pastri khas Korea yang berbentuk seperti roti di Jepang yang berbentuk ikan Taiyaki. Roti ini punya rasa yang manis dan tekstur seperti waffle. Umumnya berisi kacang merah, namun saat ini bungeoppang digemari dengan isian es krim yang adem-adem manis. Bungeoppang enak dinikmati saat masih panas. Bersama es krim yang dingin di mulut. Rey pun senang nyobain Bungeoppang jajanan yang panas campur dinginnya es krim disaat bersamaan.


Akhirnya setelah jalan-jalan ke mall dan jajan di Myeongdong Korean Street Food, mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke apartment. Rey sampai apartment langsung berselfie dengan miniaturnya.

__ADS_1


Risa hanya menggelengkan kepalanya. Kemudian ia masuk ke kamar dan berganti dengan baju tidurnya. Ia sudah mengantuk karena seharian tadi sudah ke cafe bersama Karin lalu malamnya ke mall dengan Rey dan jalan-jalan ke Myeongdong Korean Street Food. Risa sudah merebahkan tubuhnya ke ranjang berukuran king size nya Rasa kantuknya sudah datang, tak lama akhirnya Risa pun tertidur. Sedangkan Rey masih asyik berfoto ria dengan miniatur Naruto yang warnanya senada dengan jaketnya.


__ADS_2