
Tiba-tiba Risa menyenderkan kepalanya ke bahu Rey. Berapa terkejutnya Rey melihat istrinya yang pingsan. Sekarang Rey pun semakin panik.
"Sayang bangun," ucap Rey menepuk pipi istrinya pelan.
"Mommy tertidur Daddy?" ucap Revano sambil fokus menyetir mobilnya.
"Mommy kamu pingsan nak."
"Apa pingsan?" Revano kaget saat mendengarnya.
Beberapa kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit. Rey menggendong tubuh istrinya dan berjalan sedikit berlari. Sekarang Risa sudah masuk ke ruang tindakan. Revano melihat Daddy Rey terlihat gelisah. Revano kemudian mendekati Daddy-nya.
"Daddy, Mommy Risa pasti akan baik-baik saja,"ucap Revano memegang pundak Daddy Rey.
"Tapi dokternya dari tadi belum keluar dari ruangan itu dan bikin Daddy cemas."
Tak lama kemudian pintu terbuka. Dokter muda tersebut lalu membuka maskernya.
"Dok, bagaimana keadaan istri saya? Dia sakit apa?" tanya Rey panik.
"Selamat, Anda sebentar lagi akan menjadi seorang ayah. Pasien saat ini sedang hamil," ucap Dokter muda tersebut menjabat tangan Rey dan lalu tersenyum.
"Apa? Hamil?" tanya Revano dan Rey secara bersamaan.
"Mommy Risa hamil?" Kezia terkejut dan sampai mulutnya menganga lebar.
"Kandungan pasien lemah dan kehamilan di usia seperti ibu Risa yang tidak muda lagi pun harus extra hati-hati dalam menjaga kandungannya."
"Pasien harus dirawat setidaknya satu hari untuk memulihkan kondisinya," ucapnya kembali.
"Iya Dok, apakah saya sudah bisa melihat istri saya?"
"Tentu saja Pak."
Rey masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Sayang, aku akan memiliki adik. Sudah sejak dulu aku memintanya tapi Allah baru mengabulkannya sekarang," ucap Revano yang matanya berbinar-binar.
Kezia bingung saat ini untuk menanggapi perkataan suaminya. Biasanya akan malu jika sudah dewasa dan memiliki seorang adik. Apalagi adiknya dan anaknya nanti umurnya lebih muda umur adiknya. Revano justru terlihat bahagia akan memiliki seorang adik yang sudah ia nantikan sejak lama. Kezia tidak mengira bahwa mertuanya akan hamil lagi.
"Sayang, kok kamu diam saja? Apa kamu tidak bahagia kalau Mommy Risa hamil?" tanya Revano yang seketika membuyarkan lamunan Kezia.
"Bukan seperti itu sayang, aku bahagia. Namun aku takut jika Mommy Risa tidak mau menerima kenyataan bahwa saat ini dia sedang hamil."
"Apa maksudnya sayang?" tanya Revano yang belum paham.
"Coba kamu bayangkan saja Mommy Risa diusianya yang empat puluhan dan dia hamil. Terus nanti apa kata teman-teman arisannya? Aku takut Mommy Risa akan menjadi bahan ejekan terus."
Revano lalu sekarang mengerti apa yang dikatakan istrinya.
"Ya sudah ayo kita lihat Mommy gimana reaksinya," ucap Revano.
Kezia dan Revano lalu masuk ke ruangan tersebut. Mereka melihat Rey yang sedang terduduk dan wajahnya menunduk. Rey tak menyangka bahwa istrinya akan hamil lagi.
"Mommy belum sadar Daady?"
__ADS_1
"Belum nak," ucap Rey yang lalu mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Revano.
"Daddy, aku bahagia akan punya adik. Tapi gimana nanti reaksi Mommy Risa saat tahu dia hamil?'
"Entahlah nak. Daddy juga pusing mikirnya."
Rey lalu menggenggam tangan Risa dan tak lama kemudian Risa mengerjapkan matanya.
"Alhamdulillah sayang kamu sudah sadar."
"Rey kita di rumah sakit?"
"Iya sayang. Oh iya kapan kamu terakhir kalinya datang bulan?"
Risa mengeryitkan dahinya.
"Aku lupa Rey, mungkin aku sudah monopause karena sudah tua. Memang apa kata Dokter?"
"Kita akan punya anak lagi," ucap Rey lirih.
Matanya membulat sempurna. Betapa terkejutnya Risa saat ini karena mengetahui bahwa dirinya sedang hamil.
"Apa? Itu artinya aku hamil lagi?"
Rey mengangguk pelan. Risa tak percaya bahwa berita kehamilan tak terduga itu membuatnya bingung. Risa pikir dia terlambat datang bulan karena mengalami monopause namun kenyataannya tidak seperti apa yang dia pikirkan.
"Ah ini tidak mungkin. Mana bisa aku hamil lagi. Rey kita gugurkan saja kandunganku," ucap Risa sambil menggenggam tangan Rey.
"Jangan sayang," tolak Rey.
"Aku malu Rey kita sudah punya 2 cucu. Rendra berusia 11 bulan sedangkan Reva 9 bulan dan apa kata besan kita nanti kalau tahu aku hamil. Aku sangat malu sekali. Lebih baik kita gugurkan saja."
"Astagfirullah Mommy jangan bicara sembarangan. Aku bahagia akan punya adik yang dari dulu aku nantikan," ucap Revano tersenyum bahagia.
"Iya Mommy dan jangan melakukan hal itu karena dosa," ucap Kezia.
"Kalian tidak tahu perasaan Mommy nak. Nanti Mommy juga akan menjadi bahan pembicaraan di tempat arisan."
"Jangan pikirkan apa perkataan orang sayang."
"Iya Mommy jangan terlalu banyak pikiran dan itu tidak baik untuk kesehatan Mommy yang saat ini sedang mengandung," ucap Kezia.
"Jika Mommy malu maka Mommy tidak usah ikut arisan dan Mommy harus banyak-banyak istirahat," ucap Revano.
Sekarang Risa sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Tadi sudah mengecek kandungannya dan baru berusia 3 minggu. Risa tidak menyangka akan memiliki anak lagi disaat usianya yang sudah berkepala empat. Revano dan Kezia sudah pamit pulang dan nanti akan balik lagi. Sekarang hanya berdua saja dengan Rey didalam ruangan tersebut. Risa mengusap perutnya pelan dan tidak menyangka bahwa sudah ada anak dalam kandungannya. Rey tersenyum bahagia karena Risa sudah mau menerima kehamilannya. Tadi Rey menasihati Risa panjang lebar dan sekarang sudah terbuka pikirannya.
"Rey, aku tidak menyangka bahwa kita akan punya anak lagi."
"Iya sayang. Aku bahagia sekali kita akan punya anak lagi dan keinginan Revano waktu itu bisa terkabul."
"Tapi aku malu Rey. Aku hamil disaat usiaku tidak muda lagi."
"Tidak usah malu sayang. Justru kamu bisa membuktikan bahwa masih bisa hamil."
"Arghhh ini semua gara-gara kamu!" ucap Risa yang lalu menggetok kepala Rey.
__ADS_1
"Aduh sakit sayang," ucap Rey sambil mengusap kepalanya.
Tak lama kemudian kedua orangtuanya Risa maupun Rey datang.
"Sayang, aku bahagia akan punya cucu lagi," ucap Mama Evangeline memeluk Risa sambil mengusap puncak kepala anaknya.
"Jeng, aku tidak menyangka kita bakalan punya cucu lagi. Rey masih bisa membuat Risa hamil," ucap Mami Ana terkekeh.
"Mami," ucap Rey yang sekarang malu.
"Ah iya putramu sungguh hebat Jeng Ana."
Papa Kevin dan Papi Aldi pun ikut tertawa. Mereka tak menyangka akan punya cucu lagi disaat sudah punya 2 cicit dari Reno dan juga dari Revano.
Kezia meminta izin kepada Revano untuk memberitahu kabar bahagia ini kepada kedua orangtuanya. Revano menyetujuinya karena mereka mengabari kehamilan Mommy Risa atau tidak nanti juga akan ketahuan jika perut Mommy Risa membesar beberapa bulan lagi. Setelah mendapatkan izin dari suaminya Kezia langsung menelepon Mama Sonya.
"Assalamualaikum Mama."
"Wa'alaikum Salam nak."
"Mama, Kezia ingin memberitahu kabar bahagia."
"Kabar bahagia? Apa kamu hamil lagi sayang?" ucap Sonya yang nada bicaranya terdengar bahagia.
"Bukan Kezia yang hamil Mama."
"Lalu siapa? Apakah Sandra?"
"Bukan Mama tapi Mommy Risa."
"Apa? Risa hamil lagi?" Sonya membolakan matanya.
"Iya Mama. Sekarang Mommy sedang dirawat di rumah sakit karena kandungannya lemah. Alamat rumah sakitnya habis ini Kezia beritahu lewat WhatsApp."
"Iya nak," jawabnya singkat dan masih tidak menyangka bahwa sahabatnya itu hamil lagi.
"Ya sudah kalau begitu Kezia tutup dulu teleponnya ya Mama. Wassalamualaikum."
"Wa'alaikum Salam nak."
Setelah mendapatkan pesan WhatsApp alamat rumah sakit dimana Risa dirawat Sonya lalu segera berjalan meniju ke ruang kerja suaminya.
"Sayang," ucap Sonya membuka pintu dan lalu mendekati Kenzo.
"Ada apa sayang?" tanya Kenzo sambil melepaskan kacamatanya.
"Barusan Kezia telepon dan mengatakan bahwa Risa sedang dirawat di rumah sakit."
"Risa sakit apa?" tanya Kenzo terkejut sahabatnya itu bisa masuk rumah sakit.
"Risa hamil lagi."
"Apa? Ham-hamil?" tanya Kenzo terbata-bata karena saking terkejutnya.
"Iya, Risa hamil lagi. Ayo kita segera ke rumah sakit untuk menjenguknya."
__ADS_1
"Baiklah sayang."
Kenzo tidak menyangka bahwa besannya itu akan hamil.