
Reno lalu berbicara dengan nada pelan setelah istrinya dan adik iparnya sudah pergi ke ruang makan.
"Revano," lirihnya.
"Iya... Kenapa Kak?" Sambil menoleh ke arah Reno.
"Kenapa Kezia bisa jadi bucin begitu sama kamu?"
"Ya karena Kezia sudah mencintai aku Kak. Kan aku lebih ganteng daripada Kakak. Sehingga Kezia bisa melupakan cintanya sama Kakak dan beralih mencintaiku," ucapnya sambil melebarkan bibirnya sampai seperti membentuk bulan sabit.
"Kamu ini, Kakak tanyanya serius sama kamu. Kok kamu jawabnya bercanda." Reno mendengus kesal.
"Aku jawabnya juga serius Kak. Memang kenyataannya begitu kan, sekarang istriku sudah mencintaiku?"
"Bagi tips dong Rev. Jangan pelit-pelit sama Kakak."
Revano terkejut saat Kakaknya minta tips darinya. Padahal dirinya kemarin menirukan cara Kakaknya merayu istrinya.
"Aku hanya belajar dari internet saja Kak. Eh, sama waktu itu lihat Kakak gombalin Kak Sandra," ucapnya terkekeh.
"Bagi link-nya dong."
"Kakak cari saja di internet pada kolom pencarian, seribu cara meluluhkan hati wanita."
"Ok, nanti aku akan cari."
Revano tersenyum tipis.
"Revano apa kamu sudah melepas rindu sama Kezia setelah pulang dari Korea?" Tanyanya penasaran. Biasanya adiknya yang selalu kepo dengan Kakaknya. Sekarang justru sebaliknya, Reno yang kepo dengan Revano.
Revano lalu mengernyitkan keningnya. "Apa maksud Kakak?"
"Hmm, gitu saja tidak tahu kamu ini. Yang Kakak maksud itu ya melakukan kegiatan suami istri."
Revano membolakan matanya saat Kakaknya berbicara seperti itu.
"Tidak Kak. Maksudnya hampir kejadian tapi langsung aku sudahi." Revano berkata jujur.
"Kenapa tidak dilanjutkan saja?" Revano sambil memasukkan bumbunya ke wajan.
"Eh? Istriku kan sedang hamil. Mana boleh melakukan hal itu. Kakak ini aneh-aneh saja pertanyaannya."
"Kamu yang aneh, Dokter saja membolehkan."
"Ah masa sih? Kakak pasti mengerjai aku kan?"
"Tidak! Untuk apa juga aku mengerjai kamu. Aku justru memberitahu kamu karena aku sudah berkonsultasi dengan Dokter saat Sandra periksa kandungannya."
"Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa tanya sama Dokter Yudha," ucapnya kembali.
__ADS_1
"Ah, aku tidak percaya padamu." Revano yakin kalau Kakaknya hanya mengerjainya saja.
"Ya sudah kalau kamu tidak percaya sama Kakak."
"Kakak, pasti hanya mengerjai aku saja." Batin Revano.
Mereka lalu melanjutkan kegiatan masaknya. Sekarang Sandra dan Kezia sudah duduk di ruang makan. Sandra dan Kezia saling melempar senyuman.
"Kezia, alhamdulilah ya. Suami-suami kita bisa masak."
"Iya Sandra, berkat Mommy Risa mereka jadi bisa masak. Kita harus berterima kasih sama Mommy Risa. Karena dia telah mengajarkan anak-anaknya untuk memasak."
Sandra dan Kezia tidak tahu bahwa Risa mendengarkan percakapan mereka. Risa lalu menghampiri kedua menantunya yang tengah membicarakannya.
"Kalian tidak perlu berterima kasih nak. Anak-anak Mommy memang harus bisa memasak. Mereka Mommy didik agar saat kalian hamil atau melahirkan bisa gantian mereka yang memasaknya."
"Iya Mommy." Jawab Sandra dan Kezia bersamaan.
"Mommy mau ke dapur dulu nak."
Mereka lalu mengangguk dan tersenyum. Risa melihat kedua anaknya sedang masak di dapur.
"Harumnya... Kalian masak apa anak-anak Mommy?"
"Eh, Mommy....." Reno menoleh.
"Aku sedang masak sop iga Mommy," jawab Revano.
"Mommy bahagia nak kalian bisa memasak untuk istri kalian yang sedang ngidam."
"Ini juga berkat Mommy dulu yang setiap weekend mengajarkan kita memasak," ucap Revano dengan senyuman manisnya.
"Ya sudah kalian selesaikan masaknya. Mommy hanya ingin mengambil minum saja," ucapnya sambil membawa dua gelas air putih.
Risa lalu meninggalkan dapur. Risa akan bercerita dengan Rey kalau dirinya tadi melihat kedua anaknya sedang sibuk memasak di dapur. Memasak untuk istri-istrinya yang sedang ngidam.
Sekarang Revano sudah selesai memasak dan memasukkan sop iga buatannya ke mangkok. Tak lupa Revano mengisi piringnya dengan nasi putih. Reno juga sudah selesai memasak nasi gorengnya. Sekarang Reno menata masakannya di piring. Reno dan Revano bersama-sama berjalan ke ruang makan. Revano sudah meletakkan sop iga di depan Kezia
"Sayang, ini sudah matang sop iga pesanan putri kita." Sambil meletakkan mangkok yang berisi sop iga dan piringnya yang berisi nasi putih.
"Wah kelihatannya enak sekali sayang," matanya kini berbinar-binar.
"Iya sayang, sini aku suapin." Revano lalu menyuapi istrinya.
"Bagaimana rasanya apa beneran enak sayang?"
"Iya enak sekali sayang. Nanti gantian aku yang siapin kamu."
"Baiklah..."
__ADS_1
Revano tersenyum karena Kezia suka dengan masakannya. Kezia bahagia Revano memanjakannya seperti ini.
"Honey, makanlah yang banyak," ucap Reno sambil mengusap rambut panjang istri tercinta.
"Makasih hubby udah masakin aku," ucap Sandra menghadiahkan kecupan dipipi Reno.
"Sama-sama honey, apa sih yang enggak buat kamu." Sambil menyuapi Sandra dengan nasi gorengnya.
"Hahaha, Kakak juga sudah mulai bucin."
Kezia dan Sandra sedang fokus mengunyah makanannya. Reno hanya tersenyum tipis.
"Enak sekali hubby nasi gorengnya."
"Kan aku masaknya dengan bumbu cinta, jadi rasanya pasti enak."
"Kamu juga makan dong hubby." Sekarang gantian Sandra yang menyuapi Reno. Mereka jadi makan sepiring berdua.
Reno dan Revano saling melempar senyuman. Mereka menyadari istri-istrinya manja saat sedang hamil. Namun mereka justru bahagia jika seperti ini.
Sekarang mereka sudah selesai makan dan menuju ke kamarnya masing-masing. Mereka sudah selesai menggosok gigi. Kezia dan Revano bersenderan di ranjangnya.
"Sayang, aku jadi tidak mengantuk. Aku kenyang sekali. Lihatlah, bahkan perutku lebih membesar daripada tadi." Kezia mengusap perutnya pelan.
Revano tersenyum tipis. "Kita bercanda saja yuk sama anak kita."
Revano lalu merebahkan kepalanya ke paha Kezia. Revano pandangannya ke wajah cantik istrinya. "Aku ingin merasakan tendangannya melalui pipiku."
"Hahaha... Kamu ada-ada saja sayang."
"Aku merasakan tendangan kecil putri kita." Revano lalu tersenyum.
Kezia bahagia bisa kembali bersama Revano lagi. Melihat Revano tersenyum tak terasa air matanya menetes.
"Sayang, kenapa kamu menangis?" Revano lalu duduk dan menghapus air mata Kezia.
"Aku bahagia bisa kembali lagi bersama kamu. Kemarin aku takut kalau kamu beneran akan menceraikanku dan pergi dari hidupku."
Revano lalu memeluk istrinya dan mengusap punggungnya dengan hangat. Kezia menyembunyikan wajahnya pada dada bidang suaminya. "Sayang, sudahlah jangan bahas tentang masa lalu. Yang terpenting sekarang adalah kita akan selalu bersama dan membesarkan anak kita bersama-sama."
"Revano, berjanjilah padaku. Kalau kamu tidak akan pernah meninggalkan aku." Kezia mendongakkan kepalanya dan menatap wajah suaminya.
"Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan kamu. Sudah kamu jangan menangis lagi ya sayang."
Kezia mengangguk dan tersenyum. Kezia lega setelah suaminya berbicara seperti itu.
"Sekarang kita tidur saja yuk sudah malam sayang. Ibu hamil tidak boleh terlalu malam tidurnya."
"Iya suamiku..." Jawab Kezia tersenyum tipis.
__ADS_1
"Revano... Aku mau dipeluk lagi." Kezia merentangkan tangannya.
Revano tersenyum dan dengan senang hati Revano memeluk istrinya. Entah kenapa Kezia suka sekali dengan harum tubuh suaminya. Revano bahagia jika Kezia bersikap manja seperti ini. Revano berpikir bahwa Kezia sedang hamil anak perempuan jadi sikapnya berubah jadi manja.