Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Surat Gugatan Cerai Dari Revano


__ADS_3

Revano sudah sampai di apartemennya. Revano sekarang sudah mandi dan baru saja selesai sholat. Setelah itu dirinya ingin istirahat. Hari ini dirinya sangat capek karena ada dua pemotretan yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk mendapatkan hasil foto yang bagus. Revano merebahkan tubuhnya ke ranjang. Pulang dari kampus tadi Revano belum makan dan hanya minum cokelat di Cafe tempat temannya bekerja.


"Den, makanannya sudah siap." Bibi bicara dari luar pintu kamarnya.


"Aku lagi gak selera makan Bi."


Revano tidak berselera makan karena masih memikirkan kejadian tadi di butik milik istrinya. Revano kecewa sama istrinya. Revano sekarang sudah ngantuk dan akhirnya tertidur. Dua jam kemudian Kezia sudah pulang. Di butik ada asistennya yang mengurusnya.


"Bibi masak apa hari ini?"


Bibi langsung menyebutkan semua masakannya.


"Baiklah aku akan makan terlebih dahulu sebelum mandi."


Kezia lalu mengambil nasi, sayur dan lauk pauknya.


"Non, Den Revano tidak mau makan dari tadi."


"Biarkan saja Bi. Revano gak mau makan juga masih tetap bisa hidup kok."


"Astagfirullah... Non jangan bicara seperti itu, Den Revano itu suami Non. Den Revano anak yang baik. Nanti Non menyesal loh kalau Den Revano pergi."


"Aku tidak menyesal Bi jika Revano pergi. Itulah yang aku harapkan. Revano hanya mengacaukan hidupku. Aku tersiksa menikah dengannya."


Revano mendengarkan semua pembicaraannya.


"Aku janji akan pergi dari hidup kamu. Sebentar lagi saatnya aku pergi dari kehidupan kamu. Aku berharap kamu bisa bahagia bersama orang yang kamu cintai. Tapi aku berharap bukan Kakakku. Karena Kakakku sudah bahagia dengan istrinya dan apalagi mereka akan punya anak sebentar lagi." Batin Revano.


Sekarang sudah adzan Magrib Revano lalu mengambil wudhu dan sholat. Kezia masuk ke kamarnya.


"Revano memang rajin taat beribadah. Tapi aku tidak suka dengannya. Sampai kapanpun aku tidak bahagia menikah dengan pria ini."


Setelah Revano selesai sholat, Revano melihat Kezia sudah masuk ke kamar. Revano terdiam dan langsung menuju ke dapur. Revano tidak selera makan nasi jadi makan mie instan. Sedang hujan-hujan seperti ini enaknya bikin mie hangat-hangat.

__ADS_1


Kezia sudah selesai mandi dan sholat. Kezia ingin tahu Revano sedang apa. Kezia lalu berjalan ke dapur. Ternyata Revano sudah selesai makannya dan akan membuat minuman hangat.


"Nitip satu dong seperti biasa green tea."


Revano hanya terdiam saja dan masih fokus dengan memasak air. Menunggu sampai mendidih.


"Revano kamu tuli apa? Kok gak jawab."


"Aku tidak tuli ya! Kalau kamu mau bikin saja sendiri. Di sini aku itu suami kamu. Seharusnya kamu yang buatin aku minuman hangat teh atau kopi," ucapnya sambil mengaduk teh jahenya.


Kezia melongo sekarang Revano berani membantah perintahnya.


"Kamu sekarang makin berani ya untuk melawan aku?"


"Berani karena aku tidak merasa bersalah kok."


"Revano kamu benar-benar menyebalkan!" Cibirnya.


Revano tidak menanggapi istrinya dan dengan asyik meniup teh jahe yang baru saja ia buat. Cuaca lagi hujan begini memang enak makan atau minum yang hangat-hangat. Kezia mendengus kesal dan akhirnya membuat minuman hangatnya sendiri.


Biasanya Bibi datang siang sampai malam hari. Namun setelah Revano tidak mau membuatkan sarapan untuk Kezia lagi. Akhirnya Bibi meluangkan waktunya untuk membuatkan sarapan pagi untuk Kezia.


Kezia kemarin sudah membeli obat pencegah kehamilannya. Setelah selesai sarapan pagi saat Kezia akan mengkonsumsi pil pencegah kehamilannya. Kezia sudah membuka tablet pil tersebut dan sisanya Kezia taruh di atas nakas.


Bibi mengetuk pintu sampai membuat Kezia terkejut dan menjatuhkan pil yang sudah ditangannya tersebut jatuh ke lantai.


"Non, Bibi mau pulang. Tapi sebelumnya, Bibi mau bersihin kamar Non dulu."


"Ya udah Bi. Masuk aja, aku juga nih mau berangkat ke butik."


Bibi mengangguk dan lalu membawa sapu untuk membersihkan kamar majikannya. Kezia kini sudah berangkat ke butiknya.


Bibi menemukan butiran pil pencegah kehamilan tersebut di atas nakas.

__ADS_1


"Astaga Non Kezia mengkonsumsi pil pencegah kehamilan. Padahal Den Revano menginginkan anak darinya. Apa sebenarnya yang dipikirkan Non Kezia." Sambil geleng-geleng kepala.


Bibi lalu menyapu kamar tersebut. Bibi menemukan satu butir pil pencegah kehamilan tersebut di lantai. Bibi lalu melihat lagi di atas nakas dan pil pencegahan kehamilan tersebut baru kebuka 1. Kezia tidak jadi mengkonsumsinya karena Bibi tadi mengangetkannya.


"Syukur deh Non Kezia belum konsumsi pil ini." Batin Bibi sambil tersenyum.


Revano hari ini pulang cepat karena di kampus Dosen cuma membagikan kisi-kisi untuk ujian akhir semester. Revano langsung pulang ke apartemennya. Saat masuk ke dalam kamarnya Revano membulatkan matanya saat melihat pil pencegah kehamilan ada di atas nakas dan sudah hilang satu yang artinya Kezia sudah mengkonsumsinya.


"Sepertinya memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi rumah tangga ini. Bahkan dia benar-benar tidak mau memiliki anak dariku."


...*****...


Tak terasa kini ujian akhir semester telah usai. Revano sudah berniat akan pergi dari kehidupan Kezia. Istrinya itu selalu saja menyindir dirinya. Tidak ada perubahan sama sekali. Revano juga memiliki batas kesabaran. Revano akan melepaskan Kezia. Istrinya juga berhak bahagia meskipun tanpa dirinya yang ada disisinya. Revano mulai mengurus rencana pindah kuliahnya hari ini di kampus. Teman-temannya sedih karena Revano akan pergi ke Korea.


"Kalian jangan sedih seperti itu. Aku nanti akan kembali lagi ke Indonesia. Tapi tidak tahu kapan."


"Hati-hati ya bro. Semoga kamu sukses kuliahnya di Korea."


"Semoga kamu bisa mendapatkan wanita yang baik di sana."


"Aamiin. Makasih semuanya. Sampai bertemu lagi." Revano lalu melambaikan tangannya dan masuk ke mobilnya.


Setelah selesai mengurus kepindahan kuliahnya. Revano lalu ke pengadilan untuk mengambil surat gugatan cerai. Revano sudah bertekad untuk bercerai dengan Kezia. Karena waktu itu surat perceraiannya di sobek oleh Papa Kenzo. Revano lalu bertekad untuk ke pengadilan mengurus perceraiannya.


Menunggu setahun atau tidak tetap sama saja istrinya tidak akan pernah berubah. Setelah setahun pernikahannya istrinya juga bakal akan mengajukan perceraian ke pengadilan. Jadi sebelum Kezia menggugat cerai dirinya. Revano sudah melayangkan gugatan perceraiannya.


"Semoga ini keputusan yang terbaik. Aku akan membiarkan dirinya hidup bebas. Aku sudah turuti kemauan kamu selama ini Kezia Leonardo. Istri yang selama hampir 4 bulan ini aku cintai." Lirihnya sambil menatap awan yang menampilkan begitu cerah.


"Cerahnya awan tak secerah kehidupanku," ucapnya tersenyum tipis.


Revano lalu melajukan mobilnya ke arah apartemennya. Dirinya akan membawa satu koper dan satu tasnya. Revano sudah memesan tiket pesawat sudah beberapa hari yang lalu. Jadi tinggal berangkat saja besok.


Jangan lupa tinggalkan like 👍 rate 5 🌟 and gift biar author tambah semangat 🆙

__ADS_1


tambahkan ke favorit biar saat 🆙 ada pemberitahuannya 🙂


Terima kasih 💙


__ADS_2