
Risa dan Rey pun sudah berada di kamarnya.
"Sayang kok mami bisa tahu ya kalau kita sudah melakukannya? Padahal aku gak cerita loh sama mami," ucap Rey yang masih bingung.
"Jelas mami kamu tahu say. Kamu nggak nyadar dari tadi aku jalannya pelan-pelan?"
"Ah iya. Maaf ya sayang aku telah membuatmu jadi seperti ini, kamu jadi kesakitan. Apa sekarang masih terasa sakit? Aku telepon Dokter Yudha saja ya?" ucapnya khawatir.
"Masih sih tapi udah gak terlalu perih. Udahlah gak usah dibahas lagi. Jangan telepon Dokter Yudha bikin malu aja kalau tanya sama dia."
"Maafkan aku ya sayang. Aku sudah tidak sabar menantikan kehadiran sang buah hati kita disini," ucapnya sambil memeluk Risa dari belakang sambil mengusap perutnya pelan. Risa pun hanya terdiam.
Risa sekarang sudah bersiap-siap untuk ke kampusnya. Rey pun mengantarkan Risa menggunakan mobil. Pakai motor hanya sesekali kalau Risa lagi kepengen saja.
"Sayang nanti aku jemput ya?" Rey menawarkan Risa untuk nanti menjemputnya.
"Gak usah, nanti aku bareng Lova aja ke pemotretannya. Nanti kita ketemu di sana saja. Bukankah kamu ada jadwal pemotretan juga?" ucapnya sambil mengecup punggung tangan Rey.
"Iya yang. Ya sudah kamu belajarnya yang rajin dan fokus ya," ucapnya sambil mengusap pucuk rambut Risa dan mengecup keningnya.
Risa pun mengiyakan perkataan suami kecilnya itu.
"Hati-hati say." Risa sambil melambaikan tangannya.
Rey pun mengangguk lalu melambaikan tangannya. Risa lalu berjalan menuju kampusnya. Rambutnya digerai, dibiarkan kena terpaan angin agar cepat kering.
"Ah gerah sekali pagi ini," Risa pun lalu membuka jaketnya.
Sonya pun yang baru keluar dari mobilnya pun langsung menghampirinya.
"Risa..." sambil memeluknya.
"Hey pagi-pagi udah main peluk-peluk aja!"
"Hehe habis aku seneng akhirnya kamu buatin pesanan aku," ucapnya sambil cengengesan.
Risa pun belum mengerti perkataan Sonya mengarah ke mana.
__ADS_1
"Maksud kamu apa Sonya? Bicaralah yang jelas."
Sonya pun lalu melepaskan pelukannya.
"Ya kan sudah terlihat Risa dari perubahan badan kamu dan cara berjalan kamu yang pelan-pelan dari tadi. Itu menunjukkan kamu sudah melakukannya dengan suamimu."
"Hmm... Ya sudah yuk masuk ke kelas," sambil mengalihkan pembicaraan dan menggandeng Sonya.
Mereka pun sudah selesai kuliah. Lova sudah menunggu Risa di parkiran. Risa pun mengajak Lova untuk ke mall sebentar membeli pakaian dalam. Punyanya sudah sedikit sesak untuk dipakai. Lova pun juga membelinya. Setelah itu mereka makan bersama. Risa pun sudah meminta izin suaminya untuk mampir ke mall sebentar sebelum ke lokasi pemotretan.
"Lova, kamu kelihatannya lahap banget makannya? Lagi laper banget ya?" ucap Risa terheran biasanya Lova jarang sebelum pemotretan mengajaknya makan karena biasanya setelah pemotretan mereka baru makan. Tetapi semenjak Rey juga menjadi model setelah pemotretan Risa makan bareng dengan Rey.
"Hmm iya, mungkin karena aku sedang mengandung jadi akhir-akhir ini nafsu makan aku sedikit bertambah," ucapnya sambil memakan makanannya.
"Uhukk.. Uhukk..." Risa pun tersedak mendengar perkataan Lova kalau ia sedang mengandung.
"Kamu hamil? Atau kamu cuma ngeprank aku?" mata Risa pun lalu membulat saat Lova bilang sedang mengandung dan Lova pun juga sering bercanda dengannya. Jadi Risa bingung kalau Lova beneran hamil atau cuma ngeprank.
"Iya beneran, aku hamil sa udah 5 minggu," ucapnya sambil memperlihatkan hasil USG nya.
Risa pun langsung tercengang dan menutup mulutnya. Dilihatnya hasil USG Lova dengan tangan yang gemetar.
"Dean senang banget. Hari Minggu besok aku diajak bertemu kedua orang tuanya. Bulan depan rencananya kami akan menikah."
"Syukurlah kalau Dean mau bertanggung jawab dan menikahi kamu."
"Aku sebenarnya malu cerita begini sama kamu. Kamu yang udah nikah duluan, tapi aku yang hamil duluan. Aku juga belum cerita sama Sonya, baru kamu yang aku beritahu," ucapnya sambil menunduk meratapi nasibnya.
Risa pun tersenyum kecut mendengar perkataan Lova. Ya dirinya yang sudah menikah pun bahkan belum hamil.
"Sudahlah jangan bersedih Lova. Nanti bayi kamu juga ikutan sedih, lagian sebentar lagi Dean akan menikahi kamu," ucapnya menghibur Lova.
"Sa, kamu beneran belum melakukan itu dengan Rey? Kok betah banget sih Rey jadi laki-laki?" tanyanya heran. Karena pacarnya saja sudah melakukan dengannya.
"Sudah kok tadi malam."
"Akhirnya, Oh jadi tadi kamu mengajakku beli pakaian dalam karena punyamu sudah sedikit sesak?" tanyanya sambil terkekeh.
__ADS_1
"Jangan meledekku! Punyamu juga sudah sedikit sesak bukan? Kamu tadi juga membelinya apalagi kamu sedang hamil. Kamu harus sering-sering beli," ucapnya sambil tertawa.
Mereka pun akhirnya tertawa bersama.
"Kamu juga sebentar lagi akan hamil sa,"
Risa pun tersedak mendengar ucapan Lova.
"Ah mana mungkin Lova, aku baru melakukannya dengan Rey sekali."
"Ya bisa saja, aku pun juga baru melakukannya sekali dengan Dean. Terbukti kan sekarang aku langsung hamil karena saat itu aku sedang dalam masa subur," ucapnya sambil menyeruput minumannya.
"Kok kamu bisa tahu kalau kamu dalam masa subur? Itu kamu tahu dari mana?"
"Coba kamu searching di google nanti kamu hitung sendiri pasti paham. Aku malu kalau untuk menceritakannya disini."
Risa pun membulatkan matanya saat ia membaca artikel di google. Ia pun langsung menghitungnya. Ia pun juga sempat berpikir pernah sekali minum obat penyubur kandungan dari mami mertuanya.
"Lova aku sudah menghitungnya dan ia benar aku juga dalam masa subur saat melakukannya dengan Rey. Aku juga pernah meminum obat penyubur kandungan 2 mingguan yang lalu yang dikasih mertua ku. Lova aku benar-benar takut dan aku belum siap untuk hamil," ucapnya dengan wajah yang begitu cemas.
"Apa yang kamu khawatirkan Risa? Kalau nantinya kamu memang hamil kamu gak perlu khawatir kamu kan sudah menikah dan punya suami. Wajar saja kalau kamu hamil."
"Berbeda lagi denganku. Aku saja mau menerima bayi ini meskipun aku baru merencanakan akan menikah," ucap Lova sambil mengelus perutnya.
Risa pun tersenyum saat melihat Lova terlihat sangat bahagia atas kehamilannya meskipun saat ini Lova mengelus perutnya yang masih rata.
"Lova apakah kamu sudah merasakan ngidam?"
"Ya, aku setiap pagi selalu ngidam masakannya Dean. Dean jadi sering masakin aku setiap hari saat tahu aku hamil. Keluargamu pasti juga menantikan kamu hamil Risa."
"Hmm kedua orang tua ku juga menginginkan ku hamil. Bahkan sampai mertuaku kasih aku obat penyubur kandungan biar aku cepat hamil. Rey juga sudah menginginkannya."
"Bagus deh kalau semuanya sudah menantikan kehadirannya, kamu gak perlu ragu lagi Risa. Wah pastinya seru nih kalau kita hamilnya bareng hehehe," ucapnya sambil cengengesan.
"Ah iya benar yang kamu katakan Lova. Makasih ya kamu telah membukakan hatiku, aku sudah siap sekarang seandainya aku beneran hamil. Aku siap menjadi ibu muda," ucap Risa sambil mengingat tadi saat Rey mengusap perutnya yang masih rata.
"Iya, menjadi ibu muda itu seru loh. Bisa merasakan yang namanya ngidam," ucapnya sambil terkekeh.
__ADS_1
Risa pun hanya tersenyum sambil menyeruput minumannya.